CHARM

CHARM
Bab 24


__ADS_3

Syena dan keluarganya kini sudah berada di bandara, hanya Santa yang tidak ikut mengantarkan karena harus mengurus dua anaknya. Terpancar raut kesedihan di mata mereka, sebenarnya mereka ingin Syena sedikit lebih lama dengan mereka, hanya saja mereka mengerti dengan kondisinya saat ini.


“Kamu harus menjaga kesehatan yah sayang, jangan terlalu bergadang, jaga kesehatan, jangan menunda waktu makan, dan bergaul dengan baik di sana.” Nasehat Mika dengan derai air mata.


Syena terkekeh , “iya mommy, bawel deh” Syena menghapus air mata ibunya.


Plak


“dasar anak nakal, kau mau mommy jantungan karena ulah nakalmu,” Mika memukul lengan putrinya kesal karena selalu menganggap candaan ucapannya , “Iya Mommy, aku janji.”


Syena memeluk orang tuanya, baru kali ini dia benar-benar ingin menangis. “Maafkan aku mom, dad,!” kata Syena di dalam pelukan orang tuanya.


“No sayang kau tidak ada salah apapun, berbahagialah, jangan terlalu larut dalam kesedihan,” kata Bram.


Syena memeluk erat ayahnya lalu berganti ke Berry kakaknya , Berry memeluk erat adiknya dan mencium pucuk kepalanya. “Jagalah kesehatanmu, bergaul lah dengan baik disana” , Syena mengangguk lalu melepaskan pelukannya.


“Berjanjilah, jika tidak membuatku miskin di sana.” Rengek Syena. “Tergantung jika kau berbuat ulah, maka aku akan membuatmu makan sekali seminggu” ancam Berry. Syena menatap tajam kearahnya lalu merengek , “coba saja kalau berani,!” kata Syena tersenyum licik.


“Dasar anak nakal,!”


“Supir teman Daddy akan menjemputmu di sana” kata Bram.


“Okee,!”


Syena mencium pipi orang tuanya bergantian, lalu segera pergi ke Jet pribadi kakaknya. Ia berbalik sebentar, tersenyum dan melambaikan tangan.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Kurang dari satu jam, Syena kini telah sampai di Bandara Internasional Paris Charles de Gaulle.


Banyak pasang mata yang melihat kearahnya, paras cantiknya tetap terpancar walau tertutupi oleh kaca mata hitam yang ia kenakan.


Syena melihat kesana kemari, ia melihat jemputan yang di maksud oleh ayahnya. Tiba-tiba seorang pria yang berusia hampir berkepala empat menghampirinya.


“Salut, qu'est-ce avec Miss Syena Anjani,?” Sapa salah satu pria tersebut, yang terlihat seperti seorang supir.


*hai, apa ini dengan nona Syena Anjani,?”


(Selanjutnya akan pakai bahasa Indonesia, anggap saja seperti bahasa Perancis. Author)


*iya.


“Je suis Niko, le chauffeur assigné par M. Toni,!” kata Niko, supir tersebut.


Saya Niko, pengemudi yang ditugaskan oleh Tn. Toni


Syena mengikuti lelaki itu, koper Syena juga telah di bawah olehnya. Syena mengikutinya sampai di sebuah mobil mewah. Syena sedikit terkejut melihat seorang pria tampan, gagah berkarisma sedang duduk di dalam mobil. Syena melirik kearah sang sopir seperti meminta penjelasan.


“Nona maaf, ini tuan muda. Anak dari tua Tomi” kata Niko. Syena mengangguk, lalu duduk di samping pria tersebut. Pria itu hanya diam, tanpa melirik kearahnya. Syena juga memasang wajah acuh dan tak perduli, toh dia juga tidak kenal, dan tak ingin mengenal.


Setelah satu jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di area gedung apartemen yang menjulang tinggi. Syena keluar tanpa melihat kearah pria yang bersamanya tadi. Ia melangkah keluar dari mobil.

__ADS_1


“Terima kasih,!” ucap Syena tulus pada lelaki tersebut.


Pria itu sedikit terkejut, pasalnya Syena yang sedari tadi hanya diam membisu kini mengucapkan 2 kata kepadanya. Ia mengalihkan pandangannya dari benda pipinya ke arah Syena. Manik mata mereka bertemu, Syena tersenyum kearahnya, setelah itu ia pergi mengikuti Niko sang supir. Pria itu melihatnya dari dalam mobil, dengan tatapan yang sulit di artikan.


Kini Syena telah berada di dalam apartemen barunya, apartemen saat ini terlihat sangat mewah dan besar dengan bernuansa putih grey, dua lantai dan dua kamar. Tapi Syena bukannya kagum tapi malam mengomentari panjang lebar.


Tuut tuut


Tidak butuh waktu lama, sambungan telepon dari Syena di angkat dari seberang.


“Hall,,,,,” ucap dari seberang terpotong dengan ucapan Syena , “apa kakak benar-benar ingin membunuhku hah, bagaimana bisa aku membersihkan apartemen sebesar ini, apa kau mau menyakiti adik cantikmu ini dengan membersihkannya , Ck kau ini benar-benar,!?” omel Syena kekesalan.


Ternyata Syena menelpon Berry untuk memberikan komentar , “Kau pikir aku yang membelinya, sana marah lah sama Daddy, cobalah jika kau berani mengomentarinya, jika berani maka bersiaplah untuk kembali lagi ke sini,!” kata Berry, terdengar suara tawa kecil di seberang sana dan itu membuat Syena lebih kesal lagi.


Tiba-tiba suara Syena terdengar seperti rengekan anak kecil , “Aaaaa, terus aku harus membersihkan apartemen sebesar ini begitu maksutnya?? kalian benar-benar ingin menyiksaku, hiks hiks aku akan melaporkan kalian pada Mommy” rengek Syena dramatis.


Terdengar suara tawa dari seberang, bukan hanya satu orang tapi beberapa orang karena Berry memang sedang berada dengan orang tuanya setelah mengantar Syena tadi.


“Terima saja sayang, anggap saja lagi belajar jadi ibu rumah tangga” kata Mika terkekeh. Syena mendengus kesal , “kalian jahat padaku,! ya sudah kalau begitu biar aku jual lagi apartemen ini biar bisa membeli yang kecil saja” kata Syena mengancam.


“Dasar bocah nakal, baiklah baiklah Daddy akan meminta bantu pada teman Daddy untuk mencari tukang bersih untukmu” kata Bram kesal dengan putrinya, bagaimana tidak jika orang lain yang menerima apartemen sebesar ini pasti akan bahagia, tapi Syena seperti baru saja mendapatkan penderita.


Syena tertawa geli ,“ thank you Daddy, kau terbaik,” ucap Syena girang, “dasar kakak sama Mommy selalu saja tidak peka,!” sambungnya.


Mereka berbincang-bincang sedikit lama, beberapa kali juga ada sedikit candaan, Setelah selesai, Syena masuk kedalam kamarnya, ia menata pakaiannya di almari lalu membersihkan diri.


🖤🖤🖤🖤


**BUAT KALIAN PARA READER, AKU MAKASIH BANGET YAH UDAH DUKUNG AKU BUAT LANJUTIN CERITANYA.

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, COMMENT, LIKE AND FAVORIT YAAAAAAH..


SEE YOU 😘😘**


__ADS_2