CHARM

CHARM
Bab 25


__ADS_3

Keesokan harinya Syena terbangun cukup siang, ia membersihkan diri, setelah itu Syena mengambil pakaian nya di lemari. Ia berjalan menuju dapur untuk minum, karena waktu masih siang ia berencana untuk keluar berbelanja kebutuhan di dapurnya. Karena kemarin ia hanya memesan makan. Ia cukup lelah setelah menempuh perjalanan dari Inggris ke Jerman hanya beristirahat sehari lalu melanjutkan ke Paris.


Syena mengambil sling bag kuning di kamar, ia juga mengganti kembali bajunya dengan celana jeans Highwaist hitam, di padukan dengan Crop blouse Alexa yang memperlihatkan perut putih langsingnya, lalu dengan sneaker putih. Tak lupa ia mengucir rambutnya. Manis bukan?


Ia menarik nafas lalu hembuskan.


Tuhan! Jadikan ini awal yang baik untukku lagi.


Syena berdoa sebelum memulai kehidupannya yang seperti semula, tanpa cinta, tanpa perasaan, dan masa bodoh.


Ia melangkah keluar dari apartemennya, ia menunggu beberapa menit hingga lift yang membawanya tiba di lobi, setelah itu ia melangkah keluar. Banyak pasang mata melihat kearahnya, bahkan dengan gaya seadanya, ia bisa menarik perhatian orang lain.


Syena menuju pasar Marché Saxe-Breteuil dengan Metro atau trem, yaitu kereta bawah tanah. Pasar di Paris, Saxe-Breteuil market sering dianggap sebagai pasar paling 'cantik' di Paris karena berada di antara Menara Eiffel dan Les Invalides. Pasar ini terkenal dengan bahan pangan organiknya yang berkualitas tinggi.


Syena memilih banyak bahan makanan, walau kehidupannya yang urakan ia tetap saja pintar dalam segala hal, terutama memasak, karena selama di Inggris ia menjalani kehidupan sendiri, maka ia harus bisa untuk berkutat di dapur. Ia beberapa kali tersenyum ramah pada beberapa wanita dan pria paru baya yang juga tersenyum ke arahnya.


Karena belanjanya yang lumayan banyak, Syena memilih untuk naik taksi, walaupun ongkosnya sedikit mahal dari trem ia tidak merasa masalah dengan harganya.


***


Syena menata semua bahan makanan di dalam kulkas, ia juga membeli beberapa cemilan dan minuman kaleng beralkohol.


Kryuuk Kryuuk


Syena tersenyum masam, ia lupa kalau sejak tadi ia belum makan apapun, bahkan ia menghabiskan waktu 5 jam hanya untuk berbelanja. Hehehe perempuan mah gitu, suka gak tau diri kalau berbelanja.

__ADS_1


Syena mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan juga tang top hitam, rambutnya di ikat cepol, karena hanya sendiri tak apa jika berpakaian bebas seperti itu. Ia kembali ke dapur. Syena mulai menanak nasi, ia membuat sayur sup dan juga ayam saos tiram.


Ting Tong


Aktifitasnya terhenti saat bel berbunyi, ia melangkah keluar tanpa melepaskan celemek. Saat ia membuka pintu mereka terpaku beberapa saat, Syena terpaku karena melihat tamu yang datang, sedangkan tamu itu terpaku dengan penampilan Syena


"Eh, Hai!" Syena tersenyum kikuk. " Ayoo masuk dulu!" Syena mempersilahkan tamunya, tamu itu mengikuti Syena sampai kedalaman, tercium aroma masakan yang sangat menggiurkannya.


Syena sebenarnya gadis yang cuek, hanya saja yang datang adalah anak dari teman Daddy-nya. Setidaknya pria itu turut menjemputnya kemarin


"Silahkan duduk dulu tuan, saya kebelakang sebentar!" , Pria itu menatap datar lalu mengangguk. Syena mematikan kompor yang sedang memasak sup, ayam saos tiram dan nasi sudah masak terlebih dahulu. Ia berlari ke kamarnya di atas untuk mengambil kardigan panjang yang bisa menutupi pakaiannya, sebelum itu ia membasuh wajahnya terlebih dahulu sebelum menghampiri tamunya.


" Maaf tuan, kau menunggu lama! " , Syena duduk berhadapan dengan pria itu. "Mmm ada perlu apa sampai tuan kesini?" tanya Syena memecahkan keheningan.


"Mr. Tomi memintaku untuk keluar makan malam denganmu!" kata pria itu , " Sampaikan maafku pada Daddy-mu, tapi aku sudah memasak makan malam ku!" Syena terseyum kikuk karena merasa tidak enak hati.


" Tuan sebagai gantinya, makan malam lah denganku di sini. Mmm ! sebagai rasa terima kasih saya soal kemarin " Syena menawarkan, walau sebenarnya tidak yakin akankah pria itu mau atau tidak.


" Tidak perlu, aku akan segera pulang. Permisi!" , Tapi lagi-lagi dia tertahan dengan ucapan Syena.


" Terimalah, agar aku tidak memiliki hutang budi padamu " Syena menatap dengan sorot mata memohon.


Akhirnya setelah beberapa saat berpikir, pria itu mengangguk, Syena terseyum senang. Mereka menuju ke ruang makan. Ia menata makanannya di meja dengan rapi, setelah itu mereka mulai menyantap makan malam bersama seperti sepasang kekasih. Pria itu sangat menikmati masakan Syena, Syena terseyum samar entah karena bangga dengan masakannya atau apalah itu.


Pria itu menunggu Syena membersihkan sisa makanan mereka, ia duduk di kursi mini bar di dapur sambil memperhatikan Syena. Syena nervous karena merasa sedang di perhatikan, setelah selesai mereka kembali keruang tamu.

__ADS_1


" Maaf tuan, jika masakan ku tidak sesuai dengan selera mu!" ucap Syena basa basi. Dari cara makan pria itu, Syena sudah tahu kalau ia menyukai makanan Syena, hanya saja Syena tidak ingin pria itu malu.


"Masakan mu enak nona,!" pujinya tersenyum kearah Syena. Syena terpaku, otaknya seketika menjadi blank.


Pria kaku ini tersenyum?


Semenjak pertemuan mereka kemarin sampai tadi ini, pria itu memasang wajah datarnya, tapi kali ini Syena mengakui kadar diabetes yang akan menyerangnya lebih tinggi ketika melihat senyum pria itu.


Pria itu menatap balik kearah Syena, mereka terhipnotis dengan tatapan mereka masing-masing. Syena memalingkan wajahnya yang kini tengah bersemu merah. Pria itu tersenyum kecil yang tidak di sadari oleh Syena.


" Kau tidak perlu memanggil ku tuan, panggil saja Ales!" Sahut Pria itu membuyarkan Syena. "Eh?" Entah kenapa Syena beberapa kali gagal fokus. Ales lagi-lagi tersenyum melihat tingkah Syena , " Panggil aku Ales,!" pintanya.


Syena mengangguk , "Panggil aku Syena,!" pintah Syena, balik.


Mereka yang baru saja dekat beberapa jam yang lalu, kini terlihat lebih santai dan tidak terlalu formal seperti pertama kali. Mereka berbincang tentang rencana kuliah Syena, pekerjaan dan keluarga Ales, dan juga bertukar nomor handphone.


"Aku pulang dulu!" pamit Ales , Syena mengangguk "Hati-hati!" , ia mengantarkan Ales sampai depan pintu apartemennya.


***


Haii My Reader... Gimana? masih setia gak sama novelku?


Semoga aja setia terus yah,!


Aku mau minta maaaaaaaaafffff banget kalo aku up nya kaya siput. Soalnya otakku tuh sering tiba-tiba blank gitu, gak ngertilah sama otak ku nih.

__ADS_1


Tapi makasi banyak buat kalian yang setia sama author. Kalo sayang, jangan lupa dukung aku terus yah.


Vote, comment, dan like. 💚💚


__ADS_2