![Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]](https://asset.asean.biz.id/choose---nct-dream-x-female--jisung-.webp)
"Yah, kok enggak putus sih?"
Suara pukulan terdengar ketika seseorang selesai mengucapkan kalimat pertama tadi, Soobin memutar kedua bola matanya sebelum kembali memukul kepala Hyunjin untuk yang kedua kalinya.
"Kalau cuman gitu doang ya enggak bakal putus."
"Lah, kan kamu yang ngerencanain."
"Udahlah enggak usah adu argumen. Jadi mau ngerencanain apalagi buat mereka putus?"
Soobin berpikir sebentar sebelum menjentikkan kedua jarinya, "bikin gosip aja" ucapnya mengusulkan ide yang membuat Hyunjin memutar kedua bola matanya kesal, "ogah, kayak perempuan aja gosip mulu."
"Oh, jadi kalian yang ngerencanain?"
Tubuh Soobin dan Hyunjin terlonjak kaget ketika suara dengan nada datar mengintrupsi pembicaraan mereka. Kedua iris mata mereka memandang Jaemin yang sedang menyandarkan tubuhnya di dinding pembatas tempat persembunyian Soobin dan Hyunjin.
Jaemin hanya menutup kedua kelopak matanya sembari melipat kedua tangannya di depan dada, Soobin melirik Hyunjin yang berada di sampingnya. Helaan nafas keluar dari mulut Jaemin sebelum salah satu tangannya ia masukkan kedalam saku celananya.
Tatapan angkuh diperlihatkan oleh Jaemin saat satu langkah demi langkah membuat dirinya mendekati Soobin dan Hyunjin. Jaemin memberhentikan langkahnya ketika sudah berada di tengah antara Soobin dan Hyunjin, "baik banget ya sampai ngebantu temannya dapetin gebetan atau mau diam-diam ngebantu tapi dengan akhir salah satu dari kalian yang menjadi pasangan Jisung?"
Tawa sinis yang Jaemin keluarkan membuat Soobin dan Hyunjin hampir saja memukul wajah tampan Jaemin jika Jaemin tidak mengucapkan kalimat yang membuat mereka berdua menghentikan pukulannya, "Renjun tahu kalian ngebantu Haechan bakal gimana ya jadinya."
__ADS_1
Setelah mengatakan kalimat tersebut, Jaemin kembali melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Soobin dan Hyunjin yang termenung seraya memikirkan hal-hal yang terjadi jika Renjun mengetahui bahwa mereka berdua membantu Haechan untuk memisahkan hubungan Renjun dengan Jisung.
"Serem."
Ditempat lain, suara dentuman perpaduan antara kedua benda terdengar sangat keras dan nyaring. Mungkin beberapa murid yang sengaja maupun tidak sengaja melewati tempat tersebut. Teriakan kemarahan terdengar setelah beberapa detik suara dentuman kedua benda terhenti.
Amarah dan frustasi menjadi satu dalam perasaan seorang Lee Mark. Kaki kirinya menendang sebuah bola bekas yang berada di gudang yang tidak terpakai lagi. Giginya bergemerutuk kesal, "Jungwoo sialan!"
Dadanya yang bergerak naik turun adalah tanda bahwa Mark saat ini tidak bisa menahan emosinya. Bagaimana dirinya tidak marah jika seseorang yang dia anggap sebagai teman bahkan sahabat terbaik tega memutuskan Kekasihnya dan mengkambing hitamkan orang lain demi dirinya? Bahkan tega menghambat dirinya untuk dekat dengan seseorang yang dia sukai. Setidaknya itu adalah dua hal yang dipikirkan Mark saat ini.
Berulang kali Mark memikirkan hal-hal positif tentang Jungwoo agar dirinya tidak kecewa dengan sikap dan tindakan Jungwoo, namun bayangan Jungwoo meminta dirinya untuk mencintai Jungwoo selalu terlintas juga pertengkaran kecil antara dirinya, Jungwoo, dan mantan Kekasih Jungwoo yaitu Lucas tadi.
Mark menghembuskan nafasnya kesal, kedua dahinya berkedut kesal terlebih nada dering pada handphone Mark mengejutkan dirinya. Nama Jeno terlihat di layar handphonenya, kemudian ibu jari Mark menekan layar handphonenya yang memperlihatkan tombol panggilan hijau.
Mark bertanya pada Jeno dengan suara monoton akibat amarah yang belum sepenuhnya mereda. Ditempatnya, Jeno menaikkan satu alisnya bingung dengan nada bicara Kakaknya itu. Tidak mendapat jawaban ataupun respon dari Jeno, Mark berniat untuk mematikan sambungan telepon mereka. Namun suara Jeno membatalkan niat Mark dengan menanyakan,
"Kak Mark dimana?"
"Kenapa?"
Mark dapat mendengar Jeno menghela nafasnya ketika dirinya tidak menjawab pertanyaan dari Jeno melainkan kembali bertanya, walaupun Jeno juga seperti itu. Geraman kesal diikuti gigi yang bergemerutuk serta raut wajah kekesalan dilakukan oleh Mark ketika indra pendengarannya menangkap sebuah suara yang sangat familiar untuknya.
__ADS_1
"Kak Jungwoo mencarimu dirumah. Dia mengatakan ada tugas kelompok yang harus dikerjakan, Kakak pulang kapan?"
"Bunda dimana?"
"Kantor Ayah mengantarkan cookies."
"Suruh dia pulang, katakan aku tidak akan menemuinya."
Setelah mengatakan kalimat perintah tersebut, Mark mematikan sambungan telepon mereka dan melemparkan secara asal handphonenya hingga layar handphonenya terdapat retakan di sudutnya. Disisi lain, Jeno mengerutkan dahinya bingung saat Mark langsung mematikan sambungan telepon mereka setelah memberikan perintah untuknya.
Tidak, Jeno bingung dengan masalah apa yang dilakukan oleh Jungwoo hingga membuat Mark sangat marah. "Kak Jungwoo pulang aja, kata Kak Mark dia enggak mau ketemu sama Kakak" ucap Jeno menyampaikan apa yang diperintahkan untuk dirinya.
Jungwoo tersenyum miris mendengarnya, "sangat tidak sesuai harapan" gumam Jungwoo. Helaan nafas pelan keluar dari mulut Jeno sebelum mendudukkan pantatnya di sofa sebelah Jungwoo.
"Ada masalah apa emang sampai Kak Mark ngomong kayak gitu?"
Kedua bola mata milik Jungwoo bergetar takut untuk menjawab, terlukis senyuman paksa di wajah Jungwoo sebelum mengatakan bahwa dirinya akan pulang ke rumahnya. Jeno mengangkat kedua bahunya acuh sebelum kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk melanjutkan aktifitasnya yang tertunda.
Choose!
All member NCT Dream x Park Jisung!AU
__ADS_1
Story by FukuzawaAmanda
Bersambung••••••