Cinta Claudia

Cinta Claudia
Bab 11.


__ADS_3

" Paman Dino ..!" Batin Claudia saat anak itu tidak sengaja mendengarkan percakapan rahasia dan pribadi antara Dino Baskoro dan Nyonya Duchess White di ruangan pribadi Dino Baskoro.


" Mulut mampu berkata apa pun..Yah, Pokoknya Ku serahkan urusan pesta kebun padamu , Dino ." Kata Nyonya Duchess White kepada Dino Baskoro di ruangan itu.


" Baik , " Jawab Dino Baskoro.


" Eh , tadi kenapa..Sampai Dia dewasa harus terus berada di sini....Tidak mungkin...! " Batin Claudia di balik persembunyiannya.


" Claudia.." Panggil Dino Baskoro saat pria muda dewasa itu keluar dari ruangan pribadinya dan Ia menemukan keberadaan Claudia di sana.


" Kenapa Kamu di situ ? Ayo kemari !" Kata Dino Baskoro memanggil keponakannya untuk masuk ke ruangan pribadinya.


" Paman..Setelah penobatannya nanti , Samuel akan bisa pulang ke Bukit Pelangi 'Kan ? Iya ' Kan Paman ? " Tanya Claudia hati -hati kepada Dino Baskoro.


" Kamu dengar pembicaraan tadi , ya ? " Tanya Dino tajam kepada Claudia.


" Paman...?"


" Apa boleh buat...Kalau tidak dikatakan begitu , tentu Samuel tak akan mau kemari , ' Kan ? Karena itu....Paman benar -benar tertolong..Waktu Claudia memutuskan mau ikut kemari." Jawab Dino pada Claudia yang sedih.


" Bukankah...Paman bilang tiga bulan sudah amat cukup...Makanya Samuel..." Tutur Claudia berang kepada Dino Baskoro yang di anggapnya telah menipunya dan memanfaatkannya.


" Claudia !"


" Paman bukan pembohong , 'Kan ...? Paman..."


" Claudia !"


" Aku benci Paman ! "


" Claudia !" Dengan kasar Dino mencengkeram dan mendorong Claudia ke dinding.


Bruukk..!!


Sementara itu di ruangan bawah terdengar suara Samuel mencari -cari Claudia.


" Kamu di mana ? , Claudia...! Aku bawa kuenya , nih ! Sonya ! "


Di ruangan atas..Dino Baskoro mengancam Clau dengan tajam.


" Jangan ceritakan soal ini pada Samuel ! Kamu mengerti , Claudia ! "


" Paman.."


" Kalau Dia tahu sekarang , Dia akan kabur dari sini dan paling tidak tunggu sampai pesta kebunnya terselenggara dengan baik . Ingat itu ! Kalau sampai Samuel kabur dari sini..Paman tidak mau tahu ! " Ancam Dino Baskoro kepada Claudia yang terperanjat dan ketakutan melihat sorotan kedua mata Pamannya itu sangat mengerikan.


" Pa..Man....Aku tidak kenal Paman Dino Baskoro yang seperti itu ! Itu bukan Paman Dino yang Aku kenal ! " Batin Claudia sedih saat gadis kecil itu dapat keluar dari ruangan pribadi Dino Baskoro.


" Kita tidak akan tahu apa yang di pikirkannya.." Di kepalanya berkecamuk ucapan Samuel pernah di ingatnya mengenai keraguan sikap Dino Baskoro terhadap Samuel pada Claudia beberapa hari yang lalu.


" Paman Dino..." Airmata keluar dari pelupuk mata Claudia sampai Ia tak melihat kehadiran Samuel di lantai bawah.

__ADS_1


" Clau !" Seru Samuel girang.


" Samuel ! Paman Dino.." Kata Claudia yang tak sadar dirinya telah salah menginjak anak tangga.


" Sam..."


" A...Awaaas! Claudia...!!" Teriak Samuel kaget luar biasa melihat Claudia tergelincir di tangga maka Ia dengan sigap menyambar Claudia untuk dirinya dapat melindungi Claudia saat gadis kecil itu jatuh dari tangga.


" Clau ! "


" Clau.."


Kyaaaaa...!!


Gubraaakk


" Kyaaa...!! " Pekik Sonya kaget melihat Claudia dan Samuel tergelincir bersamaan dari tangga ke lantai bawah.


" Sa...Samuel ...?"


Claudia pucat melihat Samuel penuh darah yang keluar dari anak laki -laki itu yang menolongnya itu.


" Samuel ..! " Teriak Dino Baskoro panik sekali di saat pria itu menemukan Samuel pingsan terluka di kepalanya.


" Minggir ! " Di dorongnya Claudia kasar dari sisi Samuel yang terkapar di lantai batu marmer.


" A..Samuel..Dia menolongku...Untuk menolong ku dari tangga.." Ucap Claudia di antara isak tangis.


" Paman Dino..!"


Seketika itu juga ramailah seluruh penghuni yang berada di Kediaman Duke White.


" Dokter ! Cepat panggilkan Dokter ! " Teriak Dino Baskoro kepada seluruh pembantu di Kediaman Duke White untuk menolong Samuel.


" Nyo..Nyonya...!"


Suasana mendadak suram bagi Claudia yang lihat peristiwa mengerikan itu.


" Samuel.."


" Clau..Clau..Ah.."


Terngiang kembali detik -detik Samuel menolong Claudia yang tergelincir di tangga lantai paling atas sekali hingga terbentur lantai bawah dengan kepala penuh darah yang menggenangi lantai batu marmer itu.


" Karena Dia menahan tubuhku..Karena Samuel itu menolongku..Samuel...! Ini salahku ! Gara -gara Aku..." Pikir Claudia di luar pintu kamar Samuel.


Samuel terbaring dengan wajah pucat sekali di atas tempat tidurnya. Dimana sejumlah dokter -dokter terbaik di datangkan kepadanya untuk anak itu bisa di selamatkan nyawanya oleh Dino Baskoro melalui persetujuan Nyonya Duchess White.


" Kepalanya terbentur cukup keras..Ada banyak kemungkinan Dia tak dapat sadar kembali.." Kata para dokter itu yang berjuang keras untuk hidup Samuel.


" ..Cukup parah..."

__ADS_1


" Samuel..." Pikir Dino Baskoro sedih sekali.


" Katanya masih belum sadarkan diri..Tuan Dino Baskoro terus menjaganya.." Kata para pembantu di seluruh Kediaman Duke White membahas hal ini.


" Eh...Jangan -jangan keadaannya sangat kritis ! , Masa ' Sih.."


" Tapi...' Kan jatuh dari tangga yang begitu tinggi sekali..Mungkin saja.."


Mendengarkan percakapan tersebut membuat diri Claudia semakin takut kehilangan Samuel. Ia pun mencoba untuk menanyakan keadaan diri Samuel kepada setiap pembantu yang keluar dari kamar Samuel.


Krieeettt


" Samuel..Bagaimana keadaan Samuel..?" Tanya Claudia kepada salah seorang pembantu yang baru saja keluar dari kamar Samuel.


" Anda mengganggu ,minggirlah ." Kata pembantu itu nada tak suka kepada Claudia.


Braak..!!


" Tuhan , tolonglah Dia..Ku mohon.." Batin Claudia.


Anak itu hanya bisa menangis seorang diri di luar pintu kamar Samuel yang tertututp rapat di depan anak itu.


" Sayang ya , kalau sampai Samuel meninggal.." Kata Miya nada ringan sekali kepada Claudia.


" Miya..."


" Padahal sebentar lagi Dia akan jadi seorang Duke ! Sejak awal itu mustahil ..!" Ejek Miya.


" Samuel.." Kata Claudia nada marah kepada Miya.


" Miya , kemari ! " Panggil Nyonya Duchess White pada putri pertamanya itu.


" Baik , Ibu.." Sahut Miya riang gembira menemui Ibunya dan sekilas terlihat jelas oleh Claudia di wajah Nyonya Duchess White adalah kesenangan mendengar Samuel akan meninggal dunia.


" Jujur saja , pasti sekarang Nyonya merasa lega sekali , ya ? " Kata salah satu pembantu di rumah itu.


" Kalau nanti terjadi sesuatu yang lebih gawat dan nama Keluarga White tak akan di teruskan pada Tuan Samuel . Dan semua persoalan pun selesai.."


" Mungkin juga...Tapi bagaimana nasibnya Tuan Samuel nanti , tak ada hubungannya dengan kita di sini..! "


Berbagai suara cemoohan yang menyukuri atas peristiwa mengerikan tersebut terdengar sangat menyakitkan hati Claudia dari seluruh orang yang ada di Kediaman Duke White yang mengharapkan Samuel meninggal dunia.


" Kak Sam akan meninggal , ya..? " Tanya Sonya di dekat Claudia.


" Clau...Clau.." Panggil anak bungsu Nyonya White yang memiliki rasa suka dan sayang terhadap diri Samuel dan menjadi satu -satunya orang yang ada di rumah itu yang memiliki hati yang baik.


" Tidak..! Dia tak akan meninggal...Di tempat yang seperti ini ! " Suara tegas Claudia.


" Pasti sekarang Nyonya merasa lega , ya ? " Clau mengingat di dalam pikiran dan hatinya mengenai semua orang di rumah itu terhadap Samuel.


" Dengan tetap di pandang seperti ini oleh mereka! Tentunya Samuel tidak akan meninggal...Tidak mungkin meninggal sekarang !" Tutur Clau dengan nada yakin kepada Samuel yang memiliki hati dan tekad yang kuat sekali dalam menghadapi cobaan hidup yang sangat keras sekali bagi anak laki -laki itu.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2