CHARM

CHARM
Bab 18


__ADS_3

Geby dan Salma datang ke apartemen Syena karena khawatir, sejak kemarin Syena mengabaikan telpon dan pesan dari mereka. Berry yang membukakan pintu dan menyuruh mereka untuk langsung ke balkon di mana Syena berada.


“Syena,!!” Salma dan Geby duduk di sampingnya.


Syena hanya diam dan tak menanggapi sahabat nya, sejak kejadian kemarin sifatnya kembali seperti semula, cuek, dan dingin.


“Na, kok dari kemarin handphone lo mati,?” tanya Geby.


“gak papa” jawab Syena dingin.


“lo marah sama kita,?” tanya Salma. Ia bingung kenapa sifat Syena jadi aneh seperti sekarang.


Geby memegang kedua tangan Syena dan menatap manik matanya.


“cerita,! kalo lo masih anggap kita sahabat” Geby menatap Syena dengan tenang, dia tau pasti Syena ada masalah.


Syena menarik nafas dalam dan membuang lewat mulut, dadanya tiba-tiba sesak jika harus membahas masalah tentang Elvano.


“gue akan batalin pernikahan gue” kata Syena dengan tenang.


“APA,!!” Geby dan Salma terkejut bukan main.


“kenapa? kok bisa? kalian kan saling cinta? terus Elvano mau?” Salma nyerocos dengan banyak pertanyaan.


Plak.


“tu mulut ya, satu satu napa” omel Geby yang habis menampar bibir Salma.


“iss, apa sih lo, gue kan nanyanya ke Syena”. protes Salma dengan bibir mengerucut.


Geby hanya diam memperhatikan pertengkaran kedua sahabatnya, Geby dan Salma tersadar ketika Syena berdehem.


“Na kok lo batalin, kenapa?” tanya Geby yang kini sudah kembali serius.


“dia selingkuh, dan wanita itu hamil,kalo gak salah namanya Laura” kata Syena menjelaskan.


“APA, JADI LO UDAH TAU” teriak Geby dan Salma.


Syena memicingkan matanya ke arah keduanya, apa maksud dari ucapan dari mereka tadi. Geby dan Salma tersadar dan langsung menutup mulut mereka.


“jelasin, atau persahabatan kita sampai di sini” skakmat, Geby dan Salma langsung gugup.


“eee, mmm, itu itu maksunya” ucap Salma terbata bata karena takut.


“kalian boleh pergi” Syena berdiri dari tempat duduk dan melangkah pergi, tapi baru dua langka, tangan Syena di tarik oleh Geby.


“oke gue jelasin, tapi lo duduk dulu” Geby menarik tangan Syena kembali ke tempat duduk, Syena juga mengikutinya.


“jelasin” kata Syena yang tidak ingin basa basi


“janji kalo lo gak boleh marah,?” kata Geby.


“tergantung” jawab Syena.


“oke, sebenarnya...” Geby mulai menjelaskan.


Flashback On


Satu bulan yang lalu Jordy mengajak Geby untuk makan siang di restoran, tapi saat di lampu merah mereka melihat Elvano menepikan mobilnya dan keluar menuju kearah seorang wanita yang sedang berdiri di seberang jalan.


“Laura,!” Jordy terkejut melihat wanita yang sedang Elvano hampiri. Geby memicingkan matanya kearah Jordy.


“Laura? nama siapa yang kamu sebut,hah” tanya Geby.


“itu, perempuan yang bersama Elvano, itu mantan Elvano dulu waktu masih di LA” jawab Jordy.

__ADS_1


“Apa,! kamu gak bercanda kan” tanya Geby, dia terkejut pasalnya saat ini Elvano juga sedang memeluk Laura.


“Nanti aku ceritain di restoran yah sayang”


“jelasin sedetail nya”


Mereka melajukan mobil ketika lampu sudah berubah hijau.


Saat selesai makan, Geby menatap ke arah Jordy, tatapan menuntut penjelasan.


“iya iya sayang, iss kamu ini gak sabaran banget sih” kata Jordy.


“yaudah cepat dong sayang” rengek Geby.


“Laura adalah mantan Vano waktu di LA, mereka bertemu di Klub, Laura adalah perempuan pertama yang Vano tiduri, sejak saat itu mereka selalu bersama, saat kedekatan mereka sampai 1 bulan, Elvano mengungkapkan perasaannya dan ternyata Laura juga menyukainya, saat mereka menjalani hubungan ke 1 tahun, Laura pergi meninggalkan Elvano entah kemana, Vano menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Laura tapi tidak ada 1 pun yang menemukan nya, sejak saat itu Elvano selalu mabuk dan tidur dengan wanita malam..” Jordy minum jus yang dia pesan ulang lalu melanjutkan ceritanya.


“Elvano datang kesini karena dia ingin melupakan Laura, karena sudah hampir 1 tahun tapi tidak satu pun anak buahnya menemukan Laura, setelah 2 bulan berada di sini, Elvano bertemu dengan Syena, Elvano juga mengatakan dia sudah mulai mencintai Syena walaupun belum sepenuhnya melupakan Laura”.


“Oh gitu, terus bagaimana jika Syena tau tentang kembalinya Laura mantan Elvano,?” tanya Geby, dia khawatir dengan perasaan Syena nantinya.


Setelah satu minggu berlalu, Geby dan Salma pergi ke klub untuk bertemu dengan kekasih mereka. Mereka duduk bersenda gurau, Geby pergi ke toilet ternyata dia bertemu dengan Laura. Geby mengikutinya, ternyata Laura berada bersama dengan Elvano, bahkan mencumbu Laura saat dia sampai di dalam ruangan yang mereka pesan, Geby merasa sangat marah rasanya ingin masuk dan memukuli sampai mati pada wanita yang sedang bersama Elvano itu. Saat Geby ingin masuk tangannya di tarik oleh Jordy.


Geby di tarik kembali ke ruangan mereka, Geby merasa sangat marah dengan Jordy, bagaimana bisa dia malah membiarkan Elvano dengan wanita lain, terus bagaimana nasib sahabatnya nanti.


“apa lo udah gila, hah” teriak Geby.


“gue tau Geb, tapi please jangan gini”


“terus lo mau kaya gimana, biarin Elvano sama perempuan lain, terus bagaimana sama Syena, lo egois banget tau gak, brengsek” bentak Geby.


Geby mengambil tasnya tanpa mendengar kata-kata Jordy, Geby menarik Salma pergi dari ruangan itu, Salma hanya pasrah walaupun dia sendiri bingung dengan permasalahan mereka.


Geby yang biasa memanggil ‘aku-kamu’ malah sudah tidak lagi karena terlalu marah. Saat di mobil, Salma menanyakan tentang pertengkaran Geby dan Jordy.


Geby menjelaskan semua pada Salma, ternyata dia juga sudah tahu karena pernah melihat mereka makan bersama, Salma juga merasa marah. Mereka bingung untuk menjelaskan pada Syena tentang Elvano. Saat mereka tengah mengobrol di dalam mobil, tiba-tiba Elvano keluar dengan Laura dari dalam Klub. Mereka mengikuti mobil Laura, Rey dan Jordy yang ingin mengejar Geby dan Salma malah tidak sempat karena mobil mereka telah melaju pergi.


Keesokan harinya Geby menelpon Elvano.


“hallo,!”


“....”


“lo datang sekarang ke apartemen gue, atau saat ini juga Syena bakal ninggalin lo” ancam Geby.


“.....”


“gue tunggu”


“...”


1 jam kemudian Elvano sampai ke apartemen Geby, di sana juga sudah ada Jordy dan Rey. Mereka kini duduk berhadapan, tapi Ray dan Jordy tidak ada satupun yang berani membuka suara, karena mendapat ancaman dari kedua wanita itu. Jordy dan Rey takut karena dua wanita itu seperti Singa Beranak.


“apa maksutnya ancaman lo tadi” tanya Elvano dengan alis berkerut.


“gak ada yang mau lo jelasin gitu,?” tanya Geby, kini tatapan Geby pada Elvano seperti siap untuk membunuh, bahkan Jordy, Rey dan Salma bergidik ngeri.


“maksud lo?” tanya Elvano dengan tenang, walau sebenarnya dia juga gugup. Baru kali ini mereka melihat tatapan Geby yang sangat menakutkan bahkan Salma sahabat nya saja belum pernah melihatnya.


“Cih bejat, gue kasih kesempatan buat lo yang ngomong sendiri, jangan sampai gue yang bilang kesalahan lo” ucap Geby dengan penuh penekanan, Geby sudah sangat emosi tapi dia mencoba untuk menahan nya.


“apa sih maksutnya, gue gak ngerti Geb?” tanya Elvano, yang sudah semakin gugup, bahkan berkeringat dingin.


Bruk, Praaang


Geby melempar Vas bunga tepat di tembok samping Elvano. Semuanya terkejut, bahkan Salma ketakutan, Jordy dan Rey takut untukmu mendekat jika perempuan sudah marah bahkan membunuh pun mereka tidak akan sadar.

__ADS_1


Rahang Geby mengeras, wajah nya memerah, ia sudah tidak sanggup lagi untuk menahan amarahnya.


Bugh


Geby menarik baju Elvano dan menonjok sudut bibirnya, darah segar mengalir di sudut bibir Elvano, kekuatan Geby seperti kekuatan laki-laki, Elvano sampai terpental kelantai. Tiga orang itu langsung serentak berdiri. Jordy menahan tangan Geby yang ingin memukul Elvano lagi, tapi dia malah di dorong sampai terpental kebelakang, Jordy sendiri terkejut dengan kekuatan kekasih nya yang seperti laki-laki.


“APA MAKSUD LO BRENGSEK” teriak Elvano, rasanya ia ingin membalas jika Geby itu laki-laki.


“LO YANG BRENGSEK ANJING” kini Jordy yang berteriak, dia tidak terima jika kekasihnya di bentak seperti itu.


“APA MAKSUD LO TIDUR DI HOTEL DENGAN LAURA HAH” teriak Geby yang tak kala kuat.


Wajah Elvano berubah pucat, dia kini ketakutan, keringat bercucuran, bahkan tidak mampu untuk membalas ucapan Geby.


“JAWAB VANO, JANGAN DIAM SAJA, DASAR PENGECUT” teriak Geby lagi.


Elvano tertunduk di lantai dan meremas rambutnya frustasi.


“Oke jika lo gak jawab, gue juga gak akan biarin Syena bertahan dengan laki-laki brengsek kaya lo” Geby segera melangkah keluar dari apartemen nya.


Salma yang ingin mengikuti Geby langsung terhenti, karena tangan Geby di tarik oleh Elvano sebelum sampai di ambang pintu.


“oke gue jelasin, tapi please lo dengerin gue dulu”


Mereka semua kembali duduk berhadapan, Rey memeluk Salma untuk menenangkan rasa takutnya, Sedangkan Jordy duduk di samping Geby.


“Laura mantan gue, gue udah nyari dia kemana aja sampai satu tahun tapi malah tidak menemukannya. Tapi saat di lampu merah, gue lihat dia sendiri di tepi jalan dengan perasaan campur aduk gue menghampiri dia, jujur ada rasa rindu yang teramat sangat buat dia, jujur semenjak ada Syena gue pelan-pelan ngelupain Laura, tapi saat kehadirannya kembali, dia selalu minta gue temanin dia, tapi entah kenapa gue mau aja yang dia minta, jujur gue cinta dan sayang banget sama Syena, gue mencoba untuk menjauhi Laura tapi dia selalu saja datang menghampiri, dia udah jelasin tentang kepergian nya karena orang tuanya meninggal kecelakaan di Paris, sekarang dia tinggal sendiri sebatang kara gue kasihan, apa lagi dia adalah wanita pertama yang ngisi hati gue.” Elvano menarik nafas lalu melanjutkan penjelasannya. Mereka berempat duduk mendengarkan penjelasannya.


“malam itu dia ngajakin gue ke klub karena dia ingin menenangkan pikirannya, entah apa masalahnya. Gue nemenin dia, tapi saat dia merayu gue, jujur gue kepancing, gue pria normal, apa lagi selama ini Syena belum bisa memenuhi kebutuhan gue. Jujur kita ngelakuin One Night Stand di hotel, kita juga udah sama-sama mabuk, saat gue bangun tadi gue nyesel banget, gue ninggalin dia dan gue kasih uang, entah mengapa tiba-tiba perasaan gue ke dia hilang dan gak kaya dulu lagi”


Plaak


Elvano meringis menahan pipinya yang terasa panas, Salma menampar wajah Elvano dengan kuat, hatinya sangat sakit ketika mendengar penghianatan kekasih sahabatnya.


“gue kecewa sama lo, lo tau, lo adalah pria pertama buat Syena, tapi ini balasan lo sama dia, Syena emang nakal tapi dia gak pernah buka hati sama pria lain selain lo, gue gak bisa ngebayangin bagaimana perasaannya nanti. gue gak bakal biarin Syena nerusin hubungan kalian, dia terlalu baik buat laki-laki brengsek kaya lo”. kata Geby dengan amarah.


Rey sama Jordy hanya diam, tidak ada satupun membelah Elvano, mereka juga kecewa dengannya. Walaupun mereka berdua juga pria ********, tapi setelah mengenal Salma dan Geby mereka tidak ada niat untuk menduakan kekasih mereka.


“lo adalah pria yang paling brengsek tau gak” teriak Salma. Geby dan Salma langsung melangkah keluar dari apartemen, tapi tangan mereka berdua di cekal oleh Elvano.


Bruk


“please, jangan lakuin itu, gue gak mau kehilangan Syena, gue mohon” kata Elvano yang sudah tertunduk di lantai dan memohon. Dia rela bersujud asalkan tidak akan kehilangan Syena.


“cih, dengan sifat lo, lo udah kehilangan Syena” kata Geby dengan sinis.


“please gue mohon, gue janji bakalan menjauh dari Laura, tapi jangan pisahin gue sama Syena, gue mohon Geb, Sal”.


“apa omongan lo bisa gue percaya” tanya Geby.


“gue janji, gue gak bakalan mengecewakan kalian, please kali ini saja kasih gue kesempatan” bujuk Elvano.


“satu kali ini, jika gue masih tau lo temuin sih ****** itu, gue jamin dia mati di tangan gue” ancam Geby.


“gue janji” Salma membantu Elvano berdiri. Dari kejauhan wajah Rey memerah.


“Eekhm, kondisikan jarak” Salma dan Elvano melihat ke arah Rey, Salma jadi gugup ketika di tatap oleh Rey.


“iss sayang, jangan lihat gitu dong, aku takut tau gak” kata Salma yang kini sudah memeluk Rey.


**Flashback Off


.


.

__ADS_1


Maaf yah para reader jika ada tulisan aku yang kurang pas atau (typo).


Jangan lupa komen, Favorit, dan like yah, apalagi Vote nya jangan lupa, biar aku lebih semangat**.


__ADS_2