Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Tahlilan


__ADS_3

Ibu.. .. . 


Aku terbangun dari tidur ku. Aku memegangi kepala ku yang terasa  berat dan pusing. Aku melihat kesekitar. Yang ada hanya keluarga Dina.


"Udah bangun sayang...? Ucap tante.


Aku langsung menangis dan memeluk tante  "yang sabar sayang ya. "


Akhirnya jenazah ibu dan bapak ku dibawa pulang kerumah dengan menggunakan mobil ambulan Rumah Sakit dan keluarga Dina selalu menemani ku.


Sampai dirumah sudah terdapat beberapa orang yang datang melayat. Kedua orangtua ku di makamkan di TPU dekat dengan tempat tinggal ku.


Setelah pemakaman, aku berdiri disamping makam ibu dan bapak ku "Ibu, Bapak. Doa kan aku bahagia, iringi juga perjalanan hidupku. Semoga Ibu dan Bapak bahagia disana dan semoga jadi ahli surga. Aminnn" aku berbicara dan air mata ku tak berhenti berlinang.


"Ibu, Bapak. Perkenalkan aku Andrian. Aku sangat mencintai gadis kecil Bapak dan Ibu. Izin kan aku melamar anak Bapak secepatnya. Doa restu untuk kami Pak. Semoga acara lamaran kami berjalan dengan lancar.! Aku akan melindungi dan membahagiakan Mila. Dan terimakasih telah melahirkan seorang gadis yang begitu manis. "


Aku sedih tapi aku juga terharu. Karna keseriusan kak Andrian yang melamar aku di depan batu nisan kedua orang tua ku.


"Ibu, Bapak. Mila pamit pulang ya. Mila janji akan sering- sering kesini."


Kami pun melangkah pulang. Aku menoleh kearah makam Ibu Bapak ku. Yang kulihat hanya batu nisan dan taburan bunga yang masih segar.


Aku berharap ini hanya mimpi. Namun, ini memang kenyataan pahit yang harus ku Terima. Aku harus ikhlas. Jika aku bersedih mereka akan ikut bersedih. ku gak mau lihat kedua orang tua ku bersedih.


*****


Sampai dirumah, warga dan kawan -kawan yang ingin melayat sudah datang. Karana memang aku akan membuat tahlilan selama 7 hari 7 malam.


Aku memasuki rumah Dan duduk di sudut ruangan tentu di temani dengan Tante dan Dina,,


"Turun berbela sungkawa ya nak. Yang tabah, yang sabar ya.. Kalo ada perlu apa- apa jangan sungkan - sungkan untuk bilang sama Ibu dan Bapak ya" ucap Buk RT


"Iya buk makasih. Buk. Bole mintak tolong gak bu. ??"


" iya nak bilang aja.!"


"Tolong bantuannya selama buat tahlilan buk ya. Karna jujur saya kurang ngerti kalo masalah kek ginian... Tolong bantuannya ya buk. "


"InsyaAllah kami bantu nak.. "


"Sekali lagi Terimakasih buk"


*****

__ADS_1


Tujuh hari tujuh malam kami mengadakan acara tahlilan. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, tentunya di bantu oleh keluarga Dina dan tetangga setempat. Dan tak lupa juga keluarga di kampung juga datang menghadiri acara tahlilan ini.


Setelah beres semua. Keluarga Dina berpamitan pulang. Memang gak mungkin mereka berlama- lama disini. Karna mereka memiliki kesibukan masing - masing.


"Nak. Tante dan Om pulang ya, jaga diri baik- baik . Kalo ada perlu apa - apa kabarin ya.. "


" iya tante. Makasih ya. Udah temenin Mila. "Sama- sama sayang" tante pun memeluk ku hangat.


"Aku pamit ya Mil"


"Iya Ay. Terimakasih ya.


"Sayang. Kakak balik kerumah dulu ya.. "


"iya kak." dia tersenyum manis kepada ku.


Tinggalah aku sendiri dirumah. Aku melangkah ke kamar ibu ku.. Aku menuju ke ke lemari pakaian.


Aku mengambil baju ibu dan bapak ku. Ku peluk hangat baju mereka. Wangi parfum mereka yang sama masih melekat jelas, seakan- akan mampu menghadirkan mereka disini. ku bawa baju mereka ke tempat tidur aku berbaring sambil memeluk nya. "Ibu bapak. Mila rindu."


sambil meneteskan air mata. Lama menangis sambil mengingat masa- masa indah bersama mereka, Aku pun tertidur.


Selama tujuh hari tujuh malam. Aku memang tidak bisa tidur lelap. Tapi hari ini aku bisa  tertidur selama 5 jam.


Aku bangun dan menuju kamar mandi untuk bersih -bersih dan aku melaksanakan sholat magrib. Setelah sholat maghrib aku merasa lapar dan aku berencana akan memesan makanan.


Tok tok tok "Assalamu'alaikum "


Suara ketukan pintu. Aku membuka kan pintu dan ternyata ada anak buk RT disana.. "Waalaikum salam. masuk dek.. "


"Iya gak usah mba Mila. Ini ada titipan dari mama" Dia memberikan rantang.


"Makasih ya dek. Maaf repotin"


"Iya mbak gak apa -apa kok. Saya balik terus ya mba. Tempatnya besok aja balikinnnya. " "Iya sekali lagi terimakasih ya. "


"Iy mbak. Saya balik dulu mba"


"Iya hati - hati" Dia pun pergi.


"Alhamdulillah ada rezki"


Aku membuka susunan rantang tadi. Ada ayam rendang saam kangkung tumis. Aku menikmati hidangan ini.

__ADS_1


Selesai makan aku teringat aku lupa kalau dari tadi siang aku tidak memegang handphone.


Ku cari handphone ku ternyata ada di kamar, saat ku buka 50 panggilan tak terjawab dan ada beberapa chat yang masuk.


Saat akan menelfon kak Andrian.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum Mila. Mila "


aku tau itu suara kak Andrian dan Dina "Waalaikum salam. " aku membuka pintu.


Kak andrian langsung memeluk ku


"Ya ampun Mila. Kami pikir kamu kenapa -kenap. Dari tadi kami menelfon gak diangkat angkat. "


Dina udah duluan masuk dan mengambil air di kulkas. Aku melepas pelukan kak Andrian. " Masuk dulu kak. "


Dia pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu. "Kamu tau Mil. Aku lagi makan tadi. Kata kak Andrian kamu gak angkat angkat tlfon dari siang . Kami langsung kesini dan aku belum sempat minum. Aku hampir mati kecekek. " Aku pun tersenyum


"Makasih ya Ay. Udah khawatirin aku. " aku memeluk Dina


"Aku sih gak khawatir, tapi tu" dia menunjuk ke kak Andrian dengan menggunakan mulutnya sehingga bibirnya agak manyun. "Kayak orang kebakaran jenggot "lanjut Dina.


" makasih kak ya.. "


"Besok besok kalo di telfon harus angkat ya."


"Kalau bisa tu HP di gantung di leher. Biar bisa dibawa kemana mana. " Dina menimpal. "Hehehehehhe." aku tertawa garing.


"Udah makan malam kak"


"Belum sayang. "


"Ya udah aku temenin makan yuk. Tadi buk RT ada kasih rantang"


Aku berjalan menuju meja makan di ruang tengah. Aku menyiapkan nasi di piring dan air minum. Dan meletakkan kan lauk nya di piring juga. Aku menemani kak Andrian makan.


Malam ini kak Andrian dan Dina tidur dirumah ku. Tentu saja kak Andrian telah memintak izin ke pada RT setempat. Agar tidak ada fitnah nantinya.


Malam ini Aku dan Dina tidur di kamar ibu sedangkan kak Andrian tidur di kamar aku.


Bagaimana  kelanjutan  ceritanya. Ada surprise apa lagi ya..

__ADS_1


Next episode..


__ADS_2