
“ aku berpura-pura kuat agar tidak menangis, tapi nyatanya aku hanyalah seorang wanita, sekuat apapun aku menahan air mata, tetap saja mengeluarkan lebih baik dari pada harus menahan nya, karena berpura-pura kuat itu sangat menyakitkan. Dan aku membenci hal itu.” ~ Syena Anjani.
.
.
.
.
Di sinilah Elvano dan Syena berbicara, di taman yang tidak jauh dari apartemen. Syena membisu tanpa mau melihat kearah Elvano, rasanya saat ini dia benar benar tidak ingin mengenal Elvano, tapi apa boleh buat kalau Elvano telah mengisi hatinya yang telah lama sunyi, tapi Elvano juga yang membuat hatinya sunyi kembali.
“ Syena,,!! ” Elvano berjongkok di depan Syena dan menggenggam tangannya.
Syena hanya diam dengan apa pun yang Elvano lakukan saat ini, baginya setidaknya ini yang terakhir kali. Ia hanya mendengarkan ucapan Elvano tanpa mau melihat kearahnya, karena tatapan matanya akan membuat Syena merasa sakit. Ia mencoba menahan sesak di dadanya yang teramat sangat.
“please lihat aku” bujuk Elvano
“cepat katakan apa yang ingin kamu katakan, aku tidak ingin terlalu lama di sini” kata Syena dingin, tanpa mau melihat kearahnya.
“maafkan aku, aku tahu alasan kenapa kamu membatalkan pernikahan kita, jujur aku salah, tapi kamu harus mendengarkan penjelasan ku” kata Elvano dengan lirih
Syena berpikir, dia memang sudah tahu semuanya, tapi tidak ada salahnya jika harus mendengarkan langsung dari Elvano.
“Jelaskan”
Elvano menarik nafas panjang, lalu mulai menceritakan. “Wanita itu Laura mantan kekasihku, dulu aku sangat mencintainya, setelah hubungan kita berjalan setahun, dia pergi meninggalkan aku, aku mencari kesana kemari tapi tak kunjung menemukannya, semenjak kehilangan nya aku menghabiskan waktu dengan minum-minum, setelah itu aku memutuskan untuk ke negara ini agar aku bisa melupakannya, setelah itu aku bertemu dengan mu di klub, saat itu aku penasaran dengan mu lalu aku mulai mencari tempat tinggal mu, dan ternyata kau tinggal di apartemen sebelah ku, kau tahu ? aku sangat bahagia mengetahui itu. Berjalannya waktu aku mulai menyukaimu bukan lagi karena rasa penasaran tapi karena suka, hari-hari ku bahagia ketika aku mulai dekat dengan mu, aku nyaman, rasa takut mulai tumbuh, takut kehilanganmu, takut kau pergi dengan pria lain, takut kau meninggalkanku,,,” Elvano menarik nafas panjang dan meneruskan ceritanya.
“ Dan aku menyadari kalau aku sudah jatuh cinta padamu, bukan lagi rasa penasaran atau hanya ingin memiliki lalu melepaskan, Tidak ! aku benar-benar mencintaimu, rasa cintaku membuat ku takut akan kehilanganmu. Dan kau tahu ? saat bersamamu, aku tidak lagi pernah memikirkan Laura, ataupun terlintas tentang dirinya di pikirkan ku, karena kau telah menguasai seluruh hatiku.” tak terasa air mata menetes ke tangan Syena dan air mata itu bukanlah dari Syena melainkan Elvano.
Syena benar-benar merasa sesak di dadanya, bahkan air mata sudah tergenang di pelupuk mata, ia menahan agar tidak jatuh, dia tidak ingin terlihat lemah, walaupun saat ini dia benar-benar sangat lemah dan hancur.
__ADS_1
Bahkan tadi saja saat melihat Elvano datang dengan penampilan yang sangat buruk, rasanya ia ingin berlarimemeluk dan mengobati wajah Elvano, dan menanyakan kenapa dia bisa seperti itu, tapi mengingat kesalahan yang Elvano buat sangatlah tidak dapat di maafkan, dan itulah mengapa dia tidak lagi memperdulikan Elvano.
Elvano mengusap air matanya, dia tidak perduli, biarlah dia terlihat lemah di depan wanita yang ia cintai.
“sebulan yang lalu, setelah 2 tahun kepergiannya, aku bertemu lagi dengannya, jujur ada rasa rindu untuk nya,! Maaf kan aku,,,” Lagi-lagi air mata lolos dari matanya.
“Tapi jujur saja itu hanyalah rasa rindu, entah mengapa saat di dekatnya tidak lagi seperti dulu, yang membuatku berdebar saat di samping nya, mungkin seperti yang aku katakan kalau kau telah menguasai hatiku, di menjelaskan kepergiannya karena kecelakaan orang tuanya di Paris hingga tewas, aku merasa iba dengannya, saat iya meminta tolong untuk menemaninya ke bar alasannya karena sedang ada masalah dan aku tidak tau apa masalahnya, aku menemaninya hingga aku mabuk, saat pagi aku sudah berada di hotel dengannya, kami melakukan itu, dan aku benar-benar menyesalinya,,”
Elvano melihat apakah ada perubahan ekspresi di wajah Syena, tapi ternyata tidak ada, bahkan dengan sikap tegar Syena membuat nya benar-benar merasa sangat bersalah.
“semenjak kejadian itu, aku tidak lagi menemuinya, aku menyesali semuanya, dan aku berfikir aku tidak akan mau lagi bertemu dengannya, aku melamar mu melewati semua kesusahan untuk meminta restu, saat semua menyetujuinya aku sangat-sangat bahagia. Tapi di saat kita akan Fitting baju, dia membawa berita kalau dia,,,”
Aaaarrgggghh..!!!
Elvano tidak melanjutkan kata-katanya karena itu sangat menyakitkan. Dia berteriak dan memukul dadanya yang terasa sangat sakit.
Air mata yang sedari tadi Syena tahan akhirnya lolos juga membasahi pipinya. Kenyataan yang ia dengar langsung dari orang yang ia cintai, benar-benar lebih menyakitkan, rasanya dia ingin menghilang saat ini juga. Pertahanannya agar tidak lemah ternyata terkalahkan dengan kenyataan.
“ Tidak !! jangan mendekatiku.” kata Syena penuh penekanan.
Elvano diam mematung, hatinya sangat hancur ketika orang yang ia cintai bahkan tidak ingin bersentuhan dengannya.
“kau tahu ? kau pria pertama yang hadir di hatiku, kau berusaha mendobrak hatiku untuk kau masuk, dan kau BERHASIL, kau dengar kau BERHASIL, Kamu berhasil membuatku benar-benar jatuh cinta padamu, tapi lihat pada akhirnya kau juga yang mengobrak abrik isi hatiku”. Kata Syena penuh penekanan, air matanya mengalir deras, ia menghapus dengan kasar sebelum melanjutkan ucapannya.
“SAAT INI AKU HARUS MEMBENCIMU ATAU APA ELVANO, ATAU APA?” teriak Syena, dia merasa benar-benar hancur dalam penghianatan Elvano.
Tiba-tiba, ada tangan kekar menarik tangan Syena dan membuat ia menubruk dada bidang Elvano. Elvano memeluknya dengan erat, dia tidak perduli dengan Syena yang terus meronta dan memukuli dadanya, tapi pada akhirnya tenaga Syena melemah, ia seperti tidak ada lagi kemampuan, karena sudah terkuras habis dengan kehancuran hatinya.
“ Aku mohon jangan tinggalkan aku, kau tidak lagi sanggup untuk kehilangan kedua kalinya. Please ! beri aku kesempatan untuk mengurus semuanya, aku janji akan menyelesaikan ini semua dengan cepat,, Tidak apa jika kau menyebutku egois, yang pasti aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sisiku, aku tidak sanggup, tidak akan sanggup Syena.”
Syena menangis sejadi-jadinya di pelukan Elvano, dan menumpahkan semua rasa sakit yang ia tahan sejak kemarin, Syena membalas pelukan Elvano yang akan menjadi pelukan terakhir untuknya. Syena melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepala, entah apa artinya itu.
__ADS_1
Brug !!
Elvano tertunduk ke tanah dan menopang dengan kedua lututnya.
“aku mohon, kau adalah hidupku, semua jiwa ragaku ada padamu, jika kau pergi bagaimana dengan kehidupanku. Aku tidak bisa hidup lagi, tolong kasih aku kesempatan Syena, Tolong” kata Elvano menangkup kedua tangannya di dada, dan berderai air mata.
Syena memalingkan wajahnya, dia tidak sanggup untuk menatap wajah Elvano yang benar-benar sangat menyedihkan.
“ Apapun alasan kamu. Maaf !! aku tidak akan merubah keputusan ku, aku harap hubungan kita berawal dengan baik, jadi buatlah akhirnya dengan baik juga, walaupun itu tidaklah mungkin. Seharusnya sebelum kau perbuat, kau harus tahu dengan konsekuensinya, aku sudah memaafkan mu, tapi tidak untuk kembali padamu.”
Elvano berdiri dan menarik tengkuk Syena, dan ******* bibirnya. Tidak ada gairah dalam ciuman itu, melainkan ciuman untuk mewakili kehancuran hati mereka, bahkan ciuman penuh air mata. Syena tidak menolaknya, melainkan justru membalas nya.
Syena menarik kepalanya untuk menyudahi semuanya. “ aku harap kau bahagia dengan calon keluarga kecilmu, SELAMAT TINGGAL, LUPAKAN AKU”
Syena berlari sekuat tenaga, setelah mengucapkan kata perpisahan mereka, setidaknya ia sudah mengatakan ‘perpisahan’.
Elvano berteriak memanggil namanya, tapi Syena terus saja berlari hingga tak lagi terlihat. Elvano tertunduk dan menjambak rambut karena frustasi.
Aaaarrgggghh.!!!
“BODOH, mengapa aku sangat bodoh, Aaaarrgggghh ,!!!” Elvano berteriak sekuatnya, dan memukuli dadanya, rasanya benar-benar sakit, bahkan lebih sakit dari di tinggalkan Laura tanpa pamit.
Syena berlari ke dalam kamar, ia tidak perduli dengan Berry yang terus memanggilnya.
“Brengsek, kau sangat brengsek Elvano, aku sangat membencimu, hiks ,, hiks ,, aku tidak akan pernah lagi mau melihat wajahmu” teriak Syena, dia tidak perduli walau waktu sudah menjelang pagi.
Berry merasa sangat sakit, ketika melihat Syena yang baru pertama kali ia lihat, sangat rapuh. Rasanya Berry benar\-benar akan membunuh Elvano.
Berry berjanji setelah ini, dia tidak akan pernah membuat Syena bertemu lagi dengan Elvano. Berry akan membawa Syena sejauh-jauhnya, agar Elvano akan hidup dalam penyesalan sampai seterusnya.
__ADS_1