Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]

Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]
Part 9


__ADS_3

"Wah, lukisan Kak Renjun bagus banget!"


Renjun tersenyum mendengar pujian yang keluar dari mulut Jisung, "kenapa kakak tambahin kata love you?"


"Mewakilkan perasaan aku"


"Hah?"


Renjun mengacak rambut Jisung, "ah, Kak Renjun. Nanti berantakan rambut aku!" Renjun terkekeh pelan saat mendengar keluhan Jisung.


"Maaf maaf" ucap Renjun sambil membantu Jisung merapikan rambutnya, jari mereka tidak sengaja menyatu. Membuat detak jantung mereka berdetak dua kali lebih cepat.


'Ah, mulai lagi deh. Padahal aku enggak punya riwayat penyakit jantung, kenapa ya?' pikir Jisung.


"Ma-Kak Renjun?"


Saat Jisung ingin melepas tautan jari mereka, Renjun langsung menggenggam tangan Jisung kemudian memeluknya.


"Kamu dengar detak jantung aku, kan?"


Jisung hanya diam, dia menutup matanya sambil mendengar detak jantung Renjun. "Kamu tahu enggak apa artinya?"


Jisung menggeleng, "artinya aku suka kamu, cuman kamu yang bikin aku kayak gini. Maaf ya aku bikin kamu bingung."


Renjun melepaskan pelukannya lalu membersihkan semua alat lukisnya, "maaf ya kak, Jisung masih belum paham tentang hal semacam ini."


Renjun tersenyum, "enggak papa, waktu yang bakal buat kamu perlahan-lahan mengerti kok. Ayok pulang, aku antar kamu, ya?"


Jisung mengangguk senang lalu menggenggam tangan Renjun, tentu saja hal itu membuat Renjun sedikit salah tingkah. Namun, Renjun langsung mengatur ekspresi karena dia pikir Jisung melakukannya hanya sebatas hubungan senior-junior.


Entah apa yang merasuki tubuh seorang Lee Mark, sejak tadi dirinya melihat interaksi Renjun dengan Jisung. Sungguh sakit hatinya melihat Jisung yang menggenggam tangan Renjun.


Air yang berjatuhan dari langit membuat seluruh langkah manusia menjadi kacau, mereka berlari menghiraukan percikan air kotor dari jalanan untuk mencari tempat teduh.


Dari tempatnya, Mark sama sekali tidak bergeming. Dia hanya fokus dengan apa yang dilihatnya, Renjun memeluk Jisung yang menggigil kedinginan.


Mark merasakan air hujan tidak lagi menetes di atas kepalanya, "bego, neduh dulu seharusnya. Punya teman cowok kok bego banget, ya."


Kim Jungwoo, teman perempuan Mark yang juga mengikuti klub dance itu memayungi tubuh Mark dan juga dirinya sendiri.


"Woo, sakit banget."


Jungwoo memutar bola matanya malas, "iyalah sakit, ngelihat orang yang kita suka berduaan sama orang lain."


"Pakar banget ya, Woo. Sering disakitin ya sama Lucas?"


Jungwoo memukul kepala Mark kesal, "dih males ah, nih pegang payungnya. Udah ditunggu Lucas nih di cafe, bye."


Mark tersenyum pada Jungwoo kemudian kembali tersenyum sendu, "aku masih percaya dengan harapanku, kok. Sampai saat itu tiba, percayalah aku akan melakukan apapun untukmu agar berpaling padaku."


Mark berjanji pada dirinya sendiri. Biarkan hujan, langit, payung, dan Tuhan yang menjadi saksinya

__ADS_1



Suara keras dari belakang Renjun dan Jisung membuat mereka yang awalnya berpelukan menjadi terpisah. Renjun berdecak kesal mendengarnya, "heh! Ni Hao-hao! Ngapain meluk-meluk My Princess, hah?!"


Suara itu adalah suara Haechan, dia menatap Renjun kesal. Dan dengan mudahnya, kini Jisung berada di dekapannya.


"Kak Haechan kenapa, ya? Aku sering dipeluk sama Bunda sama Ayah kalau aku kedinginan, kok."


Haechan mendelik kesal, "aduh My Princess, itu beda sayangkuh. Si Renjun nanti malah keenakan modusnya, mengambil kesempatan dalam kesempitan."


"Jisung enggak keberatan tuh," elak Renjun dengan nada kesal tentunya, dia kesal karena Haechan menganggu momentnya.


"Heh enggak usah banyak bacot deh, Njun."


Jisung menutup telinganya, rasanya telinga Jisung hampir berdarah dan putus karena teriakan highnote Haechan. Oke, mungkin itu terlalu berlebihan tetapi biarlah.


"Kak Haechan suka sama Kak Renjun, ya? Kok kayaknya marah banget ngelihat aku sama Kak Renjun. Kakak enggak normal?"


Bagaikan pedang petir Zeus, hati Haechan tertohok mendengar kalimat yang keluar dari mulut Jisung. Sementara Renjun? Dia hanya tertawa.


"Aduh My Princess, aku masih normal kok! Ud--


"Kak Haechan ayo pulang! Ngapain aja sih, kakak kan bawa mobil. Lihat nih! Lami basah kuyup gara-gara lari ngehampirin Kak Haechan. Mau di tabrak motor pula tadi, ish!"


Mereka bertiga menoleh kearah seorang perempuan mungil, namun masih lebih imut Jisung. Dia, Lee Lami adik perempuan Haechan yang baru saja pulang dari Amerika.


"Aduh Lami, ganggu kakak aja deh kamu."


"Salah kakak lah, jelas Lami udah nungguin dari tadi!"


"Eh tapi enggak papa sih, ketemu cogan tadi hahaha."


Renjun dan Jisung hanya menatap datar tanpa ekspresi sama sekali dengan perdebatan antara Haechan dan Lami.


Renjun sama sekali tidak bergeming saat Haechan menunjuknya dan menatapnya tajam, "kali ini aku biarin kamu sepuasnya berduaan sama Jisung, lain waktu enggak bakal bisa. Bubye!"


Lami menatap Renjun dan Jisung, "ciee yang kena tikung."


"Berisik, Lami!"


"Mangkannya kak, pake masker biar putih. Kan kelihatan gantengnya, kalo hitam kayak gini mah kelihatan bobroknya. Hahaha."


"B-E-R-I-S-I-K-!"



Kyungsoo menatap Renjun yang sudah mandi dan memakai kemeja suaminya, Chanyeol. Kyungsoo langsung memberikan handuk dan menyuruh Jisung dan Renjun mandi saat dirinya melihat baju mereka sedikit basah.


"Nama kamu siapa?" Tanya Kyungsoo membuka obrolan.


"Huang Renjun, Tante."

__ADS_1


"Renjun? Hm? Keturunan China, ya?"


"Iya, Tante."


Jisung mencium pipi Kyungsoo, "Bunda ngobrol apa aja sama Kak Renjun?" Tanya Jisung sambil menyipitkan matanya.


"Ngobrolin kapan tanggal mainnya, hahaha. Tapi kan kamu ada Mark, sih. Eh belum jadi juga sih" jawab Kyungsoo yang dibalas oleh reaksi kesal dan sinis oleh Renjun, sementara Jisung memberikan reaksi bingung.


"Maksudnya Bunda apa?"


"Enggak, bukan apa-apa. Eh iya, katanya Ayah mau ngajak Mark makan malam disini hari ini. Renjun ikut ya? Tante maksa, hehe."


Jisung memutar bola matanya malas, "Bunda Kyungsoo cuman milik Ayah Chanyeol. Titik bukan koma!"


"Siapa juga yang mau brondong, Renjun juga maunya sama kamu bukan Bunda."


"IH BUNDA MAH!"


Kyungsoo langsung kabur menuju dapur untuk menghindar dari amukan anak kesayangannya, Jisung mendengus kesal.


"Bunda sama Ayah kamu kenal Kak Mark?" Tanya Renjun yang dibalas anggukan oleh Jisung.


"Ayah Kak Mark teman lama Ayahku, jadi ya gitu deh. Kak Renjun enggak mau izin dulu sama Orang Tua kakak? Nanti dicariin loh kak."


Renjun tersenyum, "udah aku telpon kok tadi. Makasih udah perhatian meskipun perhatian secara umum."



Jeno melihat Mark yang berpenampilan rapi, "mau kemana?" Tanyanya.


"Ke rumah teman lama Ayah, ikut?"


Jeno menggelengkan kepalanya, "enggak ah. Jisung nanti takut sama aku." Mark memutar bola matanya malas, "minta maaf aja, Jen. Lagipula kamu ka--


"Nyerah aja deh,"


"Hah?"


Jeno tersenyum hingga matanya menyipit, sementara Mark yang melihatnya memandang Jeno bingung.


"Dapat cewek imut, lebih imut Jisung sih. Udah sana pergi, hush hush."


"Tck! Jaga rumah sama Bunda. Nanti Kakak mau jemput Ayah, mobilnya rusak."


"Iya sayang aku."


"Aku jijik sama kamu mas! Bye!"


Choose!


All member NCT Dream x Park Jisung!AU

__ADS_1


Story by FukuzawaAmanda


Bersambung••••••


__ADS_2