
Elvano sudah sampai di depan kamar Syena.
"Syena password nya berapa?" tanya Vano sambil menggendong Syena dengan Bridal Style . Syena tidak begeming justru dia melingkar kan tangannya ke leher Elvano sambil menyandarkan kepalanya di dada Vano dengan nyaman.
Elvano pun memutuskan membawa Syena ke kamarnya.
Vano membaringkan tubuh Syena di ranjang King Size dengan hati-hati. Elvano menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Elvano keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumahan, celana selutut hitam, dan kaos polos berwarna merah. Rambut yang masih sedikit basah, menambahkan aura ketampanannya.
Elvano membaringkan badannya di sofa yang berada di kamarnya, tiba-tiba Syena langsung terbangun dari tidurnya, perutnya seperti terasa di putar-putar. Elvano mendekatinya untuk memberikan air di samping nakas, dengan keadaan mabuk Syena minum air yang Elvano, dan betapa sialnya Syena menyemburkan isi perutnya di badan Elvano. Elvano tersenyum kecut, ini adalah pengalaman yang sungguh luar biasa bagi Elvano. Dengan wajah tanpa dosa, Syena langsung terbaring lagi di ranjang tanpa menyadari awan gelap telah menyelimuti kepala Elvano.
Sebenarnya ia bukan tipikal peminum yang buruk, ia bukan peminum yang gampang mabuk, tapi entah lah kenapa Syena bisa sampai muntah, yang padahal tidak pernah terjadi padanya. Mungkin karena kesialan semata untuk Elvano. (hehehe, Vano sabar yah, yang muntahkan pujaan hati kamu loh. Author)
Elvano menelepon belboy untuk membantu Syena mengganti pakaiannya yang memang juga terkena muntahnya. Sebenarnya ia bisa saja mengganti, tapi ia tidak ingin ada kesalahpahaman.
“Hallo, saya membutuhkan belboy perempuan. kamar saya 2018. Sekarang” kata Elvano pada seseorang di balik teleponnya.
“......”
Elvano masuk kembali kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
.
.
.
.
__ADS_1
Pagi hari Syena terbangun pukul 06:00, dia sedikit kaget dengan dirinya yang sudah berganti pakaian. Syena duduk sambil memijat kepala nya yang sedikit pusing, dia mengingat kembali kejadian semalam, matanya pun tertuju ke arah Vano yang tertidur pulas di sofa.
Syena turun menuju dapur, dia membuka kulkas ternyata ada bahan makanan yang cukup lengkap. Syena pun langsung beraksi di dapur, walau pun tidak terlalu jago memasak tapi makanan buatan Syena tak kala enak dari hotel bintang lima.
Syena sudah menanas nasi, Syena juga memasak ayam saos mentega, dan juga sayur cap cay. Setelah selesai, Syena menata semua makanan di atas meja.
Dari kamar atas Vano mencium bau aroma
masakan yang sangat menggoda perut, dia melihat ke arah ranjang yang di tempati Syena semalam, ternyata sudah tidak ada orang. Vano segera turun tanpa mencuci muka dengan rambut sedikit acak acakan.
"Udah bangun!" kata Syena melihat Elvano berjalan ke arahnya.
"Kamu tau masak?" tanya Vano meragukan.
"Kamu meragukan aku Ano!" ucap Syena.
"Iya, itu panggilan untukmu dariku!" kata Syena.
"Baiklah calon ibu dari anak-anakku!" sahut Vano membuat semburat merah di pipi Syena.
Elvano tersenyum melihat tingkah Syena yang sedang menahan malu.
Elvano ingin mencicipi masakan Syena dengan tangan, tapi justru mendapatkan pukulan maut dari Syena
Plak,!!
Syena memukul tangan Elvano dengan kasar, bahkan membuat Elvano begitu terkejut. "Hei ! kenapa kamu memukulku?" tanya Vano terkejut.
"Ano cuci tangan dan muka dulu ! Ih kamu jorok tahu gak!" omel Syena seperti seorang istri yang memarahi suaminya.
__ADS_1
"Iya Syena ! Jangan galak-galak tahu" gumam Vano terkekeh seraya mencuci wajah dan tangannya di wastafel di dapur.
Syena menaruh nasi dan lauk di piring Vano. Layaknya seorang istri yanhmg sedang melayani seorang suami.
"Terima kasih!" ucap Vano tersenyum kecil. Pagi ini merupakan pagi yang paling bahagia bagi Elvano.
"Iya, makanlah!" sahut Syena.
Saat Vano menyuapi makanan ke mulunya di berhenti seketika.
"Tidak enak yah?" tanya Syena sedih.
"Ini akan menjadi makanan favoritku" sahut Elvano dengan wajah berseri, dan langsung melahap makanannya.
"Kamu terlalu berlebihan Vano!" kata Syena dengan pipi yang sedikit merona.
Mereka berdua makan dengan sangat lahap. Syena membersihkan meja makan, dia langsung mencuci piring bekas makanan mereka. Vano duduk di meja bar kecil yang ada di dapurnya sambil menatap Syena.
"Ano, terima kasih telah membawaku pulang ! Dan maaf soal semalam sudah merepotkanmu" gumam Syena tertunduk.
"Tidak apa-apa, jangan terlalu di pikirkan." kata Vano. “Tapi kau sangat mengejutkan” sambungnya terkekeh.
“Anggap saja itu hadiah terbaik untukmu dari ku” kata Syena yang ikut terkekeh.
“Hadiahmu tak akan aku lupakan," mereka pun tertawa bersama.
Syena pun berpamitan untuk kembali ke apartemen nya, setelah selesai membersihkan bekas sarapan mereka.
Weekend membuat Syena merencanakan untuk tidur seharian. Semalam ia hanya beristirahat selama tiga jam, buat ia kembali mengantuk.
__ADS_1