Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Teman Masa Kecil


__ADS_3

Liburan telah usai. Aku harus balik ke kota lagi. Aku pulang menggunakan bus dan kak Angga berjanji akan menjemput ku di stasiun.


Pukul 2 siang aku sampai di stasiun. Tak lupa ku kabari kedua orang tua ku. Saat turun dari bus. Senyuman itu menyambut ku, aku berlari kearah nya dan memeluk nya erat


"Rindu banget kak.


" Sama sayang . Dua minggu berasa 2 tahun bagi kakak


Aku mencubit pinggang nya


"Gombal


" Serius.


Dia mengambil barang bawaan ku dan tak lupa kami mampir diwarung makan kami memesan nasi + bebek tangkap. Kami pun makan dengan lahap.


Dan dia langsung mengantarkan aku ke kos.


"Kamu istirahat terus ya. Pasti capek kan." Dia mengecup kening ku Dan aku keluar dari mobil. Ku lambaikan tangan tanda perpisahan.


Aku langsung masuk kerumah ku taruh barang sembarangan. Dan akhir nya aku tertidur.


Azan isya membangun kan ku. Aku ambil air wuduk dan melaksanakan kewajiban ku.


Selesai sholat aku ambil handphone yang terletak di meja di samping tempat tidur ku. Kuliat ada beberapa WhatsApp.


Kak Angga.


"Kalau sudah liat HP telfon ya. "


Baru mau aku buka whatsapp dari Dina


Kak Angga menelfon


"Assalamu'alaikum. Nyenyak banget tidur nya.


" Waalaikumsalam. Iya ne kak


"Udah makan..?


" Belum kak. Rencana mau masak mie + telor aja deh. Males banget mau keluar.


"Jangan sering makan mie dong sayang. Nanti sakit loe.


" Emmmm pacar ku so sweet banget sih. Makasih ya kak perhatian nya.


"Kakak udah makan...?


" Udah barusan aja selesai


"Ya udah kak. Nanti kita ngobrol lagi ya ne mau masak dulu.


" Assalamualaikum


"Waalaikumsalam


Aku bergegas ke dapur. selesai masak dan makan aku pun mengecek tugas dan keperluan kampus.


Ada beberapa yang belum siap. Langsung ku kerjakan. Setelah selesai, aku merapikan barang bawaan tadi.


Karna masih lelah dan ngantuk aku pun langsung tertidur.


Keesokan hari nya. Aku berangkat ke kampus seperti biasa. Setelah mata kuliah pertama selesai aku dan dina pergi ke kantin untuk mengisi perut kami yang selaLu lapar. Tidak lupa juga kak Angga selalu menemani kami ke kantin. Para mahasiswi yang selalu melihat sinis ke kami. Aku sekarang tidak memerdulikan omongan orang. Karna kehidupan ku, aku yang jalanin. Setelah Selesai semua mata kuliah aku mengajak Dina ke kosan ku untuk mengerjakan tugas kuliah.


"Mil. Tante Nita tanyak. Kapan kamu mau kerumah nya...


" Terus kamu jawab apa...?


" Aku sih bilang. Nanti hari jumat. Karna hari jumat kan kita free.


"Ya udah. Aku sih boleh2 aja.


" Oky. Sperti biasa aja. Nginep dirumah aku.


"Sip tu. Tau kek gtu. Aku kan gak usah sewa kos. Aku bisa numpang dirumah kamu terus.. Lebih hemat kan.?" Aku bercanda


" Ide bagus tu.


"Ya gak mungkin lah Ay.


" Kalo kamu mau sih gak pa2.


"Serius amat sih buk.


"Oya Aku pamit ya. Dah dijemput tu.


" oky bye.


Saat hari jumat tiba. Aku dan Dina berangkat ke rumah kak Angga. Sumpah aku gugup banget. Walaupun tante Nita orangnya welcome banget. Tapi aku tetap grogi.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum


Lama kami tunggu di luar. Akhirnya pintunya di buka sama tante Nita.


"Ayuk masuk. Jangan sungkan-sungkan anggap aja rumah sendiri. ?mau minum apa ne.


" Gak usah repot tante.


"Keluarin semua yang ada aja tante." Dina menimpal


" Kak Angga mana tan...?


"Kayaknya masih tidur deh. Kamu bangunin aja Ay "


" Siap nyonya besar"


Dina pun menuju kelantai atas. Mungkin disitu kamarnya kak Angga


Aku pun tinggal berdua dengan tante Nita


" Bagaimana kabar tante.?


"Alhamdulillah sehat. Keluarga kamu bagaimana kabarnya. ?


" Alhamdulillah sehat juga tante. Ne ada oleh2 dari desa tante.


"Alhamdulillah. Sampaikan salam tante untuk. mereka ya


" Oya kita masak apa ne...?


"Rencana tante mau masak apa..?


" Om sih mintak buat rendang kayak kemaren. Sekalian tante mau buat kue juga. Lumayan buat ngemil.


"Mila bole belajar buat kue tante.???


" Dengan senang hati tante akan ajarin


"Ya udah tante ambil buku resep nya dulu ya..


" Iya tante.


Karna bosan sendiri. Aku berdiri mata ku berfokus pada beberapa foto yang terpajang di dinding. Angga datang dan langsung memeluk diriku dari belakang. Aku yang terkejut dan takut diliat sama mama nya. Langsung berusaha untuk melepas pelukannya.


"Sebentar aja.


" Nanti tante liat gmn..?


"Ayolah kak. Aku kan malu.


" Baiklah.


Akhirnya dia pun melepaskan pelukannya


Tiba-tiba tante Nita datang


"Anak lajang jam segini baru bangun. Kapan mau dapat jodoh..


" Tenang ma. Menantu mami udah ada kok." Sambil senyum sumringah dan mengidik kan matanya.


"Kapan mau ketemu sama mami.


" Sebenarnya sih udah. Tapi mami aja yang gak ngeh


"Kita mau buat apa ni tan.. ? " Aku memotong pembicaraan kak Angga aku takut di mulai ngomong yang aneh-aneh


"Kita buat kue dulu yuk.


" Bole tante.


"Aku bantu mi ya.


" Emang bisa...?


"Bisa dong. Bisa ngerecokin


Selesai buat kue. Kami lanjut masak memasak. Dan datang lah tamu yang tak diundang.


" Assalamualaikum


"Waalaikumsalam" Kami serempak menjawab salam


Semua mata tertuju ke pintu.


Dia siapa Cantik banget . Batin ku. Putih, tinggi. Rambut sebahu, langsing lagi, Intinya sempurna.


Tante yang tadi sedang masak ayam goreng langsung mendekati wanita itu dan memeluk nya.


"Maya kapan pulang???

__ADS_1


" kemarin tante. Tante apa kabar??? Makin cantik aja ni. "


"Ah kamu ada aja. Alhamdulillah tante sehat. Ayo duduk.!!!


" iya tante." dia melihat kearah Angga dan berjalan kearah nya. Kalian tau apa yang dia lakukan????


Dia langsung memeluk Angga. Dan kak Angga hanya diam. Tanpa menolak pelukan itu.


"Hai Angga. Aku kangen.!!!


Enak nya ku tampar si maya ini. Enak aja asal peluk - peluk pacar oarng.


Selesai berpelukan Angga memperkenalkan aku.


" Maya. Kenalin. Ini


Langsung ku potong.


" Mila. Temennya Angga.!


Angga menatapku dengan expresi penuh tanda tanya. Tak ku hiraukan tatapan itu Karna aku terlalu sibuk menatap hati yang hampir hancur untuk kesekian kalinya.


"Ooooo hanya teman.


Buset ne wanita. Rasanya mau ku jambak rambutnya. Aku lanjut masak. Karna rendang dan ayam orangnya memang hampir jadi. Tante dan Maya berbincang-bincacang di ruang tamu depan. Sedang kan Angga masih di samping ku dan Dina


" siapa tu kak.? Tanya Dina


"Dia Maya. Kawan kecil kakak. Dia kuliah di luar negri. "


"Ooooo


" Mil. Maaf ya. Aku gak tau dia bakalan kek gitu.


Aku masih diam. Aku tak ingin berdebat. Gak tau tapi gak mau nolak. Is kesel banget sih.


Setelah masak semua. Kami menyiapkan meja makan. Semua sudah selesai. Bahkan sampai kak Angga yang cuci piringnya. Aku duduk di depan kak Angga. Angga ingin duduk di samping ku tapi Maya menariknya.


"Duduk disini aja Ga. " akhirnya Angga duduk di samping Maya


Memang cocok mereka serasi banget. Tampan dan cantik. Apa lah daya aku ini hanya remahan rengginang.


"Selamat makan" ucap tante.


"Emmmm ada ayam goreng. Ne kak. Kesukaan kakak" maya memberikan bagian paha untuk kak Angga.


Nafsu makan ku lenyap seketika. Tapi aku harus menghargai makanan yang di piring. Karna mubazir kalo harus di buang. ( padahal emang lapar hehehhehh)


"Makasih." jawab kak Angga


Selesai makan. Aku mencuci piring sisa kami makan. Kak Angga membantu ku.


Akhir nya aku dan Dina berpamitan. Dari pada harus lama- melihat tingkah laku Maya.


" tante kami pamit ya!


"Iya Mil. Hati- hati ya.. Maksih dah mau temenin tante masak. Kapan-kapan datang lagi ya. "


" iya sama- sama tan.


"Assalamu'alaikum


" waalaikumsalam


"Kakak anterin ya. "


"Gak pa- pa kak. Kami bisa naik taksi. "


" kamu marah Mil " kak Angga mencegat tangan ku agar bisa berbicara dengan ku.


Menurut loh. ????


Karna tau kalo aku marah. Kak Angga tak bertanya lagi. Dia langsung menarik tanganku dan membawa aku kembali ke dalam.


"Ada yang ketinggalan ya. " tanyak mami nya.


"Mi. Sebenar nya pacar aku Mila Mi...!


" emmm mami udah tau kok. Tadi kan mami liat kalian berpelukan di depan foto. Dan gelagat kalian itu ketara banget tau. Mami kan pernah muda juga. Mami gak masalah kalian pacaran. Tapi kalian harus fokus kuliah dulu ya..


"Makasih Mi dah kasih restu buat kami.


" iya sama- sama sayang. "Mami Angga memeluk nya..


" Mila. Jagain Angga ya. Dia anaknya keras kepala. Susah banget diatur. "


"Iya tante. " tante pun memeluk ku.


Maya hanya diam tanpa expresi.

__ADS_1


"Mi. Aku anterin Mila dulu ya..


" iya hati hati.


__ADS_2