Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
film horor yang romantis


__ADS_3

"Anak - anak papa sama mama mau keluar kota untuk beberapa hari. Kalian baik baik ya dirumah. "


"Baik poo" Dina menjawab dengan mulut yang masih penuh.


"Jorok. " jawab kak Andrian.


"Dri. Jaga adik mu ya.. "


"Iya pa. Mama sama papa tenang aja. Mereka kan sudah dewasa. "


"Kapan berangkat nya Pa..? "


"Selesai makan mama sama papa mau berangkat terus".


" kok mendadak banget sih pa..?


"Iya papa tadi siang di kabarin harus datang ke kantor cabang yang baru. Ada yang perlu di perbaiki. Kamu Dri. Kapan mau kerja di kantor papa...?


" entah lah pa. Aku gak minat pa. Nanti selesai kuliah Dina aja yang urus kantor. " kak Andrian dengan cuwek nya menjawab pertanyaan papanya.


"Selalu itu jawaban yang kamu beri. Kamu itu laki laki Dri. Kamu yang lebih bertanggung jawab tentang perusahaan yang papa bangun dengan susah payah." kak Andrian tidak menjawabnya.


Papa nya pun menyerah.


"Sudah lah papa bosan ngomong masalah kantor sama kamu. Jawabannya itu itu aja. " aku melihat papa Dina mulai emosi namun mama nya menenangkan papanya dengan mengelus elus tangan om.


Saat kami akan mengantar om dan tante pergi kak David datang.


"Assalamu'alaikum om tante, mau kemana ne dah siap siap bawa koper..?


" om sama tente mau keluar kota untuk beberapa hari.. Jagain Dina ya. !!


"Siap om. " kak David berdiri dengan siap ala ala tentara.


"Kamu ini ada ada aja. " om berlalu sambil tersenyum. Mereka pun naik ke mobil yang di dibawa oleh supir pribadi nya.


"Ne apa kak.." Dina mengambil bungkusan yang di bawa kak David.


"Ini pizza dan burger. Kamu kan suka sama mereka...! " kak david pura pura ngambek.


Dina langsung memeluk lengan kak David.


"Kakak tau aja. Tapi kakak nomor satu yang paling aku suka" kak David langsung mencubit hidung Dina..


"Pengen muntah aku liat nya. " kak Andrian pura pura mual.


Kami pun berlalu kedalam.


"Bi. Buatin es jeruk ya Bi. Nanti bawa ke gazebo ya. "Kami pun duduk di gazebo Didekat kolam renang.

__ADS_1


" iya Den"


Dina langsung membuka bungkus yang di bawa kak David. Matanya langsung berbinar ketika melihat makanan kesukaannya. Burger dan pizza. Dan tak lupa kentang goreng. Dia langsung menyambar burger nya.


"Eeeemmmm enak sekali. "Dina melahap burger nya dengan Rakus.


"Hati hati Ay. Nanti keselek. "


"Amon Amon to." dia menjawabnya dengan mulut penuh dan membuat jari berbentuk o. Kak Andrian geleng-geleng kepala melihat tingkah laku adiknya.


"Ini minumannya Den!. "


" Makasih Bik"kami menjawab serentak.


Saat Bik Inah mau masuk lagi, aku memanggilnya.


"Bik. Ini untuk Bibik. "Aku memberikan sepotong pizza.


" gak usah Non. "


"Gak apa apa Bik. Ambil aja. Disini masih banyak kok. " akhirnya Bik Inah pun mengambil pemberian ku.


"Makasih Non".


" iya sama sama Bi. "


Kak Andrian langsung mengusap rambut ku dan sambil tersenyum hangat.


"Apaan sih" aku yang tersipu malu langsung mengambil burger dan memasukkanya ke mulut.


Kak Andrian merangkul pinggang ku dan mencium leherku sebelah kanan..


"Kak malu diliat mereka. " aku menunjuk ke arah kak David dan Dina dengan menggunakan mata.


"Biarin aja. " aku memandang ke kak Andrian dengan tatapan serius.


"Oky oky kakak lepasin. " dia langsung melepas rangkulannya.


"Mau nonton gak. Ada film horor baru ne..?


" yok lah. "


" ke kamar aku aja. "


Kami pun berjalan ke kamar kak Andrian. Saat memasuki kamar nya aku langsung teringat dengan kejadian tadi sore dan itu membuat aku kembali basah. Berkali kali aku menelan air liur .kak Andrian melihat pipi ku mulai memerah.


"Kok pipinya merah sayang..? "Dia berbisik. Sedang kan Dina dan Kak David sudah ambil posisi duduk Tas tempat tidur di depan TV dan memutar filmnya


" gak kenapa kenapa kak! Aku menangkup pipiku

__ADS_1


"Teringat yang tadi.? Apa mau lagi..? "


"Aku langsung menyikut pinggang kak Andrian.


" aaauuu sakit Yank.. "


Aku melangkah lebih cepat meninggal kan kak Andrian yang masih kesakitan.


Aku duduk disamping kak Andrian di depan TV. Sedang kan Dina dan kak David duduk di atas tempat tidur.


filmnya bercerita tentang pemerkosaan yang berakhir pembunuh dan nanti berubah menjadi horor karna persidangan yang tidak adil hantunya menuntut balas dendam.


Aku duduk bersila dengan boneka yang menjadi tameng untuk menutup muka ku saat ada hantunya. Aku memang paling takut dan penasaran dengan film hantu.


Saat ada adegan panasnya. Aku melihat sang laki-laki nya menc*mbu pemeran wanita nya dengan rakus. Wanita di angkat diatas perut sambil berci*man kaki wanita tersebut melingkar di pinggang sangat lelaki. Bahkan mereka melakukan penyatuan sambil berdiri. Wanita nya mengerang merasakan kenikm*tan. Aku melirik kebelakang. Dina dan Kak David sedang asik berc*mbu ria. Berkali kali aku menelan air liur. Aku melihat kak Andrian menatap ku. Dia langsung merangkul ku. Sekarang posisi ku berada di depan dia tapi membelakangi nya. Aku merasakan sesuatu yang mengeras di antara belahan bok*ng ku.


Kak Andrian langsung memasukkan tangannya kedalam baju aku dan tangan mer*mas dan memelintir put*ng aku dengan lembut. Tak tinggal dia. Bib*r dan lidahnya menyapu leher ku. Aku mer*mas pahanya, tapi aku tak bisa karna otot pahanya begitu padat. Akhirnya aku menjambak rambut nya dan mengelus tengkuk nya. Aku menggigit bibir bawah ku.


"Eehhh ssst eehhhh"


Dia menci*m bibir ku dengan lembut. Dia mengh*sap bib*rku secara bergantian dan aku pun melakukannya. Sehingga bibir aku dan bibir dia hampir membesar.


Akhirnya kami melepas kan ci*man kami. Kami mengakhiri nya begitu saja.


Aku melihat kak Andrian menatap bayangan David dan dina sedang berc*mbu melalui layar TV.


Tanpa melihat kearah David dan Dina. Kak Andrian mengajak kak David untuk merokok.


"Dav. Mau ngeroko gak..? "


"Ah eh. Yok lah." kak David kayak orang kebingungan.


"Kita ke balkon aja"


Kak Andrian mengambil 1 bungkus rokok dan korek di bawah laci TV. Dan berjalan ke balkon tanpa melihat ke arah kak David. Tidak lama kemudian kak David menyusul.


Aku melihat kak David dan kak Andrian berdiri membelakangi kami. Mereka tampak membicarakan sesuatu. Tak lama kemudian Dina turuk bisa ke bawah duduk bersila disamping aku.


"Ehem mereka berbicara apa ya Ay.?


" entah lah.! Aku takut mereka bertengkar "


"Tentang...?


" ya ten, tentang kak David ciu. Pokoknya yang barusan deh.!


"Kita liat aja Ay. Oya Aku fikir kak Andrian gak ngerokok..


" dia ngerokok sesekali aja. Kalo lagi ada beban...!

__ADS_1


"Ooooo..


Akhirnya kami fokus ke TV lagi.


__ADS_2