CHARM

CHARM
Bab 13


__ADS_3

Syena terharu mendengar penjelasan dari Berry, dia tidak menyangka Elvano melakukan semuanya dengan perjuangan. Yah, walaupun hubungan mereka baru berjalan enam bulan, tapi Syena juga memiliki perasaan yang sama pada Elvano, sama-sama tidak ingin kehilangan. Syena meneteskan air mata bahagia dan haru.


“cih, dasar bocah, gitu aja nangis” Berry berdecak dan terkekeh, karena ke alayan Syena, walau sebenarnya dia juga bahagia Syena bisa menemukan kekasih yang sangat mencintainya.


“biarin, pasti kakak ipar tidak pernah kau buat menangis bahagia kan,?” kata Syena mengusap air matanya. Berry melotot ke arah Syena, bisa-bisanya dia di ejek oleh adiknya sendiri.


“enak saja kamu, asal kau tau yah aku itu suami paling romantis tau” kata Berry membusung kan dadanya dengan sombong.


“oh yah, wah bagaimana yah ekspresi kakak ipar kalau tau suaminya punya mantan yang lebih cantik darinya” Syena pura-pura berpikir.


“hei, jangan coba-coba yah, kau mau aku blokir kartu kredit mu” Berry panik dengan ucap Syena.


“silahkan saja, apa kau lupa aku akan menjadi nyonya dari Elvano Arsenio, tapi kalau kau berani blokir sebelum aku menikah aku akan menghubungi kakak ipar” kata Syena menyombongkan diri dan pura-pura mengancam Berry.


“baik lah, baik lah, kau menang anak nakal”


Syena terkekeh melihat Berry yang sangat kesal akibat perbuatannya. Setelah itu Syena berpamitan pulang, setelah habis berbincang-bincang dengan kakak tersayangnya.


***


Malamnya supir keluarga Elvano menjemput Syena dan keluarga nya.


Syena terlihat sangat cantik malam ini, Gaun putih tanpa lengan dengan potongan Asimetris dan bergaya formal, rambut coklat sedikit curly di ujung rambut di gerai indah kebawah.

__ADS_1



Mobil masuk di pekarangan Mansion milik keluarga Elvano. Syena dan keluarganya masuk ke dalam Mansio, mereka langsung di sambut hangat oleh keluarga Elvano.


Elvano menghampiri Syena dengan senyum bahagia Elvano juga terlihat lebih tampan malam ini. Elvano menggunakan kemeja hitam di balut jas berwarna Coklat. dengan tataan rambut, membuat Syena sangat terpesona.



“sayang kamu cantik malam ini” bisik Elvano, Syena tersipu malu, Elvano menggenggam tangan Syena dan berjalan ke arah keluarga nya.


“kamu juga tampan malam ini” kata Syena pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Elvano.


Syena dan Elvano duduk di depan orang tua mereka.


Elvano dan Syena tersenyum bahagia, mereka melangsungkan acara tukar cincin yang sudah di sediakan Elvano sebelumnya. Keduanya di saksikan oleh keluarga Elvano dan Syena, juga ada beberapa kerabat dekat keluarga Elvano. Keluarga mereka terlihat bahagia, apa lagi orang tua Syena, sebentar lagi putri kesayangan mereka akan menikah.


“selama satu minggu kalian tidak boleh dulu bertemu, sampai waktu acara pernikahan kalian, soal baju pengantin nanti kalian bisa bertemu kembali pas waktu mencoba gaun dan jas kalian, yang lainnya serahkan pada kami orang tua”


“Apa,!! bunda gak bercanda kan, bagaimana bisa kita tidak boleh bertemu seminggu,?”


Elvano terkejut, bagaimana bisa dia tidak akan bertemu lagi dengan Syena, kemarin saja Elvano menahan rindu dengan berat, itu saja dia tinggalkan karena terpaksa.


“itu sudah seharusnya untuk pengantin yang akan menikah” bunda Elvano dan keluarga nya tertawa melihat wajah Elvano yang sedang kesal.

__ADS_1


Syena terkekeh, bagaimana bisa Elvano menjadi sangat menggemaskan seperti saat ini.


Keluarga Syena kembali ke hotel di antara oleh supir tadi, Sedangkan Syena di antar pulang oleh Elvano.


Selama perjalanan Elvano menggenggam terus tangan Syena, Syena hanya tertawa kecil.


Sesampai di apartemen milik Syena, Elvano mengikuti terus langka Syena sampai di kamar.


“sayang, kamu tunggu dulu sebentar di luar yah, aku mau ganti baju dulu” Elvano menggeleng kepala, wajah di buat cemberut seperti perempuan.


“aku tidak mau”


“hei aku mau ganti baju dulu” bujuk Syena dengan lembut.


tanpa aba-aba Elvano mengecup bibir Syena, kecupan itu menjadi lumatan, Syena tidak menolak, ia melingkarkan tangan di leher Elvano, sedangkan tangan Elvano melingkarkan di pinggang, satu tangan lagi di tengkuk Syena. Vano ******* bibir Syena dengan lembut, menyalurkan kasih sayang dan cinta di dalam ciuman mereka berdua. Syena melepaskan ciuman mereka, mengucap lembut bibir Elvano, terlihat raut kekecewaan di wajah Vano.


“aku akan ganti pakaianku dulu yah”


Vano mengangguk dan berjalan keluar, Syena tersenyum melihat Elvano hilang di telan pintu.


Tanpa butuh lama Syena telah selesai membersihkan dirinya, Syena memakai tangtop Corry Wolfis Maron dan hot pants putih.


Syena turun kebawah, dia melihat Elvano sedang duduk di depan tv sambil memainkan gadgetnya. Syena berjalan pelan tanpa membunyikan suara kakinya.

__ADS_1


Syena membungkuk memeluk leher Elvano dari belakang, Elvano mendongak keatas, tercium aroma khas tubuh Syena yang sangat wangi, Elvano tersenyum melihat Syena yang sedang tersenyum manis kearahnya.


__ADS_2