
Setelah makan siang, kak Andrian langsung mengantarkan ku ke tempat kerja. Saat aku sampai di ruangan, aku tidak melihat rekan kerja ku yang lain. Aku melanjutkan pekerjaan ku yang tadi tertunda. Tidak lama berselang kak Bayu datang.
"Hai kak.. Yang lain kemana.. ?
Tidak seperti biasa nya. Dia hanya diam. Aku tidak mengerti kenapa kak Bayu yang biasa nya ramah sekarang cuma diam tidak menjawab sapa ku... Memang selama ini kami dekat. Aku sering menanyakan tentang pekerjaan kepada kak Bayu. Dan dia pun sering mentraktir ku... Ah mungkin dia lagi ada masalah. Biarin aja lah... Aku pun melanjutkan perkerjaan ku... Pak Malik pun datang.
" Bayu. Saya pulang lebih cepat ya. Karna anak saya kurang sehat"
"Iya Pak.
Setelah pak Malik pergi. Kak Bayu menyuruh ku mencopy beberapa bahan. Aku pun mengambil bahan itu dan melangkah menuju mesin fotocopy yang berada di pojok ruangan. Saat sedang mengcopi bahan tiba- tiba kak Bayu mendekat kepada ku. Aku pikir dia mau mengambil sesuatu tapi dia menggenggam tangan ku dan menolak ku sehingga aku terpojok mengahadap dinding. Ku coba memberontak tapi aku tak bisa karna dia memegang ku terlalu kuat dan mengancamku dengan sebuah gunting. memang kak Bayu pernah belajar bela diri juga. Aku tau itu karna dia yang bercerita.
" lepas kan aku"
"Kalau kamu berteriak aku tidak segan segan untuk menusuk mu dengan gunting..
Dia mulai mendekatkan bibir nya di telinga ku.
" kamu wangi sekali Mila. Aku tak tahan melihat mu.
"Lepaskan aku. Ku mohonnn...
Aku mulai meneteskan air mata. " Ya Allah tolong aku. "
Dia mulai menggunting baju bagian belakang ku, Aku takut sekali tapi aku harus mengumpulkan tenaga untuk kabur.
"Ku mohon kak lepasin aku". Suara ku melemah
Dia tidak mengubris permintaan ku. Dia mulai melancarkan aksi nya. Dia menci-um ku dari telinga turun ke leher dan ke bagian pundak ku. Aku berpura- pura menikmati nya.
" leepasin aku kak. Ahh"
Dia menyeringai bisa kulihat dari sudut mata ku. Yes dia masuk perangkap. ku lihat tangan yang memegang gunting tidak berada di tu-buhku lagi. Dan aku merasa cengkraman tangan nya mulai melemah. Dengan sekuat tenaga aku menyentak tangan ku dan langsung berbalik dan mendorong nya hingga terpelanting ke belakang.
"Tolonggggggggg. Tolonnnnggggg.
" sialan wanita ******"umpat nya.
Sambil bangun dan berjalan menuju arah ku
Aku berlari menuju pintu. Aku dorong meja dan kursi dan apa pun yang ada di hadapan ku untuk menghalangi jalannya. Tiba- tiba aku tersandung dan bruuuuuk aku terjatuh.
"Tolonggggg.
Tamat lah riwayat ku
" Ha hHA hAh Ha hHA hAh kamu gak akan bisa kabur lagi Mila. Kamu milik ku hahahhaahhahah
Aku mencoba untuk bangun. Tapi percuma kaki ku sakit sekali. Dia semakin mendekat. Tinggal semeter lagi dia di depan ku tiba- tiba.
BRUUUUUK
suara pintu di dobrak. Dan pria itu langsung menubruk Bayu dan mereka pun berkelahi. Aku belum mengenali lelaki yang berkelahi dengan Bayu. Karna dia membelakangi ku. Mereka masih berkelahi dan aku berusaha untuk mengesot dan berteriak menuju pintu
"Toloooongggggggg
Tidak ada yang datang.
" Tolooooooong
Dan aku baru tahu yang datang menolong ku adalah kak Andrian. Dia berjalan kearah ku dengan wajah yang udah babak belur.
"Kamu gak kenapa- kenapa Mila..
Saat dia mendekat Aku langsung menghambur ke pelu -kan nya. Aku memeluk nya cukup erat.
__ADS_1
" ada apa ini. ?
Tanya kak Rosi
"Dan kenapa baju kamu bisa robek..
Aku belum bisa berkata- kata. Aku masih menangis di pelukan kak Andrian
"Pria itu mencoba memper-kosa Mila."
Jawab kak andrian sambil menunjukkan kearah bayu
Mereka pun mulai mendekati Bayu yang masih terbaring lemas di sudut ruangan.
"Ayo kita pulang.
Aku melepaskan pelukan ku. Kak Andrian langsung memakaikan jaket yang dia kenakan kepada ku dan menggendong ku menuju mobil nya. Aku tak tau apa yang terjadi selanjutnya diruangan itu. Aku gak mau tau. Aku benar- benar shok hari ini.
Lama kami di dalam mobil.
Akhirnya kak Andrian melajukan mobil nya kearah rumah nya. Ide bagus juga. Aku gak mungkin pulang kerumah dengan keadaan kacau seperti ini.
Sampai dirumah nya. Dia membukaan pintu mobil untuk ku. Aku berencana untuk jalan saja gak enak diliat sama tante.
Tapi diluar dugaan ku dia malah menggendong ku lagi. Mata ku dan mata nya bertemu sesaat. Dia pun berjalan memasuki kerumah nya. Seperti ada magnet tersendiri. Mataku turun ke bi-bir nya yang berwarna pink. Ingin rasanya ku kecup bibir itu. Tak ingin berlama- lama menatap bibirnya ku alih kan mata ku ke leher nya tapi itu pun begitu indah ada jakun nya yang naik turun. Sumpah semua lekuk tubuh nya begitu indah. Membuat hati dan rasa yang terpendam bergelok kembali.
" Mila kenapa Dri...?
Ucap tante sambil berlari ke arah ku.
"Nanti Andrian cerita Mah. Dina mana Ma..?
" dia lagi ke kampus.
Tante yang terus mengikuti kami ke kamar Dina dan membukan pintu untuk kami. Kak Andrian pun menaruh ku di atas tempat tidur. Tante kembali keluar kamar
"Kerumah ya. Ada yang sakit.
" jangan lama- lama.
Dia langsung menekan tanda merah di Layar telfon nya.
Saat tante kembali ke kamar sambil membawa air hangat untuk ku dan kak Andrian. Tante memberikan untuk
"Ma tolong ganti baju Mila Ma.
Tante langsung mengambil baju Dina dan memberikan kepada ku.
" ayo keluar. Emang kamu gantiin baju nya Mila.?
Tante pun keluar sambil menarik lengan kak Andrian. Tidak lama berselang kak andrian masuk dengan seorang wanita cantik dan membawa tas di tangan nya.
Aku duduk dan bersandar di kepala tempat tidur. Aku pun diperiksa sama dokter tersebut yang ku dengar dari kak Andrian dengan sebutan Luna
" keadaan nya baik. Cuma kaki nya keseleo dikit..
" emg kalian kenapa Dri. Kamu pun babak belur. Sini aku obatin...
"Gak usah Lun. Aku baik- baik aja kok. Jadi kek mana kaki nya.. ?
" lebih baik. Panggil tukang urut aja Dri.. Ne aku kasih salap pereda nyeri dulu.
"Baik lah.
" Mil. Aku anterin Luna dulu ya.
__ADS_1
Aku hanya mengangguk aja.
Tak lama kemudian. Kak aku Andrian balik lagi ke kamar. Dan duduk di tepi tempat tidur.
Dia menatap ku nanar.
"Are you oky.
Aku menangis lagi dia pun memeluk ku. Aku balas pelukannya. Hangat, nyaman itu yang ku rasakan... Di membelai rambut ku.
" it's oky. Semua udah berlalu.. Dan kamu baik baik saja kan.?
Aku mengangguk. Tiba- tiba Dina masuk dan meneriaki ku dan kak Andrian yang masih dalam posisi berpelukan.
"Woi. Kalian lagi buat mesum di kamar ku..?
Kami pun kaget dan melepas pelukan itu. Kak Andrian langsung bangun Dan berbalik.
" apan sih.
Dia ingin keluar tapi di tahan tangan nya sama Dina.
"Muka kakak kenapa..? Dan Mila kok datang gak kabarin.. ?
"Abis berkelahi tadi.
" kayak anak kecil aja.
Kak Andrian pun keluar.
"Mil. Kamu kenapa.
Aku pun memeluk Dina dan menangis di pelukannya.
" kamu bole cerita kalo kamu udah siap ya.
Akhirnya aku menceritakan semua nya kepada nya
"Enak nya aku pites anak tu.. Tp kok kak Andrian ada disitu lagi.. ???
" aku juga gak tau...
"Oh iya udah tlfon ortu kamu...?
Aku menepuk jidat ku.
"Lupa aku. Aku tlfon dulu deh.
Aku mencari telfon genggam ku. Tapi nihil
" mungkin ketinggalan di tempat kejadian Mil.!
"Mungkin juga ya. Ya udah aku pinjam handphone kamu aja deh.
Dina memberikan handphone nya.
(" assalamu'alaikum buk. Ini Mila buk.. )
("Mila di rumah Dina buk... HP Mila hilang .... Jadi ibu udah dijalan... Emang Pak de sakit apa...? Ya udah buk hati -hati ya... )
" gmn Mil...?
"Ibu aku udah berangkat kerumah pak de Ipan tdi siang sama bapak.
" ya udah kamu disini aja sama aku.. Ya ya ya ya.
__ADS_1
"Iya..tante pun gak izinin kalo kamu dirumah sendiri. " mama Dina menimpal pembicaraan kami.
"Tu kan dengar mama bilang apa...