Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Party Night


__ADS_3

Jam menunjukkan Pukul 7.00 kami selesai memasak . Bik inah mencuci bekas masak dan aku merapikan hidangan di meja makan. Kusapa dina yang turun dari tangga sambil menguap dan menutup mulut nya dengan ketulusan dia tangan nya. 


" pagi Ay.


"Pagi juga mil. Aku cariin kamu di kamar tadi udah gak ada. Aku pikir kamu menghilang. " dina datang sambil memeluk ku dari belakang.


"Emang aku menghilang kemana..?


" diculik genderuwo ganteng mungkin"


"Mang ada..?


" ada tu.. "Dina mengarahkan pandangan nya ke ka andrian yang baru keluar dari kamar. 


" Apa liat- liat. " canda kak andrian


"Sadis banget. Cepat tua nanti.." Dina meledek kakak nya


Aku pun tersenyum melihat tingkah laku kakak beradik ini.


" pagi mila..!


"Pagi tante.


" pagi.


Karna semua sudah berkumpul kami pun mulai sarapan di posisi semalam.


"Emmm nasi goreng nya enak banget. Iya gak kak..?


" emmmm iya. "


Kak andrian menatap ku sekilas dan tersenyum. Sekarang aku memiliki hobi baru Yaitu mencuri - curi pandang dengan kak andrian.


Selesai sarapan. Aku dan Dina duduk di teras sambil minum teh.


"Mil. Kapan mau mulai kerja lagi..?


" ngusir ne..!?


"Bukan gitu. Saran aku ya. Kamu pindah kerja aja deh.. Kok aku ragu kamu kerja disitu lagi.."


Memang aku berencana untuk resign dari tempat kerja ku. Pasti gak nyaman kalo harus kerja di tempat semula. Tapi aku belum tau harus kerja di mana.


"Emang pengen nya kerja di bagian apa...?


kak Andrian yang sudah rapi dengan memakai kemeja berwarna silver di padukan dengan celana hitam slim fit. Dia berdiri di ambang pintu sambil menyilangkan tangan di depan dada sambil melihat kearah ku.


" entah lah kak. Aku masih mikir -mikir juga. "


"Kamu fokus aja dulu sama kesehatan kamu. Nanti kita bantu kalo mau cari kerja.


" iya kak terima kasih. Dan maaf dah ngerepotin. "


Tak lama kemudian. Tante Fani yang sudah rapi menghampiri kami.


"Ay. Mama mau keluar ya. "


"Mama mau kemana..?


" mama mau liat toko bakery yang ada di Bekasi. Udah lama mama gak cek ke situ..


"Ya udah ma hati- hati ya." tante Fani pun mencium kening Dina

__ADS_1


"Mil. Tante berangkat dulu ya... Kalo ada perlu sesuatu. Bilang aja sama Dina atau Andrian ya. "


"Iya tante. Hati- hati tan. "


"Da anak- anak.. "


Kami pun melambaikan tangan ke arah nya. Tante Fani berlalu menggunakan mobil merah kesayangan nya.


******


Semenjak aku mengenal Mila aku mulai menaruh hati dengan nya. Dia memiliki sifat yang lembut dan imut . Dia tidak terlalu cantik, tapi dia memiliki daya tarik tersendiri dimata ku.


Tatapan yang lembut membuat teduh setiap mata yang melihat nya. Dia juga memiliki gigi ginsul yang membuat nya tak jemu untuk memandang .


Aku bukan tipe pria yang cepat jatuh cinta, namun hati ku takluk dibuat nya.


Aku tak tahan untuk tidak menyentuh nya. Aku ingin selalu bersama nya. Namun aku gak mungkin untuk menyatakan cinta. Terlalu dini dan aku belum tau apa kah dia sudah memiliki pasangan atau belum.


Entah lah. Aku terlalu maju dalam bertindak. Tapi aku terlalu lambang dalam bersikap.


******


"Kak.. Kakak. Kok melamun sih, lagi mikir apa ayoooooo" Dina melambaikan tangan di depan muka kak Andrian. Pipi ku bersemu karna dari tadi kak Andrian menatap ku.


"Kenapa Ay"


"Gak kak..


" kakak ke kantor dulu ya.."


"Nanti jam berapa pergi nya kak...?


" nanti kakak kabarin ya.


"Daaa." kak andrian melambaikan tangan dan menaiki mobil sport kesayangan.


******


*****


Siang nya dress yang ku pesan telah sampai. Tak lupa juga aku memesan sepatu yang sepadan dengan warna dress nya.


Gak sabar pengen ikut party dengan kak Andrian.


*****


Di luar dugaan ku,saat aku sedang beristirahat dengan Dina, kak andrian mengirimkan pesan kepada ku.


"Mil. Keluar sebentar ya. "


"Kemana kak? "


"Keluar kamar aja"


"Oky.


" Ay. Aku kebawah sebentar ya..!


"Ngapain mil. ?


" mau ambil minum" aku berbohong.


Aku belum berani mengatakan keadaan ku dengan kak Andrian. Karna memang hubungan kami belum pasti. Aku gak mau terlalu berharap.

__ADS_1


Saat aku keluar kamar, kak Andrian sudah berdiri di depan kamar nya dengan memegang 1 paper bag.


"Ada apa kak...? "


Aku sedikit berbisik. Dia pun menarik tangan ku agar mendekat ke arah nya. Sekarang kami berhadapan dengan posisi aku berada di bagian dinding.


Jantung ku berdebar sangat kencang. Karna memang jarak kami hanya seperinci,


Dia mengangkat dagu ku agar dia bisa menatap mata ku. Dia mulai mendekatkan bi- bir nya ke bi- bir ku perlahan sehingga aku dengan sponta nya menutup mata ku. Dia menci-um ku sekilas, tapi mampu membuat hati ku bergetar.


"Miss you". Dia berbisik di telinga ku dan memberi kan paper bag itu kepadaku.


" ini apa kak..?


"Nanti malam pakai ini ya. "


Aku hanya terdiam tak mampu berkata. dia pun berlalu ke kamar nya meninggalkan aku yang mematung. Sekian detik aku mencerna perbuatan dan perkataan nya. Akhir nya aku pun masuk ke kamar dina.


"Paket lagi Mil "


"Emmmm iya Ay. "


" oooooo"


******


Jam menunjukkan kan pukul 17.00. Selesai berbenah diri. Ku lihat pantulan diriku di cermin. Sangat pas dengan baju yang dia beli, berwarna biru dongker dengan hiasan renda kecil di bagian leher dan lengan berbentuk bunga mawar. Dia tau selera ku.


Akhir nya Aku dan Dina keluar kamar ku lihat kak Andrian sudah menunggu kami di ruang tamu. 


dia mengenakan kaos polos berwarna putih di padukan dengan jaket berwarna biru dongker yang membalut tubuh nya yang berbentuk roti sobek di padukan dengan celana slim fit berwarna hitam. Membuat mata tak ingin berpaling untuk manatap nya.


*****


Kulihat mila menggunakan baju yang ku beli. Sangat pas dengan bentuk tubuhnya. Aku semakin terpesona melihat nya.


Kami pun mengendarai mobil sport milik ku. Ku biarkan Mila duduk di belakang biar aku lebih leluasa untuk menatap nya melalui spion depan mobil.


*****


Kami pun sampai ke tempat party nya. Aku pikir tempat nya di cafe ternyata di sebuah club malam. Seumur umur baru ini aku pergi ke club. Tapi ya udah lah. Lagi pula aku pergi sama Dina dan kak Andrian..


"Ayo kita turun. " kak andrian membukakan pintu mobil dan menuntun ku untuk turun dari mobil.


Aku pun menyambut tangan. Bak putri raja aku di buat nya.


"Cieeeeee.. Udah gak usah malu"


Aku pun hanya tersenyum..


Kami pun memasuki area club . Saat ingin masuk ke dalam Dia pun menunjukkan ID Card kantor nya, dan kami pun masuk ke dalam.


Hiruk pikuk pun sudah terdengar saat kami memasuki pintu. Aku dan Dina memilih tempat duduk sofa yang berada di pojok ruangan. Sebenarnya aku agak pusing sih dengan keadaan nya. Tapi keburu tanggung, Nikmatin aja lah.


"Have fun ya.. Kakak mau sapa rekan kantor dulu.


" iya kak. "


Kak Andrian pun pergi berkumpul dengan teman- teman nya. Tapi tetap tidak jauh dari kami. Dia terus memantau pergerakan kami.


"Mil. Mau minum apa. ?


" yang gak ada alkohol aja lah"

__ADS_1


"Kita pesan koktail aja ya..


" oky.


__ADS_2