CHARM

CHARM
Bab 20


__ADS_3

Bugh ! Bugh ! Bugh !


Orlando mengajar Elvano hingga terpental ke lantai, Nadin yang melihatnya berteriak histeris.


“ayah, sudah jangan lagi” teriak Nadin memeluk erat suaminya hingga melepaskan anaknya.


“dasar anak tidak tahu diri, aku benar-benar malu dengan perbuatan mu, ceh ! kau pikir wanita ****** itu bisa masuk ke keluarga ini, katakan padanya jangan terlalu banyak bermimpi, walaupun anak yang di kandungannya adalah anakmu, tapi aku tidak akan pernah mengakui jika anak itu cucu dari keluarga ini.” bentak Orlando dengan emosi. Ia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan anak dan istrinya, dia tidak ingin emosinya memuncak kembali, dan itu akan mengecewakan istrinya.


Elvano mengusap sudut bibirnya yang sedikit robek karena pukulan ayahnya, ia mengerti bahwa yang di lakukannya bukan kesalahan yang kecil, maka dari itu dia tidak ingin membantah semua ucapan ayahnya.


“bunda kecewa sama kamu, ingat Elvano jangan pernah membawanya ke sini, atau perempuan mana pun, tidak apa jika bunda tidak punya menantu, karena yang bunda harapkan menantu di rumah ini hanyalah Syena seorang, walaupun sekarang harapan bunda itu pupus karena kesalahan mu.” kata Nadin dengan derai air mata, ia melangkah pergi menyusul suaminya, karena ia juga sudah terlalu kecewa dengan anaknya.


Orlando menopang kedua siku tangannya di meja dan menjambak rambut karena frustasi, dia merasa benar-benar gagal dalam mendidik anaknya hingga sekarang, bahkan di buat malu, dia tidak habis pikir bagaimana anaknya menyia-nyiakan gadis sebaik Syena, dan apakah dia tidak berfikir bagaimana kerasnya dia ingin mendapatkan gadis itu.


“Mas, minum dulu,” Nadin memberikan teh hangat pada suaminya.


Orlando menyesap teh buatan istrinya, dan tersenyum hangat. Dia tidak ingin istrinya lebih bersedih jika melihatnya bersedih.


“maafkan aku , aku gagal mendidik anak kita, aku gagal menjadi seorang ibu” Nadin tertunduk dan menangis.


Orlando meletakkan cangkir di atas meja dan memeluk istrinya.


“tidak kamu sudah menjadi ibu dan istri yang baik untuk ku dan anak kita, hanya saja Elvano terjebak di dalam lingkungan kesalahan, jadi kamu tidak boleh menyalahkan dirimu” Orlando mengecup kening istrinya, Nadin mengangguk dan memeluk erat.


****


Elvano melajukan mobilnya ke apartemen Syena, apa pun yang terjadi dia harus bertemu dengannya. Elvano tidak lagi memperdulikan penampilannya saat ini, rambut dan kemeja yang sudah acak-acakan, dan sudut bibirnya yang membiru keunguan menyisakan sedikit darah.


“aku tidak bisa hidup tanpamu Syena, Tuhan tolong jangan pisahkan kami,” tidak terasa butiran air mata menetes ke pipinya.


Elvano benar-benar sangat takut saat ini, dia hanya berharap agar apa yang dia takutkan tidak akan tuhan kabulkan, karena banyak hal yang dia takutkan saat ini. Kali ini rasa takutnya lebih besar dari pada waktu kehilangan Laura. Elvano menyumpahi kebodohannya yang luar biasa itu.


Elvano berlari menuju lift, untung saja sudah larut malam jadi tidak ada orang yang melihat penampilannya selain resepsionis yang memang sudah mengenalnya.


ting ,, tong

__ADS_1


Elvano terus menerus menekan bel apartemen Syena.


Berry yang sedang merebahkan badannya di sofa terganggu dengan bunyi bel yang tiada henti.


Ceklek !!


Raut wajah Berry menjadi merah padam karena emosi, bagaimana tidak orang yang benar-benar ingin ia hajar tepat berada di depannya. Tapi dia mencoba menahan gejolak amarah yang siap untuk meledak, jika bukan Syena yang melarangnya, sudah pasti dari tadi Elvano sudah terkapar di lantai.


“untuk apa lagi kau kesini,?” tanya Berry dingin.


Berry melihat penampilan Elvano yang bisa di bilang sangat berantakan, seperti tidak terurus, tapi dia tidak lagi peduli dengan laki-laki bren*sek yang sudah menyakiti adiknya.


“aku ingin bertemu dengan Syena” kata Elvano tanpa basa-basi.


“ Ceh !! kau pikir kau siapa mau bertemu dengan adikku” Berry melihat dengan sinis ke arah Elvano, yang menurutnya menjijikkan.


Elvano tidak menghiraukan tatapan Berry, karena saat ini tujuannya ingin bertemu dengan Syena. Ia tidak ingin membuat masalah dengan Berry, karena itu akan lebih runyam masalahnya.


“please !! aku mohon, kasih aku kesempatan buat ngomong sama dia” bujuk Elvano dengan raut wajah yang sangat menyedihkan.


“dan kau pikir dengan kau memohon seperti ini, lalu aku akan mempertemukan kalian, kau terlalu banyak melunjak” kata Berry dengan suara sedikit meninggi.


Syena keluar dari kamar, sebelum menginjak tangga, ia melihat Berry sedang bertengkar dengan seorang pria. Syena yang penasaran siapa yang datang membuat keributan di apartemennya tengah malam, menuruni anak tangga.


Deg


Syena melihat sosok pria yang sudah menorehkan luka yang sangat dalam, ia tidak ingin lagi bertemu, tapi bisikan naluri berkata lain.


ini yang terakhir kali, kami bersama dengan cara baik-baik, berakhir juga harus seperti itu. walaupun sebenarnya akhirnya yang menyakitkan. Syena


“ Untuk apa kau kemari?” tanya Syena.


Elvano dan Berry yang sedang bertengkar langsung menoleh kearah Syena yang berada di balik punggung Berry.


Elvano tidak menjawab, dia ingin menerobos masuk tapi langsung terhenti karena kata-kata Berry.

__ADS_1


“ selangkah kau injang kakimu ke dalam, aku pasti kan kau pulang dengan merangkak,” kata Berry dengan raut wajah yang sangat serius, dan bukan ancaman untuk main-main.


Elvano tidak jadi masuk kedalam, bukan karena takut, hanya saja tidak ingin membuat masalah lebih.


“Syena, kita harus bicara” kata Elvano


“TIDAK,!!” cegah Berry.


“Sebentar saja, please?” bujuk Elvano, tanpa menghiraukan perkataan Berry.


Syena hanya diam tanpa menjawab iya, ataupun menolak.


“aku bilang tidak ya tidak, Syena MASUK” bentak Berry.


“ please !! ” bujuk Elvano lagi.


Perasaan Syena bercampur aduk, rasanya benar-benar sangat sakit melihat orang yang masih menguasai hatinya kini berada di depannya, walaupun sudah menyakiti perasaannya.


Syena melihat tanpa ekspresi yang bisa terbaca.


“kak, yang terakhir,!!” pinta Syena pada Berry.


Berry menarik nafas kasar, dan melangkah pergi meninggalkan mereka.


🍂🍂🍂


**FOR YOU READER


VOTE !!


VOTE !!


VOTE !!


BUAT KALIAN YANG MAU AUTHOR RAJIN UP, PLEASE DUKUNG AUTHOR DENGAN PERBANYAK VOTENYA, KOMEN DAN LIKE.

__ADS_1


KARENA DUKUNGAN KALIAN BERARTI BUAT AUTHOR, SETIDAKNYA AUTHOR MERASA DI HARGAI TULISAN AUTHOR.


PLEASE UNDERSTANDING**


__ADS_2