Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]

Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]
Part 7


__ADS_3

Chanyeol dan Kyungsoo menatap pintu kamar Jisung, mereka berdua sangat khawatir dengan keadaan Jisung. Pasalnya semenjak pulang dari Mall tadi, Jisung langsung masuk ke dalam kamarnya dna mengunci pintu.


Tok Tok Tok


Kyungsoo mengetuk pintu kamar Jisung, "sayang, keluar kamar ya. Bunda mau bikin makanan kesukaan kamu, bantu Bunda yuk" ucap Kyungsoo dengan suara lembutnya.


Hanya diam yang didapat oleh Kyungsoo dan Chanyeol, "Jisung? Kamu kenapa?" Tanya Chanyeol yang dibalas cubitan perut oleh Kyungsoo.


"Kamu ini jangan langsung nanya ke dia,"


"Loh? Buk--


Kyungsoo dan Chanyeol terdiam saat mendengar suara tangisan Jisung, Kyungsoo menghela nafasnya.


"Saat ini biarkan Jisung sendiri dulu, besok kita tanyakan saja padanya." Chanyeol mengangguk setuju dengan ucapan Kyungsoo, kemudian mereka pergi meninggalkan kamar Jisung.



Keesokan harinya, Jisung terbangun dengan matanya yang bengkak dan sembab. Semalaman, Jisung terus menangis untuk meluapkan emosinya. Kyungsoo dan Chanyeol yang melihat keadaan Jisung seperti itu tentu saja khawatir.


"Kamu enggak usah masuk sekolah dulu ya?"


Jisung menggeleng, "aku enggak papa, kok." Chanyeol melipat koran yang ia baca, dia melirik Jisung yang terlihat tidak bertenaga.


"Ada masalah sama anak teman Ayah kemarin? Lee Mark?"


Sungguh, Kyungsoo ingin menjatuhkan suaminya ke jurang karena bertanya seperti itu pada Jisung. Tidak bisakah dia mengerti dan peka terhadap situasi saat ini? Pikir Kyungsoo kesal.


Jisung menggeleng sebagai jawaban, "terus sama siapa, dong? Kemarin kan kamu sama dia jalan berdua."


Jisung berhenti mengunyah, saat ingin menjawab pertanyaan Chanyeol, bel rumah keluarga Park berbunyi. Kyungsoo beranjak dari tempatnya untuk membukakan pintu.


"Jisung! Kamu dijemput Mark!" Teriak Kyungsoo dari depan pintu, Jisung menaruh rotinya yang hanya ia makan dua gigitan.


"Ayah, Jisung berangkat sekolah dulu ya. Bye, Ayah."


Jisung berjalan menuju ruang tamu dimana Kyungsoo dan Mark sedang mengobrol. "Bunda, aku berangkat sekolah ya. Bye, Bunda."


Kyungsoo mencium singkat pipi Jisung, setelah berpamitan pada Kyungsoo, Jisung dan Mark berangkat sekolah.


Dia dalam mobil, Jisung hanya diam. Dia tidak berniat untuk membuka obrolan sama sekali, dirinya masih terlalu terkejut dengan apa yang dialaminya kemarin.


"Masih keinget kejadian kemarin, ya?"


Jisung mengangguk, ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan tangis. "Maafin Jeno, ya? Aku udah kasih hukuman buat dia, tenang aja. Oke?"


Diam, hanya itu pilihan Jisung. Mark menghela nafasnya pelan, ia tahu Jisung tidak akan semudah itu memaafkan perilaku adiknya, Jeno.

__ADS_1


"Aku antar kamu ke kelas, ya?" Tawar Mark saat mereka berdua sudah berada di parkiran sekolah.


Jisung memberikan senyuman keterpaksaan pada Mark, itu lebih baik daripada berjalan sendirian dan bertemu Kak Jeno, pikirnya.


Saat berjalan di koridor, Jisung memberhentikan langkahnya. Ia memegang dadanya dan mencengkram kuat, Mark berhenti dan menatap Jisung khawatir.


"Jisung, kamu kenapa? Kamu sakit?"


Jisung menanggangguk, "Kak Mark, aku sakit melihat mereka. Aku kenapa ya, Kak?" Mark mengikuti arah tempat yang ditunjuk oleh Jisung.


Wajah Mark sendu, bukan sedih karena melihat objek yang ditunjuk Jisung. Melainkan dia sedih karena Jisung tidak memiliki perasaan apapun padanya.


"Kamu cemburu sama Renjun dan Ningning."


"Cemburu?"


"Iya, aku juga cemburu. Kamu ternyata suka sama Renjun, ya?"


Jisung diam, "haha iya juga ya, kamu masih belum sepenuhnya ngerti tentang perasaan semacam ini."


Mark terdiam cukup lama sebelum kembali berbicara sambil mengenggam tangan Jisung dan tersenyum layaknya seorang pangeran.


"for now, you can love him. But you is my mine in the future. I trust it. So i'll nver give up about my love."



"Kamu enggak papa, kan?" Tanya Jinyoung, Jisung menggeleng sembari mencoba tersenyum. Daehwi terlihat berpikir, "berarti sekarang kamu suka sama Kak Renjun, dong?"


"Cemburu berarti kamu suka, tapi Kak Mark baik banget ya ngasih tahu kamu perasaan yang kamu enggak tahu. Padahal dia juga sakit hati" tambah Jinyoung.


Jisung semakin merasa bersalah pada Mark, "aku merasa bersalah sama Kak Mark, aku bikin Kak Mark sedih, ya?"


Jinyoung mengangguk, Daehwi langsung memeluk Jisung dan melontarkan candaannya untuk membuat Jisung tertawa. Chenle, Guanlin, dan Samuel memandang bingung mereka.


"Mereka kenapa?" Samuel mengangkat bahunya tidak tahu, "tapi kok Jisung kayak sedih gitu, ya?"



Jisung mengantarkan Jinyoung ke perpustakaan untuk mengambil buku referensi tentang makhluk hidup.


"Kenapa harus di observasi coba? Kita harus ke kebun binatang, sumpah dari dulu aku paling enggak suka kebun binatang."


Jisung hanya menghela nafasnya mendengar Jinyoung yang menggerutu kesal sedari tadi. "Kenapa bukunya harus ditaruh di rak paling atas sih? Jisung tunggu sini ya, aku mau nyari tangga dulu."


Jisung mengangguk lalu meneliti setiap judul buku yang ia lihat, Jisung mengambil buku bersampul merah disertai gambar makhluk hidup.


"Buku laporan observasi makhluk hidup," Jisung membaca judul buku tersebut, "niat banget sampai di sampul rapi begini. Pinjam aja deh, siapa tahu dapat pencerahan, kan?"

__ADS_1


"Hai Jisung"


Jisung menoleh, "oh hai Kak Jaemin, mau pinjem buku kak?"


"Enggak, aku mau bolos"


"Kok gitu?"


Jaemin tersenyum, "Jisung, mau jadi mileaku enggak?"


"Hah?"


"Boleh ngeramal kamu, enggak?"


Jisung menaikkan satu alisnya, "memang kakak bisa ngeramal?" Jaemin mengangguk. Jisung terlihat berpikir, "oke, tapi kakak harus bantu aku ngambil buku itu ya?"


Jaemin melihat buku yang ditunjuk oleh jisung, dia berjinjit untuk mengambilnya. "Terimakasih, Kak Jaemin. Kakak penolong kami."


"Sama-sama, kalau gitu aku mulai ya ngeramal kamu."


Jisung mengangguk,


"Aku ramal, nanti kita akan bertemu lagi."


Jisung menatap Jaemin,


"Di ruang dance."


Seketika pikiran Jisung kosong,


"Jisung?"


Jisung tersadar dari pikirannya, dia langsung menarik Jinyoung yang kini berada disampingnya. "Kak, kami ke kelas dulu ya. Sekali lagi terimakasih."


"Eh, Jisung! Kok narik-narik aku? Kita belum minjem tangga buat ngambil buku tad--ehh ehh aduhh pelan-pelan dong larinyaaaaaaa. JISUNGG!!"


Semua murid yang berada diperpustakaan memaki-maki Jinyoung dan Jisung yang berlari dan berteriak di dalam perpustakaan.


Jaemin hanya menatap punggung Jisung bingung, "hari ini dia kenapa? Jangan-jangan ramalanku enggak bakal jadi nyata? Harus belajar dari Kak Dilan nih."


Choose!


All member NCT Dream x Park Jisung!AU


Story by FukuzawaAmanda


Bersambung••••••

__ADS_1


__ADS_2