
Pagi yang cerah untuk mimpi yang indah. Semangat Mila kamu harus kembali kedunia asli mu. Kuawali hari ku dengan Bismillah
Ku langkah kan kaki ku dengan pasti. Masih seperti biasa aku menggunakan kacamata dan rambut yang terurai. Tak ada yang beda dari diriku Namun entak mengapa. Para mahasiswi melihat ku dengan sinis.
Aku gak mau ambil pusing. Ku percepat langkah ku. Saat sampai di kelas aku memilih bangku secara asal. Tidak lama berselang aku mendengar dina memenggilku.
"Mil.. Aaakuu.. Minnnntak maaaf. " Dina berbicara sambil ngos-ngosan.
"Dina... Tenang dulu ya.. Duduk dulu. Tarik nafas. Keluarkan. Lagi. " Dina sambil memprakti kan yang aku ajar kan. Kok expresi nya lucu ya.
"Udah tenang????
Dina mengangguk
"Oky sekarang baru cerita. Kenpa sih lari - lari segala"
Aku sambil mengambil handphone dari dalam tas ku.
"Kamu jadi bahan gosip di kampus.
" Emg gosip apa??? Dengan santai nya aku jawab. Dan Dina meraih muka ku dan menangkup pipiku dengan kedua tangan nya sehingga aku berhadapan dengan nya.
"Aku serius. Mereka melihat kamu jalan dengan kak Angga".
" Lah kan emg betul kemarin kak Angga anterin aku pulang. Kan kamu yang suruh. Kek mana sih Ay. "
"Iya. Gosip yang beredar kamu pacaran sama kak Angga. Gosip nya gini." Dina mempraktikkan nya. "(Kak Angga punya pacar baru anak ilmu komunikasi"). Kalo sampai ke telinga nenek lampir. Habis lah kita. "
"Ha ha ha hah. Emang nenek lampir tu siapa Ay. Kok lucu ya.
" Aku serius Mil. Nenek lampir tu. Pacar kak Angga yang pertama. Namanya Jesika. Kalo kita dikeroyok sama gengnya dia gimana ne"
"Ya udah ah. Emang ini sinetron. Lagian kan belum terjadi ngapain ambil pusing. "
Dosen pun tiba kami memulai pelajaran seperti biasa.
Sedangkan Dina sibuk dengan handphone nya.
******
Pov Dina
Aku kalut. Aku gak ingin terjadi sesuatu, Bagaimana pun. Ini gara- gara aku yang suruh kak Angga anterin Mila.
Aku harus hubungi kak Angga. Dia harus tau. Tapi jam segini dia pasti masih tidur. Ahhhh prustasi aku dibuat nya.
("Kakak dimana.??? )
(" Kakak dimana...? )
("Apaan sih Ay. Pagi- pagi dah chat aku. ")
(" Gawat kak. Kakak jadi bahan gosip sekampus")
("Emang gosip apa..? )
(" Gosip nya kakak pacaran sama Mila. Aku takut sama nenek lampir kak.)
("Ne kamu dimana...? )
(" Aku lagi di kelas kak lagi masuk Pak botak)
("Oky. Jgn kemana- mana ya. Kakak berangkat ke kampus sekarang. ")
("Iya kak. Tapi jangan lupa mandi ya. Ada iler tu di bibir")
("Eemmmmmm" jawab Angga singkat)
__ADS_1
*****
"Sibuk banget sama handphone. Bukan dengerin yang dosen jelasin. Nanti gak ngerti loh. "
"He hhe hhe ada urusan penting"
Entah mengapa semenjak bertemu dengan Mila aku langsung merasa nyaman. Dan aku langsung percaya dengan nya. Mudah2n aku tidak salah dalam memilih kawan. Tidak seperti dulu. Yang mau sama uang ku saja.
Tidak terasa kelas pak botak pun selesai.
"Ay. Ke kantin yuk. Aku belum sarapan."
Sebenar nya aku takut mau ke kantin. Takut ketemu sama nenek lampir. Tapi apa di kata cacing ku belum dikasih makan. Nanti mereka kurus lagi. Hehhehheh
" Ayuk deh.
Tak lupa ku kabari kak Angga bahwa aku mau ke kantin.
Saat kami mau ke kantin. Tiba- tiba ada yang menjambak rambut Mila.
"Aau aau auu sakit.
" kamu Mila kan..? Berani nya kamu jalan sama kak Angga..
"Tolong Lepasin "
" Itu akibat nya kalau berani ambil pacar orang. " Kata kak Jesika
OMG aku tau suara siapa ini. Kami pun langsung berbalik.
"Aku gak merasa ambil pacar orang ".
"Buktinya kemaren kamu jalan sama Angga"
"Aku yang suruh kak Angga anterin Mila kak." sanggah Dina.
Aku langsung terdiam karna tergidik jijik. Ku ambil handphone dan Aku langsung kasih tau posisi ku sama kak Angga
Semoga kak Angga cepat datang.
"Aku gak pacaran sama kak Angga kak. "
Teman segeng jesika berbisik "Angga datang"
" Terserah.... Awas aja kalo kamu jalan sama Angga lagi. Habis kamu". Dengan kompak nya Jesika and the geng memberi isyarat potong leher. Mereka pun berlalu membelakangi kami.
POV MILA
Saat Angga sampai.
"Mana mereka. "
"Telat pak. Ne. Mila sampek kesakitan. Karna di jambak rambut nya sama nenek Lampir. "
"Kamu gak apa- apa Mil. "
Lah gue di cuekin. Batin Dina
"Gak pa- pa kak. "
"Maaf ya. Atas kejadian yang gak enak ini. Sebagai bentuk permintaan maaf saya. Saya traktir kalian ya. "
"Ye ye ye ye asik makan gratis"
"Maaf kak. Saya gak mau tambah masalah lagi." Aku kembali keruangan. Rasa lapar yang tadi mendera, hilang sudah. Kutinggal kan Dina dan kak Angga. Jelas ku dengar celotehan Dina. Tpi tetap mengikuti ku dari belakang.
"Gak jadi ke kantin ne Mil..?
__ADS_1
" udah Kenyang aku Ay. "
Karna jam ke dua dosennya berhalangan. Aku putus kan untuk langsung pulang kekosan. Aku ingin istirahat. Hari ini terasa begitu berat. Dina yang ingin datang ke kosan ku pun ku larang. Karna aku memang ingin sendiri. Ku percepat langkah ku namun jarak kampus ke rumah begitu jauh hari ini.
Sesampai nya di kos. Langsung ku hempas kan tubuh ku dikasur. Ku raba handphone di saku tas ku. Langsung ku hubungi ibu ku. Mereka lah tempat ku melepas lelah.
("Assalamu'alaikum buk. )
(" Waalaikumsalam salam nduk. Sehat nduk..? Kok wajah nya kusut gtu. )
Tara tak perlu ku cerita mereka tau keadaan ku.
("Baru pulang dari kampus buk Hari ini pun panas x)
(" Ibu sehat..? Bapak mana...?)
("Alhamdulillah kami semua disini sehat. Kamu gmn disana..? )
(" Alhamdulilah sehat. )
("Ya udah. Jangan telat makan ya.. Jaga kesehatan. Ibu mau anterin makan siang bapak mu dulu. Assalamualaikum. )
(" Iya buk. Waalaikumsalam. )
Aku jadi rindu masakan buatan ibu ku.
Aku jadi teringat Dina. Gak seharus nya dia jadi korban sikap ku tadi. Ku coba chat Dina aja deh.
("Assalamualaikum aya. ")
(" waalaikum salam ")
("Maaf ya tadi aku cuekin kamu. Aku benar-benar badmood tadi. Lain kali kamu bole deh datang ke kosan ku)
("Horeeeeee mila gak jadi marah sama aku. Iya gak pa- pa. Aman tu. Aku lagi di toilet ne. Nnt aku telfon aja ya. )
("Isssss dasar dina. Jorok tau.)
Saat sedang membalas chat Dina, seseorang mengetuk pintu kosan ku
"Paket. "
Kok ada suara kang paket ya. Aku kan gak da pesan apa apa. Ku rogoh dompet ku dari dalam tas
" Atas nama Mila. ???
"Iya mas.
" Ini ada paket makanan untuk mba.
"Dari siapa mas.
Kang paket nya berlalu begitu saja. Ah. Mungkin dari Dina. Dia kan tau aku belum makan.
(" Aya. Makasih ya paket makanan nya. Kapan kapan aku ganti ya. )
Lama dina membalas nya.
("Aman tu. )
Aku langsung menikmati makan nya karna aku memang sangat lapar.
Tanpa tau sebenar nya paket itu dari siapa.
Paket itu dari siapa ya... Ada yang penasaran
Next bab selanjut nya.
__ADS_1