![Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]](https://asset.asean.biz.id/choose---nct-dream-x-female--jisung-.webp)
Jarum jam tepat menunjukkan angka empat yang berarti bel pulang sekolah berbunyi. Sang Guru mengakhiri pembelajaran yang membuat semua murid menghela nafas lega. Mereka merapikan barang mereka kemudian bergegas untuk pulang.
"Enak ya Renjun bolos, hmm" ucap Sojung sambil menatap sinis Renjun yang membantu Jisung berdiri.
"Bolos sekali enggak bikin bodoh, Kak."
Sojung berdecak kesal mendengar ucapan Renjun, "maafin Jisung ya, Kakak Ipar. Jisung yang bikin Kak Renjun bolos. Kakak Ipar jangan hukum Kak Renjun, hukum Jisung aja enggak papa."
Jisung menatap Sojung dengan mata seperti anak bayi yang tidak dikasih mainan, hati Sojung seketika luluh melihatnya.
"Enggak dihukum, kok. Kalau dia bodoh juga salah dia sendiri, hahaha. Kamu pulangnya hati-hati, ya? Jangan kecapekan! Renjun, jaga pacar kamu!"
Renjun hanya berdehem sebagai respon, kemudian Renjun dan Jisung melangkahkan kakinya keluar dari UKS. Sojung tersenyum melihat Renjun dan Jisung, "akhirnya punya Adik Ipar."
Jaemin menatap tanpa ekspresi ketika melihat Renjun dan Jisung. Dilangkahkan kakinya mendekati mereka berdua, "hei" sapanya.
"Kak Jaemin?"
Jaemin tersenyum mendengar suara Jisung, "ikut Kakak yuk? Kamu dipanggil Pak Ten sekarang di Ruang Latihan Dance."
Jisung menggigit bibir bawahnya menahan rasa gugup, bagaimana jika dia bertemu dengan Jeno? Pikirnya. Jisung masih enggan bertemu maupun berinteraksi dengan Jeno karena perilakunya waktu itu.
Renjun dan Jaemin memandang bingung Jisung yang sedang gemetar gugup, "Kak Renjun temanin aku, ya?" Pinta Jisung yang tanpa sadar memegang kedua tangan Renjun dan menatap Renjun penuh harap.
"Aku udah cukup buat kamu, Jisung" ucap Jaemin sambil melepaskan tautan tangan Jisung dan Renjun.
"Kan aku yang dikasih amanat sama Pak Ten buat nganter kamu, bukan Renjun. Jadi kamu harus ke Ruang Latihan bareng aku, Sung " lanjutnya sambil menatap sinis Renjun. Jisung berpikir sebentar sebelum mengangguk pelan, Jaemin langsung menarik lembut tangan Jisung.
Renjun memegang dadanya yang sakit, ia menghela nafas pelan melihat punggung Jaemin dan Jisung yang perlahan menjauh. Renjun sedikit terkejut saat sebuah tangan menepuk pundaknya.
"Aku mau ngomong sama kamu, Renjun."
Mark, seseorang yang menepuk pundak Renjun. Renjun masih terlihat tenang meskipun wajah Mark terlihat serius, "aku mau batalin kerjasama kita."
Renjun mengerutkan dahinya bingung, "aku enggak mau Jisung dekat sama kamu. Aku tahu Jisung suka sama kamu, cuman dia masih belum tahu perasaan dia. Dan meskipun kalian menjadi sepasang kekasih, aku masih tetap suka sama Jisung. Dan aku bakal ngerebut Jisung dari kamu, Huang Renjun" jelas Mark yang melihat wajah bingung Renjun.
Kekehan kecil keluar dari mulut Renjun, "kalau itu mau Kakak, aku bakal pertahanin Jisung buat aku. Jadi mari kita saling menjatuhkan satu sama lain."
Jisung menundukkan kepalanya takut, sementara Jaemin tersenyum ketika Ten memandang mereka dengan tatapan kesalnya.
"Saya bilang kan sepulang sekolah langsung ke Ruang Latihan, ini sudah lewat limabelas menit!"
Jisung sedikit terkejut saat Ten meninggikan nadanya di akhir kalimatnya, Jaemin masih setia menggenggam tangan Jisung sambil tersenyum manis yang menurut Ten sangat menjengkelkan.
__ADS_1
"Pak, gedung kelas saya sama gedung kelas Jisung kan beda. Jauh, masa harus make jurus perpindahan cepatnya Minato atau saya harus ngitung perpindahan cepat make rumus fisika?"
"Itu terserah kamu, saya enggak peduli!"
"Lagipula, Pak Ten yang ganteng. Kalau nyuruh Jisung cepat, kasihan nanti dia kecapekan. Saya enggak mau ngelihat calon masa depan saya sakit karena saya, cukup saya yang sakit melihat dia dekat dengan laki-laki selain saya."
Ten melempar sepatunya ke arah Jaemin membuat tubuh Jaemin refleks menghindar, "diem kamu, Na Jaemin. Jisung, kamu tunjukin bakat dance kamu."
Jisung yang sedari tadi diam mendengar adu mulut Jaemin dan Ten langsung mendongakkan kepalanya dan mengangguk saat Ten menyuruhnya. Jisung meletakkan tas sekolahnya kemudian melangkahkan kakinya menuju sound system sambil mengabaikan Ten dan Jaemin yang memulai pertengkaran adu mulut mereka.
Ten dan Jaemin langsung terdiam saat mendengar suara musik yang familiar bagi mereka. Ten memandang fokus saat Jisung memulai dancenya, bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman. Senyuman puas karena melihat dance Jisung yang sangat bagus, berbakat, dan emosional.
Beberapa menit kemudian, tepukan tangan menggema di Ruang Latihan saat Jisung mengakhiri pertunjukkan dancenya dengan cara yang unik dan lucu. "Kamu hebat! Saya suka dengan dance kamu!"
"Terimakasih, Pak Ten" ucap Jisung sambil tersenyum saat dirinya mendapatkan beberapa pujian dari Ten maupun Jaemin.
"Saya harap kamu bisa lolos untuk masuk di Team A, dan tentu saja tidak mudah. Kamu harus bisa mengcover dance Black On Black."
Mata kecil Jisung membulat sempurna, "tap---
"Kamu mau protes?" Melihat senyuman Ten yang menurut Jisung menakutkan, dirinya langsung menggeleng cepat dan tersenyum kikuk.
"Oke, kalian boleh pulang."
Jaemin menepuk pelan pipi mochi Jisung, "tau enggak? Kamu cantik banget waktu ngedance tadi! Aku jadi berasa di Surga, karena aku merasa bahagia banget ngelihat bidadari cantik didepan aku."
"Loh, Kak Renjun belum pulang?" Tanya Jisung saat melihat Renjun yang menyenderkan tubuhnya di pintu masuk menuju loker siswa. Renjun menoleh dan tersenyum tipis meskipun Jisung tidak melihatnya, karena dirinya memakai masker hitam untuk menutupi lebam di pipinya.
"Kak Renjun kenapa pakai masker?" Tanya Jisung lagi sambil mencoba untuk membuka masker yang dipakai Renjun, namun tangannya terhenti saat mendengar suara Jaemin.
"Hei, aku masih disini."
Jisung mengusap kepala belakangnya, "maaf Kak Jaemin. Kak jaemin enggak pulang?"
"Mau nganter ka---
"Aku yang nganter Jisung, kamu pulang aja. Kak Sojung juga nyuruh aku buat jagain Jisung" ucap Renjun memotong perkataan Jaemin yang membuat Jaemin mendengus kesal.
"Kak Renjun nunggu lama, ya? Maaf, Kak. Kakak Ipar nunggu Kak Renjun enggak dirumah? Kalo gitu aku telpon Ayah a---
"Kakak Ipar?" Tanya Jaemin yang sedari tadi bingung kenapa Jisung memanggil Kakak Renjun, Sojung dengan sebutan Kakak Ipar.
"Kak Sojung bilang kalau dia mau dipanggil Kakak Ipar sama aku."
Jaemin berlutut di depan Jisung sambil menggenggam kedua tangannya, posisi Jaemin dan Jisung layaknya seorang Pangeran dengan Putri di Film Disney.
__ADS_1
"Kapan kamu ngerti dan peka sama perasaan aku?"
Renjun memeluk Jisung dari belakang, membuat wajah Jisung merona. Dilepaskannya genggaman Jaemin, "ayo pulang, Sung. Udah sore, nanti Bunda kamu khawatir kamu belum pulang. Kamu belum izin pulang telat, kan?"
Jisung menepuk dahinya keras, kebiasaan buruknya saat melupakan sesuatu. "Aku lupa, ayo Kak Renjun. Kak Jaemin, aku pulang duluan ya Kak. Kakak hati-hati di jalan, oke? Sampai jumpa, Kak!"
Jaemin menatap nanar kedekatan Jisung dengan Renjun, bolehkah dirinya berharap berada di posisi Renjun?
"Huang Renjun memang licik, ya. Murid pintar penuh pemikiran yang sulit ditebak, enggak kayak murid yang biasa aja kayak aku. Aku bakal ngerebut Jisung dari kamu, meskipun kalian menjalin hubungan sepasang kekasih."
Berulangkali Jisung melirik wajah Renjun, "kenapa?" Tanya Renjun yang mengetahui gerak-gerik Jisung.
Jisung menghentikan langkahnya tepat di hadapan Renjun. Tangan kanannya terulur untuk membuka masker hitam yang menutupi wajah tampan Renjun. Saat hampir menyentuh masker hitam Renjun, Renjun menepis pelan tangan Jisung.
"Kak Renjun bisa cerita sama aku, kok. Kak Renjun sakit, ya?"
Renjun menggelengkan kepalanya pelan, digenggamnya lembut tangan Jisung dan menempalkannya di piki kirinya yang tidak terkena pukulan Mark.
"Kamu juga bisa cerita sama aku tentang kenapa kamu takut waktu disuruh ke Ruang Latihan."
"Kelihatan banget ya, Kak?"
Renjun mengangguk pelan, "jangan dipaksa cerita. Kamu bisa cerita kapan aja kalau kamu siap, oke?"
Kini giliran Jisung yang mengangguk sambil menampilkan senyuman manis terbaiknya, "terimakasih, Kak Renjun."
Entah kenapa Jisung merasa nyaman berada didekat Renjun, Mark, Jaemin, maupun Haechan. Mereka berempat membuat Jisung merasa bingung dengan dirinya sendiri. Jika memang itu perasaan suka maupun cinta yang dikatakan oleh teman-temannya dan Bundanya, seharusnya dia memiliki perasaan itu hanya untuk satu orang, bukan?
Lalu kenapa dirinya merasa bahwa mereka berempat membuat Jisung merasa nyaman? Bahkan Jisung selalu menantikan perilaku yang membuatnya merasa senang, terlebih jika bersama Renjun.
Dirinya selalu menantikan perilaku lembut Mark yang mampu membuat dirinya merasa tenang.
Dirinya selalu menantikan ucapan manis Jaemin yang mampu membuat dirinya terkadang malu entah kenapa.
Dan, dirinya selalu menantikan kehadiran Haechan yang mampu membuat dirinya merasa hidupnya penuh keceriaan.
Sungguh, Jisung sekarang tidak mengerti untuk siapa perasaan sukanya. Tetapi jika dia boleh memilih, bisakah aku memilih Kak Renjun? Pikirnya.
Jisung menutup mata kanannya saat Renjun mencium kelopak mata kanannya, "i'll be guardian for you and i'll wait your love feeling for me, Park Jisung."
Choose!
All member NCT Dream x Park Jisung!AU
Story by FukuzawaAmanda
__ADS_1
Bersambung••••••