
"jadi gini , , , " Berry menjelaskan ke Syena tentang pertemuan Elvano dan orang tuanya.
Flashback On
Satu minggu yang lalu nomor yang tidak di kenal menelpon Berry, beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Berry yang sedang rapat tidak tau kalau hp nya berbunyi karena di silent.
Selesai rapat Berry melihat banyak panggilan tak terjawab.
"Hallo,?" Berry menelpon balik nomor yang tadi.
"Hallo, apa ini dengan Berry"
“iya saya sendiri, ini siapa,?”
“aku Elvano kekasih Syena Anjani”
“APA,!!” Berry kaget dengan apa yang Elvano katakan “Brengsek kau, kenapa kau menelpon ku, apa kau menyakiti adikku” Berry berteriak, merasa cemas dengan adiknya.
“tenang kak, adikmu baik-baik saja. Apa kita boleh bertemu,?” Elvano masih tetap bersikap tenang.
“cepak katakan kita bertemu di mana, aku tidak punya banyak waktu.” Berry berbicara dengan dingin, tidak lagi berteriak.
“kita bertemu di restoran XX”
“jam 04 sore” beri langsung mematikan sambungan telepon.
Vano bisa menelepon Berry karena mendapatkan nomornya di hp Syena. Syena juga pernah bercerita sedikit tentang kakaknya.
Stelah selesai menelpon, Berry jadi tidak sabar bertemu dengan pacar adiknya, karena ini pertama kali ia mendengan adiknya mempunyai hubungan dengan laki-laki lain, entah sudah berapa lama, di tambah lagi Syena tidak memberitahu nya.
“Hai aku Elvano” Vano menatap wajah dan penampilan Berry, mereka saling berjabat tangan.
“aku Berry, kakaknya Syena”
Kini keduanya saling berhadapan, Elvano memesan minuman sebelum melanjutkan niatnya.
__ADS_1
“jelaskan,!!” skakmat, Berry langsung minta penjelasan tanpa basa-basi.
Elvano meneguk minumannya sebelum menjelaskan maksudnya.
“aku ingin melamar Syena di hari ulang tahunnya” Elvano langsung to the points.
“apa kau sudah tidak sayang dengan nyawamu” Berry berbicara dengan dingin tapi terdapat nada mengancam di dalamnya, walaupun sebenarnya dia sangat terkejut, mencoba menetralkan emosinya.
“aku serius dengan ucapan ku, aku mencintai nya begitu juga dengan Syena, kami saling mencintai, kami sudah menjalani hubungan selama enam bulan, selama itu aku merasa aku sangat mencintai nya, dan tidak ingin kehilangannya,,,” Elvano menarik nafas dan melanjutkan ucapannya “walau sesekali kami berselisih, tapi aku belajar dari masalah agar aku lebih mengerti dengan Syena, aku belajar memahami perasaan nya, dari situ aku belajar agar tidak menyakiti Syena untuk kedepannya mungkin selamanya”
Hati Berry tercengang, ternyata pria tampan di depannya ini sangat mencintai adiknya, tapi dia baru mengenal Elvano, dia masih ragu untuk mempercayai ucapan laki-laki di depannya ini. Tapi dari mata Elvano, Berry bisa melihat ketulusan dan kebesaran cinta Elvano untuk adikknya.
“apakah ucapan mu bisa di percaya, aku menyayangi adikku, aku tidak pernah menyakiti nya, dan aku tidak akan membiarkan pria lain menyakiti nya, bertemulah dengan orang tua kami.”
Elvano tersenyum, Vano merasa sudah mendapatkan lampu kuning walaupun dengan nada dingin dari Berry, tapi Elvano merasa sudah di setujui, tinggal meminta restu dari orang tua Syena.
"iya kak, terimakasih.” Vano tersenyum bahagia.
“kapan aku bisa bertemu dengan orang tua kalian”
“ lusa, nanti aku akan pertemukan kau dengan mami dan papi” kini Berry berbicara berbeda dari sebelumnya, Berry juga lebih santai dengan Elvano.
“Apa kamu pernah menyentuh Syena” Berry menajamkan mata dan telinga agar bisa melihat ekspresi dan jawaban Elvano.
Elvano sempat gugup, bagaimana dia menjelaskannya.
“ekhmmm ,,,” Berry membuyarkan lamunan Vano.
“maaf kan aku ,,,” Vano menggantung ucapannya, ia melihat perubahan wajah Berry yang menahan amarahnya. “aku hanya menciumnya, tidak lebih, aku bersumpah”
Berry menarik nafas lega, dia juga pernah merasakan halnya berpacaran, jadi dia tidak terlalu mempermasalahkan tentang itu.
“bagus kalau begitu” Elvano terseyum cerah, ternyata Berry tidak memukulnya.
“kalau begitu aku pamit, nanti akan aku hubungi mu”
__ADS_1
Selang berapa menit Elvano juga keluar dari restoran itu.
Dua hari setelah pertemuan dengan Berry, Berry menelpon kalau malam ini Elvano bisa bertemu dengan orang tuanya.
Mobil Elvano masuk di kawasan rumah elit. Elvano baru tau bahwa Syena termasuk anak orang kaya raya.
“malam om, malam tante” Elvano menyapa orang tua Syena, mengecup punggung tangan kedua calon mertuanya, setelah masuk kedalam rumah besar itu.
“malam” Mami Syena terseyum melihat siapa yang datang, tapi tidak dengan papi Syen. mereka tidak mengira pacar anaknya ternyata sangat tampan dan menawan. Berry juga sudah memberi tahu tentang kedatangan Elvano.
Mereka duduk di ruang tamu, para maid di rumah Syena juga sudah membuat kan minuman dan cemilan untuk mereka.
“siapa namamu?” om Bram menyesap kopinya.
“Elvano Arsenio om” Elvano ketika menciut, ketika melihat tatapan mata ayah Syena yang tajam, yang mampu memenggal tubuh seseorang hanya lewat tatapan matanya.
“ada perlu apa kau kemari” suara om Bram masih tetap sama, tetap membuat suasana hitam seketika.
Gleeg..
Elvano menelan ludahnya dengan susah payah, tiba-tiba nyalinya menciut. Elvano berdehem membantu menetralkan hatinya dan jantungnya yng hampir copot. Elvano memberikan dirinya, dia tidak ingin kalah dengan rasa gugupnya.
“Om saya Elvano Arsenio ingin melamar putri om Syena Anjani.” kini Elvano sudah tidak lagi merasa gugup, dia tidak akan menyerah.
“apa kah kau pikir saya akan menyetujui nya?”
om Bram menaiki sedikit intonasi suaranya.
“maaf om sebelum nya, saya dan Syena saling mencintai, kami menjalani hubungan sudah 6 bulan, saya tau ini terlalu cepat, tapi saya serius dengan Syena om, saya tidak akan membiarkan Syena tersakiti, saya akan memberikan kebahagiaan saya hanya untuk Syena, saya hanya Syena yang menjadi ibu dari anak-anak saya kelak nanti,,” Elvano menarik nafas panjang, “om, tante, saya tidak ingin berjanji karena saya hanya manusia biasa, tapi saya akan berusaha sebisanya untuk memberikan yang terbaik untuk anak om dan tante” Elvano mengatakan semua isi hati nya dengan tulus.
Om Bram menatap lekat wajah Elvano, ia ingin melihat apa ada kebohongan di mata Elvano, tapi sayang nya tidak ada kebohongan sekecil apapun, melainkan om Bram melihat ketulusan, rasa cinta yang besar, dan keyakinan di dalam mata Elvano. Sedangkan mami Syena sudah menitihkan air mata, mami Erica sangat terharu dengan kata-kata Elvano, dan keberanian nya. Dia tidak menyangka Syena telah mendapatkan pria yang sangat baik dan tulus mencintai Syena.
“pertemukan kami dengan orang tuamu” Elvano terseyum lebar, begitu juga mami dan kakak Syena.
Elvano langsung memberi tahu semua rencananya untuk melamar Syena di waktu ulang tahun nya, dan di setujui semuanya. sedangkan sahabat Syena juga sedang membatu mempersiapkan kejutan untuk Syena.
__ADS_1
Setelah mempertemukan kedua orang tua, Elvano juga yang menyewa hotel untuk orang tua Syena selama di LA, karena orang tua Syena tidak tinggal di LA melainkan di Jerman. Elvano juga rela terbang kesana karena ingin berjuang mendapatkan restu. Sebelum menghubungi Berry, Elvano sudah terlebih dahulu berangkat ke Jerman. Keluarga Syena juga ternyata sangat humoris, awalnya yang terlihat dingin, ternyata mereka sangat asik untuk di ajak mengobrol.
Flashback Off