
Aku dan Dina menikmati alunan musik dan minuman yang kami pesan. Sekaali -kali aku mengamati gerak gerik kak Andrian. Dan tak jarang pula mata kami bertemu dan tersenyum. Aku pun Bak anak ABG yang baru jatuh cinta.
"Ay. Sering kesini..?
Aku berbicara dengan Dina agak berteriak
" dulu sering Mil. Sekarang udah jarang. "
Saat kami sedang berbincang ada dua pria menghampiri kami. Mereka duduk disamping Aku dan Dina.
Aku pun merapat kan tubuh ku lebih dekat dengan Dina.
"Hai. Boleh kenalan..?
" aku Nicol.. "Salah seorang dari mereka mengulurkan tanga nya ke arah ku.
" Mila." aku membalas jabatan tangan nya.
Tidak lama kemudian. Kak Andrian dan temanya menghampiri kami dengan mimik wajah yang protektif,
"Ehehemmm mereka pacar kami" pipi ku memanas aku pun teraipu malu dan tentunya bahagia. Walapun itu hanya sebagai guyonan agar kami tidak di gangguin.
"Ooooo maaf.." mereka pun berlalu pergi.
Dan kak Andrian duduk disamping ku dan kawan nya duduk disamping Dina.
"Mil. Kenalin ini David... !
" Hai. Mila. "
"Hai juga kak. Salam kenal. "
"Lama gak ketemu kak ya.. " Ternyata Dina dan kak David sudah saling kenal.
*****
Dina berbisik ke telinga ku.
"Dia cowo yang sering aku ceritain. "
"Oooo. Semoga pucuk di cinta ulan pun tiba. Oky"
*****
Kak Andrian merangkul pinggang ku dan menarik ku agar lebih mendekat kearah dia.
"Beri mereka sedikit privasi" dia berbisik di telinga ku. Tak ayal seluruh bulu ku berdiri tanpa intruksi.
Aku pun berbisik ketelinga nya
"Emang kenapa kak..?" Aku pura- pura gak tau situasi mereka.
Dia menyingkirkan rambut yang menutupi leher ku.
" Dina suka sama David. "
"Ooo kalo kak David..? Suka gak sama Dina?
Aku menggoda nya dengan berbisik dan meniup telinga nya.
__ADS_1
dia meremas pinggang ku. Dan jakun nya terlihat naik turun.
" kayak nya gtu juga."
"Mil. Aku suka banget sama wangi kamu".
" apaan sih kak. "Aku mencubit pinggang nya dan tersenyum malu. Dia pun tertawa..
" mau turun gak..? "
"Tapi aku gak pandai dansa kak.. "
"Ikutin kakak aja nanti. "
Kami pun turun ke lantai dansa sambil bergandeng tangan dan di ikuti oleh Dina..Ku ikutin gerakan yang kak Andrian lakukan.
"Baik lah , kalian yang ada lantai dansa, yang memiliki pasangan. Ayo kita berdansa dengan indah. Nikmati lah setiap dentuman musik nya. Selamat menikmati. "
Dia pun merangkul pinggang ku jarak kami hanya beberapa centi bahkan hidung kami hampir bersentuhan.. Aku dapat menci- um harum Nafas nya.
Aku manatap manik mata nya, tatapan nya menembus jantung ku, aku lemah dibuat nya. Dia semakin mendekatkan wajah nya, ku pejam mata ku, aku pikir dia mau menci- um ku. Ternyata dia hanya memeluk ku. Aku berdecik kesal, tidak sesuai harapan.
Dia tersenyum mengejek ku. Nyebelin banget gak sih... Kami pun berdansa mengikuti alunan musik yang menenangkan.
******
Selesai berdansa aku naik ke tempat tadi Kak Andrian juga, sedangkan Dina dan kak David masih di lantai dansa. Mereka semakin intens. Ku rasa mereka berhasil mendapatkan restu dari kak Andrian.
"Mereka cocok ya..
" iya kak..
"Kalo kita..?
Aku mencubit manja pinggang nya lagi.
"Aku serius Mil.!"Ku tatap manik mata nya tidak ada keraguan sedikit pun.
Ku alih pandangan ku dan menenggak minuman yang tersisa.
Terlalu munafik jika aku tidak menaruh hati kepada nya.karna setiap sentuhan nya membuat hati ku bergetar . Aku terlalu cepat jatuh cinta kepada nya. Aku terbuai dengan semua tingkah laku nya.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 kami berencana pulang.
" Dri. Gue pulang bareng Dina ya...!
"Wiiiiih dah lancang loe ya. Langsung pulang kagak..!???
" langsung pulang lah. Gue bawa anak gadis orang. Masak pulang nya tengah malam. "
"Awas ya loe kalo macam- macam sama adik gue.. "
"Siiiiip."
Dina pun masuk ke mobil kak David. Sedang kan aku pulang bareng kak Andrian.
*****
__ADS_1
Dia melajukan mobil dengan kecepatan sedang ditemani alunan musik yang syahdu.
Namun di tengah perjalanan dia berhenti di sebuah taman yang tidak begitu ramai, taman yang dihiasi dengan pepohonan rindang dan setiap batang nya di hiasi dengan lilitan lampu yang warna warni.
"Kita berhenti sebentar ya. "
"Bole kak.
Kami pun menuju danau yang dikelilingi tanaman bunga. sinaran Rembulan mengiringi langkah kami, cetakan bulan terlihat jelas di dasar danau.
" Mila. Aku gak tau harus mulai dari mana. Yang aku tau kamu telah membuka pintu hati ku yang telah lama tertutup. Memang ini sangat awal untuk ku ungkapkan. Tapi aku gak bisa menunggu terlalu lama lagi.
Mila. Izin kan aku untuk mengisi hari -hari mu. Setiap detik nya."
Kutatap mata nya memang tidak ada keraguan, tatapan yang tegas menusuk manik mataku. "
Aku ragu.. Aku tak tau ini cinta atau hanya penutup luka hati ku.. Aku membisu. Beribu kata ingin ku utarakan. Namun bibir ini kelu.
"Kamu gak perlu jawab sekarang Mila. Aku cukup kamu tau bahwa aku mencintaimu."
"Dan satu lagi. Setelah ungkapan ini. Aku gak mau sikap kamu berubah. Aku gak mau kamu menjauh. "
Aku hanya mengangguk ragu. Ku alih kan pandanganku kearah rumput yang ku injak. Mereka jadi saksi akan kebodohan ku.
Dia pun mengangkat dagu ku.
" apa rerumput itu lebih indah di pandang dari pada pria yang tampan ini." dia tersenyum sambil mengedipkan mata nya
Aku tersenyum kikuk.
"Mau pulang....
" iya kak...
Saat pulang pun di tetap menggenggam tangan ku.... Di angin. Ya tangan nya dingin bagaikan es.
"Kamu tau Mila.. Baru kamu yang buat aku panas dingin kek gini. Dan kamu tau Mila. Cuma kamu yang ragu menjawab cinta aku.. Ya cuma kamu.. Semoga bukan kamu yang pertama yang menolak cinta ku."
*******
Perasaan aku tu campur aduk banget. Senang, bahagia tapi aku sedih karna aku gak bisa menjawab sesuai dengan perasaan aku yang sesungguhnya. Entah kenapa aku meragu. Tapi aku suka sentuhannya. Genggangan tangan nya tak lepas sampai kita sampai depan pintu rumah.
"Gak enak sama tante kak. " aku coba melepas genggaman nya.
"Oky... cuma kali ini ya"
Aku tersenyum sambil mengangguk.
*****
Rumah masih sepi. Mungkin dina belum pulang. Kami pun melangkah masuk kamar masing -masing. Saat akan masuk kamar.
Kak Andrian menarik aku kedalam pelukannya. Aku terdiam, ku nikmati Hangat nya pelukanmu dan aku merasakan dadanya yang bidang. Dia melepas pelukannya. Tidak sampai disitu dia menatap mata ku sendu.
"Mila. I love You. "
secara perlahan Dia melu-mat dibibir ku pelan, hangat dan basah. Yang awalnya aku hanya diam tanpa memberikan balasan. Entah mendapat keberanian dari mana akhirnya aku membalas ******* kak andrian. "Aku menginginkan juga. "
Ku buka mulut ku. Dia menghisab bibirku dengan lembut dan memainkan lidah nya disana. Tangan nya beralih ke tengkuk ku dia tidak ingin melepas ******* itu. Semakin dalam dan dalam hingga kami kehabisan napas. Kami melepas ******* itu. Dan saling menempel kan kening.
__ADS_1
"Aku mencintai mu Mila. Sungguh aku candu akan dirimu. "
"Aku mencintaimu juga kak, aku takut kehilangan dirimu"