CHARM

CHARM
Bab 8


__ADS_3

Syena dan Elvano menuju Caicos Resort. sejam kemudian keduanya sampai di tempat tujuan mereka, Syena langsung keluar dari mobil tanpa menunggu Elvano untuk membukakan pintu.


Elvano mengikuti Syena dari belakang, Elvano sangat senang melihat Syena tertawa dan berkejaran dengan ombak ombak, Syena terlihat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan permainan baru.


"Ani ayo kesini, ini sangat menyenangkan!" teriak Syena mengajak Elvano untuk bermain berkejaran ombak. Syena masih kaku untuk memanggil Elvano dengan sebutan sayang atau panggilan romantis, berbeda dengan Elvano, panggilan sayang selalu Elvano ucapkan untuk Syena.


Mereka berdua bercanda, bermain air, kejar kejaran, dan tertawa bahagia. Menikmati suara ombak, suara angin, dan pantai yang sangat indah.


Elvano memeluk Syena dari belakang dan menopang dagunya di celuk leher Syena. Elvani melingkarkan kedua tangannya di pinggang Syena dengan erat.


"Syena Anjani aku sangat bahagia, aku mencintaimu" bisik Elvano di telinga Syena. Hembusan nafas Vano sangat terasa di telinga Syena.


Bluss..


Telinganya memerah, kedua pipinya juga langsung merona. Dia tersenyum bahagia dengan ucapan Elvano. "Aku juga sangat bahagia, terima kasih untuk semua ini, aku mencintaimu" Syena membalas ucapan Elvano, Elvano sangat bahagia dengan apa yang dia dengar, ucapan Syena membuat Elvano lebih memeluk erat tubuh Syena.


"Ano kamu mau berfoto denganku?" tanya Syena malu, karena takut Elvano tidak mau, karena yang dia tau pria tidak suka untuk berfoto.


"Apa pun yang kamu mau aku akan turuti!" kata Vano dengan mengacak pucuk kepala Syena, mereka berfoto bersama dengan wajah bahagia.


Selesai bermain air, mereka berganti pakaian mereka yang sudah basah kuyup di kamar mandi,


Selain berganti pakaian keduanya menuju Cafe yang tidak jauh dari pantai. Semua mata yang ada di dalam cafe tertuju ke arah mereka, mereka terlihat sangat serasi cantik dan juga tampan.


Mereka memilih duduk di samping jendela, sekalian melihat panorama pantai dari kerlap kerlip lampu yang memancar di pantai, yang memperlihatkan ke indahan pantai di malam hari.


"Permisi, ini kak buku menunya!" Kata waiters tersebut.


Syena dan Elvano memilih makanan yang mereka inginkan.


"Mbak saya nasi goreng sama jus lemon tea" ucap Elvano ke arah Witers.


"Saya Spaghetti sama air putih biasa!" ucap Syena menyebutkan pesanan nya. Mbak waiters menyebutkan kembali pesanan mereka, stelah itu waiters pergi menyiapkan pesanan mereka berdua.


Mereka berbincang-bincang ringan, sesekali Elvano menggoda Syena, dan juga bercanda tertawa bersama. Beberapa saat pesanan mereka datang.


"Silahkan!" kata pelayanan yang mengantarkan makanan.

__ADS_1


"Makasih!" ucap Syena tersenyum.


Mereka makan dalam diam, hanya suara sendok dan piring yang berbunyi.


Lupakanlah semua kenangan ini, lupakan semua mimpi-mimpi.


Suara headphone Syena berbunyi, Syena segara mengambil Handphone yang ada di tasnya, melihat siapa yang tiba-tiba menelponnya. Melihat nama Geby yang tertera di panggilan Syena langsung mengangkat nya.


"......." Gaby


"Iya hallo, kenapa geb?"


"......" Gaby


"Apa ! Oke aku kesana sekarang."


Syena langsung menyimpan ponselnya ke dalam tas, Syena terlihat sangat panik.


"Sayang kenapa, kamu kok panik gitu?" tanya Elvano penasaran.


"Sayang ayo, tadi geby nelpon katanya Salma lagi dapat masalah, kita balik di apartemen" ujar Syena panik.


Elvano langsung menaru beberapa uang kertas dan langsung menyusul Syena ke parkiran. Elvano langsung melaju kan mobilnya kembali ke apartemen.


▪️▪️▪️▪️


Syena keluar dari dalam mobil dan berlari meninggalkan Elvano. Elvano bergegas keluar dan mengejar Syena yang sudah berlari ke arah lift.


Ting!


Syena dan Elvano langsung masuk ke dalam lift. "Sayang pelan-pelan, masalah apa sebenarnya sampai kamu panik begini" ujar Elvano menenangkan Syena.


"Aku juga belum tahu ! Tadi aku dengar Salma udah nangis-nangis gitu." Kata Syena yang sudah sedikit tenang, walaupun sebenarnya dia sangat khawatir hanya saja dia tidak ingin Elvano mencemaskan nya.


Ting!


Lift sudah sampai ke lantai 10 tepat di lantai apartemen Syena dan Elvano. Syena langsung bergegas menghampiri Geby dan Salma, ia melihat Salma sudah manangis tersedu-sedu di pundak Geby.

__ADS_1


"Gaby, Salma kenapa?" tanya Syena yang sudah sampai ke depan apartemen nya.


"Aku juga gak tau, dia tiba-tiba nelpon aku undah nangis-nangis kek gini!" kata Geby.


"Yah udah kita masuk dulu" kata Syena yang sedang menekankan pin password apartemen nya.


Syenda berbalik ke arah Elvano, "Yang,," ucap Syena yang ragu. "Iya sayang aku tau, semoga kalian bisa menyelesaikan masalah Salma" ucap Elvani dengan seulas senyum, karena dia tau apa yang akan Syena katakan, mereka para wanita pasti butuh Privasi.


Cup


"Makasi sayang" Syena mencium pipi Elvano dan langsung menutup pintu, dia malu melihat wajah Elvano. Elvano terseyum dan memegang pipi bekas ciuman Syena.


Kenapa kamu manis sekali sih ! Ah aku benar-benar ingin segera melahapmu.


Elvano berbalik menuju ke apartemennya, tubuhnya juga sudah merasa sangat lelah. Dia benar-benar merindukan ranjangnya itu.


* * * * * *


Mereka bertiga sudah berada di dalam kamar nya Syena. Salma masih terus menangis, Syena dan Geby berulang kali menenangkan Salma.


"Sal, lo kenapa sebenarnya, ayo dong cerita ke kita" Kata Syena


"Kalo lo nangis terus kaya gini, mana kita ngerti tau gak!" susul Geby. Salma pun akhirnya berhenti dari isak tangis nya.


"Syen, Geb aku harus gimana sekarang ? Aku takut!" ucap Salma lirih.


"Kamu itu takut apaan ? Coba kamu jelasin yang sebenarnya sama kita. Kamu itu punya masalah apa?" tanya Geby menenangkan Salma.


"Aku malu sama kalian ! Aku udah gak suci lagi" tangisan Salma langsung pecah seketika.


"APA!" Teriak Syena dan Geby, mereka sangat terkejut dengan apa yang Salma katakan. Mereka masing-masing telah dewasa, sudah pasti mereka mengerti dari ucapan Salma barusan.


"Sal kamu kenapa bisa ngelakuin itu hah?" bentak Geby mengguncang bahu Salma dengan kuat. "Kita gak pernah ngajarin kamu buat melakukan hal yang bodoh kayak gitu tahu gak?" kata Geby dengan emosi , "Dan bilang, siapa yang berani buat hancurin masa depan kamu, biar aku habisin itu orang!" sambungnya. Geby sangat geram pada Salma, terutama pada laki-laki yang telah merusak masa depan sahabatnya.


Jika itu yang terjadi pada Geby, itu tidak terlalu membuat Syena dan Salma marah besar, karena mereka tahu Geby sudah sering berganti pasangan. Tapi mereka hanya saling menasehati agar tidak terjadi di luar batas.


"Geby kamu tenang dulu yah ! Kita dengerin penjelasan Salma dulu ! Kamu jangan emosian dong, yang ada Salma takut cerita nya" kata Syena menenangkan Geby, sebenarnya dia juga sangat geram dengan Salma dan pria brengsek itu, tapi dia juga tidak mau emosi yang ada masalah lebih runyam.

__ADS_1


"Huh ! Sal sekarang ceritain apa sebenarnya yang terjadi sampai kalian bisa buat hal bodoh kayak gitu hah?" tanya Geby sedikit tenang.


"Huft ! Sebenarnya aku ....." Salma menarik nafas panjang, dan menceritakan apa yang terjadi sampai kesucian nya hilang dengan pria yang bahkan tidak ia kenali.


__ADS_2