Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Pengalaman Pertama


__ADS_3

Hanya menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit kami sampai di depan rumah Dina. Lama aku tidak kesini.


Saat kami memasuki gerbang. Terlihat tante sedang asik menyiram tanamannya.


"Assalamu'alaikum tante. "


"Waalaikum salam" tante langsung. Melepas pipa air dan berjalan kearah ku dan langsung memeluk ku.


"Apa kabar sayang...?


" Alhamdulillah sehat tan., tante apa kabar..!


"Alhamdulillah sehat juga,, tante kangen sama kamu. Lama kamu gak datang kesini sih. "


"Iya tante. Mila juga kangen. "


"Ya udah masuk terus. Tante mau lanjutin nyiram nya tanggung ini.


" iya tante. Mila masuk ya"


Aku pun masuk ke dalam. Kulihat dina sudah duluan masuk.


Saat akan memasuki kamar dina kulihat kamar Kak Andrian sedikit terbuka. Aku penasaran ingin melihat nya. Aku membukanya pelan. Kulihat sekeliling kamarnya begitu rapi dan wangi. Tidak terasa aku sudah melangkah kan kaki ku kedalam, kamar yang didominasi dengan warna abu abu dan butih sesuai dengan kharisma orangnya yang bersih. Didalam kamar yang luas terdapat tempat tidur king size dan di depannya ada televisi yang cukup besar. Tiba tiba pintu kamar tertutup dan kak Andrian langsung memeluk ku dari belakang..


"Saat kamu memasuki kandang harimau. Maka kamu akan susah keluar jika yang diinginkan pemilik kandang belum di dapati.. " dia berbisik di telinga ku dengan posisi masih memeluk ku dari belakang.


"Kak lepas. Gak enak diliat sama tante. " aku mencoba melepaskan tangan kak Andrian. Namun dia malah menci*m kuduk ku. Dan spontat. Membuat seluruh bulu di tubuh ku berdiri!


Sungguh aku tidak memiliki tenaga lagi. Dia memBalikan badan ku. Sehingga d*da nya dan d*daku bertemu. Dia merangkul pinggang ku dengan kuat. Sebelah tangannya memegang tengkuk ku. Dia mendaratkan bib*rnya yang seksi di bib*r ku lid*hnya memaksa mulutku terbuka. Lidah kami pun bertemu. Mereka menari nari di mulut. Dia menghis*p bib*r bawah ku dan menggigit nya pelan. Ada sensai tersendiri saat digig*t bahkan aku menginginkan lagi dan lagi..


Tangan kak Andrian pun tidak tinggal diam. Dia mengangkat baju yang ku gunakan. Dan membuka pengait bra ku setelah gunung kembar ku terekspos dengan sempurna Dia langsung meremas gunung kembar ku yang penuh di tangannya. Begitu nikm*t rasa nya apa lagi saat dia memelintir put*ng ku yang sudah mengeras . Dia pun melepas cium*nnya dan beralih ke gunung kembar ku. Aku pasrah karna aku juga menginginkan nya.


Dia ******* habis p*yud*ra ku dia menci*mnya dan menghis*p put*ng ku sehingga aku terperanjat. Namun aku menutup mulut ku. Aku tak ingin teriakan ku terdengar keluar. Aku meremas rambutnya aku tak ingin dia berhenti. Dia bergantian menghis*p nya. Bahkan tangannya pun tak tinggal diam. Dia melapasnya


Dan berbisik ke telinga ku p*yud*ra mu begitu indah sayang. Tanpa intruksi apa pun pipi ku langsung memanas.

__ADS_1


Dia mencium bib*rku lagi. Dia melapaskan pengait di celana ku dan meloloskan nya begitu saja. Kini hanya tinggal kain segitiga merah yang membungkus lembah surgawi ku. Dia mendorong ku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. Dia menci*m gunung kembar ku lagi dan turun ke daerah pusar ku. Lidahnya bermain main di daerah pusarku. Dan tangannya bermain di lembah surgawi ku. Dia berhasil menemukan bukit kecil ku . Aku terbelalak, mata ku hampir keluar saat kurasakan kenikm*tan yang tiada tara ini. Dia melepaskan cium*n di pusar ku. Dan memandang kearah ku.


"Lepaskan sayang. Kamar ini kedap suara kok" dia berbicara sambil memandang ku namun tangannya masih bermain di bukit kecilku.


"Sssssst kakkkk pliss..


" enak sayang. "Aku langsung mengangguk. Kepala ku bergeleng kekanan dan kekiri.


Dia turun kebawah. Dan meloloskan kain segitiga ku.


Saat dia menjil*ti bukit kecil ku aku langsung merapatkan paha ku. Dan punggung ku melengkung ke atas. Sumpah ini nikm*t sekali.


Dia membuka paha ku lebih lebar dia bermain di bukit kecilku dan lembahnya. Lidah nya menyapu rata lembah surgawi ku. Tangannya pun tak henti hentinya meremas gunung kembar ku


" kaak ssssttttt to-long sssstttt aku kak. Aku mau pipissss.. "Kak Andrian malah meningkaTkan ke cepatnya. Dan..


" ahhhhhhh ahhhhhh ahhhhhh. Punggung ku menegang paha ku bergetar. Aku pikir aku ingin pipis. Tapi ini kok nikm*t sekali.


Kak Andrian mengangkat wajahnya. Dia tersenyum kepada ku. Aku langsung tersipu malu. Dia mengecup kening ku dan mengecup bib*r ku singkat. Dia menuntun ku untuk duduk dan mengaitkan bra ku kembali. Dan dia berbisik.


"Udah sayang. Ya. !


Dia mengec*p bib*r ku lagi.


"Bersih bersih sana. Abis tu balik ke kamar dina nanti dicariin lagi. "


Aku langsung memakai celana ku dan kak Andrian membantu aku menggunakn celana panjang yang ku gunakn tadi. Tak lupa aku merapikan baju dan rambut ku yang berantakan.


"Kak. Bagaimana keluarnya. ?


" tenang kakak keluar dulu. Nanti kamu nyusul ya.


"Iya kak. "


Kak andrian pun keluar dan tak lama kemudian dia masuk lagi.

__ADS_1


"Aman kok. "


"Aku pun langsung bergegas keluar kamar kak Andrian dan langsung masuk ke kamar dina. Kulihat dina tertidur di kasurnya. Aku pun mengelus dada


" huuuuffffff. "


Aku langsung masuk ke kamar mandi.


Setelah bersih- bersih aku menggukan baju kaos dina dan langsung berbaring di sampingnya. Sumpah badan aku pegal semua. Aku kecapean sehingga aku langsung tertidur lelap.


"Mil. Bangun Mil. "


Dina menguncang badan ku.


"Kenapa Ay..?


" kamu tidur nyenyak banget. Dah magrib ne."


"Oh iya. " aku lansung bangun. Dan menunaikan sholat magrib.


"Kalo dah siap sholat trun kebawah ya. Kita makan malam Bareng.


" oky."


Selesai sholat dan merapikan mukena dan sajadah. Aku keluar kamar Dina dan berpapasan dengan kak Andrian. Saat aku mengingat ke jadian tadi aku langsung tersipu malu. Kami langsung turun dari tangga


"Sayang. Biasa aja sikap nya. Nanti mereka berfikiran yang gak gak.. "


Aku hanya mengangguk.


"Eem emm Mari kita sambut pasangan baru kita. Andrian dan Mila. Silahkan tuan putri dan Pangeran kodoknya." Dina berbicara sambil memegang microphone ala ala MC dan mempersilahkan kami untuk duduk


. Aku laNgsung mencubit pinggang dina dan kak Andrian menyentil dahinya.


"Aauuuu, kalian kejam banget sih. Sakit tau."

__ADS_1


Tante, om dan bik inah cuma senyum senyum dan menggeleng kan kepala.


"Udah udah kita makan ya. " ucap papa Dina.


__ADS_2