![Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]](https://asset.asean.biz.id/choose---nct-dream-x-female--jisung-.webp)
Jisung mengedipkan kedua matanya berkali-kali ketika melihat pemandangan yang tidak biasa yang bisa dikategorikan sebagai luar biasa di halaman rumahnya. Mark, Jeno, Haechan, Jaemin, dan Chenle berada di halaman rumahnya dengan masing-masing kendaraan yang mereka pakai untuk menjemput Jisung.
"Jisung, berangkat bareng yuk?"
Tanpa latihan, mereka berlima menanyakan Jisung kalimat yang sama. "Jisung berangkat sama aku" ucap Renjun yang sudah berada di halaman depan rumah Jisung, langkah kakinya membawa dirinya mendekati Jisung kemudian menautkan tangannya. Melihat itu, tentu saja membuat mereka kesal dan cemburu.
Jisung diam, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan sungguh ini pengalaman cintanya yang pertama dan serumit ini. Renjun menghela nafasnya saat Mark berada di depannya, "enggak bisa gitu, dong. Kan aku duluan yang nyampe di rumah Jisung" kata Mark yang mendapatkan pelototan dari mereka semua yang ada disana untuk menjemput Jisung.
"Mana ada?"
"Lah, enggak lihat jam ya Kak Mark?"
"Jelas-jelas, Haechan dulu yang datang awal."
"Apa-apaan, Chan! Aku duluan ya yang datang!"
"Apaan weh pada sembarangan aja kalau ngomong."
Untuk kedua kalinya, Renjun menghela nafasnya pelan dan menggenggam tangan Jisung lebih erat hingga Jisung sedikit terkejut.
"Dengar ya, Kak Mark, Jeno, Jaemin, Haehan, Chenle. Jisung sudah punya kekasih, dan kekasihnya itu aku, Huang Renjun. Jadi jangan berharap" ucap Renjun sambil memberikan tatapan sinisnya dan menarik Jisung untuk pergi bersamanya. Mendengar ucapan Renjun, sontak membuat mereka berlima terdiam. Namun, Jaemin dengan lantangnya berteriak untuk mengawali tanda peperangan mereka untuk merebut hati Jisung.
"Sebelum janur kuning melengkung, sebelum Jisung nikahan walaupun udah tunangan, siapapun boleh ngerebut hati Jisung!"
Setelah meneriakkan kalimat tersebut, Jaemin langsung menstrater motornya dan pergi dari rumah Jisung untuk menuju sekolahnya. Sedangkan sisanya juga melakukan hal yang sama dan berkomitmen untuk membuat Jisung berpaling karena ucapan Jaemin.
Tanpa mereka ketahui, kedua Orangtua Jisung melihat dan mendengar apa saja yang mereka lakukan. Mereka hanya bisa menghela nafasnya dan mengelus dada saat melihat keseruan drama di pagi hari, bukannya tidak berniat untuk menolong. Namun, jika mereka berpikir jika mereka memperlihatkan diri suasana akan semakin ruyam.
"Hah..."
Chanyeol mengerutkan dahinya bingung saat melihat salah satu remaja yang menjemput Jisung memakai kacamat hitam sebelum berjalan menuju mobil hitam yang pintunya terbuka hingga keatas itu, "dia itu yang kamu ceritakan waktu itu?"
__ADS_1
Kyungsoo menganggukka kepalanya pelan dan menatap Chenle dengan raut wajah tidak sukanya, "aku harap Jisung tidak bersamanya" ucap Kyungsoo sambil memijit pelipisnya."
Mendengar ucapan atau bisa dibilang harapan Kyungsoo untuk Puterinya, Chanyeol pun berkata, "apa itu berarti kamu dari awal sudah tidak merestui hubungan antara Jisung dan Chenle? Berarti hanya tersisa Kekasihnya, Putera Taeyong, dan dua orang yang tak dikenal itu untuk merebut Jisung?"
"Yak! Aku hanya ingin kebahagiaan untuk Puteriku!"
"Hm? Kalau begitu kapan kita membuat adik untuk Jisung? Kurasa dia membutuhkan teman di rumah."
Wajah Kyungsoo memerah mendengarnya, "tidak ada jatah selama tiga bulan untukmu, Park Chanyeol!" Kata Kyungsoo dengan nada sedikit berteriak sebelum melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang membuat Chanyeol mengutuk dirinya sendiri yang selalu tidak tahan dengan Kyungsoo untuk melakukan hubungan tentunya.
"Astaga, aku salah bicara."
Chanyeol menghela nafasnya, "sehari tidak melakukannya saja aku sudah frustasi."
****
Jisung menumpu dagunya menggunakan salah satu tangannya, tatapannya tertuju untuk melihat pemandangan luar sambil berpikir kosong. Berulangkali dirinya menghela nafasnya, "kehidupan cinta itu merepotkan, ya?" Gumamnya yang ternyata terdengar oleh Felix yang kebetulan melewati bangkunya.
Tubuh Jisung terlonjak kaget saat Felix menjawab gumamannya, Jisung menatap raut wajah Felix yang sedang kesal. Jisung tidak tahu apa yang membuatnya kesal dan kenapa tiba-tiba Felix berseru padanya.
"Cinta itu sangat merepotkan!"
Jisung mengerjapkan kedua matanya ketika mendengar keluhan yang keluar dari mulut Felix, 'ah ternyata dia mendengar gumamanku, memalukan sekali' batin Jisung yang tanpa sadar kedua pipinya bersemu merah yang sungguh terlihat imut, manis, dan cantik di mata Chenle yang kini memandangnya secara diam-diam tanpa sepengetahuan Jisung.
"Jisung manis sekali."
Chenle semakin melebarkan senyumannya ketika Jisung tersenyum menanggapi apa yang dibicarakan oleh Felix, melihat temannya yang tersenyum memandangi kedua insan tersebut membuat Hyunjin menyenggol Chenle dan berbisik.
"Kau tidak melihat dan berpikir macam-macam dengan Felix, kan?"
Nada yang digunakan Hyunjin terdengar tidak suka dan seakan menekankan kepada Chenle bahwa dia melarang Chenle untuk mendekati ataupun menyukai Felix. Chenle pun menghela nafasnya kasar sambil memutar bola matanya malas, "aku tidak menyukai, Felix."
__ADS_1
Hyunjin tersenyum miring lalu berjalan menuju bangku dimana Jisung dan Felix mengobrol, Chenle mengerutkan alisnya tanda ketidaksukaan terhadap apa yang dilihatnya. Hyunjin mencubit kedua pipi Jisung yang membuat Jisung merengek manja untuk meminta Hyunjin melepaskannya.
"Hyunjin, lepaskan!"
"Ah, Felix sayang cemburu?"
"Tidak!"
Chenle berdecih tidak suka kemudian melangkahkan kakinya menghampiri bangku yang mereka duduki. Namun, hal terjadi diluar dugaannya yaitu Hyunjin sengaja menendang tulang kering Chenle sehingga Chenle sedikit memekik karena kesakitan dan terjatuh mencium bibir Jisung.
Semua teman kelas mereka mengabadikan moment tersebut, sedangkan Jisung membulatkan kedua bola matanya karena terkejut kemudian dia menyadari sesuatu dan mendorong tubuh Chenle.
"Hapus!"
Jisung berteriak kepada teman kelasnya, menyuruh mereka untuk menghapus apapun yang mereka ambil saat itu. Sungguh itu hal yang sangat memalukan bagi Jisung dan juga Jisung tidak ingin ada kesalahpahaman yang terjadi jika Renjun mengetahuinya.
Langkah kaki Jisung kangsung berlari menuju ruang kesehatan untuk menemui Sowon, Kakak Renjun. Setibanya disana, Sowon memperlihatkan raut wajah bingung saat Jisung langsung memeluknya dan berkata.
"Aku tidak mau putus dengan Kak Renjun!"
Sowon sangat bingung, segera dia mengambil handphonenya dan mengetikkan sebuah pesan untuk menyuruh Renjun kemarin dan menjelaskan apa maksud dari perkataan Jisung. Setelah itu, Sowon mengusap lembut kepala Jisung.
"Tenanglah, coba ceritakan padaku apa yang terjadi."
Choose!
All member NCT Dream x Park Jisung!AU
Story by FukuzawaAmanda
Bersambung••••••
__ADS_1