
Elvano berpakaian dengan rapi, dia berencana untuk bertemu lagi dengan Syena. Elvano tidak ingin melepaskan Syena, dia terlalu mencintai Syena, ia tidak akan menyerah untuk membuat Syena kembali lagi padanya.
Elvano melajukan mobil sportnya menuju apartemen Syena. Selama perjalanan perasaannya sangat tak karuan. Sebenarnya kemungkinan sangat kecil kalau Syena akan kembali kepadanya, tapi dia tidak ingin menyerah begitu saja.
Elvano menarik nafas dengan hidung, lalu menghembuskan dengan mulut, berulang kali untuk menghilangkan rasa gugupnya seperti seseorang yang akan bertemu dengan calon mertua. Setelah merasa mendingan baru ia menekankan bel apartemen.
Ting tong..
Elvano menekan bel apartemen berulang kali sampai pintu terbuka dari dalam.
Ceklek
Sosok pria tampan, tinggi, dan berkarisma muncul dari balik pintu. Elvano terkejut, dadanya berdebar kencang, ia merasa marah karena Elvano pikir Syena membawa pria lain ke apartemennya.
“Di mana Syena?” tanya Elvano sinis.
Pria tersebut mengerutkan dahinya karena bingung.
“Maaf tuan, tidak ada yang bernama Syena di sini” , jawab pria tersebut.
“Hah,?” Elvano terkejut. “apa maksudmu, di sini apartemen kekasihku” kata Elvano dengan perasaan tak karuan.
“maaf tuan, saya baru membeli apartemen ini karena telah di jual dari kemarin, tapi pemiliknya minta waktu sampai pagi tadi untuk meninggalkan apartemen ini, saya baru datang karena tempatnya udah kosong” kata pria tersebut menjelaskan.
Jantung Elvano seperti tersambar petir di siang bolong. Pikirannya langsung blank, ia langsung meninggalkan pria tersebut tanpa berpamitan. Pria itu menggeleng melihat ketidak sopan Elvano.
Elvano melajukan mobilnya tak tentu arah, bingung, kacau, takut semua datang menghampirinya. Tiba-tiba dia teringat dengan sahabat Syena, ia langsung melajukan mobilnya ke apartemen Geby, berharap Geby tahu di mana Syena.
🍂🍂🍂
Ting Tong..
Elvano menekan bel apartemen Geby berulang kali tanpa jeda karena ketidak sabarannya.
Geby di dalam kamarnya yang baru saja selesai mandi merasa jengkel dengan bunyi bel berulang kali berbunyi.
“siapa yang membunyikan bel seperti orang gila itu, hah aku benar-benar akan memukul kepalanya” gumam Geby dengan kesal. memakai pakaiannya dengan cepat sebelum keluar.
Ceklek.
Tangan Elvano terpaku saat mau menekan bel lagi. Dia langsung mendorong pintu sebelum wajah sang empunya muncul.
Brugh
Kepala Geby terbentur pintu yang di dorong Elvano. Elvano terkejut melihat Geby yang meringis menggosok kepalanya di balik pintu.
__ADS_1
Plak
Geby melayangkan pukulan di kepala Elvano dengan kuat, Elvano meringis.
“Woi lo gila ya, gak ada sopan sopan nya lagi, liat nih kepala gue benjol *****” omel Geby dengan nada berteriak.
“sudah-sudah gue minta maaf, gue kesini cuman mau nanya Syena ada di sini gak,!?”
“Gak ada, orang gue juga mau ke apartemen dia”, kata Geby melangkah masuk.
“Apa,!! Apartemen dia udah di jual Geb”
“APA,!!” teriak Geby terkejut, seraya menghentikan langkahnya menghadap Elvano. “Lo jangan bercanda yah, sumpah gue gak bakalan maafin lo kalau lo bohong”
“Lo pikir untuk apa gue kemari kalau gak nyari Syena, gue udah dari sana tadi, yang buka orang lain, katanya udah di jual dari kemarin, tapi baru nempatin hari ini atas permintaan Syena” kata Elvano menjelaskan.
“beneran lo gak tahu dia di mana? please gue mohon sama lo, bilang kalau lo sebenarnya tahu di mana Syena” tanya Elvano seraya membujuk Geby yang juga sebenarnya tidak tahu apa-apa.
“ Huh, kalau gue tahu, gue gak kaya orang gila kek gini,!!” kata Geby dengan jengkel. Bagaimana tidak saat ini dia juga panik karena nomor Syena selalu di luar jangkauan.
Tiba-tiba Geby dan Elvano saling melihat.
“BERRY,!!” Teriak mereka bersamaan.
“Okee, biar gue yang telepon” kata Elvano dengan cepat.
Geby melayangkan bantal tepat di wajah Elvano. “Apa apaan sih lo” bentak Elvano.
“Lo pikir Berry mau gitu angkat telepon lo,?” tanya Geby. “Biar gue aja yang telepon” sambungnya.
Geby lebih frustasi lagi karena nomor Berry sama dengan Syena yang berada di luar jangkauan.
“oke jalan satu-satunya gue harus nyuruh anak buah gue pantau Syena, gue yakin dia pasti di Jerman” kata Elvano, Geby menyetujui rencananya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Perbedaan waktu 1 jam antara Jerman dan London. Jerman sudah pukul 20:11 , sedangkan London pukul 19:11.
Syena dan keluarganya menikmati makanan malam, Syena bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, tapi keluarganya tahu Syena sedang menyimpan rasa sakit hatinya, mereka juga tidak mau membahas itu agar tidak membuatnya bersedih.
Setelah selesai makan, mereka duduk di ruang keluarga. Syena duduk di kursi tunggal seraya menatap Kakaknya.
“Kak,!” panggil Syena pada Berry
“Hmmp, kenapa?”
Mereka semua mengalihkan pandangan ke arah Syena. Syena melihat keluarganya, mereka masih menunggu apa yang akan ia katakan.
“Aku ingin kulia lagi, tapi di Prancis” kata Syena dengan berani.
Raut wajah keluarganya terlihat sangat terkejut sekaligus bahagia, bagaimana tidak. Syena yang dulu mati-matian tidak ingin kulia, padahal sudah di paksa oleh kakaknya, tapi kini ia sendiri yang meminta untuk kulia.
“Kamu sedang tidak bercanda kan sayang,?” tanya Mika antusias.
“No mom, aku serius. Please aku ingin kulia” kata Syena memohon.
Bram tersenyum ke arah putrinya. “Daddy dan Mommy tidak keberatan justru kami senang, tapi entahlah dengan Brother mu itu” kata Bram, menunjuk ke arah Berry.
“Well, selama kamu mau dan bahagia, kakak akan mendukung” kata Berry mengizinkan. Santa tersenyum bahagia dengan keputusan suaminya.
“Thank you, I love you”
Mereka tersenyum ke arah Syena, mungkin dengan begitu Syena bisa melupakan Elvano.
“Kapan kamu akan berangkat sayang, kakak akan suru asisten kakak untuk menyiapkan semuanya,!?”
“kalau bisa esok pagi aku akan berangkat kak, lebih cepat lebih baik bukan” , kata Syena.
“Okey, Nanti Daddy akan menghubungi teman Daddy yang memiliki apartemen yang bagus di sana untuk menyiapkan satu untukmu” kata Bram.
“thank you Daddy” kata Syena seraya mendekati Bram dan memeluknya.
🍃🍃🍃
Di London, Elvano sedang berbicara dengan anak buahnya di kantor.
“Lusa kalian berangkat ke Jerman. Awasi wanita ini, Dan ini alamatnya,!!” kata Elvano pada Jon pemimpin anak buahnya. Ia menyerahkan foto milik Syena dan alamat Mansion keluarganya.
“Siap Bos,!” kata mereka serempak.
Jon dan beberapa rekannya keluar dari kantor Elvano.
__ADS_1
“Syena aku akan berusaha untuk membuat mu kembali kepada ku” gumam Elvano lirih, dan meminum kembali Wine nya.