![Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]](https://asset.asean.biz.id/choose---nct-dream-x-female--jisung-.webp)
Jisung termenung di balkon kamarnya, "kalau aku udah tahu semuanya tentang cinta dan teman-temannya, apa yang terjadi ya?"
Jisung memejamkan matanya, mencoba membayangkan bagaimana kehidupannya jika mengenal perasaan cinta.
"Aku enggak bisa ngebayangin," Jisung menghela nafasnya pelan, "ngebayangin apa, Jisung?" Jisung terlonjak kaget saat tiba-tiba ada suara dibelakangnya.
"Loh? Kak Jaemin? Ngapain disini?" Tanya Jisung, sementara Jaemin hanya tersenyum manis padanya.
"Mau ketemu kamu lah, masa mau ketemu Bunda kamu." Jisung melotot tidak suka dengan candaan Jaemin, "Bunda Kyungsoo cuman milik Ayah Chanyeol! Jangan jadi pihak ketiga dong, Kak!"
Jaemin tertawa mendengar ucapan Jisung, sementara Jisung hanya mendengus pelan sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Aku bawa film Disney, mau nonton bareng?" Tanya Jaemin sambil memperlihatkan DVD, Jisung mengangguk senang kemudian mengambil meja bundar kecil dan laptopnya.
"Siniin Kak Jamein DVDnya" ucap Jisung semangat, Jaemin hanya menuruti Jisung. Jaemin memberikan DVD yang ia bawa pada Jisung, lalu Jisung berlari menuju dapur.
"Yaampun, Jisung! Jangan lari! Nanti jatuh!" Jisung hanya tersenyum miris mendengar omelan Kyungsoo, "maaf Bunda, buru-buru nih. Mau nonton film Disney."
Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak kesayangannya itu. Sesampainya di kamar, Jisung langsung menata camilan dan minuman yang ia bawa. Setelah itu, mereka berdua menonton film bersama.
Jisung selalu mengomentari apa saja yang dilakukan oleh tokoh jahat, Jaemin hanya tertawa kecil menanggapinya. Sebenarnya Jaemin tidak menyukai film Disney, hanya saja ia ingin membuat Jisung senang dan menyukainya.
Jaemin menoleh ke sisi kanannya, saat merasakan beban berat di pundak kanannya. Hampir saja Jaemin menjerit jika dia tidak menahannya.
'Sumpah, Jisung imut banget sih kalau tidur. Jadi pengen cepet-cepet dihalalin!' Batin Jaemin.
Dengan lembut, Jaemin menggendong Jisung dan menidurkan Jisung di kasurnya. "Padahal filmnya belum klimaks, udah tidur aja kamu."
Jaemin tersenyum melihat wajah damai Jisung yang tertidur. Bolehkah ia menjadi pangeran yang mencium Snow White? Membangunkan Sang Puteri yang tertidur pulas karena racun.
Jaemin memegang pipi Jisung, lalu dikecupnya pipi Jisung. "Aku berharap, kamu memilihku bukan orang lain."
Jisung terbangun saat dirinya merasakan tepukan di pipinya, ia membuka kedua matanya. "Ayah?"
Chanyeol tersenyum, "ayo jalan-jalan, kita ke Mall. Kamu mandi dulu, ya? Ayah sama Bunda tunggu kamu."
Jisung mengangguk singkat, lalu dengan langkah lesuhnya ia berjalan menuju kamar mandi. Selang beberapa menit, Jisung sudah rapi dengan baju casulanya.
Keluarga Park pun berangkat menuju Mall, di dalam mobil Jisung hanya diam sambil melihat pemandangan luar mobil.
Sesampainya di Mall, Jisung langsung menggandeng tangan Chanyeol dan Kyungsoo. Mereka bertiga berjalan menuju butik, make up, timezone, bioskop, dan beberapa tempat lainnya.
__ADS_1
"Loh, Chanyeol?" Chanyeol menoleh dan terkejut siapa yang menyapa dirinya. Jisung dan Kyungsoo hanya diam melihat interaksi Chanyeol dengan orang yang tidak dia kenal.
"Maaf ya, aku enggak dateng ke pernikahanmu dulu" Chanyeol hanya tertawa sambil merangkul bahu temannya, "tenang aja, Taeyong. Aku juga kan enggak dateng ke pernikahanmu sama Winwin. Enggak kaget sih kamu nikah sama Winwin, dari dulu kan kamu perhatian banget sama dia."
Taeyong mendecak pelan mendengarnya, "ngomong-ngomong, dia istrimu Yeol? Itu anakmu?" Tanya Taeyong, Jisung membungkukkan badannya sedikit sementara Kyungsoo hanya tersenyum.
"Iya, istriku Park Kyungsoo dan anak imutku Park Jisung." Taeyong tersenyum, "aku Lee Taeyong."
"Mana Winwin?" Tanya Chanyeol yang sedari tadi mencari-cari keberadaan istri Taeyong, Lee Winwin.
"Lagi milihin sepatu basket sama anak kesayangan, duduk dulu yuk di Cafe Moonbucks."
Di Cafe, Jisung dan Kyungsoo memesan makanan mereka. Membiarkan Chanyeol mengobrol dengan teman lamanya, Jisung membawa nampan pesanannya dan Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo, membawa pesanan Chanyeol dan Taeyong. Dan satu lagi pekerja Cafe tersebut membawa nampan pesanan istri Taeyong dan anaknya.
Jisung terkejut saat melihat seseorang yang familiar menurutnya, "wah satu sekolah dengan Jisung, dong" kata Chanyeol.
"Kenalin, dia istri saya Lee Winwin dan putera saya Lee Mark. Winwin, Mark, mereka istri dan anak dari Chanyeol. Teman lamaku, Park Kyungsoo dan Park Jisung. Sebenarnya satu lagi sih, cuman dia ada urusan. Kayaknya bakal nyusul, deh."
Winwin mengangguk mengerti, lalu mengakrabkan diri dengan Kyungsoo. Sementara Jisung dan Mark hanya diam tanpa pembicaraan apapun.
Mark memakan burgernya sambil sesekali melirik Jisung, ia mengambil tisu kemudian membersihkan sudut bibir Jisung yang terkena saus.
Jisung menundukkan kepalanya, sementara kedua orang tua mereka tersenyum melihat kelakuan Mark pada Jisung.
"Bunda, Ayah, Jisung punya riwayat penyakit jantung ya?"
"Tapi, aku suka. Om, Tante, saya bawa anak kesayangan dulu ya, boleh enggak?"
Chanyeol mengangguk, Mark langsung menggenggam tangan Jisung. "Remaja zaman sekarang, hmmz."
"Kak Mark, mau bawa aku kemana?" Tanya Jisung pada Mark yang masih setia menggenggam tangannya.
"Timezone, yuk?"
Jisung mengangguk, lalu mereka berdua menuju Timezone dan bermain. Jisung tersenyum senang saat Mark mendapatkan boneka roti yang berjejer panjang.
"Kak Mark hebat!" Puji Jisung sambil memeluk boneka roti tersebut. Mark mencubit pipi Jisung, "iya dong."
"Loh? Jisung? Kak Mark?"
Mark dan Jisung menoleh, "Kak Jeno?" Jeno tersenyum, "kalian ngapain berdua disini?" Tanyanya.
__ADS_1
"Kencan" jawab Mark cepat.
"Kencan itu apa, Kak Mark?" Tanya Jisung yang bingung dengan kata-kata yang baru ia dengar. Sebelum Mark menjawab pertanyaan Jisung, Jeno terlebih dahulu menarik Jisung dan menyuruhnya mengikutinya.
"Adik kurang ajar kayak gini nih ciri-cirnya."
Jisung berlari kecil untuk menyamakan langkah kaki Jeno yang lebar. Nafas Jisung memburu saat mereka berdua sampai di koridor Mall yang sepi.
Jeno langsung mendorong keras Jisung ke dinding, hingga Jisung meringis pelan. "Kak Jeno mau ngapain?" Tanya Jisung.
Jeno memandang Jisung dengan tatapan yang membuat Jisung takut, "Kak Jeno, tanganku sakit. Kakak genggamannya terlalu kuat. Ka--
Cup
Mata Jisung membulat saat bibir Jeno menyentuh bibirnya, Jisung berusaha memberontak. Tetapi tenaganya terlalu lemah dibandingkan Jeno.
Jeno menggigit bibir bawah Jisung untuk membuka mulutnya, Jeno langsung memainkan lidah Jisung dan mengabsen deretan gigi Jisung.
Matanya sudah mengeluarkan air mata, Jisung menangis berharap ada seseorang yang menolongnya. Jisung terlalu terkejut dan takut dengan apa yang dilakukan oleh Jeno.
Bugh!
Tubuh Jisung melemas saat Jeno melepaskan ciumannya karena pukulan seseorang. Jisung menangis dengan suara kecil, Jeno mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah akibat pukulan dari seseorang.
"Jeno, apa yang kamu lakuin, hah?!"
Jeno menatap tanpa ekspresi, Mark mengepalkan tangannya kesal melihat adiknya seperti itu.
"Bangsat!"
Mark langsung memukul wajah Jeno dengan brutal, Jisung yang melihatnya hanya menangis dan berteriak untuk menghentikan Mark.
Mark melihat Jisung yang menatapnya dengan mata sayu yang penuh air mata, Mark langsung menarik Jisung dan membawanya menuju mobilnya.
Di tempat parkir, Jisung masih menangis dan tubuhnya gemetar karena takut. Mark sakit melihat Jisung menangis seperti itu, terlebih lagi karena ulah adiknya.
"Jangan nangis lagi, aku janji bakal jagain kamu."
Choose!
All member NCT Dream x Park Jisung!AU
__ADS_1
Story by FukuzawaAmanda
Bersambung••••••