Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]

Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]
Part 2


__ADS_3

Jisung tidak mengerti apa yang dimaksud temannya, Chenle. Kenapa dia menyuruhku untuk menjauhi Kak Renjun? Kenapa dia enggak suka? Apa karena aku cerita kelakuan Kak Renjun, ya? Pikir Jisung.


"Emm.....tapi Kak Renjun baik kok, dia nolongin aku dari murid perempuan lain di kantin tadi."


Chenle menyipitkan matanya saat mendengar nama yang tidak asing baginya, "Kak...... Renjun? Yang kamu maksud itu Kak Renjun? Kakak kelas 11?"


Jisung mengangguk, "kok kamu tahu, Le?" Chenle langsung melepaskan genggamannya lalu menopang dagunya dengan sebelah tangannya.


"Dia kakak sepupuku."


"Oh,"


"Kamu jauhin dia ya?" Pinta Chenle sambil menatap Jisung dengan tatapan memohon, "kenapa? Kak Renjun baik, kok. Cuman yah.....tadi.....it-itu...emm....bi-bibirnya....per-per----


"Kamu baru pertama kali? Serius? Dan Kak Renjun yang pertama bagimu, Sung? Shit!"


Chenle menggebrak mejanya kesal, membuat semua teman kelasnya menoleh padanya dan menatapnya bingung. Namun, mereka kembali menonton film seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"K-kok kamu bicara kasar sih? Aku salah ya?"


Oke, cukup! Batin Chenle, dia tidak mau mendengar apapun penjelasan dari Jisung. Segera ia membawa tasnya dan berjalan keluar kelas. Jisung hanya menatap punggung Chenle, "aku salah apa? Yah, Chenle marah."



Chenle membuang tasnya kesembarang arah, lalu ia menidurkan dirinya sambil menatap langit sore. Saat ini Chenle berada di rooftop sekolah, hilir angin yang dirasakan Chenle membuat dirinya sedikit tenang.


Chenle memejamkan kedua matanya, "bolos?" Sontak Chenle membuka matanya kembali saat mendengar suara yang dia kenal. Chenle menatap sinis murid tersebut, sementara yang ditatap hanya mengerutkan dahinya bingung.


"Kenapa?"


"Gapapa!"


"Kok murung? Ada masalah?"


"Cerewet! Kakak itu masalahnya!"


"..."


Chenle menatap Renjun kesal, dia mencibir pelan. "Jangan dekat-dekat sama Jisung, bisa? Dia milikku! Kak Renjun enggak cocok sama Jisung!"


Renjun menatap datar Chenle, sorot matanya terlihat merendahkan Chenle. Chenle yang melihatnya sedikit takut, "sejak kapan dia jadi milikmu, Zhong Chenle?"


Suara berat nan menusuk itu membuat Chenle bergetar takut, "y-yah, pokoknya J-Jisung itu milikku!"


"Belum ada bukti, kau tahu, kan? Kalau aku tidak suka orang yang mengklaim sesuatu tanpa bukti?"


Renjun menatap datar Chenle sebelum benar-benar pergi dari rooftop.


'Ah, kenapa rivalku harus Kak Renjun sih? Dia kan sadis! Datar gitu mukanya!'


__ADS_1


Semua murid kelas X terlihat kesal saat beberapa anggota OSIS dan anggota ekstrakurikuler masuk kedalam kelas mereka sambil membawa tumpukan kertas.


"Jadi, disini kami ingin kalian mengisi formulir pendaftaran anggota ekstrakurikuler. Kalian harus mengikuti setidaknya satu kegiatan," jelas Jeno, selaku ketua OSIS.


Beberapa anggota lainnya memberikan satu lembar kertas formulir itu pada murid kelas X-A. Jeno tersenyum senang saat dirinya melihat Jisung yang sedang bingung, "Kak, maksimal berapa kegiatan?"


Pertanyaan dari salah satu teman Jisung, Kim Samuel, membuyarkan lamunan Jeno. "Terserah kalian, yang penting kalian bisa membagi waktu antara kegiatan ekstrakurikuler dengan belajar."


Beberapa menit kemudian, semua murid kelas X-A mengumpulkan kertas formulir tersebut. Setelah selesai, para anggota OSIS dan ekstrakurikuler pun keluar dari kelas mereka.


Sontak semuanya langsung berhamburan untuk pulang ke rumahnya masing-masing, terkecuali Jisung. Dia berkeliling sekolah untuk mencari Chenle, "Chenle dimana sih?"


"Eh ketemu kamu lagi, jangan-jangan kita jodoh nih?"


Jisung menoleh, "Kak Jaemin?" Jaemin tersenyum lembut sambil melambaikan tangannya, "hai, kamu nyari apa? Kamu belum nulis formulir pendaftaran anggota?" Tanya Jaemin saat melihat selembar kertas formulir di tangan Jisung.


"Ini bukan punyaku, tapi punya Chenle." Jawab Jisung.


"Loh? Memang Chenle dimana?"


Jisung menggelengkan kepalanya, "aku enggak tahu, daritadi aku nyariin dia." Jisung mengehela nafasnya lelah, "aku bantu kamu cari dia, ya?"


Mata Jisung berbinar senang mendengar tawaran Jaemin, "beneran kak? Makasih Kak Jaemin. Kakak nolong aku dua kali, makasih banget."


Jaemin memeluk erat Jisung, "Jaemin lepas! Dia susah nafas!" Bentak seseorang di belakang Jaemin, "Kak Mark?"


Mark memisahkan Jaemin dan Jisung, "makasih kak, hampir aja aku mati karena susah nafas hehe." Mark tersenyum seraya mengangguk.


"Ikut! Kalo berduaan nanti yang ketiganya hantu! Pokoknya Kakak harus ikut!"


"Berarti Kak Mark hantunya, dong?" Jaemin tertawa keras mendengar ucapan itu dari mulut Jisung, sementara Mark mulutnya menganga lebar.


"Bukan! Sudahlah, ayo!"


Mereka bertiga mencari di seluruh tempat, dan berakhirlah mereka bertiga sampai di rooftop sekolah. Jisung bernafas lega saat menemukan Chenle tertidur disana, ia pun segera membangunkan Chenle.


Chenle membuka kedua matanya, dan langsung duduk saat melihat Jisung. "Kok kamu disini?" Tanyanya.


"Aku nyariin kamu buat ngasih ini," jawab Jisung sambil memberikan selembar formulir yang dia bawa.


"Oh,"


Jaemin dan Mark mendengus pelan, getaran dari handphone Mark membuat Mark memaki-maki siapa yang menelponnya. Mark pun menjawab telpon tersebut dengan nada kesal, sedetik kemudian nadanya terdengar lembut dan sedikit takut.


"Jaemin ayo keruang latihan, Pak Daniel mau ngomong sesuatu!" Ucap Mark sambil menarik Jaemin, "hati-hati, kak!"


Chenle memandang wajah Jisung, "Sung, maafin aku ya?"


"Maaf? Bentar deh, aku bingung siapa yang salah. Kamu atau aku? Kamu tiba-tiba marah sih!"


"Hahaha iya ya, enggak ada status jadinya enggak berhak marah. Tapi berhak cemburu,"

__ADS_1


"Cemburu itu apa?"


Chenle menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika ia menyukai seorang perempuan yang sangat polos.


"Kamu enggak pulang?" Tanya Chenle yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Kamu sendiri kenapa belum pulang?"


"Kok kamu balik tanya aku, sih?"


"Bodo! Wlek!"


Jisung langsung berlari meninggalkan Chenle, "Jisung jangan lari! Nanti kamu jatuh!" Teriak Chenle namun tidak diperdulikan oleh Jisung.


"Yaampun anak itu."



Jisung duduk di depan halte sekolahnya, berulang kali dia mengecek jam di pergelangan tangannya. Sudah satu jam dia menunggu bis yang beroperasi, "berapa lama lagi harus menunggu? Aku lelah."


Jisung mengayunkan kedua kakinya, hingga dia tidak sadar bahwa seseorang berdiri di depannya. "Kok belum pulang? Nunggu bis, ya?"


Jisung menatap wajah orang tersebut, "Kak Haechan? Iya kak, udah satu jam aku nunggu." Jisung menjawabnya sambil mengembungkan pipinya kesal.


"Jangan kayak gitu, takut khilaf."


"Hah?"


"Enggak, yuk aku antar kamu pulang."


"Enggak usah kak, takut ngerepo---


"Udah gapapa, ayo!"


Haechan melepaskan jaketnya sebelum Jisung menaiki motornya, ia pun memakaikan jaketnya di sekitar pinggang Jisung.


"Rok kamu pendek, aku enggak mau kamu dilihatin sama cowok terong."


Jisung mengangguk paham lalu memegang pundak Haechan untuk membantu dirinya menaiki motor Haechan yang tinggi itu.


"Pegangan ya?" Tangan Haechan menuntun tangan Jisung untuk memeluk dirinya, entah kenapa Jisung merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, padahal dia sedang tidak berlari. Terus kenapa? Pikirnya bingung.


"Rumah kamu dimana?" Tanya Haechan, "Perumahan Gangnam Blok 10 nomor 12A." Haechan mengangguk singkat meskipun tidak terlihat oleh Jisung.


"Oke, My Princess."


Choose!


All member NCT Dream x Park Jisung!AU


Story by FukuzawaAmanda

__ADS_1


Bersambung••••••


__ADS_2