Cinta Berkabut Rindu

Cinta Berkabut Rindu
Keseriusan


__ADS_3

Saat kami sedang berpelukan tiba- tiba dina pulang.


"Ayo lagi ngapain. Kalian. Aku bilangin mama ya.. "


Aku kaget minta ampun. Aku melepas dan menolak kak Andrian agar menjauh sedikit. Namun nihil dia malah menggenggam tangan ku.


"Bilang terus. Jadi aku gak susah- susah menjelaskan ini ke mama..?" Kak Andrian mengangkat tangan kami yang masih saling bertautan.


"Ooooo jadi kalian udah jadian. ?


" eeeeemmm. Kenapa gak... David mana....?


"barusan pulang.!


" ya udah tidur sana.. "


" gak disuruh pun aku mau tidur. tidur yuk Mil.?!


Aku yang tadi nya hanya diam. Langsung mengangguk dan melangkahkan kaki ke kamar..


Aku membersihkan diri dan berganti pakaian.. Begitu juga dengan Dina.


Setelah bersih-bersih Dina langsung membombardir pertanyaan kepada ku.


"Jadi kalian udah resmi pacaran. ?


"Maaf Ay. "


"Kok maaf.?


" sebenarnya aku malu. "


"Tapi mau?? " Dina menimpal penjelasan ku.


Aku tersenyum.


"Ya gak apa-apa lah. Aku juga setuju kok kalo kamu pacaran sama kak Andrian. Semoga kalian langgeng ya. Dan sampai ke pelaminan.


" aminnnn. Tapi masih jauh sekali Ay. Kami baru juga jadian. " tapi tante bagaimana..?


"Mama kenapa...?


" apa tante akan memberikan restu..?


"Setau ku sih mama gak masalah soal itu. Mama orang nya gak kaku kok. Asalkan saling mencintai. Ya sudah terserah jalanin aja. "


Aku pun merasa lega setelah mendengar penjelasan Dina.


" Ay. Besok aku balik kerumah ya.. Ibu sama bapak pun mau pulang katanya.. "


"Ooooo kalo mereka udah pulang aku kasih izin. Tapi kalo belum. Aku gak kasih. Kamu gak boleh sendiri dirumah. "


" perhatian banget sahabat aku ini. "


"Sahabat plus calon kakak ipar.


"" aminnnnn. "Sambil tersenyum.


"Bagaimna sama kak David. ?


" emmmmmm. Kasih tau gak ya...


"Kasih tau lah." aku duduk sambil memeluk bantal dan menompang dagu dengan seriusnya aku menunggu penjelasan Dina..


"Kayaknya kita bakalan buat acara aniversary bareng deh..


" yeeee yeee selamat ya Ay. Ternyata cinta nya gak bertepuk sebelah tangan. "

__ADS_1


Setelah bercerita panjang lebar kami pun tertidur Dan merangkai mimpi masing-masing.


******


("Assalamu'alaikum nak. Kami mau pulang ya.. ")


Ibu. Memberi pesan melalui whatsapp.


(" iya buk, Hati-hati ya)


Jam 6.00 pagi aku menerima pesan dari ibu. Seperti biasa. Setelah bangun aku membantu Bik Inah di dapur. Hari ini Bik Inah membuat menu udang goreng, cah kangkung dan ayam goreng sama nasi goreng kesukaan kak Andrian.


"Pagi Mila..?


" pagi juga tante..?


"Pagi...! Kak andrian menyapa kami sambil tersenyum manis.


" waaaaah ada apa ini. Kok happy banget..!!


"Ada yang baru jatuh cinta ne ma..? Dina yang lagi turun tangga langsung menimpal.


" apaan sih Ay." Kak. Andrian mengelak


Aku hanya diam malu dan sebenarnya agak takut sih..


"Oh ya...!!! ?Siapa sih calon nanti mamah.?


Kak Andrian diam dan menatap ku.. Dan aku menggelengkan kepala ku dengan pelan. Tanda aku gak mau dia memberitahu mereka sekarang.


" kita makan yuk Ma. Dah lapar ne..!!


Kami pun makan dengan khusuk. Tak ada yang bersuara, hanya dentingan piring dan sendok yang menyampaikan perasaan kami masing-masing. Setelah selesai sarapan kak Andrian pun angkat bicara.


"Mah. Pa..! Aku mintak restu dari mama dan papa. Kalo aku dan Mila resmi pacaran. Aku mencintai Mila ."


Tak ada yang menjawab. Semua diam.


"Bagaimana dengan kamu Mila..? "Tanya papa Dina.


" A-aku juga Mencintai Kak Andrian om. "


Tak ada expresi dari mama papa kak Andrian.


"Bagaimana Ma..?


" kalo mama sih gak masalah pa. Yang penting kalian saling mencintai..


"Kalo papa gak masalah juga. Kan kalian sudah sama-sama dewasa."


Aku pun tersenyum lega. Jantungku kayak baru naik rollercoaster.


"Kapan kalian mau menikah. ?


DEG.... Aku terkejut dengan pertanyaan mama Dina.


" aku maunya secepatnya ma. "


"Bagus itu. Gimana Mila..!


Aku tercengang lagi. Apa yang harus ku jawab.


" Mila terserah kak Andrian aja tante. "


"Baik lah. Kita liat waktu yang pas dulu ya."


"Cieeeee yang udah ngebet pengen nikah..!!

__ADS_1


" mama pun udah ngebet pengen nimang cucu ne.. "


Aku pun hanya tersenyum malu.


******


Seperti biasa Selesai sarapan. Kami minum teh di teras depan. Karna ini hari minggu, Kak Andrian tidak pergi ke kantornya.


"Tante. Mila hari ini pulang ke rumah ya. Ibu dan bapak sudah balik dari rumah Pak De Ipan. "


"Ooo. Bole Mil... Jam berapa kamu pulang.?"


" sebentar lagi tante. "


"Kakak anterin ya"


Aku hanya mengangguk


"Mila siap-siap dulu ya tan. "


****


Dalam perjalanan tidak banyak yang kami bicara kan. Tapi tangan kami yang saling bertautan seakan-akan tak rela jika harus berpisah.


"Kak. Terimakasih ya. Udah buktiin keseriusannya. "


"Iya sayang. Sama-sama. Kamu seneng gak..? " Sambil mengusap-usap rambut ku dengan manja.


"Siapa sih yang gak senang. Kalo pasangannya buktiin keseriusan nya." aku mencubit pinggangnya.


"Aw.. Sudah mulai Nakal ya , oya Sayang. . Kita mampir ke kantor kakak sebentar ya. Ada klien yang mau ketemu."


"Oh. Iya kak..


Kak Andrian yang sesekali mencium tangan ku. Membuat hati ku sungguh bergetar, sejujurnya aku begitu menginginkan perlakuan lebih.. Ya.... Aku candu akan sentuhan apa lagi kecupan bibirnya yang sangat sangat basah dan menggelikan.


Karna inihari libur, di kantornya sangat sepi. Hanya ada 2 security yang menjaga di pintu bagian depan. Kami menuju ke ruangannya di lantai dua. Kami naik menggunakan lift.


Ruangannya tidak terlalu besar terdapat 1 set sofa dan meja di sudut ruangan. Dan ada rak buku yang tersusum rapi di sisi sebelah kanan dan di samping rak buku terdapat kulkas dan coffe maker.


" klien nya belum sampek kak..?


"Mungkin sebentar lagi mereka sampai. mau minum apa . Mil..?


"Apa aja bole kak..!


Kak Andrian pun berjalan. Ke pantry mini. Tak lama kemudian dia membawakan segelas kopi dan coklat hangat.


"Ini kesukaan kamu.!


" terimaksih. Kok kakak tau. Aku suka coklat.!


"Aku tau semua yang kamu suka sayang. !


Dia tersenyum manis sambil mengacak- acak rambut ku. Aku pun tersenyum malu.


Tak lama kemudian kliennya pun datang.


" selamat datang pak yogi silahkan duduk"


"Terima kasih pak Andrian. "


Kak Andrian pun mengambil beberapa bahan dan tak lupa dia menggunakan kaca mata yang sangat cocok dengan wajahnya yang oval.


Karna tidak ingin menggangu aku pun beralih ke rak buku. Aku memilih buku yang ku pikir menarik untuk di baca.


Sesekali mata kami bertemu dan dia pun tersenyum kepadaku.

__ADS_1


Aku pun mengubah posisi ku. Yang awalnya aku duduk di kursi dekat dengn rak buku. Sekarang aku beralih ke jendela dibelakang meja Kak Andrian.


__ADS_2