
Salma menangis sejadi-jadinya di apartemen Gaby, ia tidak mungkin pulang ke rumahnya dengan keadaan yang tak memungkinkan. Walau tanpa Gaby, sejak dulu ia dan Syena bisa masuk kapan saja ke apartemen Gaby.
“Kau benar-benar ******** Ray. Kau penghianatan, di mana janjimu waktu itu” ucap Salma di sela tangisnya.
Elvano telah kembali ke rumah orang tuanya, sedangkan Gaby kini berada semobil dengan Jordy. Hening, Jordy ragu untuk membuka suara, ia tak tahu harus memulainya dari mana.
“Maafkan aku!” ucap Jordy tanpa melihat kearah Gaby
“Mari kita akhir hubungan ini!” ucap Gaby tanpa melihat kearah Jordy.
Hancur?
Iya! Hati Gaby benar-benar hancur saat mengucapkan sepenggal kata yang bahkan ia sebenarnya takut untuk ucapkan nya.
Jordy menatap Gaby dalam. Ini sakit, sangat sakit bagi Jordy mendengar kalimat itu. Jordy menarik Gaby dalam pelukannya, Gaby meronta untuk di lepaskan.
“Kau pikir dengan mengucapkan itu, aku akan mengabulkannya?” tanya Jordy. Gaby diam, entah kenapa ada rasa bahagia di hatinya, tapi ia tepis dengan satu alasan yang menggangu pikirannya.
“Jika kau berpikir sama dengan Ray tentang aku, maka lepaskan aku. Lepaskan tanpa harus mengatakan hal yang melukaiku.” Ucap Gaby.
Jordy bukan melepaskan tapi malah memilih mengeratkan pelukannya. “Sampai kapan pun, kau hanya milikku, milikku tanpa batas waktu. Aku tidak peduli dengan tanggapan orang lain, aku yang tau tentang segala sesuatu yang ada pada dirimu. Maka berhentilah meminta agar aku melepaskan kamu.” ucap Jordy. Geby yang sedari tadi tak membalas pelukannya, kini ia melingkarkan tangannya di leher Jordy.
Gaby menyatukan bibirnya dengan Jordy tanpa ada lumatan. Jordy menutup matanya, ia memulai duluan ******* bibir Gaby perlahan. Gaby membuka mulutnya agar Jordy bisa mengabsen isinya.
__ADS_1
Gaby melepaskan ciumannya , “Maafkan aku, aku hanya tidak ingin mendengar kalimat itu suatu hari nanti dari mulutmu, aku lebih baik melepaskan sekarang dari pada saat aku benar-benar terjatuh padamu, kau malah mencampakkan aku.” Gaby menjelaskan dengan penuh air mata.
Jordy menghapus jejak air mata wanita yang ia cintai , ia tersenyum lembut pada Gaby , “Aku tak ingin berjanji, karena aku takut suatu hari nanti aku melakukan tanpa sengaja, tapi aku akan memastikan jika kau adalah yang terakhir untukku.”
Gaby bisa di bilang cewek yang sangat anti dengan gombalan, tapi kali ini dia sangat terharu sampai meneteskan air matanya lagi.
Ia memeluk Jordy dengan erat, serasa tidak ingin melepaskan. Tapi saat ini pikirannya tertuju pada Salma.
“Astaga, Salma!” pekik Gaby terkejut. Ia seketika panik tak karuan, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Salma, tapi ponsel Salma malah tidak aktif, membuat Gaby kalang kabut.
“Be, tenang dulu!” ucap Jordy menenangkan. “Coba kamu ingat, biasa dia suka kemana kalau lagi masalah kayak gini?”
Gaby terdiam dan berpikir keras, hingga ia mengingat sesuatu. “Pasti dia ada di apartemen aku yank, Syena kan udah gak ada, jadi dia pasti ada di sana, karena Salma gak mungkin pulang ke rumah kalau lagi kayak gini!” jelas Gaby.
Saat Gaby sampai di apartemennya ternyata benar apa yang dia ucapkan. Salma sedang duduk di sofa, membenamkan wajahnya di lututnya. Terlihat pundaknya sedang bergetar hebat, dan juga terdengar isak tangis, Salma juga sampai tidak menyadari kedatangan sang empunya apartemen.
Gaby duduk di samping Salma, Salma terkejut ketika Gaby menariknya kedalam pelukannya. Gaby melihat kearah Jordy yang baru saja masuk, Jordy yang langsung mengerti dengan tatapan Gaby langsung menuju kamarnya.
“Geb, ini sakit banget Geb,” ucap Salma menunjuk dadanya , “Aku gak tahu kesalahan apa yang aku lakuin, tapi kenapa bisa dia bilang aku kayak gitu. Jadi selama tujuh bulan kita jalanin hubungan, aku ternyata tidak lebih dari seorang ******* dimatanya.” Salma menangis pilu, ia bahkan tidak pernah membayangkan ternyata dia serendah itu di mata pria yang benar-benar menguasai seluruh tubuh dan hatinya.
Gaby ikut menangis, sebagai perempuan dia sangat mengerti dengan apa yang di rasakan Salma. Karena bagaimana jika Jordy yang mengatakan itu padanya, pasti rasanya sama dengan apa yang Salma rasakan.
Ia melepaskan pelukannya “Aku tahu apa yang kamu rasakan, tapi jangan membuang air matamu terlalu banyak hanya untuk ******** itu. Buatlah dirinya menyesal telah mencampakkan dirimu” ucap Gaby seraya menghapus air mata Salma.
__ADS_1
Salma mengangguk dan tersenyum , tapi tetap saja air matanya terjatuh. Gaby tersenyum, “Bersihkan dirimu, dan tidurlah di sini. Dan berhenti menangis, karena kamu itu udah jelek malah tamba jelek.” Salma menatap tajam kearah Gaby, lalu melempar bantal kearahnya, Gaby terkekeh dan berlari masuk kedalam kamarnya.
Ceklek
Saat Gaby masuk, ia terkejut melihat Jordy yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dan hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Perut seperti roti sobek milik Jordy membuat Gaby menelan salivanya.
Jordy mendekati Gaby dan memeluknya, ia meletakkan kepalanya di celuk leher Gaby. Ia mengendus aroma yang sangat ia sukai dari tubuh Gaby. Gaby juga membalas pelukannya, dan mencium aroma maskulin dari tubuh kekasihnya itu.
“Mandilah, aku menunggumu!” bisik Jordy. Gaby tahu arah ucapan kekasihnya itu, pipinya bersemu merona, ia melepaskan pelukan Jordy dan berlari ke dalam kamar mandi.
“Dasar Mesum!” teriak Gaby, sedangkan Jordy terkekeh geli.
💚💚💚
Hai semua, aku sengaja nambahin cerita tentang kedua sahabat Syena Dan Elvano. Eeemmm, aku mau bocorin dikit rahasia.
Nanti ada bab yang bakal Thor taburi bawang!
Tapi soalnya kisah siapa yang bakal Author aduk jadi bubur, di rahasiakan dulu yah! hehehe
Like, Comment, VOTE jangan lupa yah. 💋
See You ❣️
__ADS_1