CHARM

CHARM
Bab 7


__ADS_3

Di dalam perjalanan Syena dan Elvano diam tanpa suara, Syena tiba-tiba merasa canggung, iya mengalihkan pandangannya keluar jendela. Entah apa yang iya lihat setidaknya bisa mengusir rasa canggungnya.


Tiba-tiba Elvano menepikan mobilnya kepinggir jalan yang berdekatan dengan pantai. Syena bingung sudah selarut ini untuk apa berhenti di pinggir jalan, Syena merasa sedikit gugup.


"Ano kenapa berhenti, apa bensinya habis?" tanya Syena gugup.


Vano melihat ke arah Syena yang sedang di landa rasa gugup. "Turun sebentar, ada yang ingin aku bicarakan!" pintah Elvano, Syena hanya diam tanpa menjawab perkataan Elvano. Elvano yang sadar dengan mengapa Syena hanya diam saja, dia pun menatap ke arah Syena. "Aku tidak akan berbuat apa-apa!" kata Elvano, rasa gugup yang Syena rasakan hilang seketika.


Merek duduk di depan mobil sambil menikmati angin malam, dengan di temani bintang dan bulan yang terang. Elvano melihat ke arah Syena yang sedang mengelus lengannya yang sudah merasa dingin.


"Pakai ini!" Elvano melepaskan jas nya dan memakaikan ke pundak Syena.


"Terima kasih!" kata Syena dengan terseyum kecil. "Apa yang ingin kamu katakan" lanjut Syena.


Elvano turun dari mobil, dan berhadapan dengan Syena, Elvano memegang kedua tangan Syena dan mengutarakan isi hatinya.


"Syen aku tau kita berkenalan belum cukup lama, tapi sejak aku melihat kamu di klub malam waktu itu aku sudah menyukai mu, terlebih lagi kebersamaan kita akhir akhir ini, aku nyaman sama kamu, aku jatuh cinta sama kamu." Elvano menghentikan ucapannya untuk melihat perubahan wajah Syena.


Syena terdiam tanpa ekspresi, sebenarnya dia sudah berfikir kalau Elvano memiliki perasaan kepadanya, hanya saja dia tidak ingin salah mengartikan perhatian Elvano kepadanya.


sebenarnya akhir-akhir ini aku juga memiliki perasaan kepada nya, tapi aku belum yakin apa ini rasa cinta atau hanya rasa nyaman dengan perhatian nya. batin Syen


Elvano melanjutkan ucapannya, karena Syena hanya diam saja tanpa menjawab perkataan nya.


"Aku tau mungkin ini terlalu cepat buat kamu, tapi aku mohon kasih satu kesempatan buat ngebuktiin kalau aku itu beneran cinta sama kamu, bukan sekedar rasa nyaman. Be mine?" ucap Vano meyakinkan.


"Iya aku mau ! Sebenarnya akhir-akhir ini aku juga sudah mulai merasa nyaman di dekat mu, aku juga merasa tidak ingin jauh dari mu. Mungkin dengan begini aku juga ingin menyakinkan perasaan aku kalau aku mencintaimu atau hanya merasa nyaman saja" ucap Syena, dan juga menjelaskan isi hatinya.


Elvano sangat bahagia dengan jawaban yang di beri oleh Syena, dia tidak mengira kalau Syena juga memiliki perasaan kepada nya, walau pun Syena belum yakin apa itu rasa cinta atau hanya rasa nyaman saja.


"Terima kasih ! Maaf aku tidak ingin berjanji karena aku takut suatu saat aku mengingkari. Tapi aku tidak akan mengecewakan kamu" kata Elvano, Elvano mengecup kedua tangan Syena yang sedari tadi ia pegang.


Syena tersenyum sangat manis ke arah Elvano, iya turun dari atas mobil, begitu Syena turun Elvano langsung menarik Syena ke pelukan nya. Syena membalas pelukannya, Syena merasa nyaman di pelukan itu. Elvano mengecup kening Syena sambil menyalurkan rasa bahagianya.


"Ayo kita pulang, udara semakin dingin." Kata Elvano, Syena terseyum dengan mengangguk kan kepala.


Elvano terus memegang tangan Syena selama perjalanan dengan senyum tanpa henti menghiasi wajahnya, rasanya dia tidak ingin melepaskan nya. Syena tersenyum melihat ke arah Elvano.


▪️▪️▪️▪️

__ADS_1


Sesampainya di Apartemen, Elvano keluar dari dalam mobil, menyusuri mobilnya dan membukakan pintu untuk Syena, Elvano mengulurkan tangannya untuk membantu Syena keluar. Syena tersenyum ke arah Elvano. Elvano merangkul pundak Syena ke dekapannya, mereka menuju ke apartemen mereka yang ada di lantai 10.


"Sayang masuk lah," kata Elvano setiba di depan apartemen Syena.


"Kamu tidak mampir dulu?" tanya Syena menawarkan.


"Tidak usa ini sudah sangat larut, tapi jika kamu ingin tidur dengan ku, boleh saja." Kata Elvano sambil menggoda Syena.


"Kamu ini selalu saja menggoda ku!" cibir Syena. Ucapan Elvano membuat semburat merah di pipinya.


kenapa pipi ku tiba-tiba panas begini, aduu pasti wajahku sudah memerah. batin Syena


Syena memalingkan wajahnya ke arah lain agar Elvani tidak melihat wajah nya yang sudah memerah. "Sudah sana kamu kembali ke apartemen mu," ucap Syena.


Elvano tersenyum melihat wajah Syena yang sedang menahan malu. "Iya sayang masuk lah, jangan bergadang." kata Elvano.


Cup


Elvano mengecup bibir Syena sekilas, pipi Syena kembali memerah, dia secepatnya menutup pintu. Di luar Elvano tersenyum dan kembali ke Apartemen nya.


"Astaga ada apa dengan jantungku ! Tuhan, dia manis sekali." kata Syena terseyum dan memegang dadanya. Dia segera ke arah dapur mengambil air minum. Syena minum hingga tandas air yang ia tuang, saking gugupnya karena ini pengalaman pertama untuk Syena.


Syena membaringkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang. Tak butuh lama Syena pun terlelap, hari ini Syena benar-benar merasa sangat lelah.


***


Syena sedang membuat nasi goreng, handphone nya berbunyi tanda pesan masuk.


Tling!


Syena terseyum melihat siapa yang mengirimkan kan pesan kepada nya.


Morning Honey ( Elvano )


Morning too ( Syena )


Kau sedang apa sayang ( Elvano )


kamari lah kita sarapan bersama, aku sedang membuat nasi goreng ( Syena )

__ADS_1


Elvano tersenyum melihat balasan dari Syena, tanpa menunggu lama ia bersiap pergi ke apartemen kekasihnya .


Ting! Tong!


Syena yang sudah selesai menyiapkan sarapan pagi, langsung keluar membukakan pintu, karena dia tau pasti itu Elvano.


"Hallo sayang!" sapa Elvano ketika Syena membukakan pintu.


"Hmm, masuk lah aku sudah menyiapkan sarapan nya" ucap Syena mempersilahkan masuk.


Cup


Elvano mengecup pipi Syena secara tiba-tiba, Syena terkejut dengan apa yang Vano lakukan kepada nya, pipinya langsung merona karena merasa malu.


oh tuhan, selalu saja dia membuat aku malu. batin Syena.


Elvano terkekeh melihat wajah Syena yang sudah memerah. "Sayang aku sudah lapar" Elvano merengek seperti anak kecil.


"Ayo" Syena merangkul lengan Elvano dengan manja. Elvano tersenyum dengan tingkah laku Syena, dia tidak mengira Syena akan menjadi semanja ini.


Syena mengisi piring Elvano dengan nasi goreng, dan juga menuangkan air ke gelas Elvani. "Thank you baby" ucap Elvano.


Mereka makan dengan sangat lahap. "Wah, kamu calon istri yang sempurna, sudah cantik masakan pun enak" ucap Vano memuji.


"Selesai kan makanan mu, jangan terlalu banyak menggombal" jawab Syena, yang lagi dan lagi di buat pipinya merona oleh Elvano.


"Sayang aku serius!" ucap Elvano meyakinkan kata-katanya.


"Iya iya, cepat habiskan makanan mu kalau memang enak" kata Syena mengalihkan.


Syena membersihkan kan sisa makanan mereka, iya langsung mencuci piring bekas makanan. Elvano sudah duduk di depan TV mencari Channel yang asik di nonton, Syena bejalan ke arah Elvano setelah habis membersihkan dapur.


" Sayang ayo duduk sini," ucap Vano menepuk sofa di samping nya. Syena pun langsung duduk di samping Elvano, Elvano melingkar kan tangannya di pinggang Syena yang ramping. Syena sedikit kaget tapi dia tidak terlalu ambil pusing, toh Elvano juga kan kekasihnya.


" Yang hari ini kan weekend. Kamu mau gak kita ke pantai?" Tanya Elvano.


Mata Syena berbinar, dia langsung menyetujui ajakan Elvano itu karena Syena sangatlah menyukai pantai. "Iya aku mau, aku siap-siap dulu yah." Syena bangkit dan langsung berlari menuju kamarnya untuk bersiap-siap, sedangkan Vano duduk menunggu Syena.


Syena memilih beberapa baju pantai miliknya, dan pilihannya terjatuh pada Dress pantai berwarna putih.

__ADS_1


Ah ! Sudah lama aku tidak kepantai. Gumam Syena


__ADS_2