Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Menghilang


__ADS_3

Setahun berlalu. Pahit manis nya percintaan tlah ku hadapi. Namun Hubungan kami berjalan lancar. Dengan komitmen yang kami pegang.Sampai suatu ketika, Seharian Aku tak bisa menghubungi kak Angga. Namun tiba- tiba ;


Tok- tok.


"Paket...


Aku yang masih di kamar langsung keluar.


Pasti paket dari kak Angga lagi. Karna dia memang sering memberi ku surprise.


" atas nama Mila"


"Iya pak


"Ini paket nya"


Aku kembali masuk kek dalam.


Isi nya apa ya.. Batin ku


Ku buka pelan- pelan. Terdapat 1 boneka besar dan satu kotak berisi cincin. Rupa nya boneka bisa nya mengeluarkan suara. Saat di tekan bagian perut nya "I love you mila. Dari Angga"


Aku senang banget. Tp mata ku tertuju pada selembar kertas warna coklat.


"Assalamu'alaikum cinta ku"


Aku sangat mencintaimu. Sungguh aku tak pandai berbohong dengan mu aku pun tak pandai merangkai kata -kata yang ku tau dunia ku hampa tanpa mu. Tapi aku harus pergi. Dan aku gak mungkin men jelaskan nya.


Kamu jaga kesehatan. Jangan sering-sering makan. Mie instan. Jangan telat makan. Jika suatu saat datang seorang laki - laki yang datang dan mencintaimu dan bisa membuat kamu bahagia. Terima dia. Jangan tunggu aku.


Dan satu lagi jangan menangis. Aku benci kalau kamu menangis..


Dari Angga yang selalu mencintai mu. "


Aku mulai panik, aku harus bagaimana. Dia harus menjelaskan nya. Aku memutuskan untuk kerumah nya. Aku berlari sambil memesan ojol. Berkali- kali aku menelfon Angga tapi tidak terhubung. Sampai aku frustasi. Jarak rumah Biasa nya sejam udah sampai. Hari ini berasa jauh sekali perjalana nya.


Sampai dirumah nya aku memanggil manggil nama Angga. Sampai aku mengelilingi rumah nya sambil memanggil nama nya. Namun nihil.


Sampai seorang satpam menghampiri ku.


"Ada yang bisa di bantu mba..?


" yang punya rumah ini kemana pak...?


" yang punya rumah udah pergi mba..


"Kapan pak. ?


" kemaren sore. Saya sempat membantu mengangkat barang nya...!


"Katanya pergi kemana pak..?


" saya tanyak gak dijawab mba.


"Mbak ini siapa nya ya...?


" saya teman Angga pak...!!


"Ooooo. Tapi mas Angga kelihatan nya pucat banget kemaren mba.


Ku coba telfon Dina.


(" hallo ay. Kamu dimana...? )


("Di rumah kenapa..? )


(" tau keluarga kak Angga kemana...? )


("Emg kemana lagi. Dirumah gak ada...? )


(" gak. ")


Kaki ku lemas bagai tanpa tumpuan. Angga kemana kamu pergi. Melalui sambungan telfon Dina memanggilku.


"Mil. Are you oky..?

__ADS_1


aku tidak menjawab nya. Langsung ku tekann tanda merah yang tertera di layar handphone.


Kini aku tak mampu berpijak seakan telapak kaki tak menyentuh bumi lagi, tujuan ku sekarang kerumah Dina.


Samapai disana.


"Assalamu'alaikum


" waalaikumsalam


"Tante mana bik


" ada di dapur non.


Aku langsung bergegas ke dapur.


"Tante. Tau keluarga tante Nita kemana...? Mereka gak ada dirumah. Kata satpamnya mereka pindahan. Dan kak Angga nampak pucat.


"Loh. Memang kemaren pagi mereka kesini. Tp gak bilang apa- apa.. Coba tante telfon ya..


" gak masuk Mil.


"Tante Coba telfon papi Angga dlu.


"Gak masuk juga Mil.


aku pun mulai menangis. Aku panik. Kemana aku harus mencari mereka.


Malam itu akhir nya aku tidur dirumah Dina. Sepanjang malam aku menangis. Sampai aku demam selama 3 hari. Dina selalu menemaniku.


Akhir nya aku sadar. Jika kemaren aku memiliki 3 penyemangat. Kini aku harus bangkit demi orang tua ku. Aku harus bisa.


******


Tiga tahun kutahan rindu ini. Ya. Cinta ku masih untuk Angga. Aku masih menunggu nya. hati ku sangat merindukan nya, sangat- sangat merindukan nya. Selama ini aku mencoba melupakan Angga dangan kuliah sambil bekerja dimana pun yang penting halal. Dan aku bisa menabung dikit demi sedikit.


******


Setelah lulus kuliah dengan predikat cumlaude. Sekarang aku telah bekerja di salah satu televisi swasta. Memang impian ku ingin menjadi seorang reporter karna bisa pergi kemana saja(emang doraemon). Karna aku masih anak baru aku di tempatkan di bagian editing untuk bantu- bantu. Lumyan lah, yang penting kerja dulu.


Seperti biasa pagi ini aku berangkat lebih awal. Karna takut macet. Dan aku selalu datang lebih cepat dari yang lain. Mungkin orang pikir aku caper Tapi ini lah aku. Aku gak mau memiliki masalah di mana pun. Meski masalah itu selalu ada.


"Pagi Pak! Kusapa pak satpam.


" pagi Neng Mila. "


Saat sampai ruangan. Belum ada yang datang. Ku periksa pekerjaan kemaren yang harus aku laporkan Hari ini. Alhamdulilah semua selesai. Aku ke pantri untuk membuat coklat panas.


Setelah itu aku bawa keruangan. Ternyata sudah ada orang nya.


"Hai Mil..


" hay kak Bayu. Sudah lama sampai...?


"Lumayan.


Aku pun duduk di tempat ku.


"Mil. Tolong kamu Digitize (pemindahan video) video tentang perselingkuhan artis V dong. "Aku mau ngedit. "


"Baik lah kak!


Aku Pergi ke ruang editing dan mulai membuka video yang dimaksud. Ku coba utak atik video nya. Tak lupa aku copy video agar tidak terjadi Masalah nanti nya.


Saat sedang mengedit. Kak Bayu datang dan Dia berdiri dibelakang ku


" lumayan. Aku perhatiin kamu dari tadi. Kamu begitu cepat belajar nya.


"Alhamdulillah. Makasih kak


******


Akhir nya jam kerja pun selesai.


" aku duluan ya Dek.

__ADS_1


"Iya kak Ros. Hati- hati ya. !


Kami 1 tim memliki 4 orang. Pak Malik (ketua tim) ada kak Bayu , kak Rosi dan aku.


Aku yang pulang paling terakhir. Karna ada tugas yang belum selesai. Jam 5 aku pulang ku renggang kan tubuh ku... Lelah nya hari ini batin ku. Aku ambil tote bag dan switer ku di lemari penyimpanan. Dan aku melangkah pulang.


Saat di perjalanan aku mampir di sebuah swalayan. Selesai belanja aku duduk di kursi depan swalayan sambil menyeruput coklat panas kesukaan ku. Emmmm nyaman nya... Lagi asik- asik nya menikmati coklat dan roti. Tiba -tiba aku melihat seorang lelaki yang terserempet sepeda motor yang melaju kencang.


Brammmmm buuuu ugghh


Aku tersentak. Aku segera berlari ketempat kejadian. Karna gak ada yang membantu. Aku langsung memanggil Ambulan.


Tidak lama kemudian langsung datang ambulans. Karna dia pingsan jadi gak bisa kita tanyakan tentang keluarga nya, aku langsung bersedia mendampingi nya ke Rumah Sakit.


Saat sampai di rumah sakit. Dia langsung di bawa keruangan UGD dan aku menyelesaikan admistrasi. Tak lupa aku menghubungi org tua ku agar mereka tidak khawatir.


Saat dokter keluar.


"Bagaimana keadaan dia Dok?


" anda keluarga nya. ?


"Bukan dok. Saya mendampingi nya tadi.


" em syukur dia gak kenapa kenapa. Dia hanya pingsan. Sebentar lagi dia akan siuman. Dan dia akan di pindahkan keruangan tunggu"


"Baik dok terima kasih.


Akhir nya dia di bawa keruang tunggu.


Aku dengan sabar nya menunggu nya. Ku tatap wajah nya yang tak asing. Tapi aku tak mampu untuk meningkat nya. Wajah nya yang tegas memiliki rahang yang kuat di hiasi dengan bulu-buku tipis diwajah nya sangat maskukin. Dan tak lama kemudian dia siuman.


" emmm" sambil memegang kepala dandia meringis.


Aku lansung memanggil dokter.


"Anda baik- baik saja..? Kata dokter nya.


"Saya agak pusing dok." dokter memeriksa nya sekali lagi..


"Em tidak apa apa itu cuma efek karna shok tadi.! Nanti juga hilang sendiri. Baik lah saya permisi. Jika ada keluhan yang lain. Bisa panggil suster ya.


" baik dok. Makasih ya.


Akhir nya dokter pun berlalu. Tinggal aku berdua dengan dia.


" bisa saya minta nomer telfon keluarga anda yang bisa di hubungi..?


Dia menyerah kan handphone kepada ku..


" tolong Telfon aja atas nama mama ya.


"Baik lah


(" assalamu'alaikum. Dengan keluarga saudara"aku melihat nya dan dia mengisyarat kan nama nama nya"Andrian"


Dengan keluarga Andrian..? )


("Iya. Ini mama nya.Ini siapa ya...? ) suaranya tak asing bagi ku. Tapi gak mungkin begitu banyak wajah dan suara yang sama di dunia ini.


(" ibu tenang ya. Tadi anak ibu kesrempet motor. Alhamdulillah anak ibu gak kenapa kenapa. Cuma shok dikit aja. Sekarang anak ibu di rumah sakit Harapan Sehat Di ruang UGD.. Saya harap ibu bisa menjemput nya ya. ")


("Baik lah. Saya akan segera kesana. Terima kasih info nya ya")


("Iya sama sama, Assalamu'alaikum)


(" wa'alaikumsalam)


*******


"Kamu udah makan..?


dia menjawab sudah. Tapi perut nya berkata lain.


" aku ke depan dulu ya. Mau beli makanan. Nanti aku balik lagi. "

__ADS_1


Aku pun bergegas ke depan. Untuk membeli makanan untuk nya.


__ADS_2