Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]

Choose! [NCT Dream X Female! Jisung]
Part 18


__ADS_3

Seseorang berdiri didepan kelas X-A, bukan Huang Renjun melainkan seorang Na Jaemin. Daehwi dan Jinyoung menghela nafasnya lega, setidaknya Kak Jaemin dan Jeno tidak terlalu seram dibandingkan Kak Renjun, pikir mereka berdua.


Chenle masih tetap setia pada posisinya yaitu mencengkram kedua tangan Jisung, Jaemin yang melihatnya menggeram kesal terlebih ketika dia melihat beberapa kancing atas seragam Jisung lepas. Sehingga sedikit memperlihatkan bagian atas tubuhnya.


"Apa ini pendidikan yang diajarkan oleh Orangtuamu?"


Jaemin melangkahkan kakinya mendekati bangku Jisung dan Chenle, sebuah pukulan mengenai pipi Chenle. Daehwi dan Jinyoung refleks berteriak saat melihat kejadian itu, mereka berdua mencoba menghalangi dan menenangkan Jaemin.


Jisung hanya diam, tidak bisa membantu menghalangi maupun menenangkan Jaemin. Dirinya masih shock karena perbuatan Chenle, meskipun Jisung tidak terlalu paham. Meskipun pemikiran Jisung yang terlalu polos, Jisung pasti akan merasakan malu ketika tubuhnya terekspos.


Guanlin yang baru saja datang terkejut melihat perkelahian antara Jaemin dengan Chenle, melihat mata Jinyoung meminta bantuannya. Guanlin langsung saja mendekati mereka dan memisahkan Jaemin dan Chenle dengan cara memukulnya.


"Kak, apa-apaan sih? Kenapa pagi-pagi berantem? Ke--loh loh? Jisung kenapa? Itu kenapa dadanya kelihatan, lumayan sih."


Jinyoung langsung menutup mata Guanlin yang melihat kearah dada Jisung, Daehwi langsung menarik Jisung untuk mengikutinya. "Kok ditutup, sih?" Jinyoung merotasikan kedua bola matanya mendengar pertanyaan Guanlin. Kemudian dia menatap Jaemin dan Chenle secara bergantian.


"Kak, aku tahu Kakak pasti kesel ngelihat kelakuan Chenle. Tapi tahan emosi dong, Kak."


"Kamu juga Chenle, ngapain sih kayak gitu? Yang ada malah kamu bikin hubungan kamu sendiri sama Jisung ngerenggang tahu enggak."


"Terus kamu ngapain ngelihat itunya Jisung, hah?!"


"Udah ah kesel, bye! Mau bilang ke Kak Renjun aja!"


Chenle yang mendengar bahwa Jinyoung ingin mengadukan perilakunya pada Renjun membelakkan kedua matanya, "jangan dong, Jinyoung! Aku beliin kamu alat make up deh, yayaya?"


"Enggak perduli!"


Jinyoung menutup kedua telinganya saat Chenle mengatakan bahwa akan membelikan kemauan Jinyoung apa saja asal tidak mengadukannya kepada Renjun.


'Kalo Kak Renjun doang sih enggak papa, tapi kalau sampai Kak Sojung dengan bisa-bisa Papa sama Mama enggak bakal bantuin! Ih!'


Chenle yang hendak menghampiri Jinyoung terpaksa terhenti langkahnya karena Guanlin menahan kerah seragamnya, "udah biarin perempuan nyelesain urusannya sendiri."


Sementara itu, di ruang ganti pakaian khusus perempuan kelas X. Jisung masih saja diam, namun tidak menangis. Jisung hanya memeluk tubuhnya sendiri dan menatap lantai dengan pandangan kosongnya. Daehwi yang melihat Jisung seperti itu khawatir, berulangkali dia mengajak Jisung mengobrol namun Jisung tidak menjawabnya.


"Gimana nih, Young. Takut kenapa-kenapa Jisungnya, tuh lihat! Kayak enggak ada gairah hidup tau enggak dia!" Kata Daehwi khawatir pada Jinyoung yang baru saja masuk kedalam ruang ganti tersebut.


Jinyoung mendekat kearah Jisung, mengusap surai kepala Jisung lembut. "Sung, mau makan enggak? Masih ada waktu limabelas menit lagi buat bel." Jisung diam, tidak menjawab ajakan Jinyoung. Getaran handphone dari saku rok Jisung membuat Jinyoung mengambilnya.

__ADS_1


Daehwi dan Jinyoung saling pandang, mereka menetralkan detak jantung mereka terlebih dahulu sebelum menjawab sebuah panggilan masuk.


"Hei, dimana? Maaf ya lama, rapat untuk acaranya lama. Kamu dimana? Ayo ke kantin, kamu belum sarapan."


Diam dan hening, membuat seseorang yang menelpon Jisung menyerngitkan dahinya bingung.


"Halo? Hei, kenapa? Jisung?"


"K-Kak Renjun?"


Seseorang yang menelpon Jisung, Renjun menaikkan alisnya bingung saat suara yang tidak dia kenal menjawab panggilannya.


"Siapa? Teman Jisung?"


"I-iya, Kak Renjun. Kak Renjun bisa enggak itu.....datang ke ruang ganti pakaian khusus perempuan kelas X?"


"Jisung disana? Bukannya jadwal olahraga kalian besok, ya?"


Daehwi langsung mematikan sepihak sambungan telpon membuat Jinyoung melotot padanya. Mereka berdua langsung menarik Jisung, mengambil seragam Jisung, dan mengganti seragam Jisung. Jisung bagaikan seorang bayi yang digantikan pakaiannya dengan dua baby sister.


Mereka bertiga langsung keluar dari ruang tersebut setelah mengganti seragam Jisung. Jisung berjalan dibelakang Daehwi dan Jinyoung, "cepat amat udah disini, Kak?"


Daehwi langsung menginjak kaki Jinyoung, Renjun yang tidak terlalu perduli dengan mereka segera menghampiri Jisung yang berjalan lambat dibelakang Daehwi dan Jinyoung.


"Kamu kenapa? Kenapa pagi-pagi udah lesuh kayak gini?"


Renjun sedikit menundukkan tubuhnya untuk melihat wajah Jisung yang tertunduk, Jisung menggigit bibir bawahnya saat melihat wajah khawatir Renjun. Jisung memeluk Renjun, dan menangis di dada bidang Renjun.


Renjun mengelus punggung Jisung, mencoba menenangkan Jisung. Ditatapnya Daehwi dan Jinyoung seolah-olah meminta penjelasan, mereka berdua menjelaskan detail peristiwanya dengan sedikit takut.


"Kalau enggak bisa jaga Jisung, lebih baik Jisung buat aku aja Huang Renjun."


Daehwi, Jinyoung, dan Renjun menoleh kesumber suara. Jaemin berdiri didepan mereka bertiga, "bukannya ini semua ulah kalian, ya? Aku tidak perduli kalian yang ingin merebut Jisung atau apapun itu, tapi aku akan berbuat lebih jika menyangkut keselamatan Jisung."


Jaemin dan Renjun saling memandang sinis, sementara Daehwi dan Jinyoung berdoa dalam hatinya dan berharap bel masuk dipercepat sehingga mereka dapat pergi. "Daripada berantem, Jisung buat aku aja."


Kemunculan Haechan menambah suasana suram dan tegang, terlebih lagi dengan Lee bersaudara yang tidak sengaja melewati koridor disekitar ruang ganti pakaian khusus perempuan kelas X.


"Jisung kenapa?" Tanya Mark yang ingin mendekat pada Jisung, membuat Renjun semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Enggak ada urusannya sama kalian. Permisi." Renjun langsung menggendong Jisung ala bridal style, membawa Jisung menuju kantin sekolah. Mark dan Jeno menatap Jaemin meminta penjelasan, Jaemin menghela nafasnya kemudian mengangkat bahunya acuh dan berjalan meninggalkan Lee bersaudara, Daehwi, Haechan, dan Jinyoung.


"Kami ke kelas dulu ya, Kakak tampan." Daehwi dan Jinyoung langsung berlari menghindari pertanyaan yang mungkin saja membuat mereka terjebak di suasana yang cukup menyeramkan bagi mereka.


"SIALAN! ORANG NANYA DIJAWAB WOI! DENGAR KATA PEPATAH! MALU BERTANYA SESAT IN THE WAY!"


***************


Renjun melihat Jisung yang sedaritadi memainkan makanan yang dia pesan dikantin. Renjun menghela nafasnya saat melihat Jisung yang mengunyah sesuap nasi beserta lauknya dengan lambat.


"Kak Renjun."


Renjun berdehem pelan sambil tersenyum menanggapi panggilan Jisung, "takut. Pindah kelas enggak masalah, kan?"


Renjun kembali menghela nafasnya saat Jisung menatapnya seperti anak kucing yang meminta makanan pada majikannya, "nanti aku urus, ya? Buat sementara ini, kamu duduk sama seseorang yang jauh dari bangku kamu sama Chenle."


Jisung mengangguk pelan, Renjun tersenyum dan mengusap pipi kiri Jisung. "Makan yang lahap, ya?"


"Mau ketemu Kak Sojung."


"Nanti istirahat kita ke ruang kesehatan, oke?"


Jisung tersenyum, dia merasa moodnya kembali ketika Renjun menenangkannya. Meskipun caranya sedikit tidak romantis, namun dia merasa senang. "Kak Renjun?"


"Ya?"


"Aku suka sama, Kakak."


Renjun tersenyum, "Kakak juga suka kamu, Jisung." Haechan yang mendengarnya hanya mampu diam ditempatnya, dirinya sempat melihat arah kemana Renjun membawa Jisung.


Air matanya mengalir tanpa seizinnya, Haechan mengusap air matanya dan tertawa miris. "Anak cowok enggak boleh cengeng, Haechan kuat. Bentar lagi Jisung miliki kamu, kok!" Ucapnya penuh dengan nada optimis.


***Choose!


All member NCT Dream x Park Jisung!AU


Story by FukuzawaAmanda


Bersambung***••••••

__ADS_1


__ADS_2