CHARM

CHARM
Bab 6


__ADS_3

Sejak kejadian Syena tidur di apartemen Elvano, Hubungan mereka semakin dekat. Kadang mereka pergi ke klub bersama, makan malam bersama.


Tliing....


Pesan masuk di handphone Syena


"Lagi di mana? tanya Elvano


"Di apartemen!" balas Syena


"Sibuk gak?" tanya Elvano


"Gak juga, kenapa?" tanya Syena


"Mau gak temenin aku makan malam di rumah orang tuaku?" tanya Elvano ragu.


"Kok malah ngajak aku?" pikir Syena.


"Okee, gue siap-siap dulu" balas Syena


"Oke, bentar lagi aku ke apartemen kamu" balas Elvano kegirangan. Elvano sangat bahagia ketika Syena mau di ajak ke rumah orangtuanya.


Satu jam kemudian Elvano menghampiri Syena yang ada di apartemen nya.


Tingtong...


Bel apartemen Syena berbunyi, tidak butuh waktu beberapa lama pintu terbuka yang menampakan Syena dengan Dress hitam di bawah lutut, rambut coklatnya di buat setengah di gerai, yang lainnya di jepit. Dengan riasan wajah yang natural, Syena terlihat sangat cantik dan anggun malam ini. Elvano ternganga melihat penampilan Syena. Syena yang merasa di tatap, terlihat salah tingkah.



"Ehmm,," Syena berdehem membuyarkan tatapan Elvano yang membuat nya gugup.


"Apa ada yang salah?" tanya Syena bingung.


"Tidak, kamu sangat cantik!" ucap Elvano membuat pipi Syena merona.


"Jangan menggombal" balas Syena mengalihkan pandangannya karena malu.


"Tidak ! Aku berkata jujur, kamu sangat cantik malam ini" kata Vano jujur.

__ADS_1


"Sudahlah ayo kita pergi, nanti keburu malam." kata Syena menghindari godaan Vano.


"Ayo!" ajak Elvano. Mereka menuju ke arah parkiran, mereka menggunakan Mobil Sport milik Elvano untuk pergi. Dalam mobil tidak ada pembicaraan keduanya, hanya ada suara mesin mobil dan juga kendaraan lainnya.


Elvano terlihat sangat tampan dengan kemeja hitam berbalut jas berwarna abu-abu tua senada dengan celananya.



Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih, mobil sport yang di kendarai Elvano memasuki area kawasan rumah elit. Mobilnya terparkir di depan rumah yang sangat mewah dan megah. Syena pun terkagum dengan rumah yang dia lihat



"Kau menyukainya?" kata Elvano, Syena pun mengangguk ria, saking kagumnya dia tidak dapat berkata-kata.


"Jiwa miskin ku tergoyahkan" batin Syena


"Ehh,,," Syena terkaget ketika Vano menggandeng tangannya.


Deg,,


Jantung Syena bergemuruh, Syena merasa gugup


"Ayo ! Ayah dan Bundaku pasti sudah menunggu kita." Elvani menggandeng tangan Syena untuk masuk kedalam.


"Selamat datang tuan muda dan nona muda" Ucap para pelayan menyambut kedatang Elvano dan Syena. Vano hanya menganggukkan kepala, Syena membalas dengan Senyuman nya.


berlebihan. Syena kurang suka di perlakukan berlebihan oleh orang lain.


"Kalian sudah datang?" sambut bunda Elvano gembira sambil mengecup kening Elvano.


"Iya bunda, di mana ayah?" tanya Elvano. "Ayah telah menunggu kalian di dalam" jawab Nadin Aulia Sean, bunda Elvano.


Kini tatapan bunda Nadin beralih ke Syena. "Wah cantiknya, siapa nama mu sayang?" tanya bunda Vano.


"Syena Anjani tante" jawab Syena sopan.


"Nama yang cantik seperti pemilik nya" puji bunda Nadin


"Terima kasih tante! Tante juga terlihat sangat cantik!" jawab Syena, memuji.

__ADS_1


“Kamu bisa saja sayang”


Walau di usia yang tidak mudah lagi, tapi wajah Nadin masih terlihat sangat awet muda.


Elvano sudah duluan ke meja makan menemui Ayahnya. "Ayah, coba lihat siapa yang Elvano bawah?" ucap bunda Nadin, bejalan menggandeng dengan Syena.


"Hai nona manis, siapa namamu?" tanya Orlando Sean menyambut Syena.


"Syena Om" ucap Syena memperkenalkan diri.


"Kamu sangat cantik sayang ! Apa kamu pacarnya anak nakalnya om itu?" tanya om Orlando seraya menunjuk ke arah Vano.


"Eh? i,itu bukan" ucap Syena gelagapan


"Belum ayah, tapi secepatnya akan menjadi pacar ku, calon menantu ayah" sahut Elvano dengan percaya diri. Elvano melihat Syena yang sedang melotot ke arahnya. Dalam tatapan Syena seperi mengatakan


“Hei, apa maksudmu, jangan mengada-ada”


“aku serius dengan ucapanku”.


(Begitulah ucapan telepati mereka. Author)


Orlando dan Nadun tertawa melihat tingkah laku Syena dan Elvano itu.


Mereka menikmati makan malam tanpa ada suara, hanya ada ketukan sendok dan piring yang berbunyi.


Mereka berkumpul di ruang keluarga berbincang-bincang ringan, Orlando berbicara masalah kantor, Syena dan Nadin berbicara tentang hobi, makan kesukaan dan lainnya.


Syena dan Elvano berpamitan pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam.


"Ayah, bunda kita pamit dulu" kata Vano berpamitan.


"Iya sayang hati-hati" kata Nadin sambil memeluk Elvano dan Syena bergantian.


"Syena sering datang kemari yah walaupun gak sama Vano" pintah Nadin memohon.


"Iya tante, Syena pulang dulu yah" pamit Syena. Syena bersalaman dengan kedua orang tua Elvano, lalu berpamitan.


Elvano dan Syena melangkah menuju mobil, Elvano juga membukakan pintu untuk Syena. Setelah itu, Elvano melajukan mobilnya meninggalkan kediaman orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2