Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]

Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]
Part 19


__ADS_3

Guru Rowoon terkenal dengan penjelasan materi dengan detail, jarinya sangat lihat menuliskan langkah-langkah dan beberapa catatan penting. Jika Guru Rowoon sangat malas untuk menulis, maka dia akan memutar film yang berhubungan dengan materi pembelajarannya dan menerangkannya. Seperti saat ini, murid kelas X-A menikmati film tentang Mutasi. Mereka sangat antusias menontonnya, ya mereka antusias menonton bukan mendengarkan penjelasn yang sesekali keluar dari mulut Guru Rowoon.


"Terlalu rajin," ucap Channi yang kini menjadi teman sebangku Jisung saat melihat buku tulis biologi Jisung terisi dengan penjelasan-penjelasan yang ditulis menggunakan bolpoin berwarna. Di kelas X-A, hanya Jisung yang mencatat. Sementara teman kelasnya yang lain sibuk menonton, saling berbisik untuk mengobrol, bahkan ada yang tertidur.


"Aku sudah menonton film itu," kata Jisung yang masih fokus dengan catatan biologi miliknya. "Kenapa ingin duduk sebangku denganku? Kau bertengkar dengan Chenle?" Gerakan tangan Jisung yang menulis terhenti ketika Channi bertanya padanya.


"Tidak ada,"


"Lalu?"


Channi menghela nafasnya saat Jisung tidak kunjung memberi jawaban dari pertanyaannya. Channi menopang dagunya dan kembali fokus pada layar proyektor yang memutar film tentang mutasi tersebut.


Selama satu jam empatpuluh lima menit, murid kelas X-A gunakan untuk menonton film. Tersisa lima menit lagi sebelum bel pelajaran Guru Rowoon berakhir dan mereka bisa mengisi perut mereka. "Minggu depan, saya ingin kalian mencatat apa yang saya jelaskan hari ini. Karena catatan juga saya ambil sebagai nilai tambahan, kalian boleh istirahat!"


Guru Rowoon mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kelas X-A tanpa memperdulikan waktu pembelajaran yang masih tersisa dan para murid kelas X-A mengeluarkan kata protes padanya. Channi mengeluarkan handphonenya dari saku seragamnya, "aku sangat bersyukur dan berterimakasih padamu jika ingin membantuku, Jisung."


Jisung terkekeh pelan, kemudian memberikan buku catatan biologi miliknya untuk di foto Channi. "Aku share di grup kelas, boleh?" Jisung mengangguk sebagai jawaban, "tapi belikan aku es krim, ya? Hehe."


Channi merotasikan kedua bola matanya, "tck! Kenapa harus aku? Kau kan sudah punya pacar, Huang Renjun."


"Bagaimana kamu tahu?" Channi menunjukkan postingan foto dari akun instagram Renjun, "hebat juga kau bisa berpacaran dengan Kak Renjun. Padahal aku kira kamu bakal pacaran sama Chenle."


Jisung mengerutkan dahinya bingung, "Chenle? Kenapa?" Channi membisikkan sesuatu pada Jisung, "kamu enggak bohong, kan?" Channi menggelengkan kepalanya dan memberikan tanda peace pada Jisung.


"Aku serius, dia suka sama kamu. Semua teman kelas kita aja tahu, masa kamu enggak. Dasar enggak peka!"


Jisung hanya diam saat Channi mengomel tentang ketidakpekaan dirinya, "kalau laki-laki berusaha bikin kamu nyaman, deketin kamu, terus kamu merasa dia enggak kayak gitu sama perempuan lain. Itu tandanya dia suka sama kamu, masa kamu enggak tahu? Kamu hidup di lingkungan mana sih, sampai enggak tahu soal begini?" Tanya Channi dengan nada kesalnya.


Jisung langsung berlari keluar kelas saat mendengar bel istirahat, "lah? Kok? Jisung mau KEM--ADUH!" Channi menenggak ludahnya sendiri saat Jinyoung, dan Daehwi memukul kepalanya.


"Kamu malah bikin Jisung pusing tahu enggak, sih?! Kita tahu ya kamu ada sesuatu sama Chenle! Tapi jangan bikin masalah dong!"


*************


Sojung tersenyum senang dan memeluk Jisung erat saat Jisung berkunjung ke ruang khusus miliknya yang tentu saja ruang khusus itu adalah Ruang Kesehatan. "Kamu kok lesuh? Sakit? Atau ada masalah sama teman kamu?"


"Mungkin yang terakhir iya," jawab Jisung, Sojung pun tersenyum tipis kemudian menyuruh Jisung untuk duduk di tepi ranjang sementara dirinya duduk di kursi kerjanya. Jisung menghembuskan nafasnya kasar, ditatapnya Sojung yang mulai penasaran dengan ceritanya.


Jisung mulai menceritakan awal pertemuannya dengan enam lelaki yang salah satu diantaranya adalah Huang Renjun, kekasihnya saat ini. Menceritakan bagaimana perasaannya saat mendapat perlakuan tertentu dari mereka, terjebak dalam situasi rumit waktu diparkiran sekolah, dan juga menceritakan bagaimana dirinya bisa menjadi kekasih Renjun. Hingga Jisung menceritakan perilaku Chenla padanya tadi pagi, dan tentu saja hal itu membuat Sojung sangat terkejut.


Sojung mengelus surai kepala Jisung lembut, "maafin Chenle, ya?" Jisung hanya diam dan merasakan sentuhan lembut tangan Sojung. "Kak Sojung, aku baru pertama kali suka sama seseorang."


"Kamu suka sama Renjun?"


"Suka."

__ADS_1


"Kamu rela enggak kalau Renjun ngejauh dari kamu?"


"Enggak!"


"Kamu cemburu enggak waktu ngelihat Renjun sama perempuan lain?"


"Iya."


"Itu artinya kamu sayang banget sama dia, Kamu bisa bergantung sama Renjun. Dia kekasih kamu, Renjun pasti bakal bantuin kamu. Apalagi tentang hubungan kalian."


Sojung menghela nafasnya, "meskipun sekarang kamu suka sama Renjun, kamu bisa aja suka sama salah satu diantara mereka yang tetap ingin milikin kamu."


"Kok gitu, Kak?"


"Karena rasa suka dan cinta datang disaat kita terbiasa dengan perilaku seseorang itu." Jisung mengangguk mengerti, "kamu mau tahu, enggak?" Jisung menatap Sojung yang sedang tersenyum.


"Kakak seneng banget waktu tahu kalian pacaran, karena Renjun bisa tersenyum lagi." Jisung hanya tersenyum senang merespon perkataan Sojung tanpa bertanya lebih mengenai Renjun yang tersenyum kembali.


Renjun menatap sendu lantai koridor, dirinya sedari tadi menguping pembicaraan kekasihnya dengan Kakaknya. "Kalau diingat-ingat, kapan terakhir kali aku tersenyum sebelum mengenal Jisung? Tiga tahun yang lalu saat peristiwa itu? Mungkin."


***********


"Maaf? Apa anda yakin, Nyonya?"


Kyungsoo menatap dengan pandangan ragunya kepada seseorang yang ia panggil Nyonya. Tidak, dia bukan majikan Kyungsoo, melainkan seseorang yang aneh karena tiba-tiba datang kerumahnya dan menawarkan harga yang bisa membuat dirinya membeli mobil sekitar duapuluh mobil beserta pajaknya.


Kyungsoo kesal saat mendengar nada sombong yang keluar dari mulut seseorang aneh tersebut. Kyungsoo mengehela nafasnya kasar, "aku tidak setuju. Aku bahkan tidak mengenali anda kenapa saya harus menyetujui pertunangan dengan uang ini? Tindakan ini berarti sama saja dengan menjual anak saya."


"Puterimu, Park Jisung mengenali Puteraku Zhong Chenle. Kau harus setuju! Aku memaksa!"


Kyungsoo tersenyum sinis, "kau pikir hanya keluargamu saja yang kaya raya? Apa ini kemauan Puteramu? Manja sekali,"


"Apa?! Kau mencari masalah denganku?!"


"Cukup! Pergi dari rumahku sekarang dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku! Jika kau mau tahu, pakaian yang kau pakai berasal dari butikku! Dan suamiku, Park Chanyeol pemilik saham terbesar kedua setelah Kim Suho!"


Nyonya Zhong mendelik tidak suka, "aku sangat alergi dengan kain pakaianmu! Seharusnya aku tidak menyetujui permintaan Chenle jika sikapmu seperti ini. Oh, jika sikapmu kasar berarti Jisung juga kasar. Aku t---


PLAK!


"Don't judge my son! Aku akan membuatmu menyesal karena menginjak harga diri keluargaku, Nyonya Zhong. Silahkan anda pergi, dan jika kau alergi dengan kain pakaian dari butikku. Kau bisa pulang tanpa sehelai kain!"


Nyonya Zhong segera keluar dari rumah keluarga Park, Kyungsoo terduduk lesuh di sofa. Handphone Kyungsoo berdering saat sebuah telpon masuk dari Chanyeol, "halo, sayang?"


"..."

__ADS_1


"Dia sudah pergi."


"..."


"Aku takut jika Jisung ak---


"..."


"Baiklah, semoga saja Zhong Chenle tidak memerlakukan Jisung yang aneh-aneh."


"..."


"Aku mencintaimu, selamat bekerja."


Kyungsoo mematikan sambungan telpon mereka. Chanyeol mengetahui kedatangan Nyonya Zhong karena pada sat itu, Kyungsoo sedang bersiap-siap untuk mengirimkan voice note pada suaminya itu. Namun hal tidak terduga terjadi, Nyonya Zhong membicarakan pertunangan dan selama mereka berdua mengobrol dan beradu argumen. Kyungsoo tetap merekam dan mengirimkannya pada Chanyeol.


"Hah......beruntung sekali kekasih Jisung sekarang Renjun, padahal aku kira dia bakal menjalin hubungan dengan Mark. Karena peristiwa di Mall waktu itu."


************


Mark menatap Jungwoo yang kini tidur di paha miliknya, matanya tertutup namun bibirnya membentuk senyuman. Jungwoo tidak tertidur, namun dia merasa nyaman berada di dekat Mark.


"Jungwoo, sebentar lagi bel masuk. Aku akan menemui Ji--


"Untuk apa? Jisung bahkan tidak melirikmu, kenapa kamu masih berjuang?"


Jungwoo menatap Mark tidak suka, dia tahu jika Mark tidak menganggap serius ucapannya saat Jungwoo mengatakan suka padanya. Padahal yang sebenarnya, Jungwoo serius menyukai Mark karena dia lebih tampan dan perhatian dari mantan kekasihnya, Lucas.


"Bukan urusanmu."


Hati Jungwoo sangat sakit mendengar Mark yang berbicara dengan nada dingin padanya. Digenggamnya tangan Mark, "kenapa?" Tanya Jungwoo sekali lagi.


"Aku menyukai Jisung, hanya itu alasannya. Dan aku sudah membuat janji bahwa aku yang akan bersamanya di masa depan nanti."


Mark berdiri saat Jungwoo terduduk, dia meninggalkan Jungwoo yang hanya diam setelah Mark menjawab pertanyaan Jungwoo. Sebelum benar-benar pergi dari tempat mereka berada, Mark menoleh pada Jungwoo. Perasaan iba memenuhi hati Mark, bagaimanapun juga Jungwoo adalah teman bahkan sahabat baiknya.


"Kalau kau ingin berpacaran lagi, aku bisa mengenalkanmu pada sepupuku. Qian Kun."


Jungwoo hanya diam, ketika mendengar suara pintu tertutup saat itulah Jungwoo menangis tanpa suara dan terisak tertahan. "Aku enggak mau yang lain, aku mau sama kamu, Lee Mark."


***Choose!


All member NCT Dream x Park Jisung!AU


Story by FukuzawaAmanda

__ADS_1


Bersambung***••••••


__ADS_2