
Salma membaringkan badannya di tempat tidur setelah selesai mandi. Ia menatap kosong di atap kamar, rasanya seperti mimpi ketika baru kemarin ia dan rey tertawa bersama, melakukan hal yang romantis, menghabiskan waktu bahagia. Tapi entah apa kesalahannya sampai membuat Rey berkata sangat kasar pada nya.
“Tidak, aku yakin Rey pasti terpaksa mengatakan itu ! pasti ada yang dia tutupi, dan berusaha untuk menjauhi ku” Gumam Salma.
Entah kenapa, perasaannya merasakan aneh dengan perubahan sikap Rey yang tanpa alasan yang jelas. Berkata kasar padanya secara tiba-tiba, dan tanpa ia melakukan kesalahan membuatnya merasa janggal.
“Aku harus tanya langsung padanya esok, dan apapun jawabannya, aku tidak boleh langsung percaya, aku harus sekaligus mencari tahu apa yang dia sembunyikan!”
Salma menutup tubuhnya dengan selimut, dan menutup matanya untuk segera tidur. Salma sudah bertekad untuk mencari tahu apakah perasaannya dan filing yang saat ini ia rasakan, benar atau tidak.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Ceklek
Gaby melangkah masuk ke kamar Salma untuk membangunkan nya. Gaby merasa kasihan dengan sahabatnya ini, kehilangan Syena masih menyimpan luka dihatinya, tapi justru bertambah dengan masalah Salma.
“Salma bangun !! Udah siang nih, kita sarapan dulu ayoo.” ucap Gaby, Gaby menggoyang bahu Salma sedikit kuat agar ia cepat terbangun.
Salma menggeliat, ia mengerjap matanya yang masih sedikit buram. Salma duduk dan bersandaran di kasur, ia melihat Gaby yang sedang berdiri di samping tempat tidur.
“Ada apa? aku masih mengantuk” ucap Salma dengan suara serak khas bangun tidur.
“Ayo bangun, ini sudah jam 9 tahu. Jordy sudah menunggu kita untuk sarapan bersama” Ucap Gaby.
Salma mengangguk tanpa menjawab ucapan Gaby, ia turun dari ranjang dan berjalan gontai ke kamar mandi. Gaby tersenyum, dan melangkah keluar dari kamar menuju ruang makan dimana Jordy berada.
“Udah bangun dia yank?” tanya Jordy saat Gaby sudah berada di sampingnya , “Iya udah, bentar lagi turun!” jawab Gaby.
Tidak lama kemudian Salma yang sudah berpakaian rapi menghampiri kedua pasangan yang berada di meja makan. Ia menarik kursi dan duduk di depan Gaby dan Jordy. Mereka menikmati sarapan mereka bersama, dan obrolan kecil.
“Gab ! habis ini aku mau balik yah. Makasi buat semalam” ucap Salma.
“I'ts Ok, itu gunanya sahabat” ucap Gaby. Salma dan Jordy tersenyum. Jordy bersyukur bisa mendapatkan kekasih yang sangat berduli pada orang lain, bahkan tidak memilih teman. Salma pun bersyukur bisa mempunyai sahabat sebaik Gaby dan Syena.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Salma berpamitan pulang. Jordy juga berpamitan pada kekasihnya untuk kekantor.
“ Aku ke kantor dulu ya yank, makan siang aku jemput kamu makan di luar!” Ucap Jordy berpamitan. “Ia sayang!” jawab Gaby
Cuppp Cuppp Cuppp
Jordy mencium kening, pipi dan terakhir bibir Gaby. Gaby tersipu dengan perilaku Jordy, mereka bagaikan sepasang suami istri yang harmonis. Mereka bersama tidak ingin kehilangan momen romantis saat ini. Setelah itu Jordy meninggalkan kekasihnya, dan Gaby masuk kembali ke dalam apartemennya.
____________
Salma berjalan menyusuri lorong ke apartemen Rey dengan perasaan bercampur aduk. Dia harus siap jika nanti Rey akan mengulangi perkataan kasar seperti kemarin malam pada nya. Salma menatap pintu apartemen Rey dan menghembuskan nafasnya yang sempat tercekat di tenggorokan. Dia menggigit bibirnya lalu menekan bel pintu apartemen.
Ting Tong
Beberapa kali menekankan bel apartemen, akhirnya terdengar suara pintu di buka dari dalam.
Ceklek
Nafas Salma memburu, sesak rasanya ketika melihat sosok yang membuka pintu adalah seorang perempuan yang sama seperti semalam. Salma mencoba meredamkan emosi yang mencuat ke ubun-ubun.
“Di dalam, masuk saja!” jawab wanita itu, seraya mempersilahkan Salma untuk masuk.
Salma mengikuti langkah wanita itu sampai di ruang tamu. Salma duduk menunggu Rey yang sedang di panggil wanita yang entah siapanya Rey, Salma pun tidak tahu.
“Untuk apa kau kemari lagi?” tanya Rey yang tiba-tiba sudah berada di belakang Salma. Salma seketika menengok kebelakang kursi dimana Rey sedang berdiri menatap datar padanya.
Salma berdiri dan mendekati Rey, ia menggenggam pergelangan tangannya Rey dan menatap seduh kearahnya.
“Rey ada apa dengan mu?” tanya Salma ambigu. “Bicaralah yang jelas!” ucap Rey dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan oleh Salma.
“Rey! Apa selama ini kau hanya menganggapku seorang *******? Apa selama ini aku serendah itu di matamu? Lalu kenapa kau tidak ucapkan kata-kata itu sejak awal, agar aku akan bersikap layaknya seorang ******* di depanmu walaupun aku tak tahu caranya bersikap seperti itu!” Salma mengucapkan dengan nada bergetar, ia berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya di depan Rey.
Rey hanya diam tanpa mau menjawab ucapan Salma. Dia menghempaskan tangan Salma dari pergelangan tangannya, hingga Salma terkejut dan sedikit tergeser kebelakang.
__ADS_1
“Jawab Rey! kenapa kau diam saja? Apa salahku sebenarnya hingga dengan gampangnya kau mengucapkan itu padaku! Apakah kau pernah melihat diriku bersama pria lain selain dirimu? Apakah kau pernah melihat aku pernah tidur dengan pria lain selain dirimu?” tanya Salma beruntun.
“Dan kau tahu sendiri jika jawabannya adalah TIDAK!” sambungnya.
Rey berjalan mendekati Salma “Kau memang tidak pernah berjalan atau pun tidur dengan pria lain, tapi kau rela memberikan kesucian mu pada pria yang awalnya yang tak kau kenali, lalu apa coba namanya kalau bukan wanita MURAHAN?” bisik Rey pada Salma.
Salma terkekeh, dia memang terkejut tapi dia tidak ingin Rey mengetahuinya. Sakit hati sudah pasti, tapi dia bertahan pada niat awalnya kalau tidak akan mempercayai ucapan Rey secara tiba-tiba.
Salma justru membisikkan balik di telinga Rey dengan kata-kata tak kalah menyakitkan. “Wanita murahan ini yang telah menghangatkan ranjang mu! Dan jika kau mengatakan aku murahan, maka aku akan menunjukkan bagaimana sikapnya wanita murahan! Dan ingat, banyak pria di luar sana yang menantikan wanita murahan mu ini untuk melayani ranjang mereka!”
Salma mengucapkan dengan penekanan, sebenarnya ia sakit hati dengan ucapannya sendiri tapi ini adalah cara untuk membalas ucapan Rey, dan Salma ingin melihat bagaimana Rey bereaksi dengan ucapannya.
Rey mengepalkan tangannya dengan kuat, wajahnya memerah karena amarah. Salma melihat itu pun menahan senyumnya, dugaannya ternyata benar, jika Rey benar hanya menganggap dirinya murahan tanpa memiliki perasaan padanya, maka Rey tidak akan tersulut emosi dengan ucapan Salma.
Rey berbalik meninggalkan Salma yang sedang tersenyum puas. Tapi langkahnya terhenti dengan ucapan Salma lagi.
“Jika nanti kau melihatku berganti pasangan, maka kau tak perlu heran, karena aku sedang mengikuti ucapan mu yang menyebut ku MURAHAN!”
Salma melangkah pergi keluar dari apartemen, dia menyenggol bahu wanita yang sedari tadi memperhatikan perdebatan mereka. Salma menatap sinis pada wanita itu dan mengucapkan , “Nikmatilah sisa dari tubuhku ini” Salma tersenyum sinis dan melanjutkan langkahnya keluar dari apartemen.
Setelah pintu tertutup, Salma berlari dengan air mata, ia menghapus air matanya agar tidak di lihat oleh orang lain.
Rey terduduk di lantai dan menangis.
“Maafkan aku, jika ucapan ku terbaik untuk mu nanti, maka aku tidak akan pernah menyesali ucapan ku ini!” gumam Rey dalam tangisnya.
🍃🍃🍃
**Haii semua, Maaf yah aku baru Up sekarang.
selepas lebaran, aku suka gampang lelah makanya aku baru Up sekarang.
Mmmm, Aku ingin berbagi kebahagiaan dengan kalian. Ternyata di balik rasa lelah yang sering aku rasakan akhir-akhir ini, ternyata aku di beri hadiah yang sangat berharga dari Allah..
__ADS_1
Pasti para Reader tahukan maksud Author!
Doain aku yah biar sehat terus 😇😇**