Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Dia


__ADS_3

"Assalamu'alaikum


"Wa Waalaikumsalam salam" Jawab pembantu Dina


"Bi. Bawa minuman dingin sama cemilan ke kamar ku ya Bi. Ayok Mil ke kamar ku."


Aku melangkah dengan hati - hati. Ya maklum takut terpeleset. Aku memasuki ruang tamu dan melewati dapur, kamar Dina ada di lantai atas. Kami menaiki tangga. Aku takjub dengan rumah yang begitu besar.


Wow rumah nya besar sekali. Batin ku


Disamping kamar Dina ada 1 kamar lagi. Mungkin itu kamar kakak nya.


Sampai di kamar, Dina langsung merebahkan badan nya di atas kasur yang begitu besar. Kamar yang bernuansa putih dan pink buat kita betah untuk berlama -lama. Kamar nya pun wangi sekali. Aku benar- benar benar takjub di buat nya.


"Ay. Aku izin ke toilet dong.


" Iya....


"Iya di mana..! aku mana tau ay. ?" Aku kesal karna harus menahan Oik terlalu lama


"Hahhahah aku lupa. Lorong di samping pintu lurus aja..


Aku bergegas menuju ke toilet. Tanpa sengaja aku menabrak seseorang dan hampr terjatuh


" Aaaaaaaaaa "


dia menangkap tubuh ku yang hampir mencium lantai. Aku melihat mata yang begitu indah, bulat dan agak sipit dihiasi dengan manik yang berwarna coklat. Ku arah kan mataku ke bibirnya yang berwarna pink dan agak Tipis begitu imut untuk ukuran laki-laki.


"Ada apa mil. ? Cie cie berasa lagi tangkap bidadari jatuh ne... So sweet


Tiba tiba dia melepas aku.


" Astaghfirullah au..


"Kamu gak kenapa- kenapa Mil.


Aku bergegas bangun dan menuju ke kamar mandi sambil membawa rasa malu yang ku pikul.


" Mil.


Langsung aku jawab.


"Aku gak kenapa -kenapa kok.


Padahal malu setengah mati.


Kok dia ada disini.? Batin ku.


Saat keluar dari toilet aku mendengar percakapan Dina dan pria di kantin tadi yang mencuri perhatian ku.


" Ngapain kakak disini.?


"Aku cuma numpang ke toilet kok.


" Toilet di bawah kan ada.?


"Tadi lagi di perbaiki. Udah ah. Masalah toilet aja di diributin.


" Bukan itu masalah nya. Tapi pri- va -si


"Alah anak kecil aja pakek privasi-privasi segala. Sambil memencet hidung Dina.


Seeet kok dalam hati ku terasa lain ya. Seperti ada perasaan yang mengganjal.


" Ehmmmm permisi. Maaf ganggu"


"Gak kok Mil. Eh kek mana tadi dimana sakitnya" Dina mengelilingi ku dan memegang pada bagian pantat ku. Kan aku malu.


" Kamu sih kak. Pakek di lepasin pelukan nya, kan belum sempat aku foto.


"Emang untuk apa kamu foto .?


" Mau aku kirim ke cewek-cewek kamu tu..


"Ittssss apa an sih anak kecil ikut campur aja.

__ADS_1


" Ay. Aku pulang aja ya.


"Jangan lah Mil. Kan kita baru sampek.


"Permisi non. Ini minuman nya.


" Tarok aja diatas meja Bi.


" Sini biar saya bantu.


"Makasih non


" Sama-sama Bi.


"Oya Mil. Kenalin ini sepupu aku Angga.


" Hai." Dia tersenyum dan melambaikan tangan kepada ku.


Aku hanya tersenyum dan tak berani menatap nya. Hanya ku lirik dia sesekali. Dia duduk dengan santainya dekat jendela dengan pantulan matahari penuh. Membuat nya semakin sempurna.


Bagaimana dengan jantung ku.?


Jangan kalian tanyak. Seandainya dia punya kaki udah loncat dia keluar. Oh Tuhan sungguh indah ciptaan mu.


"Kamu jurusan apa?


" Sama kayak Dina"


"Oooooo. Eh Aya kamu emg jurusan apa...?


Dengan malas nya Dina menjawab.


" Kan udah aku cerita kak. Aku ambil jurusan Ilmu Komunikasi. Masak lupa sih.. Oya ya kakak mana ingat ya. Yang kakak ingat kan cuma pacar kakak. Ada berapa ya. 1. 2. 3. Ah banyak pokok nya."


Angga langsung melempar bantal ke arah Dina


"Auuu sakit tau.


" Biarin. Sok tau sih.


Berbeda dengan aku yang serba kekurangan. Tapi aku memiliki orang tua yang selalu ada untuk ku.


Hari pun mulai senja.


"Aya aku pamit ya.


" Sebentar ya.


"Kak. Bangun,,,,, tidur aja dari tadi.. "


Angga menggiliat di atas tempat tidur Dina. Rupanya kak Angga tertidur dari tadi. Ya Allah. Sumpah ini mahluk ganteng amat. Padahal baru bangun tidur tapi ya Allah. Gak bisa di ungkapkan dengan kata-kata dah. Ke gantengan nya level 1000% dah.


"Kak. Anterin Mila dong. Mang ipul lagi jemput mama.


" Gak usah Aya. Aku bisa pulang sendiri".


"Emg kamu tau jalan pulang. Kamu kan baru disini. Udah gak usah nolak. Nolak nya kapan- kapan aja. "


Tanpa berkata kak Angga langsung mengenakan hoodie nya dan menarik tangan ku. Aku mengikuti nya dari belakang sumpah harum banget ne orang padahal baru bangun tidur. Mana tangan nya lembut banget lagi...


Sampai di motor nya dia langsung memberikan helm kepada ku.


"Hati-hati ya bawa anak gadis orang. Masih perawan ting ting tuh."


Angga hanya membalas dengan senyuman dan melambai tangan.


" Pegangan


"Haah


" Angga bilang pegangan". Dina malah jadi translator nya. Aku gak budek Dina. Cuma aku bingung mau pegangan dimana


Angga langsung menarik tangan aku dan melingkarkan tangan ke pinggang nya.


Tolong...... Aku bisa pingsan kalo gini

__ADS_1


"Rumah kamu dimana..?


" Aku ngekos di dekat kampus kak."


angga pun mengendarai sepeda motor nya dengan perlahan tak ada sepatah kata pun yang keluar , Hanya deruan angin yang terdengar. Saat aku ingin menarik tangan ku dari pinggang Angga dia malah menarik gas motor nya dengan tiba -tiba. Sontak aku makin mengencangkan pelukanku.


Ya udah lah. Kunikmati momen indah bersama ciptaan Tuhan ini. Kapan lagi bisa jalan bareng malaikat tak bersayap.


"Kita mampir di kafe dulu ya. Aku lapar


" Ooooh iya kak


Kami pun mampir di kafe yang lumayan ramai. Saat masuk ke kafe. Semua mata wanita terpesona dengan kak Angga.


Kami pun memilih tempat duduk di dekat jendela.


Waktu maghrib pun tiba.


"Kak. Aku izin ke mushola dlu ya.


" Dia menatap ku sesaat.


"Sebentar kamu tunggu dulu disini


Dengan patuh nya aku menuruti perkataannya. Dia pun melangkah ke arah palayan. Aku tak tau apa yang mereka bicara kan. Yang ku lihat pelayannya hanya menunjuk ke arah barat. Angga pun balik ke meja.


" Yuk aku anterin.


"Gak pa- pa kak.


Dia tetap berdiri


Aku pun bangun dan Angga mengantarkan aku ke mushola.


Saat sampai di mushola.


" Kakak gak ikut sholat


" Nanti. Kata nya singkat. "


Aku masuk mushola. Selesai sholat aku melihat dia sedang bercengkrama dengan anak kecil. Saat aku mendekati nya di berkata


"Kita tunggu ibu ny dulu ya..?


" ini anak siapa kak. ?


"Entah. Kata nya mama nya lagi sholat"


"Ooooo "


gak lama kemudian ibu dari anak ini muncul. Kami pun kembali kemeja tempat kami memesan makanan tadi.


"Permisi. Ini Pesanan nya.


pelayanan pun meletakkan kan pesanan kami.


" terimakasih" ucap kami serentak


Semua pelayanan wanita yang lewat mencuri pandang dengan kak Angga. Uuuuuhhh kesel nya. Kok aku baper ya..


Kami pun melanjutkan makan malam nya dengan hitmat.


Selesai makan kak Angga mengantar ku ke kos.


"Terimakasih"


"Untuk apa..?


" udah anterin aku ke kos. "


"Semua itu gak gratis. Nnt kamu harus menggantinya"


Aku mengernyit kan dahi. Tanda aku kurang mengerti.


Dia pun berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2