
"Heii, kalian ini sahabat gue apa bukan sih, di hibur kek, ini malah di ejek" ucap Salma dengan sinis.
"ekheem,, sebenarnya malam itu gue juga ngelakuin itu sama Jordy" Geby berdehem dan mengatakan sesuatu yang membuat Salma dan Syena sangat terkejut bukan main.
APA,,!!!
Kedua sahabatnya melotot dan menatap tajam ke Geby.
"Pletaak.." reflek Syena menjitak jidat Geby dengan kuat. Geby meringis memegang jidatnya. Gaby langsung melotot ke arah Syena.
"Astagaa Geby bagaimana bisa, ohh astaga otak gue bisa pecah memikirkan lo berdua, dan kenapa kalian berdua baru ngasih tau gue sekarang, apa kalian sudah ngelupain gue, apa kita udah bukan sahabat huh" Omel Syena panjang lebar dengan raut wajah yang terlihat kecewa.
Mata Geby dan Salma terbelalak mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Syena, mereka langsung memeluk tubuh Syena dengan erat, mereka merasa sangat bersalah, karena selama mereka persahabatan tidak ada rahasia di antara mereka.
"maafin gue Syen, sebenarnya gue udah mau kasih tau ke lo kok sebenarnya, tapi gue belum benar-benar siap" ucap Salma yang sedang memeluk Syena, Salma kini kembali menangis, iya terisak.
__ADS_1
"gue juga sebenarnya belum siap, tapi setelah mendengar masalah Salma gue pikir ini adalah waktu yang tepat buat ceritain ke lo berdua" gumam Geby dengan lirih.
"sumpah kita gak maksud buat nyembunyiin ini semua dari lo kok" ucap Geby lagi.
Syena kini ikut menangis, Syena berpikir ini semua karena salah nya, kalau saja malam itu dia yang membawa pulang kedua sahabatnya pasti ini semua tidak akan terjadi. Syena memeluk erat kedua sahabatnya.
"maafin gue, ini semua salah gue, malam itu kalo aja gue yang bawah kalian balik pasti kalian gak akan kaya gini." gumam Syena dalam isak tangisnya.
Salma dan Geby melepaskan pelukan mereka, mereka menggeleng kepala, mereka tidak pernah mengalahkan Syena atas insiden malam itu.
Mereka sudah tidak menangis lagi, kini mereka saling tertawa melihat wajah mereka yang sangat berantakan. Tiba-tiba Salma dan Geby tersenyum jail tanpa sepengetahuan Syena.
"terus bagaimana dengan mu honey, apa yang kalian lakuin malam itu" ucap Geby dengan nada menggoda.
"kita tidak melakukan apa pun" jawab Syena polos, dengan wajah yang memerah. Geby dan Salma reflek tertawa terbahak-bahak melihat wajah Syena yang sedang malu, Syena langsung melotot ke arah kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
"God job, baru kali ini gue lihat laki-laki yang bisa nahan hasrat nya ketika melihat sosok Syena dengan full body yang sempurna" ucap Salma dengan mengangkat kedua jari jempol nya. Geby mengiyakan kata-kata Salma.
Syena sangat kesal dengan kedua sahabat yang terus menggodanya. Wajahnya kembali tersenyum ketika teringat dengan Elvano, Syena langsung menatap kedua sahabatnya, dan mengatakan hubungannya dengan Elvano.
"gue udah jadian sama Elvano" ucap Syena dengan senyum sumringah.
"WHAT!!" kini Salma dan Geby yang di buat terkejut oleh Syena. Syena mengangguk dengan bahagia.
Syena menceritakan tentang hubungan nya dengan Elvano dari awal dengan antusias. Kedua sahabat nya sangat bahagia, walau sebenarnya mereka cukup kaget, karena ini kali pertama Syena sahabat mereka menjalani hubungan dengan seorang pria.
Mereka berbincang-bincang tentang ketiganya, tanpa mereka rasa waktu sudah pukul jam 23.30. Salma dan Geby berpamitan untuk balik, Syena mengantarkan keduanya sahabatnya sampai di Lobi apartemen.
📍📍📍📍
Di apartemen sebelah Vano kini tengah duduk di balkon, yang di temani dengan segelas Wiski, menikmati hembusan angin malam yang sejuk. Elvano sedang termenung memikirkan kalau, dia menjalani hubungan dengan Syena karena cinta bukan hanya karena rasa kagum.
__ADS_1
Tubuh Elvano sudah merasa kedinginan, Vano kembali kedalam, dan berbaring di ranjangnya, banyak pikiran berkecamuk di otaknya. Terlalu banyak berpikir sampai Vano tertidur dengan sendirinya.