Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]

Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]
Part 24


__ADS_3

"Ekhem! Kayaknya ada yang panas nih."


"Duh, panas banget sih hawanya."


"Sst! Teman lagi cemburu kok dijahilin. Mampus perempuan yang disukai udah jadi hak milik orang lain, haha."


"Sama aja, dasar kelinci besar!"


Haechan merotasikan kedua bola matanya saat mendengar teman-temannya sibuk menjahilinya ketika mengetahui tatapan cemburu Haechan saat melihat Renjun bermesraan dengan Jisung di kantin. Dengusan nafas kasar keluar dari mulut Haechan, "bodoamat!"


Suara dentuman akibat tangan Haechan yang memukul meja kantin menjadi sorotan semua murid yang berada disana, tidak terkecuali Renjun dan Jisung. Salah satu teman Haechan, Choi Soobin mengatakan kata maaf berulangkali saat Sowon dan Taehyung menatap ke arah meja mereka dengan raut wajah bingung dan meminta suatu penjelasan.


Tidak ingin diintograsi lebih dengan kedua Guru mereka, akhirnya teman-teman Haechan memilih untuk pergi dari kantin dan menyusul Haechan yang sedang melangkahkan kakinya menuju lapangan bola. Soobin mengalungkan salah satu tangannya di leher Haechan, "udah dong, jangan cemburu kayak gitu. Masih ada perempuan selain Jisung."


Haechan melepaskan tangan Soobin sebelum mengambil alih permainan bola juniornya dan kemudian menendangnya dengan sekuat tenaga untuk melampiaskan rasa cemburunya. Teman-teman Haechan bersiul bahkan bersorak keras saat Haechan dengan mudah membuat score dari permainannya, kemudian salah satu temannya membisikkan sesuatu yang tanpa pikir panjang langsung disetujui oleh mereka semua, tanpa sepengetahuan Haechan tentunya.


"Boleh, kasihan juga ngelihat Haechan sendirian mulu."


"Oke, pulang sekolah ya? Jangan lupa loh, Hyunjin."


"Santai. Kan masih ada pawangnya, pelan-pelan lah."


Mereka mengakhiri rencana mereka dengan saling bertos ria tanpa menyadari tatapan bingung dari Haechan. Disisi lain, Jungwoo menatap Lucas dengan raut wajah malasnya walaupun Lucas selalu menatapnya dengan wajah penuh amarah. Kedua tangan Lucas mengepal penuh amarah, "kau keterlaluan, Jungwoo!"


Jungwoo merotasikan kedua bola matanya saat mendengar seruan yang keluar dari mulut Lucas, tanpa rasa takut yang ada pada dirinya, Jungwoo menatap sinis Lucas dengan melipat kedua tangannya di depan dada. "Aku sudah bilang padamu kalau aku bosan terhadapmu, lagipula kamu terlalu bodoh jika berpikir kita akan terus bersama. Bersama dengan Mark lebih menyenangkan daripada bersamamu" ucap Jungwoo yang langsung membuat Lucas tidak bisa menahan diri untuk tidak menampar pipi putih Jungwoo.

__ADS_1


Rintihan kesakitan akibat nyeri yang diterima keluar dari mulut mungil Jungwoo, Lucas mencengkram kuat kerah seragam milik Jungwoo hingga kedua kaki Jungwoo tidak berada di atas tanah. Jungwoo mencengkram erat tangan Lucas dengan kuku-kuku tajamnya dengan harapan supaya Lucas merasa kesakitan dan melepaskan cengkramannya, "Lucas!"


Mark mengarahkan pukulan tangannya menuju perut Lucas, "dasar bodoh! Kenapa kamu melakukan hal gila, huh?!" Seru Mark yang membuat Lucas menyeringai sambil menatap Mark dengan raut wajah meremehkan.


"Minggir, ini bukan urusanmu."


"Jungwoo adalah temanku, jadi jangan macam-macam dengannya!"


Lucas tertawa mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh Mark, kemudian tatapannya tertuju pada Jungwoo yang menundukkan kepalanya setelah mendengar ucapan Mark. "Kau dengar itu? Mark hanya menganggapmu sebagai teman, tidak lebih. Kau sangat bodoh, Kim Jungwoo" ucap Lucas yang membuat Jungwoo semakin mengepalkan kedua tangannya dan membuat Mark kembali mengarahkan pukulannya ke mulut Lucas.


"Diam, brengsek!"


Saat ingin memberikan pukulan lagi, Mark merasakan tubuuhnya ditarik kuat oleh seseorang. Kedua bola matanya sontak terbelak saat merasakan benda lembut nan kenyal berada di bibirnya, itu adalah bibir Jungwoo. Jungwoo mencium bibir Mark di depan Lucas, mantan kekasihnya yang membuat Lucas mengambil foto mereka berdua.


"Wow! Aku mendapatkan sebuah moment yang bisa menghancurkan kalian berdua."


"Hanya ingin Jungwoo kembali kepadaku."


Jungwoo memeluk lengan Mark, "aku tidak mau!" Ucap Jungwoo menolak permintaan Lucas, sedangkan Mark hanya menyetujuinya dengan melepaskan secara paksa pelukan Jungwoo. Hal tersebut membuat Jungwoo menatap Mark dengan raut wajah yang tidak percaya akan tindakan yang diambil oleh Mark.


"Aku hanya tidak ingin Jisung tahu hal ini. Kembalilah pada Lucas, Jungwoo."


"Tapi aku sudah tidak menyukainya, aku lebih nyaman ketika bersamamu. Aku menyukaimu, Mark!"


"Aku tidak."

__ADS_1


"Kamu egois, Mark!"


"Berkacalah! Kamu lebih egois, Kim Jungwoo!"


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Mark mendorong pelan tubuh Jungwoo agar terjatuh di pelukan Lucas sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut. Lucas tersenyum penuh kemenangan, segera dirinya hapus foto ciuman antara Jungwoo dengan Mark tanpa sepengetahuan mereka berdua. Kemudian Lucas mencium bibir Jungwoo, "terimakasih atas drama yang sudah kamu perlihatkan padaku, sayang" ucap Lucas yang membuat Jungwoo meneteskan airmatanya.


*Choose!*


Haechan mengerutkan kedua aliasnya saat melihat beberapa junior yang sedang memperankan sebuah adegan untuk tugas bahasa mereka, akan tetapi yang membuat Haechan bingung adalah kenapa Jisung terpilih mengambil bagian peran yang memiliki sifat swag dan savage. Haechan menahan dirinya agar tidak berteriak ketika melihat adegan dimana Jisung melepaskan sarung tangan yang dia kenakan dan melemparkannya, "imutnya" gumam Haechan yang membuat teman-temannya tertawa.


"Gimana? Enggak nyesel kan kita ajak lihat junior kita lagi take video buat tugas mereka? Hahahaha."


Mengabaikan ucapan teman-temannya, Haechan lebih memilih melangkahkan kakinya mendekati Jisung dan memeluknya. Hal tersebut membuat Jisung dan teman-teman Haechan terkejut akan tindakan Haechan, "ah, kamu imut sekali" ucap Haechan setelah melepaskan pelukannya untuk mencubit kedua pipi Jisung.


Haechan menepuk pelan kedua pipi Jisung, "kenapa kamu sangat imut sekali? Jadi ingin mengambil karung kemudian menculikmu dan membawamu pulang kerumahku" kata Haechan yang diakhiri tawa canda di akhir kalimatnya, tanpa mengetahui bahwa seseorang melihat interaksi mereka berdua.


"Jisung? Haechan?"


Renjun melihatnya, melihat keadaan kekasihnya berada di pelukan Haechan. Senyuman miring terlukis tipis di wajah Haechan, kemudian dirinya menghilangkan jarak diantara dirinya dan Jisung dengan mencium bibir Jisung.


Choose!


All member NCT Dream x Park Jisung!AU


Story by FukuzawaAmanda

__ADS_1


Bersambung••••••


__ADS_2