CHARM

CHARM
Bab 22


__ADS_3

Tok Tok Tok


Berry memanggil nama Syena berulang kali agar Syena mau membuka pintu kamarnya.


Ceklek


Syena membuka pintu kamarnya dengan penampilan yang sangat menyedihkan, Berry yang melihat penampilan Syena saat ini, langsung mengepalkan kedua tangannya, bagaimana tidak, ini pertama kalinya Syena terlihat sangat menyedihkan, mata yang sudah terlihat Sipit dan bengkak karena terlalu banyak menangis, rambut yang sudah tak beraturan, kamar yang seperti baru saja terkena badai, bahkan suaranya pun sudah terdengar sangat sengau, hidungnya juga sudah tersumbat.


“kenapa,?” tanya Syena.


Berry melangkah masuk kedalam kamar adiknya, Berry meletakkan segelas teh panas di atas nakas, setelah itu Berry membereskan tempat tidur adiknya.


Syena masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar sedikit sedikit terlihat segar. Syena melangkah keluar kamar mandi dengan penampilan yang sudah lebih Fresh.


Ia mengambil teh hangat yang di bawah Berry, Syena tahu kalau minum itu untuknya. Ia mendaratkan bokongnya di sofa samping Berry dan menyesap perlahan tehnya.


“ Berhentilah menangis, dasar cengeng” ejek Berry.


Syena meletakkan tehnya dan bersandar di bahu kakaknya, ia tidak menggubris apapun ejekan Berry.


“ apa yang kau bicarakan dengannya,?” tanya Berry dengan serius.


“tidak ada yang penting, aku hanya mengatakan untuk mengakhiri semuanya”. Jawab Syena dengan air mata yang sudah keluar tanpa permisi.


Berry bungkam, ia tidak lagi bertanya lebih jauh, karena ia tahu bahwa Syena butuh waktu. Berry melihat kearah Syena yang sedang berusaha menahan isak tangisnya.


Berry menarik nafas panjang, dadanya terasa sesak ketika melihat adiknya itu menangis lagi. Berry menangkup pipi Syena dan menghapus air mata adiknya itu.


“ apa pun yang terjadi saat ini, jadikan ini sebagai pelajaran untuk kamu di masa depan. Jangan menyesali keadaan ini, apa lagi menyesali pertemuan kalian, anggap saja ini adalah rintangan untukmu menjadi lebih dewasa ” , kata Berry dengan dewasa.


Syena mengangguk dan berhamburan di pelukan Berry, Berry mengusap lembut punggung Syena untuk memberi pemenangan.

__ADS_1


Tangisan Syena sudah mereda, nafasnya mulai beraturan. Berry melihat ke arah Syena yang ternyata sudah tertidur di dalam pelukannya, Berry mengangkat tubuh Syena ke tempat tidur dengan perlahan, setelah itu dia bergegas keluar menuju kamar orang tuanya.


Tok Tok Tok


Berry berusaha membangunkan orang tuanya.


Ceklek


Mika membuka pintu kamarnya, ia mengerutkan keningnya, waktu masih pukul 03.30 pm , untuk apa putranya membangunkan mereka.


“ Ada apa Berry,?” tanya Mika.


“Mom tolong bangunkan Daddy, kita akan pergi sekarang, aku sudah menyiapkan semuanya.” kata Berry tergesa-gesa.


“Why, ini terlalu pagi Berry?” tanya mika dengan herannya.


“kita tidak punya banyak waktu, semalam Elvano bertemu dengan Syena, takutnya besok dia akan datang lagi.” Berry menjelaskan maksudnya.


Berry melangkah pergi ke kamar Syena untuk membereskan kebutuhannya. Berry menutupi tubuh Syena dengan selimut agar tidak kedinginan, Berry menggendongnya keluar dari dalam kamar, orang tuanya juga sudah siap di ruang TV.


Sepanjang perjalanan Syena tidak terbangun, karena teh yang di buat oleh Berry memang sudah di beri obat tidur dengan dosis yang sudah Berry perkirakan.


Flashback On


Sebelum pergi ke Mansio keluarga Elvano, Berry sudah menjual terlebih dahulu apartemen milik Syena, ia meminta waktu sampai besok untuk keluar dari apartemen kepada pembeli tersebut.


Flashback Off


Berry dan keluarganya langsung masuk ke dalam ke Jet pribadi milik Berry. Mika dan Bram menatap iba pada putri mereka, Mika yang seorang perempuan juga, turut merasakan sakit yang Syena rasakan.


“Apa yang terjadi sebenarnya,?” tanya Bram memecahkan kebisuan sementara tadi.

__ADS_1


Aldo mulai menceritakan saat Elvano datang memohon untuk bertemu Syena tapi Berry menahannya, Berry juga mengatakan Syena tiba-tiba keluar dan mau berbicara dengan Elvano, setelah kembali Syena menangis sejadi-jadinya di dalam kamar, sampai saat Syena tertidur ketika Berry memberikan Teh yang sudah ia campurkan dengan obat tidur.


____


Bandar Udara "Otto Lilienthal" Berlin Tegel


Mereka semua turun dari Jet pribadi milik Berry, dan berpindah di kendaraan selanjutnya untuk menuju Mansion milik keluarga Berry. Banyak yang melihat ke arah Berry ketika menggendong Syena dengan selimut, karena Syena memang tidak pernah mau muncul di publik Negara Jerman, bahkan mereka juga mengetahui wajah istri Berry, tapi mereka heran dengan wanita yang di gendong oleh Berry.


Setelah menempuh kurang lebih 1 jam setengah, mereka sampai di kediaman milik Bram, mereka di sambut hangat oleh istri Berry dan cucu mereka. Karena mereka sampai di siang hari. Berry dan istrinya membawa Syena ke dalam kamar miliknya. Berry memeluk Santa istrinya, mereka keluar menuju ruang keluarga, Santa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan adik iparnya itu. Berry mulai menceritakan semua yang menimpa adiknya itu, Santa mengepalkan tangannya karena marah dan sakit hati, Santa sangat menyayangi adik iparnya itu terlebih lagi Elvano juga turut meminta izin restunya, tapi malah pada akhirnya Elvano mengecewakan mereka. Berry menarik Santa kedalam pelukannya dan mengecup keningnya.


Sore hari Syena terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya, ia merasa bukan di kamar apartemennya tapi justru di kamar yang terlihat tidak asing. Saat kesadarannya terkumpul, mata Syena terbelalak ketika melihat kalau saat ini ia berada di kamarnya di Jerman.


“Astaga, bagaimana bisa aku sudah di sini,?” gumam Syena, ia mengibaskan selimutnya dan berlari keluar makan untuk bertanya pada Berry atau orang tuanya.


“sayang sudah bangun nak,?” tanya Mika saat melihat Syena turun dari atas.


“Mom, kok kita udah di sini ? kapan berangkat nya ? terus aku tidur berapa lama ? ” Syena menghujani pertanyaan pada Mika yang sedang duduk di depan Tv.


Mika tertawa kecil , “ Hi, calm down dear. Satu satu dong tanya nya” kata Mika terkekeh.


“oh ok ok, I am sorry ! kapan kita berangkat nya mom?” tanya Syena yang sudah duduk di samping Mika.


Mika menjawab semua pertanyaan dari putrinya, Syena menarik nafas panjang, ada sedikit perasaan bahagia karena sudah tidak akan bertemu lagi dengan Elvano, jujur saja bagaimana pun ia merindukan Elvano, tapi ia langsung menepis perasaannya, ia harus bangkit lagi dan jangan terlalu larut dalam kesedihan.


📍📍📍


**Buat para reading, author mohon maaf yah karena upnya lama, soalnya author punya anak kecil jadi sering rewel jadi otak author juga suka blank .


Author juga mau kasih tahu kalau author mau sedikit revisi buat kata-kata yang kurang pantas ( Vulgar ) karena dari pihak Mangatoon belum bisa loloskan karya ini, kalau udah lolos kan sama-sama enak, thor juga bisa up tiap hari.


Happy Reading yah.

__ADS_1


Selamat menunaikan ibada puasa, semoga lancar sampai akhir. ❤️**


__ADS_2