Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Kau Mendekat Ku Menjauh


__ADS_3

Ku tak bisa menghindar. Karna ini memang jalan ku. Ku lewati lika liku kehidupan ini dengan senyuman. Aku goyah tapi ku coba menopang kaki ini. Kuat kan aku Tuhan.


Keesokan harinya tak ada hal aneh yang terjadi. Tak ada lagi tatapan sinis. Tak kudengar lagi gosip-gosip tentang ku. Alhamdulillah ku berucap dalam hati. Rupanya badai telah berlalu.


Saat ku menyusuri lorong kelas.


"Dor"


Ada yang menepuk pundak ku. Spontan saja ku tepis tangan itu dengan tekhnik silat dasar yang kupelajari. Aku memang pernah belajar di sekolahan dan dirumah. Karna ayah ku mantan anggota pencak silat. Kalo gak mana berani aku merantau ke kota.


" Auuuuu. " Pekik Dina. Sambil mengusap tangan yang ku tepis


"Maaf Ay. Aku pikir siapa. "


"Kamu bisa silat Mil. "


"Bisa sih sedikit"


" Aku sempat khawatir sama kamu Mil. sekarang aku udah gak kepikiran lagi sama kamu. Oya. Kemaren kenapa gak kamu tepis aja tangan nenek Lampir itu...?


"Kenapa ya...? Udah ah. Malas bahas dia.


" Aku pikir kamu mau jelasin. Dina memajukan bibirnya tanda kalau dia lagi kesal


"Emmmm pagi2 dah manyun tu bibir. Nanti jauh jodoh baru tau.


" Emmmm Mil. Boleh gak aku kasih nope kamu sama kak Angga. Dia merasa bersalah sama kamu...?


"Kenapa merasa bersalah. Kan dia gak salah.?


" Bole gak. ?


"Kenapa harus mintak izin. Kan dia bisa langsung ambil sama kamu.?


" Katanya gak sopan..!


"Bole kasih gak..?


Karna aku gak menjawab pertanyaan nya Akhirnya Dina diam.


Hari ini begitu padat tugas dari dosen. mata kuliah terakhir selesai lewat ashar. Ku lihat kak Angga berdiri di parkiran sambil bersandar di motornya. Dia melihat ku dan langsung memanggilnya.


" Mil... Mila.


Aku tak mengubrisnya. Dia pun mengejarku. Dan memegang tangan ku. Aku pun berhenti.


"Mil. Kenapa menghindar..?


" Aku gak menghindar kak..


"Aku hantar ya..


" gak usah kak.


"Plisssssssss..


" maaf kak. Hari ini aku lelah"


Kak Angga pun melepaskan pergelangan tangan ku. Aku pun berlalu pergi.


Sering aku berpapasan dengan kak Angga. Aku hanya tersenyum sambil menunduk. Aku tak mampu menatapnya karna tatapannya adalah kelemahan ku. Aku gak mau ambil pusing dengan dia. Aku ingin fokus dengan kuliah Ku. Biarkan waktu mengalir apa adanya.


*******


Berbulan-bulan kulewati dengan sikap seperti itu. Aku tau dia coba mendekat. Saat bertemu Sering ku tinggalkan Dina dengan kak Angga berdua. Aku tak ingin rasa ini tertanam terlalu dalam. Sering ku sibuk kan diri ini dengan tugas- tugas kuliah agar dia tak hadir dihati ku. Tanpa ku sadari. Semakin ku menghindar semakin kuat rasa yang ku miliki.


Sering ku meminta dalam doa. "Ya Allah. Hilangkan rasa ini untuk nya. Kami bagaikan langit dan bumi. Tak mungkin bersatu. " Semakin ku berdoa. Semakin dalam rasa ini.

__ADS_1


******


Libur semester pun tiba.


"Mil. Kamu liburan ini mau kemana..?


" Kayaknya aku pulang kampung deh.! Aku rindu keluarga ku disana..


"Kan gak lama Liburnya. Yaaaaa Aku jadi kesepian deh gak ada kamu.


" Kan aku cuma sebentar di sana.


"Iya deh.


" Oya Mil. Nnt malam kerumah aku ya. Mama aku buat acara ulang tahun. Mama pesan kamu harus datang.


"Baik lah."


" Nnt malam aku jemput ya. Emmmm gini aja deh. Nnt pulang kampus aku ke kos kamu nnt kita pulang nya bareng aja. Kan udah gak ada tugas kuliah lagi.


"Emmmm baik lah tuan putri.


Akhirnya aku putuskan untuk menginap dirumah Dina. Setelah mempersiapkan keperluan ku. Kami berangkat kerumah Dina tak lupa kubelikan kado untuk ibu Dina.


Aku dan keluarga Dina memang sudah akrab karna aku memang sering kerumahnya. Kata ibu nya. Semenjak Dina berteman dengan ku. Dia jadi lebih rajin belajar. Alhamdulillah dalam hati ku berkata. Berarti aku membawa hal positif dalam hidup Dina.


Akhirnya kami sampai di kediamannya Dina. Aku disambut hangat oleh keluarga.


Setelah istirahat sejenak aku membantu bi Inah di dapur.


"Masak apa bik. "


" Ini non masak rendang daging, sop ayam dan udang goreng non.


"Aku bantu ya bik.


"Gak repot kok bik. Dari pada tidur terus , pegel bi.


"Bumbu rendang nya udah disiapin bik.


" Belum non.


Akhirnya aku menyiapkan bumbu rendang.


"Wah non Mila pandai ya racik bumbu rendangnya. "


" Gak juga bi. Sering bantuin ibu di dapur aja bik.


"Emang ibu non Mila kerja apa..?


" Ibu IRT bik. Tapi sering bantu masak di tempat ketring di desa bi...


"Ooo pantesan.


" Loh. Mila kok didapur. ..?


"Itu nyonya.


" Gak tau mau ngapain tante. Liat bik inah lagi masak ya udah Mila bantuin aja.


" Emmmm. Coba aja Dina rajin...


"Emmmm bandingin trus... Emg anak mama Dina apa Mila sih...?


" Dua2nya anak. Mamah." Sambil mencium kening Mila


"Ya udah mama ke kamar ya.

__ADS_1


" Dah ma..


"Udah masak ya.


" Keliatan nya..?


"Cuek banget sih. Emmm harum x. Jadi laper.


" Iya non ini masakan non Mila ne.


"Sumpah Mil. Waaah gak salah aku cari sahabat. Udah pandai. Cantik. Pandai masak lagi... Wah istri idaman ne...


" Aminnnnn


"Gak seru ah.


" Assalamu'alaikum "


"Waalaikumsa-la-m.


Aku terpaku saat kuliat orang yang sangat kurindukan hadir di depan ku. Hati ku berkata aku merindukan mu. Tapi tubuh ini menolak nya.


Aku tersadar. Aku melanjutkan acara masak memasak nya. Seakan-akan aku baik- baik saja.


" Dari mana pak... Cepat banget datang nya..!


" mami nitipin ini katanya perlu disiapin lebih awal.


"Wau kue buatan tante Nita. Pasti enak sekali. Tante Nita memang the best dalam hal buat kue.


" Kamu ada - ada Ay.


"Hai Mil. Udah lama...


" Udah dari tadi kok. " Aku menjawab sambil mengaduk- ngaduk rendang yang ku buat. Tanpa berani menatapnya.


"Mil. Aku pengen rasa rendang nya.


" Ya udah ambil sendok sama piring gih.


"Langsung comot aja kan bole.


" Pamalik tau.


Aku meletak kan beberpa potong daging di atas piring yang di ambil Dina.


"Wahhhh enak banget masakan Mila. Coba rasa kak. "


Angga memakannya. Mata nya menatap kearah ku.


"Jgn liat lama-lama. Nanti jatuh cinta lagi.


Aku membeku. Apa mungkin kak Angga jatuh cinta pada gadis lugu seperti ku. Kami beda jauh mana mau keluarganya menerima gadis desa seperti ku. Aku membatin.


Alhamdulillah rendang sudah masak. Sop juga sudah. Tinggal udang goreng yang belum


"Non Mila istirahat aja dulu. Ne biar bibi yang lanjutin."


" Ya udah bi. Maaf ya.


"Gak pa2 non. Makasih dah bantu bibi masak.


Aku kembali ke kamar Dina untuk istirahat sejenak. Berat banget jika harus menahannya. Ku akui aku jatuh cinta ke padanya. Tapi aku sadar aku ini siapa... Aku gak ingin menambah luka di hati. Terlalu banyak rintangan yang harus di hadapi.


Apa yang akan terjadi dengan Mila..?


Akan kah Angga dan Mil menyatu...?

__ADS_1


__ADS_2