Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]

Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]
Part 4


__ADS_3

Keesokan harinya, Jisung menunggu kakak kelasnya, Na Jaemin di depan rumahnya. Semalam, Jaemin sudah berjanji akan menjemput Jisung meskipun awalnya Jisung menolak ajakannya.


"Teman kamu belum jemput?" Jisung menatap Ayahnya, Park Chanyeol lalu mengangguk pelan. Chanyeol duduk disebelah Jisung untuk menemani anak satu-satunya itu, "Ayah temenin kamu, ya? Kemarin kan kita enggak sempet ngobrol berdua. Kamu udah tidur waktu Ayah pulang."


"Ayah pulangnya malem banget sih kemarin."


"Maaf, meeting sama CEO lain. Nanti kamu pilih jurusan bisnis ya?"


"Nanti Jisung pikirin deh."


Chanyeol mengusap rambut Jisung lembut, "ih Ayah! Nanti rambut aku kusut lagi!"


"Iya deh yang mau dijemput pacar, jadinya harus cantik."


"Bukan pacar, teman doang. Kakak kelas!"


"Terserah kamu deh, oh iya minggu Ayah ngajak kamu ke pameran seni ya. Kamu suka, kan?"


Mata Jisung berbinar senang mendengar ajakan Ayahnya, "beneran nih, yah? Oke! Jisung mau!" Chanyeol tersenyum, namun sedetik kemudian matanya menyipit ketika seseorang lelaki yang berseragam sama seperti Jisung di depannya.


"Hai Om, saya Na Jaemin kakak kelas Jisung."


"Ayah, aku berangkat sekolah dulu, ya. Dadah!" Jisung langsung berjalan menuju motor Jaemin yang terparkir di depan halaman rumahnya, sebelum Jaemin menyusul Jisung, Chanyeol mengucapkan kalimat yang membuat Jaemin merinding.


"Jangan ngebut! Jisung jatuh, tulang kamu saya patahin! Jangan diturunin di tengah jalan, saya tahu rumah kamu saya bakar!"


"S-siap, Om!"



Sesampainya di parkiran sekolah, Jisung langsung mendapatkan tatapan tidak suka, iri, dan cemburu dari murid perempuan yang melihat dirinya bersama Jaemin.


Mark yang mendengar cibiran murid perempuan itu langsung melihat ke objek yang menjadi bahan perbincangan mereka, "eh sialan! Kok my baby Jisung sama Jaemin? No!"


"Kalian berangkat bareng?" Tanya Mark saat sudah berada di antara Jisung dan Jaemin, "iya kak, kemarin Kak Jamein bilang katanya jemput. Kalau aku nolak dia bakal enggak masuk sekolah."


"Seharusnya kamu nolak aja," kata Mark yang dibalas pelototan mata Jaemin, "ih nanti malah aku yang dimarahin karena buat anak orang enggak masuk sekolah."


"Nah bener tuh, PDKT itu harus yang pas! Emangnya Kak Mark haha."


"Junior sialan ya, awas aja!"


"Canda kak."


"Bodoamat!"


"Dih ngambek!"

__ADS_1


"Berantem yok!"


"Ayok!"


Jisung hanya terdiam dan bingung, tiba-tiba lengannya ditarik oleh seseorang yaitu Chenle. "Biarin aja mereka, kita masuk kelas aja, yuk?"


Sebelum mendapat persetujuan dari Jisung, Chenle langsung menarik Jisung, meninggalkan Jaemin dan Mark yang beradu mulut.


"Makasih banget ya, Chenle. Kalau enggak ada kamu, aku bingung harus misahin mereka gimana."


Chenle hanya mengangguk singkat sambil tersenyum, sesampainya di kelas mereka. Mereka berdua mendapatkan kalimat "Cieee!" "Uhuy!" atau semacamnya karena Chenle masing memegang lengan Jisung.


"Pacaran nih?" Tanya Samuel sambil menaik-turunkan alisnya.


"Duh, romantis banget sih. Masuk kelas aja pengangan tangan" kata Guanlin, Jisung pun langsung melepaskan genggaman tangan Chenle. Namun, Chenle semakin mengeratkan genggamannya pada lengan Jisung.


"Belum, tunggu tanggalnya aja."


Kelas pun semakin riuh saat mendengar ucapan Chenle,  Jisung hanya diam karena tidak mengerti apa yang dimaksud oleh mereka. Namun dia sedikit lega karena hanya beberapa murid yang melihatnya bersama Chenle.


Tiba-tiba seseorang memisahkan Jisung dan Chenle, setelah itu dia berdiri antara mereka. Teman kelas Jisung, Guanlin, Samuel, Daehwi, Soobin, Hueningkai, Jinyoung seseorang itu dengan pandangan bingung. Berbeda dengan Chenle yang memandang tidak suka.


"Ngapain genggam lengan my princess? Lebih baik kamu genggam truk gandeng aja deh!"


Sontak satu kelas X-A tertawa mendengarnya, "emang bisa, kak?" Tanya Jisung yang membuat gemas murid mendengar pertanyaannya.


"Oke, karena semuanya udah duduk. Saya punya pengumuman! Hari ini, siapapun yang masuk di ekstrakurikuler seni vocal diwajibkan datang ke tempat latihan! Oke?"


"Iya, kak" jawab semua murid kelas X-A, "yaudh cuman mau ngomong gitu doang. Saya mau cabut bye! Eh! Heh kembang kol! Jangan sentuh my princess!"


Sepeninggal Hachan dari kelas X-A, semua murid menggoda Jisung. "Ciee yang direbutin!" goda Daehwi.


"Apaansih, Hwi!"


"Sung, nanti mau kantin bareng enggak?" Ajak Jinyoung yang dibalas anggukan oleh Jisung. Chenle hanha mendengus kesal mendengar perkataan Guanlin yang menyimpulkan bahwa Jisung memilihnya.


"Udah deh, urusin aja perasaan kamu ke Jinyoung. Enggak usah ikut campur urusanku, oke?"


Jinyoung langsung melempari Chenle dengan buku tebal yang dibawanya, "nice shoot!"


"Mampus! Hahahaha."



Saat jam istirahat tiba, Jisung dengan Jinyoung dan Daehwi langsung berjalan menuju kantin. Di kantin, Jinyoung menanyakan apa yang ingin mereka beli, "samain aja, nanti ngerepotin."


"Oke!" Jinyoung langsung mengantri ke tempat chicken grill. Jisung cemberut saat Daehwi sibuk dengan handphonenya.

__ADS_1


"Kalau lagi kumpul, jangan main handphone dong."


Daehwi melirik sekilas Jisung lalu menyimpan handphonenya ke dalam saku seragamnya, "iya iya maaf, eh ngomong-ngomong kok kamu bisa bareng sama Chenle sih tadi pagi?"


"Ketemu di parkiran sekolah, dia nolongin aku dari situasi Kak Mark sama Kak Jaemin yang berantem karena masalah Kak Jaemin jemput aku, lucu kan?"


Daehwi tercengang mendengarnya, tiba-tiba Jinyoung duduk di sambing Jisung kemudian memberikan pesanan mereka bertiga. "Ngomongin apa kalian?"


"Young, ternyata bukan cuman Chenle sama Kakak kelas tadi yang ngerebutin Jisung!"


"Lah? Ada lagi? Siapa?"


"Kak Jaemin sama Kak Mark!"


"Demi apa? Cowok populer di sekolah ini? Beruntung banget sih kamu, Sung!"


"Populer banget ya mereka?" Tanya Jisung membuat Jinyoung dan Daehwi berteriak kesal, "makannya kamu jadi orang jangan polos-polos banget deh."


"Lah? Memang ada hubungannya? Ap--


"Hai, Jisung. Boleh gabung, kan? Meja yang lain penuh." Mereka bertiga otomatis menoleh ke sumber suara, "Kak Jeno? Duduk aja kak, meja kami masih kosong dua kok."


Daehwi menepuk pipinya pelan saat melihat interaksi Jeno dan Jisung, "Young, aku enggak salah lihat kan? Itu Kak Jeno, kan? Ketua OSIS kita?"


"Enggak, kalo lo salah lihat enggak mungkin aku juga ngelihat hal yang sama" jawab Jinyoung yang masih tidak percaya, pasalnya mereka pernah melihat murid perempuan yang mendekati Jeno mendapatkan perilaku yang kasar dan ditolak oleh Jeno. Tetapi saat ini mereka melihat Jeno sedang bebicara lembut pada Jisung.


"Masih kosong, kan? Boleh gabung?"


Jinyoung, Daehwi, Jisung, dan Jeno menoleh. Jinyoung dan Daehwi langsung berteriak histeris dan mengeluarkan handphone mereka untuk memfoto murod tersebut.


"Gabung aja, Kak Renjun."


Jeno menatap tidak suka Renjun yang duduk di samping kanan Jisung. Kini Jisung duduk di tengah antara Renjun dengan Jeno.


Jinyoung dan Daehwi pun saling tatap, "ternyata enggak cuman empat orang, yang suka sama Jisung enam orang!" bisik Jinyoung.


"Kalau kamu lihat, Jisung bakal milih siapa?" Tanya Daehwi, "enggak tahu, kan baru lihat sehari ini. Kamu?" Tanya balik Jinyoung.


"Enggak tahu, bikin bingung. Coba kalau ada Dilan, dia kan tukang ramal!"


"Lucu kamu!"


Choose!


All member NCT Dream x Park Jisung!AU


Story by FukuzawaAmanda

__ADS_1


Bersambung••••••


__ADS_2