Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Kencan Pertama


__ADS_3

Saat aku masih berlabuh dalam mimpi ku. Dering handphone membangun kan ku.


"Emmm siapa sih pagi- pagi buta telfon"


Tanpa melihat siapa yang telfon aku langsung mengangkat nya.


"Hallo...


" Pagi.


Ini kan Suara kak Sngga. Aku bergegas bangun ku tutupi sebagian muka ku dengan selimut. Aku takut ada belek atau bekas iler di wajah ku (jorok banget kan..)


"Pagi juga kak


" Kok muka nya ditutupin


"Aku ke kamar mandi dulu kak ya.


Tanpa menunggu persetujuan dari nya. Aku berlari kecil menuju kamar mandi cepet- cepat ku basuh muka ku. Dan ku ikat rambut ku. Lalu aku kembali mengambil handphone yang tadi ku taruh asal.


" Udah. ???


"Udah kak


Kok jantung ku ribut banget sih. Oh jantung tenang lah...


"Kok Kak Angga tau nope ku kak...?


" Kakak dah lama simpan nope kamu. Tp kakak gak berani tuk telfon kamu. Maaf ya kakak gak mintak sama kamu langsung.


"Gak apa apa kak.


" Oya. Ada apa ya kak. Pagi pagi telfon.


Bodoh nya aku. Pertanyaan kok kek gtu sih.


"Nanti pulang nya kakak anterin ya..


" Cie yang lagi kasmaran.


Dina menimpal


"Apaan sih bocil. Ada iler tu di bibir


" ganggu orang tidur tau"


Dina pun kembali tidur


" Bole kak.


"Jam berapa kamu mau pulang..


" Mil. Kamu janjikan mau jalan-jalan sama aku. Celah Dina lagi


"Iya Ay


" Ya udah. Kita jalan bertiga aja ya..


"Boleh tu kak. Nanti kakak yang traktirin ya.. Jawab Dina dengan riang nya..


" Nanti kakak jemput ya Mil.


"Iya kak.


" Dah


"Assalamu'alaikum


" Waalaikumsalam.


"Akhir nya aku jadi obat nyamuk kalian juga.


" Gak gitu juga Ay.


"Becanda Mil.


" udah jadian ya..?

__ADS_1


"Gimana ya udah bilang rindu sih. Tapi dia gak nembak Ay"


"Kamu tanyak langsung aja Mil. "


"Gmna nanyak nya. Aku kan blom pernah pacaran.. "


"Tau ah. Kalian yang pacaran. Kok aku yang pusing.. Turun yuk kita Makan, laper ne.


"Yuk lah.


Kami pun turun kedapur. Disana sudah ada bik Inah yang sibuk merapikan Meja makan.


Selesai makan kami kembali kekamar dan bersiap -siap. Tidak berselang lama.


"Non. Mas Angga udah tunggu dari tadi dibawah"


"Iya bi. Sebentar lagi


" Mama mana bik...?


"Nyonya dah berangkat dari tdi subuh non.


" Ya udah bik.


Aku dan Dina pun bersiap-siap dan langsung turun ke bawah. Aku merasa gugup x. Maklum ne pertama bagi ku.


Saat bertemu dengannya aku tak berani menatap wajah nya.


"Selamat pagi Laydis.


" Pagi". Kami menjawab serentak


"Cieeee yang udah jadian. "


Aku pun menyikut Dina.


Kak Angga pun tersenyum. Baru kali ini aku melihat kak Angga tersenyum bahagia. Sebagai sepupu aku tau tentang lika liku kehidupan kak Angga.


Kak Angga membukakan pintu mobil bagian depan untuk ku. Sedangkan Dina duduk di belakang.


"Kita kemana dulu ne..


" Siap..


Angga pun melaju mobilnya dengan kecepatan sedang.


"kok diam x Mil. ????


" Gak kok kak.


"Dia gugup tu kak. Maklum kencan pertama.


" Beneran Mil???


Aku hanya senyum


"Oya kak. Apa kabar sama pacar pacar kakak tu.? Uppppps maaf.


Sseeeet. Terasa nyeri di hati saat Dina menanyakan itu.


Kak Angga hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Dina.


Ya Alloh sakit banget.


Akhir nya kami sampai ke gramedia. Setelah menyelesaikan adminstrasi. Aku melangkah mendahului kak Angga dan Dina. Aku patah hati. Aku terlalu berharap akan seorang Angga Pratama Yudha.


Aku mencari beberapa buku keperluan kampus dan tentu saja novel yang ku incar.


Tiba -tiba kak Angga menarik ku ke pojok ruangan antara rak buku dan dinding.


"Mil. Aku bisa jelasin.


Aku mngedarkan pandangan ku ke sekeliling ruangan dan mengisyarat kan agar jangan berisik.


" Jujur aku terlalu berharap kepada mu kak.


"Gak kek gtu Mil. Dengerin aku ya. Aku gak pernah cinta mereka. Aku gak pernah menyatakan cinta kepada mereka. "

__ADS_1


"Sama seperti aku kak. Kamu pun gak pernah menyatakan cinta kepada ku. Aku yang menaruh harapan kepada mu. " Tidak terasa aku meneteskan air mata. Angga langsung menarik ku kedalam pelukannya. Mungkin aku lebay tapi memang sesakit ini


"Jangan menangis Mil. Sakit banget liat kamu menangis. Kamu berbeda, saat kamu menghindar aku selalu merindukan mu. Aku selalu ingin melihat wajah mu. Aku gak ingin melihat kamu tersakiti. Kamu terasa nyata bagi aku Mil. "


Dia meluluhkan hati ku.


"Tentang menyatakan cinta aku gak pandai mengungkapkannya. Aku pikir kita sudah resmi jadian sejak semalam. "Di tersenyum kearah ku. Senyum penuh tanda tanya.


" Baiklah. Aku akan lihat waktu yang tepat. Secepatnya oky.


Aku menunduk malu


Dia mendekap wajah ku. Dia mengecup lembut keningku. Turun kedua mataku dan beralih ke hidungku dan tak lupa dia mengecup bibir ku tapi tak tersentuh. Dia meletak kan tangan nya diantara bibir ku dan bibir dia. Aku terkejut. Lama kami terpaku


"Senyum dong sayang.


Aku tersenyum malu. Untuk pertama kali nya pula ada seorang laki-laki yang memanggi lku deng sebutan sayang.


Setelah memilih beberapa buku. Kami pun memutuskan untuk pergi ketempat selanjutnya.


Dina ingin membeli beberapa pakaian kata nya akhir nya kami mampir ke sebuah Mall karna sekalian cari makan.


Aku dan Dina jalan beriringan sedang kan kak Angga berada di belakang kami. Dengan setia dia mengikuti kami berkeliling ke beberapa toko pakain.


Saat berkeliling tiba- tiba Angga menarik tangan ku masuk kedalam mesin foto. Cuma kami berdua Dina tidak tau aku dan kak Angga menghilang.


"Kita ambil beberapa foto ya"


"Iya kak. Tapi gaya nya gmn...?


" Bebas aja . Gini coba. "


Dia menuntun ku untuk duduk sedangkan dia berdiri dibelakang ku. Begitu banyak foto yang kami ambil. Sesederhana ini kah. Tapi dia mampu membuat ku melayang.


Tiba -tiba handphone ku berbunyi


Tertera nama Dina disana


"Halo Ay.


" Kalian dimna. Kejam banget sih tinggalin aku sendiri.


" Di mesin


Kak rangga memeluk ku dari belakang dan menciup leher ku. Getaran apa ini. Seluruh bulu tubuh ku meremang. Saat aku menikmati rasa ini. Seketika itu pula melepas pelukan nya dan mengatakan "maaf". Aku gak ngerti kenapa harus kata maaf. Aku mengikuti nya keluar dia terlihat frustasi dan mengacak-acak rambut nya secara kasar.


" Mil". Dina memanggil


"Jahat banget sih. Ne lagi mukanya napa kusut x kak. ?


Dina memegang muka rangga dan melihat kearah ku bergantian.


" Kita cari makan yuk. Laper nih. "Ajak ku


Karna gak mungkin kami harus menjelaskan kejadian yang sebenar nya.


Selesai makan kami pulang. Kami mengantar Dina terlebih dahulu. Dalam perjalanan kak Angga tak banyak berbicara. Ku genggam tangan nya dan dia mengecup tangan ku. Seperti ada rasa menggelitik dari dalam dada ku saat dia melakukan itu.


"Kakak kok diam aja.?


" Maaf sayang. Aku khilaf. "


"Emmm soal itu.! Jujur aku menikmati nya juga kak.


Dia menatap Ku sekilas. Dan kembali fokus mengemudi


Saat sampai di depan Kos.


" Besok jam berapa berangkat nya..? Kakak anterin ya.!


"Jam 10 pagi kak. Iya bole. "


Tidak ada satu pun dari kami yang berniat melepaskan genggaman ini. Aku menarik tangan kak Angga agar dia mendekat kearah ku. Ku kecup bibirnya sekilas. Tapi dia malah memegang tengkuk ku dan kami kembali berciu-man. Daging kenyal yang Lembut, basah dan deru nafasnya yang khas membuat aku melayang. Setelah selesai kami saling menempelkan kening kami.


" Aku janji akan melamar mu segera. Aku akan mengubah nama mu menjadi nyonya Angga. Tunggu aku Mila. Kamu hanya milik ku.


Aku hanya mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


Kira2 kapan ya lamarannya...


__ADS_2