Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Cerita Bude


__ADS_3

"Bude bagaimana ibu sama bapak menemukan ku bude..? " Itu yang ada di benak ku sekarang.


"Ceritanya begini nduk".


Flashback


25 tahun silam. Pak trisno (bapak Mila) membawa istrinya kesebuah desa yang Belum begitu banyak penduduk yang tinggal di desa itu. Hanya beberapa orang yang bekerja di pertambangan ilegal yang mau tinggal di desa itu.


Pak trisno yang hanya sebagai buruh di pertambangan ilegal itu hanya mampu menyewa sebuah rumah sederhana dengan istrinya. Lama mereka menikah kurang lebih hampir sepuluh tahun Tapi mereka belum dikaruniai seorang anak.


Malam itu  hujan badai beserta petir menerjang  desa dimana ibu dan bapak Mila tinggal.


Saat malam mulai larut sayup sayup terdengar suara bayi menangis.


"Uwak uuwak uwak uwak"


"Pak. Dengar suara bayi nangis gak..?


" Pak trisno menajamkan pendengarannya. "Iya buk. Kok ada suara bayi nangis ya. " mereka yang heran  karna mereka jauh dari tetangga dan tetangga Mereka tidak ada yang memiliki anak bayi


"Kita liat yuk pak..?"


"Ibu yakin..? "


"Iya Pak.. Ibu yakin sekali ini suara bayi nangis"


Mereka pun menuju pintu depan dimana sumber suara itu muncul. Mereka pun membuka pintu dengan perlahan. Saat pintu terbuka mereka melihat sebuah box bayi yang agak besar.


Pak trisno membuka box tersebut dan melihat ada sesosok bayi yang menggunakan selimut yang berwarna pink. Pak trisno pun langsung membawa kedalam kamar . Ibu membuka box tersebut dan mengeluarkan bayi yang baru lahir.


Di dalam box juga  terdapat susu bayi. Dan beberapa baju. Dan terdapat juga sebuah box kecil dan didalamnya terdapat sebuah kalung dan liontin yang berbentuk huruf M. Ibu langsung memeluk bayi tersebut Dan bayi itu langsung terdiam. Malam itu pak trisno dan istrinya sangat bahagia dengan kedatangan malaikat kecil ini.


Malam itu mereka tidak bisa tidur mereka menjaga sambil berkompromi. Meraka tidak mungkin tinggal disana lagi karena masyarakat disitu tau bahwa mereka belum dikaruniai anak. Mereka tidak ingin terjadi fitnah dan mereka ingin mengangkat bayi ini sebagai anak mereka sendiri. Sehingga pak trisno mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaanya dan kembali ke kampung .


Di kampung halaman,mereka mengatakan kepada masyarakat bahwa istri pak trisno selama ini hamil dan  merahasiakan, setelah melahirkan mereka memutuskan untuk balik ke kampung halaman. "


Aku mencerna setiap kata kata yang bude keluarkan.


"Bude yang aku ambil dari cerita bude bahwa orang tua ku bukan tanpa alasan menitipkan aku ke pada ibu dan bapak kan.. ? "


"Iya sayang...  Pasti ada sesuatu hal yang merka takut kan sehingga meraka menitipkan  kami kepada ibu bapak. Karna memang ibu dan bapak adalah orang yang baik dan peduli sesama. "


"Dan ibu dan bapak mu berpesan. Kalo kamu jangan membenci mereka. Setidak- tidaknya  kamu mencari tau siapa mereka..  Itu yang di bilang ibu mu. "


"Ya bude. InsyaAllah aku akan mencari mereka. Tapi itu membutuhkan waktu yang banyak. Karna petunjuknya hanya  kalung ini. " aku masih menggenggam kuat kalung ini. Aku bertekat akan mencari mereka dan aku akan menanyakan kenapa mereka menitipkan aku kepada bapak dan ibu.

__ADS_1


"Terimakasih bude udah ceritain semuanya" "Sama sama nduk. Itu memang tugas bude sama pakde, kami sudah janji akan merahasiakannya selama ibu bapak mu hidup. Dan sudah tugas kami untuk menceritakan nya kepada kamu. "


*****


Setelah 2 hari 1 malam mereka tinggal dirumah dan bercerita tentang Ku kecil. Sore ini aku mengantar bude dan pakde ke terminal bersama kak Andrian.


"Pakde bude. Terima kasih ya sudah jauh jauh datang kemari dan bercerita kepada ku.. "! " iya sama- sama nduk. "


"Ini Mila ada sedikit rezki untuk bude sama pakde. Diterima ya.. ! " walah nduk, gak usah repot-repot. "Mereka menolak pemberian ku. Namun aku tetap memaksa.


" nak Andrian. Jaga Mila ya. Kalo ada sesuatu beri kami kabar. Dan semoga hubungan kalian lancar tanpa hambatan apa pun.. "


"Dan salam sama ibu mu. "


"Iya bude. Hati hati di jalan. Nanti saya samping ke pada mama"


"Hati hati bude.. "


Kami pun melambaikan tangan kearah mereka dan mereka pun pergi menaiki bus yang mereka tuju.


****


Kami pun kembali menaiki mobil sport milik kak Andrian..


Aku memang sudah menceritakan semua kepada kak Andrian.


"Ya udah kapan kamu siap, kita cari ya. !?


" iya kak.! " Kak Andrian selalu begitu tidak pernah memaksa kehendaknya.


"Mau langsung pulang atau jalan jalan dulu sayang..? "


"Mau jalan kemana kak..? "


"Mau nonton bioskop gak..?


" boleh kak..! Bagaimana kalo kita ajak Dina..? Lama dia tidak menjawabnya.


"Sayang. Aku ingin jalan berdua hanya berdua. " dia memperjelas nada suara nya di akhir kalimat.


"Maaf kak"


"Maaf sayang. Kakak gak marah. Cuma kakak ingin kita jalan berdua saja. " Dia menggenggam tangan ku dan mengecup punggung tangan ku.


Kedewasaannya kak Andrian yang membuat aku semakin jatuh cinta dan jatuh cinta lagi.. Akhirnya kami sampai di sebuah mall yang terkenal di kota ini.

__ADS_1


"Mau nonton film apa sayang..? "


"Film komedi bole kK. " Kami pun memesan tiket dan tak lupa popcorn rasa keju dan original beserta minumannya.


Selama Menonton dia tidak pernah melepas kan tangan ku. Kami fokus menonton dan makan popcorn.


Namun  tiba tiba sepasang remaja mengalihkan pandangan kami. Mereka  duduk disamping aku bukannya menonton mereka malah asik berc*mbu ria..  Mereka tidak mengubris keadaan sekitar.


Belum selesai menonton aku mengajak kak Andrian keluar. Aku juga ikut h*rni melihat mereka berc*mbu.


"Eheem. Lapar gak kak..?? " aku menetralkan jantung ku.


"Iya sayang..! Kamu mau makan apa..?


" apa aja kak.!


"Ketempat favorit kakak mau..?


" ayok kak.. " Kami pun menaiki mobil dan menuju ketempat yang kak Andrian tuju. Saat dalam perjalanan tiba tiba handphone ku berbunyi..


Nomer asing


Dreeeet dreeeeet dreeet


Ternyata handphone ku silent


(" assalamu'alaikum.!  Ini siapa ya.. ? )


("Mila ini mama nya Angga. ")


Aku melihat kak Andrian dan dia berbisik menanyakan siapa.. ? " mamanya Angga kak. " aku  berbisik juga. "Loudspeaker"


('Hallo Mila.! ! ) aku pun memninggikan volumenya.


(" iya tante ini Mila.,  ada apa ya tan.. ")


(" Angga masuk Rumah Sakit Mil. Dari Tadi sebutin nama kamu terus. Tante mohon kamu kesini ya.. ") Aku memandang ke arah kak Andrian menunggu jawabannya.. Kak andrian mengangguk tanda menyetujui.


(" Rumah sakit mana tan.. ")


(" Rumah Sakit Harapan Sehat mil. Terimakasih ya ") Panggilan pun terputus.


Kak Andrian menaikkan kecepatan laju mobilnya.


" kak hati hati. "

__ADS_1


__ADS_2