![Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]](https://asset.asean.biz.id/choose---nct-dream-x-female--jisung-.webp)
"Jisung, kamu beneran enggak mau ikut kegiatan pertama klub dance?"
Jisung mengangguk seraya tersenyum pada Jinyoung, teman sekelasnya sekaligus teman satu klub dancenya.
"Yasudah deh, aku duluan ya. Nanti aku bilang ke senior kamu lagi ada urusan, oke?"
Jisung melambaikan tangannya, Chenle yang merasa Jisung kurang semangat hari ini bertanya pada Daehwi.
"Kepo banget sih, Le. Sudah deh ya, kita juga punya kegiatan di seni vocal. Ayok, buruan!"
"Heh! Kampret! Enggak usah tarik-tarik juga woy! Santai uy nariknya, Daehwi!"
Jisung hanya tertawa kecil melihat Daehwi dan Chenle, kemudian Jisung melangkahkan kakinya keluar kelas.
Satu per satu anggota klub dance memperkenalkan diri mereka sambil menunjukkan peforma bakat dance mereka.
"Satu orang lagi ya yang belum? Park Jisung? Siapa yang namanya Park Jisung?"
Jinyoung mengangkat tangannya saat pelatih klub dance menyebut nama Jisung, "maaf Pak Ten, Jisung lagi ada urusan. Jadi hari ini dia enggak ikut."
"Hm...okelah, kalau begitu hari ini kalian akan berlatih dance NCT 2018 - Black on Black. Tiga minggu latihan! Jika peforma kalian bagus, kalian akan langsung saya masukkan ke tim utama. Mengerti?"
"Mengerti, Pak!"
Senior pun mengejarkan satu per satu gerakan untuk dipelajari anggota baru. Mark hanya diam mengawasi anggota kelas sebelas, dia dan teman-temannya yang sesama kelas duabelas hanya diberikan tugas mengawasi.
Mark menghela nafasnya saat melihat Jeno yang tidak fokus saat mengajarkan anggota baru, dia menyuruh Jaemin untuk menggantikan posisi Jeno.
"Kenapa nyuruh Jaemin? Lebih hebat dance aku daripada dia."
"Enggak ada hubungannya."
"Yasudah, enggak usah gan--
"Kakak enggak suka orang yang enggak fokus."
Jeno mendengus kasar mendengar Mark memotong ucapannya, "salah siapa coba? Salah Kak Mark lah!"
"Kamu pengecut banget ya, nyalahin aku. Padahal yang salah kamu, kamu enggak nyesel bikin Jisung trauma deket sama kamu?"
Jeno menggertakan bibirnya, "kalau kemarin Kak mark sama Jisung enggak berduaan di Mall, aku enggak bakal ngelakuin itu!"
"Faktanya, kamu bakal kayak gitu waktu ngeliat dia sama cowok lain."
__ADS_1
Bugh!
Aksi Jeno memukul Mark membuat seisi ruang latihan klub dance menjadi sunyi, Ten selaku pelatih mereka menahan Jeno yang memukul Mark berkali-kali.
"Jeno! Berhenti! Kamu ketua OSIS, jaga image kamu, dong!"
Ten langsung menyuruh Jungwoo untuk membawa Mark ke UKS, lebam diseluruh wajah Mark serta sudut bibirnya yang terluka membuat semua murid yang melihatnya meringis.
"Jeno, kontrol emosi kamu. Jangan sampai kamu kayak gini lagi, kamu pulang dan tenangin diri kamu!"
Jeno langsung menyambar tas sekolahnya dan bergegas pergi dari ruang latihan. Dia melirik sekilas Mark sebelum benar-benar pergi dan menutup pintu ruang latihan dengan keras.
"Woo,"
Jungwoo berdehem, "berhenti dulu ya." Jungwoo menatap Mark dengan pandangan bertanya, "kok? Infeksi nanti kalau enggak cepat-cepat di obatin."
Mark senyum dengan susah karena sudut bibirnya terluka, "bentar doang, tunggu Jisung lewat dulu." Jungwoo menghela nafasnya, "oh itu yang namanya Park Jisung, jadi kalian berantem gegara dia?"
Mark mengangguk, "panjang ceritanya, nanti aku ceritain di UKS. Oke?"
Setelah melihat Jisung melewati tempat mereka, Jungwoo dan Mark melanjutkan langkah kaki mereka menuju UKS. Di UKS, Jungwoo dengan teliti mengobati luka Mark.
Mark juga bercerita tentang peristiwa kemarin, "kalau kayak gitu, kenapa enggak bikin si Jeno nyerah sama Jisung? Meskipun dia adik kamu, kalau kelakuannya kayak gitu nanti malah bikin susah Jisung."
"Gila! Sakit bego!"
Jungwoo memutar bola matanya, "iyalah bego, sepolos-polosnya perempuan bakal trauma kalau dapat kelakuan kayak gitu. Punya otak enggak sih?"
"Punya tapi lagi ketinggalan di laci meja!"
"Enggak lucu, dih!"
"Seenggaknya ketawa kek."
"Aku bukan kakek kamu, Mark."
"BOMAT JUNGWOO! AWWW--
"Mampus!"
Jisung menatap pantulan dirinya di air sungai Han, dirinya enggan pulang ke rumahnya dan akhirnya memilih untuk menenangkan dirinya di sungai Han.
__ADS_1
"Keluar dari klub dance atau enggak ya? Tapi aku suka dance, gimana dong?" Gumam Jisung, dia melemparkan batu kecil hingga frekuensi air sungai berantakan dan menghancurkan pantulan diri Jisung yang sempurna.
"Sayang, aku punya pertanyaan nih buat kamu" Jisung melirik sekilas seorang perempuan yang sedang bermanjaan dengan seorang lelaki.
'Oh mungkin itu sebutan hubungan kekasih itu ya?' Pikir Jisung.
"Sendi sendi apa yang tunggal?" Tanya si perempuan, kekasih dari perempuan itu memasang pose berfikir.
"Bukannya sendi itu enggak ada yang tunggal ya?"
Si perempuan menggerakan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri, "jawabannya sendirian, hahahaha."
'Loh, kok aku merasa perempuan itu ngomongin aku ya? Apa cuman perasaan aku aja? Aduh Jisung jangan kepedean gitu deh kamu, mungkin dia lagi bercandaan sama kekasihnya.'
Mereka berdua masih sibuk menertawakan jawaban si perempuan sambil melirik Jisung, oh Jisung kamu terlalu peka dan handal ya dalam memikirkan hal seperti ini.
Jisung langsung berdiri dari tempatnya dan melangkah pergi meninggalkan sepasang kekasih itu, "kesal banget sama mereka" gumamnya.
Jisung melihat siluet seseorang yang sedang melukis dibawah pohon besar dekat sungai Han. "Kak Renjun?"
Seseorang yang dipanggil Renjun itu menoleh dan tersenyum "hai, kok disini? Enggak ikut klub dance?"
Jisung menggeleng, "kakak mau lukis apa?" Tanya Jisung saat melihat kanvas Renjun masih dalam keadaan bersih walaupun tempat cat airnya sudah diberi beberapa warna.
"Enggak tahu juga, oh iya gimana kalau kamu jadi model lukisan aku? Mau ya?"
Jantung Jisung berdegup kencang saat mendengar permintaan Renjun, Jisung hanya mampu menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Renjun.
Renjun mulai menggerakan tangannya saat Jisung sudah melakukan pose yang menurutnya bagus. Renjun terpana saat siluet sore menambah kecantikan Jisung, dia bahkan sempat memberhentikan tangannya untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan.
"Kak? Kok berhenti? Sudah selesai, ya?" Tanya Jisung tanpa merubah posenya. Renjun yang tersadar dari lamunannya menggelengkan kepalanya.
"Hanya perlu menambahkan bayangan dan sedikit warna, nanti kamu bisa bawa hasilnya pulang kok."
"Serius, kak?"
Renjun mengangguk, sementara Jisung berteriak senang. Mark tersenyum miris saat melihat Jisung yang tertawa bukan karena dirinya. Mark mengikuti Jisung saat Jungwoo selesai mengobati dirinya,
"Sakit banget ngelihat mereka berdua ketawa bareng. Mereka berdua tertawa bahagia, tanpa tahu seseorang sedang terluka karena ngelihat mereka."
Choose!
All member NCT Dream x Park Jisung!AU
Story by FukuzawaAmanda
__ADS_1
Bersambung••••••