
Pagi ini ku pijak kan kaki di halaman kampus ku. Sepi, hanya beberapa orang yang lalu lalang mungkin karna baru masuk kuliah jadi belum ramai yg datang. Kulihat beberapa orang menggunakan almamater sedang mempersiapkan sesuatu.
"Itu pasti panitia orientasi batin ku"
Saat melewati ruangan yang berkaca kulihat pantulan diriku rambut di kepang 2, menggunakan kaca mata dan memakai hiasan kepala berbentuk telinga kelinci.
Lucu banget gak sih. Aku tersenyum sendiri.
"Bagi anggota orientasi harap berkumpul di lapangan." Kata panitia nya.
Ku percepat langkah ku. Aku tidak ingin terlambat. Aku tidak ingin mendapat hukuman di hari pertama ku.
Kami semua berkumpul di lapangan membentuk baris berbaris. Sedangkan para panitia dan ada beberapa dosen berdiri di depan. Setelah dosen dan ketua panitia memberikan kata sambutan dan pengenalan diri .para dosen mempersilahkan kepada panitia untuk melanjutkan acara.
"Baik lah adik adik semua. Sekarang kita akan membentuk beberapa kelompok ya. Nama -nama dalam kelompok kami yang tentukan. " Kata kak Dito
Semua yang ada dibarisan saling berbisik dan menimbulkan ke gaduhan.
"Heh kalian Jangan ada yang berbicara, kalau mau berbicara maju kedepan biar kami yang berdiri di posisi kalian. " Kata kak Siska
Spontan seluruh anggota orientasi terdiam, jangan kan untuk berbicara bergerak pun gak berani.
"Dina, Mila , Aprilia, Hanif, dan Haris kalian kelompok Monyet "
"Sekarang cari teman kelompok kalian dalam waktu 5 menit. Dimulai dari sekarang "
Para peserta berhamburan seperti ada bencana gempa gitu. Lucu tapi aku pun seperti itu. Akhir nya aku berinisiatif untuk mengangkat tanda pengenal ku. Tidak butuh lama kami pun berkumpul.
Tidak lama kemudian kami diberikan tugas oleh panitia.
"Tugasnya. Makanan nya apa dan kalian gambar binatang kelompok kalian masing- masing, besok kalian kumpulin"
"Sekarang kalian boleh istirahat dan Makan bagi yang islam sebentar lagi kita akan menunaikan shalat dhuhur bersama. "
"Hai aku Dina, "
"Hai aku Mila"
"Hanif"
"Haris"
"Aprilia"
Karna Aprilia terlalu sibuk dengan handphone nya dina mengajak aku untuk berbicara.
"Hai Mil. Kamu jurusan apa.?
" Aku Ilmu Komunikasi, kalau kamu?
"Berarti kita sama dong.
" Boleh minta nomer handphone nya.?
"Ooo bole.
" Aku mintak juga dong. " Kata harus
" Kita saling tukar nomer aja sekalian.
"Oky" Kami sahut berbarengan.
Orientasi yang diadakan selama 3 hari pun berjalan lancar. Aku dan Dina semakin akrab. Ya mungkin kami memang belum memiliki kawan disini.
Hari yang ditunggu- tunggu pun, kami mulai masuk mata kuliah pertama.
waw ramai sekali.
Kalo kamu mau yang sepi-sepi ya di kuburan bukan disini. Batin ku berkata.
Tiba- tiba
" Hai Mil.
"Eh Dina"
"Kamu ke kampus naik apa?
" Aku jalan kaki. Kosan ku dekat kok. Paling 15 menitan.
"Kamu. ?
" Aku dihantar Bokap"
"Ooooooo" Aku kok merasa minder ya berteman dengan Dina.
Kami pun berjalan dalam diam, sesekali ku lirik Dina.
__ADS_1
"Beda jauh Mila...
Dina memang cantik dia memiliki rambut lurus agak kecoklat- coklatan sangat serasi dengan manik matanya. Wah hati ku terlalu sering berbicara. Lama- lama hatiku mengambil alih tugas mulut neh.. Heheheh
Pas sampai Kelas.
" Kita duduk disana yuk.
"Aku disini aja Din.
" Ayo lah, aku malas banget kalau harus duduk sendiri.
Tanpa ba bi bu dia langsung menarik tangan ku untuk duduk di samping dia.
Pelajaran pun dimulai dengan hitmat.
Kuliat kiri dan kanan. Kok mereka pada asyik sendiri ya. Ada yang main handphone, ada yang benerin kosmetik. Dan nih si Dina malah ngemil.
Astaghfirullah hal azim.
Pelajaran pun selesai.
"Mil. Ke kantin yuk. Kita makan sambil liat cowok ganteng yuk
" Gak ah Din.
"Dan Din Dan Din aja dari tadi. Emang aku Udin apa.
Dina cemberut nya lucu. Mungkin dia memang anak manja ya.
" Sekarang kamu panggil aku aya ya. Tu panggilan aku dalam keluarga. "
Dan sekali lagi. Dina langsung tarik tangan aku tanpa minta persetujuan dari yang punya tangan.
Lama- lama tangan aku bisa copot kalau kek gini terus.
"Oky- oky kita jalan nya pelan ja ya..
" Oke Mila sayang" sambil menunjukkan sederat gigi nya yang putih bersih.
sampai di kantin kami pilih tempat yang tidak terlalu ramai dan kami tertuju di bangku paling belakang.
"Disana yuk Din.
Dina mulai cemberut sambil tangan nya bersidekap
" Oke-oke aku salah. Ralat ya, ehem disana yuk aya"
"Kamu mau makan apa Mil.
" Aku nasi remes aja deh. Soalnya memang belum makan dari pagi.
"Omg, apa kabar tu cacing.
Aku hampir tertawa. Untung gak ke ceplosan.
" Aku pesan bakso kosong deh. gak sekalian sama minum nya?
"Aku air putih aja
" Oke
Saat Dina sedang memesan makanan. Kok aku merasa kayak ada yang perhatiin ya. Ku liat sekeliling. Mana ada yang perhatiin aku yang cupu kayak gini. Aku bagaikan semut diantara mereka (Tak terlihat).
Tiba- tiba mata ku berhenti pada satu titik. Senyuman nya manis sekali. Tapi mata nya memancarkan amarah, kesepian entah lah. Hati ku berkata dia sedang tidak baik baik saja.
"Ayooooo kamu liat siapa..?
" Astaghfirullah. Kagetin aja.
"Ati- ati loh. Nanti jatuh cinta. Dia itu buaya darat cap kadal lo.
" Maksud nya..?
"Semua cewek yang dekat dengan dia.
Dina menjeda perkataan yang dan mendekatkan mulut nya ke telingaku
" Di tidurin sama dia
"Astaghfirullah Dina. Gak bole suudzon. Dosa tau. Kamu siapa yang bilang?
" Kakak aku kan sahabat dia.
"Ooooooo
" Cuma oooo gtu..?
__ADS_1
"Jadi..?
" Gak seru ah...
"Ini neng pesanan nya
" Makasih mang
"Bakso + lemonthe. Mantap.....
selamat makan
" Ni jus punyak siapa.?
"Ya punya kamu lah Mil. Biar gemuk dikit jangan kayak tulang berjalan. Nanti gak bisa aku cubit-cubit lagi. Jangan ada cerita tolak menolak lagi. Makan aja yang ada di meja."
" Ya udah bakso kamu sini aku makan juga.
Sambil aku tarik mangkok bakso nya
" Eits yang ini Jangan. Nanti sayang cacing aku lapar. Bercanda cacing"
Kami pun menghabiskan makanan kami sampai tak tersisa.
"Mil. Jalan yuk. Aku anterin kamu puter-puter kota sini dah. Suntuk banget aku kalau jam segini dah pulang kerumah. Pasti gak ada orang yang ada cuma bik Inah!
" Ibu kamu kemana..?
"Biasa ibu -ibu arisan. Boleh ya ya ya ya "
Dan sangat memaksa. Kalau di pikir-pikit boleh juga sih. Soal nya selama di kota aku belum pernah ke mana-mana.
" Baik lah. Tapi kita pakai apa. ?
" Gampang tu.
Dina mengambil handphone nya dan menelfon seseorang.
"Hallo. Jemput ya.
"Beres deh.
Memang kalau orang beruang enak ya. Tinggal say hallo. Langsung jadi.
" Aya kamu punya berapa saudara.?
"Aku cuma berdua sama abg aku! Tapi abg aku lagi kerja di luar kota. Kami jarang ketemu. Jadi aku merasa sepi dirumah.
" Kalo sahabat..?
"Jujur dulu aku punya sahabat. Setelah dia tikung aku di belakang aku malas percaya sama orang. Tapi sama kamu beda. Aku merasa ada data tarik sendiri sama kamu. Serius.!
Aku memasang muka tak percaya.
" Ayolah aku jujur ne. Aku jarang bohong. Cuma sekali- kali" sambil nyengir
Tiba-tiba mobil Alphard hitam berhenti di depan kami. Aku hampir terperanjat saking terkejutnya.
"Ayo mil
Aku masih berdiri mematung
" Mila. Ayo. Dina sambil melambaikan kan tanganya di depan wajah ku.
"Mang. Kita jalan-jalan ya.
" Maaf non. Tuan gak bolehin non kemana. Non disuruh langsung pulang kerumah.
"Tapi mang.
"Maaf non.
Dina kesal.
"Gak pa- pa aya. Lain kali kita jalan-jalan nya. Aku gak pa- pa kok. "Aku menelus punggung nya
" Baik lah. Tapi Mila ikut aku ya.
Aku diam sesaat. Ingin menolak tapi takut dina merasa sedih. Karna aku yakin dina tidak lagi baik- baik saja.
Next bab selanjut nya ya.
Siapa yang akan bertemu dengan Mila dirumah Dina...?
Dan apa yang akan terjadi dengan Mila..
Kritik dan saran nya sangat membantu bagi penulis pemula bagi saya.
__ADS_1
Terimakasih
Wasalam