
"Sayang aku pulang bareng David ya. Mobil kakak tinggalin disini ya. Mana tau kalian perlu. Besok kakak balik lagi. . " kata kak Andrian. Karna memang jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.
"Oooh iya kak. Hati-hati Dijalan. " aku tersenyum dan melambaikan tangan ke kak Andrian.
Aku dan Dina masuk ke dalam dan bersiap siap tidur. Aku merasa canggung dengan Dina karna kejadian tadi..
"Mil. Kamu liat yang tadi.. ??
" ahhh i-iya"aku gugup karna menginangat kejadian Tadi.
"Maaf ya. Tadi Kak David .. .. ! "
iya gak apa- apa! "Aku langsung memotong perkataan Dina karna aku sendiri yang. Merasa malu tapi aku mau.
" kita tidur yuk. Ngantuk banget Ni. " Kami langsung tidur
kegiatan Dina dan kak David tadi melayang-layang di ingatan ku. Karna aku memang belum disentuh sebegitu instens sama kak Andrian.
Kak Andrian datang menemuiku.
"Kakak kok balik lagi.!? Tanpa berkata-kata kak Andrian langsung memeluk ku. Aku yang berdiri di ambang pintu lansung mundur dan kak Andrian menutup pintu.
Dia langsung menc*mbu ku dengan buas nya dia mengulum bib*rku dan lid*hnya menguasai mulut ku. Tangannya pun tak ikut diam. Dia buka kancing baju ku dan mengeluarkan gunung kemb*r ku yang berukuran sedang tapi sangat penuh di tangannya. Dia meremas pelan dan memelintir put*ng ku yang mulai mengeras.
Kec*pan nya pun berhenti dan beralih ke leher dan turun ke bagian put*ng ku. Dia memelintir dengan lidah nya. Dan menggigit pelan sehingga aku merasakan nikm*t dan sakit secara bersamaan. Aku mend*sah dan meremas rambutnya., aku tak ingin dia berhenti. Tapi dia menggigit put*ng ku dengan kuat. Dan aku terpenjat kaget. Ya Tuhan. Ternyata aku hanya bermimpi.
****
Keesokan harinya. Seteleh merapi kan rumah dan masak aku berniat mencari lowongan pekerjaan di Internet. Aku duduk di teras depan rumah ku. Di suguhkan coklat hangat dan sepotong roti tawar.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam. Aku menoleh ke pintu gerbang.
" Wah Pade sama Bude Datang kok gak kabarin. Kan bisa Mila jemput." Aku bersalaman takzim kepada mereka.
"Masuk bude. Mau minum apa ne.?
" apa aja nduk. Yang penting yang segar segar" Aku kun berlalu ke dapur dan menyiapkan minum segar dan sedikit cemilan. Bude dan pakde duduk di ruang keluarga sambil rebahan. Karna memang di ruang keluarga aDa televisi dan bantal untuk istirahat keluarga.
__ADS_1
"Kamu sehat nduk..! ? "
"Alhamdulillah sehat bude. Bude bagaimana keadaanya..?
" Alhamdulillah sehat juga.
"Oya. Bude tidur disini kan...? Biar Mila beresin kamar ibu.. !
" iya bude bsok sore balik."
"Kok cepat bude. Padahal kan disini lebih lama biar bisa temenin Mila disini.!
" bude memang mau nya kek gitu nduk. Tapi bude gak bisa tinggalin sawah lama-lama..! "Ooo iya Mila ngerti bude.
"Kamu selama ini disini sama. Siapa..?
" sama Dina bude. "
"Ooooo calon adek ipar yang itu ya..?
" iya bude. Sekarang dia lagi kuliah.
" iya bude. Mila juga kangen mereka. Bude Udah makan.. ?
"Blum nduk. Sebentar lagi. Bude mau istirahat dulu." " ya udah bude. Istirahat aja dulu. Mila mau masuk kekamar juga. "
**** Ting. .. .
Suara pesan masuk
("Sayang kakak hari ini gak mampir ya. Doain kakak lancar dengan proyek baru ini ya. I love you Mila sayang.! )
(" iya sayang good luck ya. I love you tOo")
*****
Sore harinya aku, bude dan pade berangkat bersama Dina ke pemakan ibu dan bapak ku. Tak lupa aku membeli bunga untuk ku taburkan di pemakaman mereka. Saat aku memaSuki pemakan hembusan semilir angin menyambut kedatangan kami. Aku merasakan kehadiran mereka disini. Saat sampai ke pemakan. Aku berjongkok diantara pusara ibu dan bapak ku. Kami membaca doa dipimpin oleh pakde sendiri. Aku meneteskan air mata. "Aku merindukan mu ibu bapak" "
aku dan istri ku datang. " pakde memang memanggil bapak ku dengN panggilan AA'.
__ADS_1
"Kami ingin akan memberikan wasiat yang kamu sampaikan. Kami belum percaya Aa pergi begitu cepat setelah datang menemui kami.. Dan maaf kami belum bisa jaga Mila. Karna kami memiliki kesibukan di kampung. Tapi kamu tenang saja Aa'. Mila anaK yang kuat, dan Mila dikelilingi dengan orang-orang yang sayang dengannya." Tanpa terasa air mata ku mengalir begitu deras. Dina yang berada disamping ku mengelus punggungku dengan lembut.
"Kami permisi balik ya Aa. Mungkin kami akan lama untuk datang kerumah baru mu. "
"Bu. Bapak. Mila balik ya. " aku mengusap pusara ibu dan bapak ku
****
Saat sampai dirumah.
"Mila. Bude sama pakde mau ngomon nduk. Duduk disini ya. " bude menepuk sofa yang ada di samping nya.
"Yang sabar ya nduk. " aku mengangguk
"Mila. Ini wasiat yang bapak dan ibu mu berikan sebeum mereka pergi. " Pak de memberikan secarik kertas kepada ku. "Wasiat apa ini bude.???
" kamu buka dulu syang. " Aku membuka dengan pelan kertas yang di berikan oleh pakde disana juga terdapat kotak merah yang aku belum tau apa isinya.
"Mila sayang. Anak ibu dan bapak yang paling berharga. Mila adalah segala nya buat kami. Kami tidak tau bagaimana hari hari kami jika tanpa kehadiran dirimu. Kami melakukan semuanya untuk dirimu. Kami korbankan semuanya untuk kebahagian mu. Tapi maaf sayang. Selama ini kami belum bisa membuat kamu bahagia. Mila sayang. Terimakasih telah mewarnai hari hari kami dengan senyuman dan tangis mu, canda mu dan kecerian mu adalah semangat untuk kami.
Mila sayang. Maaf jika berita ini membuat mu semakin terluka. Namun kamu harus tau kenyataan ini.. Bahwa kamu Mila bukan darah daging kami. kami sangat sangat menyayangi kamu melebihi nyawa kami.
Mila sayang. Ibu dan bapak memohon jangan benci kami. Jangan lupakan kami. Kamu anak kami yang paling berharga. Bagaimana cerita kamu saat kecil. Kamu bisa bertanya dengan bude mu. Dia tau segalanya. Peluk cium dari ibu dan bapak mu yang sangat menyayangimu.
Aku tak bisa berkata-kata lagi. Aku hanya bisa menangis, bude memeluk ku hangat. Di mengusap punggung ku dengan lembut.
" sabar sayng..Tapi mereka sangat menyayangi kamu. "
"Aku tau bude. Aku menangis karena aku bersyukur karna meraka begitu menyayangi ku. " Aku melepas pelukan bude
"Ini apa bude.. ?
" ini benda yang ada disaat mereka. Menemukan mu.
Aku membuka kotak merah tersebut. Aku melihat ada kalung yang membentuk huruf M yang dihiasi dengan berlian kecil- kecil. Dan terdapat batu safir biru di lekukan huruf M. Aku mengenggam nya dengan kuat Aku bnci benda ini. Ini pasti pemberian orang yang telah membuang ku.
"Mila. Ini pemberian orang tua mu yang asli. Kamu harus menggunakannya. Agar mereka bisa menemukan mu. "
"Bude mereka telah membuang ku. Berati mereka tidak menginginkan ku.
__ADS_1
" Mila sayang. Tenang nak ya. Kamu harus berfikir jernih dulu. Tenangkan hati kamu. Mereka pasti merindukan mu juga.. "