![Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]](https://asset.asean.biz.id/choose---nct-dream-x-female--jisung-.webp)
Kini, kantin berisi puluhan murid yang sedang mengantri untuk membeli makanan. Jisung menghela nafasnya saat melihat kantin seperti itu, ia terlihat berpikir bagaimana cara cepat agar dia mendapatkan makanan yang ia mau.
Jisung terkejut saat seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya, "Kak Mark?" Mark tersenyum, "maaf bikin kamu kaget, kamu enggak makan?"
Jisung menggelengkan kepalanya lalu menunjuk kantin yang sedang penuh itu.Mark mengangguk paham maksud Jisung, ia pun memberikan sandwich yang ia beli tadi serta jus kotak pada Jisung.
"Enggak usah, Kak. Kakak pasti laper, kan? Lagipula Kakak juga udah capek ngantri, aku enggak laper kok."
"Yakin enggak laper?"
"Iya"
"Serius?"
"Iya"
"Tapi kok tadi aku denger suara perut kelaperan ya?"
"Ih Kak Mark!"
Mark tertawa saat melihat keimutan Jisung yang sedang menahan malunya, "makan ya, aaaaa--"
Jisung merapatkan mulutnya, "Jisung, makan. Nanti kamu sakit, makan sandwich dulu nanti kalau masih sempet kamu beli nasi."
Mendengar Mark menasihatinya seperti itu, Jisung menghela nafasnya lalu memakan sandwich yang diberikan Mark.
"Nah gitu dong, lucu banget sih kamu." Jisung meringis pelan saat Mark mencubit pipinya, tiba-tiba sebuah tangan menghentikan gerakan Mark.
"Kak Renjun?"
Renjun menatap Jisung lalu menatap Mark, "Kak, dipanggil Pak Taeil di ruangannya." Mark mendecakkan lidahnya sebelum pergi menuju ruang guru. Namun sebelum melangkah, Mark membisikkan sesuatu pada Renjun.
"Jangan sentuh ataupun rebut Jisung dari Lee Mark," Renjun menyeringai lalu menggenggam tangan Jisung.
"Selama dia belum punya status dengan siapapun, aku tidak akan menyerah."
Jisung menatap Renjun dan Mark secara bergantian, dia terlihat bingung dengan apa yang dibicarakan oleh keduanya.
Renjun menatap punggung Mark yang sudah menjauh dari hadapannya, ia pun langsung mendekatkan wajahnya pada wajah Jisung. Sangat dekat hingga terlihat seperti sedang berciuman, membuat para murid perempuan berteriak histeris.
"What?!"
"NO!"
"Renjun!"
"Murid itu kekasih Renjun?"
"Demi apa?"
"Wah gilasih!"
Jisung bingung saat mendengar para murid perempuan berteriak histeris, dia bahkan sempat bertanya pada Renjun hingga bibirnya berulang kali menyentuh bibir bawah Renjun.
Renjun tersenyum puas dengan apa yang dilakukannya, ia pun segera menjauhkan wajahnya lalu menatap Jisung dengan lembut.
"You're mine, only mine. Dont talk too much with other boys, okay?"
Renjun tahu kenapa dia menjadi seseorang yang berbeda saat berada di dekat Jisung, dan dia tahu kenapa dia ingin menjadikan Jisung miliknya, itu karena dia menyukai Park Jisung.
__ADS_1
Entah sejak kapan dia mulai menyukai seorang perempuan, mungkin karena pertemuannya dengan Jisung tadi pagi.
Karena perasaannya itulah, kini seorang Huang Renjun selalu mencuri kesempatan untuk bisa dekat dengan Jisung.
Perlu kalian ketahui, Renjun berbohong pada Mark. Dia tidak ingin melihat Jisung bersama lelaki lain selain dirinya, terlebih lagi ketika melihat Jisung tersenyum pada lelaki lain.
"Kak, jangan lihatin aku terus dong. Risih tahu, nasi kakak tuh dimakan. Nanti keburu dingin," suara Jisung membuyarkan lamunan Renjun, tanpa renjun sadari sedari tadi ia melamun sambil menatap Jisung.
"Maaf," ucap Renjun, Jisung mengangguk dan melanjutkan kegiatan makannya. "Oh iya kak, kakak terkenal ya? Kayaknya semua murid perempuan tadi histeris banget liat kakak. Terus kekasih itu apa ya, kak?"
Renjun menatap Jisung tidak percaya, sebegitu poloskah dia hingga tidak tahu apa itu arti kekasih? Apa orang tuanya selalu mengurungnya di rumah? Pikir Renjun.
"Iya begitulah, kamu beneran enggak tahu arti kekasih, Jisung?" Tanya Renjun memastikan yang dibalas gelengan kepala Jisung.
"Enggak, memang kekasih itu apa?"
"Hubungan lawan jenis yang didasari oleh rasa suka, cinta, dan sayang."
"Hah?"
"Nanti kamu bakal tahu kok, dan Kakak harap kamu suka kakak."
Jisung hanya diam berusaha mencerna kata demi kata yang diucapkan oleh kakak kelasnya itu. Renjun hanya tersenyum melihat Jisung yang bingung, imut, pikirnya.
"Demi apa Renjun senyum?"
"Ih enak banget sih murid itu bisa disenyumin Renjun!"
"Dih, pake dukun kali dia!"
"Iya, enggak mungkin Renjun mau sama perempuan jelek kayak dia."
Jisung menahan tangisnya, ia menundukkan kepalanya seraya memegang sumpit kuat hingga patah menjadi dua.
"Jangan pernah ngomongin Jisung lagi, apalagi bikin dia nangis. Are you understand, bitch?"
"Kak Renjun," suara serak Jisung yang menahan tangis itu membuat raut wajah Renjun semakin kesal, ia pun langsung menarik tangan Jisung untuk keluar dari kantin.
"Gila! Gila! Gila! Gila!"
"Serem amat!"
"Huweee Renjun"
"Ceweknya cantik juga ya, boleh juga"
Renjun mengusap air mata Jisung, ia masih menenangkan Jisung yang menangis sejak mereka keluar dari kantin.
"Berhenti nangis dong, Jisung."
Renjun terkejut saat seseorang yang ia kenal memeluk Jisung, "aduh my princess kenapa nangis?"
"Sejak kapan dia jadi princess kamu, Haechan?" Tanya Renjun kesal, "sejak detik ini."
Terjadilah tatapan sengit antara Renjun dan Haechan, "aku enggak papa kok." Haechan menangkup kedua pipi Jisung, "kok nangis? Renjun nakal ya sama kamu?"
Jisung menggelengkan kepalanya,
"Renjun bikin kamu nangis?"
__ADS_1
Jisung menggelengkan kepalanya lagi,
"Renjun buat kamu malu?"
Jisung menggelengkan kepalanya sekali lagi,
"Terus?"
"Bukan salah kak Renjun, kok."
"Salah siapa? Fans Renjun?"
"Kok kakak tahu?"
"Apasih yang aku enggak tahu tentang my princess, sini aku cium."
Sebuah tamparan mengenai pipi Haechan yabg hendak mencium Jisung, mereka berdua pun beradu tatap lagi kemudian saling memukul satu sama lain.
"Kakak kayak anak kecil, berantem mulu kerjaannya."
Sontak Renjun dan Haechan berhenti dan saling tatap lalu mereka berdua menatap Jisung, "bukannya kamu ya anak kecilnya?" ucap mereka bersama.
Jisung yang mendengarnya mendengus kesal lalu berjalan menuju kelasnya meninggalkan Renjun dan Haechan.
"Yah dia marah deh,"
"Kok nambah imut sih kalau marah? Gemes deh,"
"Gara-gara kamu nih, Chan!"
"Kok aku? Kamu juga lah!"
"Kamu!"
"Kamu!"
"Bodoamat!"
"Dih!"
Kini murid kelas X-A sedang melihat film yang berjudul Twillight, mereka menonton film di jam pelajaran karena guru yang sedang mengajar tidak masuk.
Akhirnya mereka pun sepakat untuk menonton film, mereka semua nampak antusias melihat film itu. Terlebih lagi saat adegan ciuman, mereka yang melihat itu berteriak histeris.
Jisung menutup matanya dengan bukunya, tidak berani melihat adegan tersebut. Chenle, teman bangku Jisung itu memandang Jisung bingung.
"Kok ditutup? Kalo adegan ciuman kan cuman adegan biasa doang, Sung."
Jisung menggelengkan kepalanya cepat, "habisnya aku keinget seseorang. Dia ngelakuin hal yang sama, tapi bedanya dia enggak sampe nyium aku, Le."
Chenle memandang Jisung terkejut, aku enggak salah denger kan? Pikirnya. Ia pun menggenggam tangan Jisung, membuat Jisung menatap Chenle bingung.
"Kenapa, Le?"
"Enggak usah deket lagi ya sama orang itu, aku enggak suka."
Choose!
All member NCT Dream x Park Jisung!AU
__ADS_1
Story by FukuzawaAmanda
Bersambung••••••