
Setelah bercerita dengan Dina aku mulai merasa lega dan tenang. Namun aku teringat dengan keadaan kak Andrian
"Ay. Kak Andrian dimana..?
" cie ada yang kangen ne..?? Baru juga bentar di tinggal..
"Bukan begitu. Kamu liat kan muka nya babak belur... udah di obatin apa belum. "
" Kayak nya belum di obatin deh Mil..
"Itu lah. Tadi dia gak mau di obatin ma kak Luna."
" boleh mintak tolong gak "
"Apa tu..?"
"ambil kotak P3K bole. Sekalian panggil kak Andrian."
"Siap.. Tuan putri. "
" apaan sih hehhehh tapi makasih ya."
Setelah Dina mengambil kotak P3K Dina kembali ke kamar. Selang beberapa saat kak Andrian juga masuk ke kamar dengan expresi panik.
Dia langsung menghampiri ku. Dan berkata.
"Dimana nya yang sakit Mil..?
Aku gak ngerti dan aku melihat Dina yang sedang menahan tawa. Dann
" hahhhhahhahhhahha panik banget kak. Aku cuma becanda aja kok.
"Ay jangan becanda kalo masalah kesehatan. Kakak gak suka.
" iya sorry sorry. Janji gak ulangi lagi deh.
Sambil meletakkan kotak P3K di depan aku. "Aku keluar bentar ya. "
"Eh di sini aja Ay". Kata ku.
Aku gak mau gugup hanya karna berdua dengan kak Andrian.
Dia gak mengubris ku dan langsung keluar kamar. Akhir nya dari pada canggung aku menyuruh kak Andrian langsung untuk mendekat
" kak kesini sebentar." aku menepuk pinggir tempat tidur.
"Kenapa Mil."
Sumpah padahal jantung ini udah jedak jeduk dibuat nya. Mudah mudahan gak kedengaran kak Andrian deh. Heheheheh
Dia duduk di tepi ranjang dan aku membuka kotak P3K nya. Benar saja. Luka di muka nya belum di obatin karna masih terdapat noda darah disana.
Aku mulai membersih kan luka nya dengan pelan- pelan dan dia meringis. Mungkin perih aku meniup luka yang ku bersih kan. Ya Allah banyak banget luka nya.
Saat aku membersihkan luka nya yang disudut bibir. Aku malah terpana dengan bibir nya. bibir seindah ini malah terluka. Mata kami pun bertemu.
"Maaf" lirih ku.
Dia memegang dagu ku dan mendekat kan muka ku kearah nya. Dengan perlahan Dia menge-cup bibirku, dan langsung mengu-lum bibirku dengan lembut. Sangat lembut dan basah, Pipiku memanas. Ada desiran aneh yang lama tak kurasa. Saat aku membalas ciuman nya dia malah meringis. Aku langsung melepas ciuman itu. Kulihat darah keluar lagi dari sudut bibir nya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Dia langsung keluar kamar. Jantung ku masih jedak jeduk. Ku tarik nafas pelan -pelan dan kulepaskan. Tenang oh hati tenang lah...
******
__ADS_1
Tak berselang lama Datang Bi Inah
Tok tok tok
"Permisi Non"
"Masuk Bi.
"Iya Non, ini tadi Den Andrian mintak tolong sama bibi untuk urut kaki Non Mila. "
Bi Inah pun duduk di pinggir tempat tidur dan mulai mengurut pergelangan kaki ku.
" bibi urut sekalian sama badan ya Non. "
"Ooo boleh bi. Emang badan Mila pada pegel ne bi. Maksih bi ya..
" iya sama- sama Non"
Selesai di urut bi Inah. Kaki ku udah bisa buat jalan, meski masih ngilu sedikit. Aku pun. Emutuskan untuk membersihkan diri biar lebih segar.
******
Saat makan malam tiba Dina mau mengantarkan makanan untuk ku ke kamar. Tapi aku gak mau merepotkan mereka. Akhir nya aku turun ke bawah untuk makan malam bersama mereka. Saat sampai di meja makan, aku melihat kak Andrian sudah duduk di dekat mama nya. Dia tidak melihat ke arah ku. Dia sibuk dengan handphone nya. Aku duduk pas di depan nya.
"Gimana kaki nya...? Masih sakit...?
Dia langsung menatap dan tersenyum kearah ku, dia pun meletakkan handphone nya.
" Alhamdulillah udah enakan . Makasih ya Tante..
"jangan sungkan- sungkan... Ayo kita makan."
" ayooo. Lagi Cerita apa ne..?
"Is kakak ni. Selalu aja asal masuk ke kamar Dina...? Kan dina punya privasi..
" anak kecil aja pakek privasi segala". Sambil mengacak -acak rambut Dina.
Deg aku teringat kata -kata yang dulu Angga ucapkan.
Aku sering memikirkan kak Angga. Tapi harapan dan rindu ini memudar seiring berjalan nya waktu. Saat aku sedang memikirkan kak Angga.
Kak Andrian memberikan handphone ku.
"Ne handphone nya..
" dimana kakak dapat.?
"Tadi ketinggalan di mobil....
" jadi kak Andrian balik ke kantor untuk kembaliin handphone Mila..???
"Iya".
Dia duduk di samping ku dan mengambil minuman yang aku pegang.
Aku pun tercengang. Tapi aku gak bisa berbuat apa -apa.
" pria itu siapa sih Mil. Kok berani kali dia sama kamu...!??
Tanyak kak Andrian sambil menghadap ke aku.
__ADS_1
"Dia Bayu. Senior ku kak.. Padahal dia baik sekali orangnya gak pernah bersikap yang enggak- enggak. Aku pun gak nyangka di kek gitu Tapi. Terima kasih kak .. Aku gak tau apa yang terjadi kalo gak ada kak...
" aku juga bersyukur kalo aku yang berada disitu" dia manatap ku dengan tatapan yang tidak bisa aku pahami.
"Ehemmm.... "
Tiba -tiba dina bangun dari tempat duduk nya
" mau kemana ay. "
"Mau ke kamar mandi bentar. Kebelet ne. "
Saat dina ke kamar mandi. Aku dan kak Andrian masih duduk di teras.
"Kaki nya masih sakit..?
" udah enakan kok kak.. " aku mencoba menggerakkan kaki ku...
"Besok ada rencana kemana...? "
"Blum tau kak..
" kenapa kak..?
"Malam besok kantor kakak ada buat party night. Mau ikut gak?
" mau kak. " Dina menimpal.
"Kamu mil kek mana mau ikut..?
" bole kak"
"Ya udah istirahat trus. Jangan lama -lama diluar. Nanti masuk angin. Kakak masuk dulu ya."
Kak andrian berlalu pergi meninggalkan harum tubuh nya yang maskulin. Aku pun tersenyum senang.
"Oky kak. Perhatian banget. "
" Kita tidur yok Mil. Ngantuk banget ne..
"Yok lah. Aku pun ngantuk x. "
Sebenarnya aku belum ngantuk, kulihat Dina telah berlabuh ke mimpi nya. Akhir nya kumainkan gawai ku. Dan memainkan beberapa game dan sosmed. Akhirn ya aku pun tertidur.
Jam 4 pagi aku sudah bangun. Karna aku memang gak bisa tidur. Kulihat Dina masih tertidur pulas. Aku pun memutuskan untuk mandi biar segar. Setelah mandi kulihat bik Inah mulai melakukan aktifitas nya.
aku pun turun kebawah
"Pagi Bik." aku menyapa bik inah yang sedang menyapu ruangan.
"Pagi Non. Gimana keadaan nya..?
"Alhamdulillah udah baikan bik. Kaki masih agak sakit sih. Tp udah bisa buat jalan. "
"Mau masak apa ne bik...?
" Den Andrian mintak nasi goreng Nanti biar bibik yang buat.
"Gak pa- pa bik. Biar Mila yang buat, bosan juga kalo cuma duduk doang..
Akhir nya aku meracik bumbu nasi goreng. Selesai menyapu bik Inah membantu ku masak.
__ADS_1