![Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]](https://asset.asean.biz.id/choose---nct-dream-x-female--jisung-.webp)
Jisung hanya berharap ada yang membantunya mengeluarkan dirinya dari situasi yang menegangkan dan pembicaraan yang Jisung sama sekali tidak terlalu paham. Mark, Renjun, Jaemin, Haechan, dan Chenle berdiri dihadapannya dan beradu mulut sejak dirinya dan Haechan memasuki area parkir sekolah.
Sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak padanya, buktinya dia melihat Daehwi dan Jinyoung yang berlari kearahnya. "Tumben belum masuk kelas? Bentar lagi bel masuk, udah yuk masuk kelas. Aku belum ngerjain tugas nih, ayo buruan."
Daehwi dan Jinyoung menarik paksa lengan Jisung membuat dirinya mengikuti langkah mereka yang menjauhi kelima murid yang masih beradu argumen. Jisung sangat berterimakasih pada Daehwi dan Jinyoung yang telah menolongnya, "terimakasih banget ya, Hwi, Young."
"Kasihan aku ngelihat kamu,"
"Susah memang kalau direbutin lima cowok yang tampan, populer, pintar, dan kaya."
"Aku harus gimana, dong? Aku juga capek kayak gini terus," Daehwi mengelus punggung Jisung saat melihat wajah lelah Jisung.
"Ya kamu harus milih, selama kamu diperlakukan khusus sama mereka. Kamu enggak ngerasain apapun gitu? Senang? Atau malu? Atau jantung kamu rasanya ingin keluar?"
Daehwi memukul kepala belakang Jinyoung, "ngejelasinnya enggak usah lebay, deh." Jinyoung memutar bola matanya malas sambil mengelus kepala belakangnya yang sakit akibat pukulan Daehwi.
"Kak Mark sama Kak Renjun."
Daehwi dan Jinyoung melebarkan matanya terkejut, "dua orang? Serius kamu, Sung?" Tanya mereka kompak membuat Jisung mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan mereka.
"Emm....kalau disuruh milih antara Kak Mark sama Kak Renjun, kamu pilih siapa?"
"Kak Renjun," jawab Jisung tanpa ragu membuat kedua temannya menghela nafasnya lega. "Yaudah kamu pacaran aja sama Kak Renjun, biar mereka enggak ngerebutin kamu lagi."
Daehwi mengangguk setuju dengan ucapan Jinyoung, "meskipun enggak menjamin, sih" gumamnya yang dibalas tatapan bingung oleh Jisung.
"Enggak, bukan apa-apa. Enggak usah dipikirin, udah ah mau salin tugas!"
Jisung menghela nafasnya saat melihat Daehwi yang terburu-buru memasuki kelasnya dan berteriak meminjam buku tugas Matematika. Jinyoung hanya mengucapkan kata "mampus!" tanpa berniat membantu Daehwi yang sedang panik karena bel masuk kelas sudah berbunyi.
"WOI PARA MANUSIA YANG CANTIK DAN GANTENG! PINJAM BUKU TUGAS MATEMATIKA, WEH!"
**************
Jeno menyenggol pelan lengan Renjun yang terlihat tidak bersemangat sejak tadi. Kalau tidak berbicara sih sudah terbiasa, tapi kalau tidak bersemangat itu hal yang luar biasa, batin Jeno. Renjun hanya melirik sekilas lalu mengalihkan pandanganya kearah papan tulis.
"Njun, kenapa?"
Renjun hanya diam saat Jeno bertanya padanya, "etdah jawab napa Renjun, batu bener dah." Jeno mendengus pelan ketika Renjun belum menjawab pertanyaannya sama sekali. Akhirnya, ia memilih dia dan melirik bangku Jaemin dan Haechan. Jeno hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda dia sedikit mengatahui permasalahan yang dihadapi teman bangkunya, Renjun.
"Bilang aja perasaan kamu ke Jisung, siapa tahu mereka enggak bakal ngerebutin Jisung lagi."
Jeno mengusulkan pendapatnya, meskipun hatinya sedikit sakit saat membayangkan Jisung dengan Renjun benar-benar menjadi sepasang kekasih. Renjun hanya diam, tidak berniat untuk membalas usulan Jeno. Dan tentu saja membuat Jeno semakin kesal karena sifat Renjun yang menurutnya sangat menyebalkan.
"Dasar batu China!" Cibir Jeno disertai dengusan kasar dari mulutnya. Cukup lama mereka berdua saling diam dan fokus pada pembahasan Sang Guru yang mengajarkan mereka Fisika.
"Sebentar lagi"
Jeno menggeram kesal, bagaimana tidak? Dia memberikan pendapatnya sedari tadi namun tidak kunjung mendapat balasan, tetapi saat sudah lama saling terdiam. Renjun membalas perkataannya dengan dua kata, sungguh menyebalkan! Pikir Jeno kesal.
__ADS_1
"AKU UDAH NGASIH PENDAPAT DAN CUMAN DAPAT DUA KATA? SUMPA----
"LEE JENO KELUAR!"
Renjun tersenyum senang saat Jeno diusir oleh Guru Fisikanya, sementara Jeno sudah memaki-maki Renjun. Renjun menopang dagunya dengan tangan kanannya, "iya sebentar lagi. Tapi mereka masih ingin merebutnya."
Dari luar kelas, Jeno menahan tangisnya dan *** seragamnya. Menahan sakit yang berada di dadanya, "maaf, aku bohong sama kalian."
************
Daehwi mendorong Jisung yang terlihat sangat gugup. Dibelakang mereka, Chenle merotasikan kedua bola matanya malas saat melihat Daehwi yang bersemangat ketika Jisung gugup.
"Tck! Daehwi! Buruan! Aku enggak mau kena hukuman sama Kakak songong itu ya!"
Jisung menghela nafasnya, "mulai lagi deh berantemnya" ucapnya sambil melihat Daehwi dan Chenle yang beradu mulut dengan suara mereka yang seperti lumba-lumba.
"Udah kalian ke Ruang Vocal sana," ucap Jisung menghentikan aksi Daehwi yang menarik rambut Chenle dan memaki-makinya. Jisung menepuk dahinya sambil menghela nafasnya lagi, Jisung memilih melangkahkan kakinya meninggalkan kedua temannya yang mengacuhkan ucapannya.
"Jisung! Kok ditinggal, sih?!"
"Udah ayok, Lele! Kita ke Ruang Vocal!"
"Heh, tikus! Tadi siapa yang ngajak tapi malah pura-pura tuli!"
"Terserah aku dong! Laki-laki seharusnya ngalah sama perempuan!"
"Emang kamu perempuan? Yakin, tuh?"
Air matanya turun mengaliri pipinya, diusapnya kasar dan sesegera berlari menuju toilet perempuan. Jisung menangis di depan wastafel, ditatapnya wajahnya yang penuh air mata di sudut matanya.
"Kok sakit, ya?"
Tangannya terulur membuka kran air, Jisung membasuh mukanya berkali-kali setiap kali airmatanya terus saja mengalir. Cukup lama Jisung menangis di dalam toilet, tubuhnya terhuyung dan jatuh di depan dada seseorang saat dia keluar dari toilet.
"Kamu kenapa kabur? Mata kamu kenapa sembab? Siapa yang bikin kamu nangis?"
Jisung menunjuk ke arah seseorang, "Kakak yang bikin aku nangis." Dilepasnya pelukan Renjun dan menatap Renjun dengan pandangan sayu, sedangkan Renjun tersenyum tipis.
Tangan Renjun terulur menyeka air mata Jisung yang kembali turun dari tempatnya, "hei, aku sama Ningning enggak ada hubungan apapun. Kamu cemburu ya?"
"M-mungkin,"
"Aku cuman suka kamu, Park Jisung."
Jisung memeluk Renjun erat sambil menangis, beruntung koridor sangat sepi karena siswa disibukkan oleh ekstrakurikulernya masing-masing.
"Aku juga suka sama Kak Renjun." Renjun tersenyum penuh kemenangan saat Jisung mengatakannya, senyum kemenangan itu kini terganti senyum sinis saat melihat ujung sepatu murid yang sedang bersembunyi dari balik dinding.
"Mulai, sekarang kita sepasang Kekasih. Oke?"
__ADS_1
'Sialan!'
'*Licik!'
'Jangan mau, Jisung*!'
'*Kampret!'
'Semoga cepat putus*!'
(Flashback On)
Ningning melangkahkan kakinya mendekati Renjun yang sedang fokus melukis wajah seseorang, "Renjun, nih laporan keuangan kegiatan kita semester kemarin. Anggota baru mulai bayar uang kegiatan enggak?"
*Renjun melirik dan mengambil laporan keuangan yang Ningning berikan padanya, matanya bergerak kekanan-kiri membaca satu per satu kata yang membentuk kalimat rapi.
"Mulai bulan depan, mereka belum resmi kalau belum ada acara peresmian dari OSIS*."
Ningning mengangguk kemudian membalikkan badannya, namun karena ketidaksengajaan anggota lain. Badan Ningning terhuyung saat temannya tidak sengaja melempar objek lukisannya yang sangat keras hingga Ningning merasa pusing karena objek tersebut mengenai kepalanya.
Renjun menahan badan Ningning, "terimakasih, Njun. Heh, sialan kamu ya! Jangan lempar sembarangan dong!"
"*Enggak sengaja sumpah!"
"Bodoamat, kesel!"
"Jangan ngadu pacar kamu, dong."
"Bodo*!"
"*Dih, traktir ramen deh."
"Enggak berkelas!"
"Yaudah eskrim?"
"Oke, diterima*!"
(Flashback Off)
Jisung menutup matanya merasakan perasaan senang yang mengalir didalam tubuhnya. Perlahan-lahan semenjak pertemuannya dengan mereka, Jisung sedikit mengerti tentang perasaan suka. Terlebih lagi kedua temannya, Daehwi dan Jinyoung yang selalu memberikan penjelasan maupun saran ketika Jisung tidak mengerti kata-kata yang baru di dengarnya.
Cup
Renjun mencium Jisung yang resmi menjadi kekasihnya, hari ini. Dan dimulailah persaingan mereka yang berani dan bertekad merebut Jisung dari Renjun. Mereka tidak rela, Jisung menjadi milik Renjun. Karena menurut mereka, Jisung hanya milik dari salah satu diantara keenam lelaki yang mencintai seorang Park Jisung.
Choose!
All member NCT Dream x Park Jisung!AU
__ADS_1
Story by FukuzawaAmanda
Bersambung••••••