Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Dina dan David


__ADS_3

Selesai makan di sebuah rumah makan. Kami memilih ber belanja kebutuhan rumah Mall. Sepanjang perjalanan kakak Andrian hanya diam dia terlalu fokus menyetir.


Tapi kenapa sikap kak Andrian berubah setelah pulang kerja. Apa mungkin dia banyak masalah di kantor.?? Nanti ku coba untuk ber tanyak,.


Setelah berbenja di mall. Aku mengajak mereka untuk berbelanja di pasar tradisional untuk membeli sayur dan bahan segar lain nya


"Mil, aku kayak nya gak ikut deh. Aku tunggu di sini aja ya..!! Sambil menepuk nepuk jok mobil.


" kenapa.. ! Jorok ya.. ? "


"Males aja mil. Soal nya bau amis. "


"Kakak ikut apa tunggu di sini..?


" kak ikut dong."sambil menoel hidung ku.


Aku dan kak Andrian pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke pasar.


"Kakak mau sayur apa kak...?


" apa aja syang. Yang penting kamu yang masak..!


"Emmmm pasangan baru ya.. Serasi banget kalian sama sama tampan dan cantik


Aku mau jawab bukan.


" iya buk."


"Udah di kasih rezki belum..?


" belum buk.


"Semoga cepat di kasih momongan ya..


" amimmm makasih buk ya.


Selesai berbelanja, kami pun kembali ke mobil. Ku dengar Dina sadang telfonan dengan David kayak.


"Iya syang. Nanti malam bole..!


" oky. Bye bye.. Ummmmach. Ummmach ummmach "Dina mencium handphone nya seakan akan sedang mencium kekasih nya.


" cie cie... Yang lagi kasmaran... "Ucap ku


"Biarin wekkkkkk" Dina ngeledek sambil mengeluarkan lidah nya. Persis kayak anak kecil.


"Ada yang perlu di beli lagi sayang...?


" kayak nya udah lengkap semua kak. "


"Ya udah kita pulang terus kan.??" Aku mengangguk


Kami pun pulang ke rumah. Sampai dirumah


Aku merapikan barang bawaan ku. Sedang kan kak Andrian dan Dina Mandi duluan. Karna memang waktu udah menunjukkan pukul 5 sore.


Setelah itu aku masak. Kali ini aku akan masak sop ayam, Udang balado dan tempe tahu dan goreng. Dina juga membantu aku masak. Meski seada nya saja, saat aku sedang mengaduk aduk sop ayam. Tiba tiba Kak Andrian datang mem*luk ku dari belakang,


" masak apa sayang,??


"Ya Allah. Dosa apa mata ku, sehingga harus melihat orang yang lagi kasmaran berpelukan "


Kami gak mengubris perkataan Dina,


"Sop ayam kak..! Kaka suka.


" apa pun yang kamu masak sayang. Pasti aku suka,,

__ADS_1


******


Pov Andrian.


Pulang dari kantor aku langsung pulang kerumah Mila. Aku melihat mobil asing di depan rumah nya ku cepat kan langkah ku.


Aku melihat ada Angga terduduk di kursi roda.


Dia kembali. Aku tau Angga cinta pertama nya Mila. Apa aku harus cemburu kepada orang yang duduk di atas kursi roda. Namun hati ku memang cemburu.


Dia berpamitan ke pada ku dan berbisik.


"Aku akan merebut Milik ku. "


Angga pun berlalu pergi.


Hati ku gamang. Aku tak ingin Mila pergi. Tapi Mila tidak menunjuk kan sikap yang aneh dan Mila tidak berubah.


*******


Setelah makan kami duduk duduk di teras depan karna David pun sudah sampai dia membawa makanan dan minuman.


"Hai Dina.


" Hai kak.


"Mau minum apa kak..?


" kopi bole..


Aku pun membuat kan kak David kopi.


Kami duduk berempat


"Kamu tidur disini Dri..?


" Mil. Andrian ada apain kamu semalam.???


"Emang di apain kak..?


" wah wah wah. Hebat kamu Dri. Se rumah sama Mila. Tapi kamu gak apa apain Mila.. Kalo aku gak janji ya.. Jangan jangan kamu...??? Kak David bicara sambil bertepuk tangan dan tak ayal kak Andrian langsung melempar bantal ke kak David.


"Jangan jangan apa..? Aku masih sehat ya.," jelas Kak Andrian


"Awas aja kalo lue macam macam sama adek gue. "! Tegas kak Andrian lagi.


kami pun tertawa bersama sama.


" Mil. PinjaM toilet nya ya.


"" masuk aja ke dalam. "


Saat kak David ke kamar mandi tidak lama kemudian Dina masuk ke dalam juga.


"Aku mau ambil air putih dulu ya.


" yang lebih ya. " ucap ku.


******


"Sayang.." kak Andrian mengusap usap pUnggung tangan kanan ku


"Iya kak..? Aku menoleh ke arah nya.


" apa kamu masih mencintai Rangga..???


"Eemmmmm. Kenapa kakak bertanya seperti itu..?

__ADS_1


"Jujur Kakak takut kamu kembali kepadanya...!" Ku tatap mata nya ada keraguan dari pancaran matanya.


"InsyaAllah gak kak..! Aku sayang sama kakak. Meski kita baru berkenalan. " aku tersenyum ke arah nya..


"Kakak gak usah ragu ya".. Aku memeluknya singkat.


Dia pun mengangguk dan tersenyum.


" berarti kakak dari tadi mikirin itu..?


"Ya gak juga sih... " dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Ah. Syukur deh. "


"Aku nyusul Dina dulu kak ya.


Saat masuk ke ruang tengah Aku lihat dina dan David di dalam sedang berci*man. Tangan David ku lihat masuk ke dalam baju dina dan tak lama kemudian kak David menghisab pay*dara Dina, aku terkejut sambil menutup mulut ku dengan kedua tangan ku. Aku mematung di tempat. Dina menjambak rambut kak David. Dina merem melek. Apa se ni*mat itu ya..


Aku pun keluar takut kak Andrian masuk.


Tak lupa aku mentralkan jantung ku.


Saat duduk aku merasa di bagian bawah ku agak keset dan basah.


"Dina Mana sayang..?


" ada didalam lagi makan tempe Katanya lapar..


"Ooooo. Kakak mau ambil minum dulu ya. "


"Biar aku bilang ma Dina aja kak. "


"Ay. Bawa air minum yang lebih ya. Kak Andrian mau minum.. " aku berteriak ke Dina.


"Iya sebentar ya.., " Dina menjawab sambil berteriak


Uhff lega nya kak Andrian gak jadi masuk ke dalam. Coba kalo masuk ke dalam Kan gawat.


Tak lama kemudian kak David dan Dina datang.


"Lama banget ambil minumnya..!?


" tadi aku lihat meraka lagi makan tempe kak."aku langsung menjawab pertanyaan kak Andrian


"Iya kan Ay. ?


" oh I- ya kak. " dina menjawab dengan terbata.


******


Pov Dina.


Saat aku mau ambil minum didalam. Kak David keluar dari kamar mandi rumah Mila. Aku dengan santainya bertanya.


"Udah kak." sambil berlalu. Dan kak David langsung menarik ku dan mencium bi*irku. Di melu*at bib*r ku dengan sangat ber na*su. Lidah nya bermain di bi*irku memaksa aku untuk membuka mulut ku. Kami saling menukar air liur, dan lidah kami menari di dalam mulut ku dan mulut nya..


Puas dengan mulut ku dia bi*ir nya turun ke leher dan turun ke payu*ara ku. Dia memain kan pu*ing ku dengan lidah nya dia menjil*t put*ng ku yang berwarna pink yang belum terjamah sedikit pun. Sesekali dia mengigit manja terasa sakit namun nikm*t. Aku melihat Mila menutup mulut nya tapi aku tidak bisa memberikan respon apa apa karna kak David sedang bermain di put*ng ku tentu saja ini nikm*t sekali.


Namun tiba tiba Mila memanggil ku. Pasti ini ada sesuatu.


"Kak udah kak. ! "


"Nanggung sayang.. "


"Takut kak Andrian masuk, tadi Mila liat kita."


Akhirnya kak David pun berhenti kami merapi kan penampilan kami yang berantakan. Sebelum keluar dia mengecup bib*r ku singkat.

__ADS_1


__ADS_2