CHARM

CHARM
Bab 11


__ADS_3

Vano tidak bertemu dengan Syena sudah seminggu. Telpon dan sms Syena tidak ada yang di satu pun di balas oleh Syena.


"kemana dia, sudah seminggu tidak ada kabar, apa dia punya kekasih lain" gumam Syena kini berpikir yang tidak-tidak.


"oh iya, lebih baik aku telpon mereka" kata Syena.


Syena menelpon Salma dan Gaby tapi nihil, tidak yang menjawabnya, bahkan kekasih mereka pun sama.


"ada apa dengan mereka, akhir akhir ini tidak satu pun yang menghubungi gue, dasar sahabat laknat, Vano juga kalau udah punya kekasih lain tinggal bilang gak perlu kayak gini" kata Syena merasa marah.


Vano juga tidak kembali ke apartemen nya, bahkan Vano mengganti password nya. Syena kini merasa marah dan sakit hati dengan sikap Elvano seminggu ini. Perasaan Syena berkecamuk dengan pikiran nya sendiri. Bahkan sahabatnya juga menghilang semua, padahal dia sedang membutuhkan teman curhat saat ini.


*t**ing tong


ting tong*


Tiba-tiba bel apartemen Syena berbunyi, Syena berlari membuka pintu, dia berharap yang datang adalah orang yang iya harap kan.


"tunggu sebentar" teriak Syena dari dalam. Syena sangat kecewa ternyata yang datang bukan Elvano melainkan kurir.


"Nona Syena Anjani" kata kurir pengantar barang.


"iya, ada perlu apa yah?" tanya Syena.


"ini ada kiriman barang, silahkan tanda tangan di sini" kata kurir.


"ini apa yah, pengirimnya siapa? tanya Syena.


"saya tidak tau mbak" kata kurir, Syena pun langsung tanda tangan. Setelah kurir pergi Syena cepat-cepat masuk kedalam membuka kirimannya di ruang Tv.


Di dalam ada kotak kado besar, di dalam ada gaun berwarna Navy tanpa lengan, dan high heels warna senada dengan gaun.


"gaun buat apa ini , , ehh ada surat" kata Syena yang masih bingung, Syena membuka surat yang juga ada dalam kotak.


*Dandan yang cantik ya sayang


aku tunggu di restoran x malam ini jam 8.


from: Elvano cowok paling tampan*

__ADS_1


Syena tersenyum kecil ketika membaca surat dari Elvano. Rasa kesalnya beberapa hari ini hilang seketika dan di ganti rasa penasaran teramat sangat.


"astaga tingkat kepedean nya sudah tingkat akut, hilang seminggu, eh cuman di kirim surat" gumam Syena


"tapi buat apa yah di suru kesana pake dandan yang cantik lagi" gumamnya kebingungan.


Jam sudah pukul 17.30 sore, Syena membersihkan apartemen nya, setelah selsai Syena cepat-cepat ke kamar mandi membersihkan diri karena sudah jam 19.00


Syena kini sudah sangat terlihat cantik, dress selutut tanpa lengan, dengan liontin berlian kecil di leher putihnya menambah kesan manis dan elegan untuk Synea


Syena segera keluar dari apartemen, Syena memilih naik taksi agar pulang bisa bersama Elvano. Malam ini jalan sangat macet, Syena tiba di restoran pukul 20.30 Syena berlari cepat masuk kedalam restoran karena sudah terlambat 30 menit dari waktu perjanjian.


"Nona Syena Anjani" sapa seorang wanita.


"iya saya" kata Syena.


"mari ikut saya, tuan Elvano sudah menunggu di dalam" kata wanita itu.


Syena mengikuti wanita tadi menuju di ruangan VVIP, sampai di depan pintu wanita itu langsung menyuruh Syena masuk, dan pelayanan tadi langsung pergi.


saat Syena masuk ruangan sangat gelap. Syena memanggil nama Elvano tapi tidak ada balasan dari Elvano, tiba-tiba lampu di ruangan menyala.


Teriakan dari orang-orang di dalam, Syena terkejut melihat di dalam ternyata bukan hanya ada Elvano melainkan sahabat nya dengan pasangan mereka, orang tuanya, orang tua Elvano, dan kakaknya. Ruangan itu di hias dengan sangat indah



Happy birthday to you Honey


Elvano mendekat ke arah Syena memeluk dan mencium dahi Syena. Syena tidak mampu mengucapkan satu patah kata pun saking bahagianya, Syena meneteskan air mata haru dan bahagia. Karena terlalu memikirkan Elvano, Syena melupakan hari ulang tahunnya sendiri.


"Happy birthday Nano, panjang umurnya sayang" kata Berry memeluk adik kesayangannya.


"Selamat ulang tahun putri mami dan papi yang cantik, wah sudah dewasa yah sekarang" ucap mami dan juga papi Syena memeluk putri tersayang.


Kedua sahabatnya pun juga mendekat ke arah Syena, tapi malah di tatap dengan tajam oleh Syena.


"huh, bisa-bisanya kalian menghilang selama seminggu, sahabat tidak tahu diri" omel Syena dengan wajah cemberut dan bibir mengerucut.


Semua di dalam tertawa melihat wajah Syena yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


"hei, ini semua rencana dia jangan menyalakan kami dong" kata Geby menyalahkan Elvano, Salma juga menyetujui ucapan Geby


"sama saja" kata Syena.


Semua mengucapkan selamat dan doa untuk Syena, tiba tiba semua terdiam. Elvano menopang kaki sebelahnya ke lantai dan satunya di tekuk. Syena melihat ke arah Elvano sedikit bingung.


"Happy birthday sayang, maaf kalau aku membuatmu marah seminggu ini, maaf membuat mu khawatir, maaf juga tidak memberikan mu kabar, selamat ulang tahun sayang, semoga kau tetap menjadi wanita yang aku kenal, aku ingin kau menjadi ibu dari anak-anak ku nanti, dan aku ingin kita hidup menua bersama hingga tutup usia. Will you marry me?" kata Vano panjang lebar.


Syena sangat kaget sekaligus sangat bahagia ketika Elvano melamar nya, Syena sampai tidak bisa mengeluarkan kata-kata hanya air mata yang terus mengalir. Syena menyuruh Elvano bangkit untuk berdiri.


Syena melihat ke arah semua orang, semuanya terseyum dan mengangguk kan kepala termasuk mami dan papinya.


"Yes, I Will" ucap Syena. Elvano sangat bahagia, Vano langsung memeluk dan mencium kening Syena.


Semua bertepuk tangan, semua terlihat sangat bahagia dan terharu. Orang tua Elvano dan Syena juga sangat bahagia


"Thank you sayang" kata Elvano mengecup kening Syena.


📍📍📍📍📍


Acara semalam telah selesai, Elvano tidak pulang ke apartemen, Vano hanya mengantar Syena kembali, stelah itu dia kembali ke Mansion milik keluarganya. Sedangkan keluarga Syena menginap di hotel.


Keesokan harinya Syena pergi ke hotel tempat kakaknya berada, Syena penasaran bagaimana mami dan papinya bisa di sini, dan bisa mengenal Elvano.


ting , , tong


ting , , tong


Syena menekan bel kamar kakaknya, tidak lama pintu terbuka menapakkan wajah kakaknya. Syena mengikuti kakaknya masuk kedalam, dan duduk di sofa yang ada di kamar hotel itu.


"kenapa kemari?" tanya Berry.


"emang gak bisa yah" kata Syena dengan wajah cemberut.


"bisa kok Sayang, ada yang ingin kamu katakan?" tanya Berry lagi.


"kak, ceritakan bagaimana mami dan papi bisa datang kesini, dan bagaimana bisa kenal dengan Elvano" tanya Syena kepada kakaknya


"jadi gini , , , " kata Berry menjelaskan ke Syena

__ADS_1


__ADS_2